√ Wahidiyah Menurut Gus Dur, Cak Nun, Ustadz Abdul Somad, Habib Luthfi, MUI, NU Serta Mujahadah Makam -->

Wahidiyah Menurut Gus Dur, Cak Nun, Ustadz Abdul Somad, Habib Luthfi, MUI, NU Serta Mujahadah Makam

Ibnu Rusyd
11 April 2021

Ad1

Ad2

Wahidiyah merupakan Sholawat yang sudah diamalkan di manca Negara termasuk Hong Kong, adapun terbanyak pengamal Sholawat Wahidiyah yang istilah dipakai dalam Wahidiyah, adapun umumnya pecinta Sholawat. 

Tentunya butuh kita ketahui bersama apa itu Sholawat Wahdiyah baik artinya, pengamalan, penerapan, bimbingan dan juga umumnya, Wahidiyah pandangan Gus Nun, Gus Dur, Ustadz Abdul Somad, Habib Luthfi, Cak Nun, agar pandangan umum wahidiyah sesat sudah tidak ada lagi.

Wahidiyah Mujahadah Makam Di Bulan Syawal


Wahidiyah Pandangan Para Ulama Dan Profesor 


Wahidiyah sudah banyak yang merekomendasi bahwa sholawat Wahidiyah baik dan tidak bertentangan dengan Syari'at Islam, seperti apakah pandangan atau pendapat ulama sebagai berikut:

Wahidiyah Menurut Gus Dur, KH. Abdurrahman Wahid


Waktu sambutan Gus Dur dalam acara Mujahadah Kubro, bahwa beliau menyampaikan poin sebagai berikut:

"Para Bapak, Ibu dan Saudara-saudara Pengamal Sholawat Wahidiyah. Saya menghaturkan Syukur Alhamdulillah karena pada malam hari ini saya bisa sowan ke Kedunglo ini. Para hadirin-hadirad sekalian. Hari ini kita memperingati haul almarhum pendiri Pondok Pesantren Kedunglo. Almarhum tersebut hendaknya menjadi contoh bagi kita semua, agar kita bisa memiliki akhlak yang mulia. Sehingga kita bisa berjuang untuk agama kita dengan ikhlas.

Hadirin-hadirad, saya tidak bisa lama-lama di sini, sebab saya harus segera ke Surabaya malam ini juga. Besok pagi saya harus berangkat dengan pesawat menuju Jakarta untuk cuci darah di rumah sakit.

Adapun jika ada yang mengganggap ini salah, itu salah, itukan hanya anggapan, mengapa mesti dipersulit? Biarkan sajalah! Bila ada yang menganggap bahwa saudara-saudara Pengamal Wahidiyah itu sesat, SAYA TIDAK TERIMA.

Maaf, dulu ketika saya masih kecil, saya juga pernah soan ke sini. Di ajak eyang saya alm Kyai Muhammad Bisri Syamsuri. Paman saya alm Kyai Muhammad Shohib Bisri ini juga mondok di sini. Adanya dakwaan sesat karena ketidak fahaman terhadap wahidiyah."

Wahidiyah menurut Prof. Dr. Nur Syam, S.Si


Sholawat Wahidiyah merupakan interpretasi terhadap Islam yang dilakukan secara genius oleh pendirinya dan ditransformasikan secara terus menerus sehingga menjadi habitualisasi di dalam kehidupan sehari-hari. Ia merupakan tasawuf lokal yang menjadi ajang bagi para penganutnya untuk memenuhi gelegak keilahian dan menjadi wadah bagi pemenuhan kebutuhan spiritual yang tidak ada habis habisnya. Ia menjadi mediun untuk mengekspresikan gelegak ketuhanan dan kulminasi pengalaman keilahian yang tak kunjung henti.

Prof. DR. KH. Imam Suprayogo, MA 


Sebagian Materi Yang Disampaikan Bapak Prof. DR. KH. Imam Suprayogo, MA Pada Seminar Nasional Leadership Di Uin Sunan Ampel Surabaya, yakni:

"Kita ini sudah berkali-kali seminar diskusi tentang kepemimpinan Leadersip tapi kok nggak muncul-muncul, pemimpin-pemimpin yang hebat, memang seminar begini ini tidak akan menghasilkan itu sesungguhnya, tidak akan, sampean sehari-hari seminar yaa tidak akan, lahir pemimpin, pemimpin bukan karena seminar kok itu, hanya kita silaturrohmi begini aja, tapi jangan berharap ada pemimpin lahir dari seminar. Pemimpin itu lahir dari orang-orang yang suka Sholawat Wahidiyah sesungguhnya."

Wahidiyah Menurut Buya Yahya 


Siapa yang tidak kenal dengan beliau Buya Yahya, apalagi dikalangan pecinta kajian islam di YouTube, tidak pandang Wahidiyah Kediri, Jombang, Ngawi, Yayasan, Miladiyah, Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) Pusat, Malang, Lirboyo, Cianjur, PUPW, Pimpinan Umum Perjuangan Wahidiyah.

Pendapat Beliau Buya Yahya ini diambil  dalam diskusi tanya jawab dalam acara beliau di Majelis Al bahjah, seperti apakah itu:

Tanya Jawab tentang Dituding Kafir Karena Sholawat Wahidiyah

Pertanyaan dari Peserta Majlis Al-Bahjah
 
Kronologi Pertanyaan : Saya dengan orang tua saya, hubungannya mulai kecil kurang bagus, karena orang tua berpisah sejak saya umur 5 tahun dan sekarang ini saya ingin berbakti kepada orang tua, karena saya sudah dewasa, ingin memperbaiki hubungan saya dengan ayah, karena ibu sudah tidak ada. 

Tapi setiap kali saya bertemu dengan Beliau (Ayah), bulan kemarin saya pulang ke Tulungagung, selalu diingatkan : "Jangan lupa, gimana ayah, Apa masih mengamalkan Sholawat Wahidiyah". 

Terus saya selalu diingatkan tentang Sholawat Wahidiyah : 

"Apa kamu masih mengamalakan Sholawat Wahidiyah, jangan lupa kamu harus mengamalkan Sholawat Wahidiyah atau Mujahadah, kalau tidak, kamu akan termasuk golongan KAFIR, kamu MURTAD".

Selalu saya ditanyai ayah saya seperti itu, menjadikan dalam hati menangis setiap kali ketemu dengan Ayah.

Apakah Apabila saya tidak menjalankan Mujahadah Sholawat Wahidiyah termasuk KAFIR dan menjadi MURTAD.

Buya Yahya Menjawab Tentang Wahidiyah 


Dituding Kafir Karena Sholawat Wahidiyah - Buya Yahya Menjawab 

Seorang puntri yang punya ayah handa, anda berhubungan dengan sholawat wahidiyah, sang anak ini lama, jarang ketemu dengan ayahanda ingin berbakti, tapi ayah handanya lalu berkata urusan tentang kelompok Sholawat wahidiyah. 
Katanya : "kalau kamu gak ikut kamu akan kafir dan sebagainya".

Ya ini yang berlu, kita tidak bisa, kita harus klarifikasi.

Pertama : 

Selama ini saya pernah, disodorkan sholawat wahidiyah, saya baca isinya benar-benar aja kok, saya baca, kecuali tidak tahu, naskahnya yang berbeda mungkin. 
Jadi secara tulisannya, dari sholawatnya, mungki gak tahu ada lembaran yang menjadikan mengkafirkan orang lain, saya tidak melihat disitu, yang jelas ada sholawatnya yang di kediri kedonglo itu, saya membacanya sholawatnya selembarannya. Gak tahu, kalau benar sholawat itu yang disodorkan kepada kami itu, kami tidak melihat pelanggaran di dalamnya. Tapi, kalau memang mungkin ada yang lain sholawatnya, saya tidak tahu masalah itu.

Yang Kedua : 

Kalau masalah mengkafirkan saya tidak mendengar langsung dari pemimpinnannya dan tokoh-tokoh imamnya yang mengkafirkan orang lain yang belum ikut sholawat wahidiyah, saya tidak pernah mendengar itu secara langsung, mungkin karena saya tidak bergaul dengan mereka, tapi saya pernah berkumpul dengan beberapa orang dari mereka, dan baik-baik saja, mereka juga tidak menganggap saya kafir, walaupun saya tidak mengamalkan sholawat Wahidiyah.

Itulah pendapat Buya Yahya dalam diskusinya tentang Wahidiyah.


Habib Lutfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Angkat Bicara soal Wahidiyah


Seperti apakah pendapat habib Luthfi tentang Sholawat Wahidiyah, selengkapnya bisa disimak di Chanel dibawa ini:


Shalawat Wahidiyah tidak termasuk ke dalam daftar Thoriqah Mu’tabarah


Lalu seperti apakah Shalawat Wahidiyah tidak termasuk ke dalam daftar Thoriqah Mu’tabarah (Tarekat yang dianggap sah) menurut Versi NU, mengapa:

"Shalawat Wahidiyah tidak termasuk ke dalam daftar Thoriqah Mu’tabarah (Tarekat yang dianggap sah) menurut Versi NU. Wahidiyah tidak memperoleh status Mu’tabarah karena tiga hal : pertama, Wahidiyah dipandang tidak mengunakan Model Sistem tarakat yang memiliki sanad (silsilah) amalan yang sampai kepada Nabi karena ia hanyalah sholawat, dan setiap shalawat menurut referensi otoritatif ketasawufan  sanad dan syaikhnya adalah Nabi sendiri sehingga tidak memerlukan sistem seperti tarekat. 

Wahidiyah dipandang sebagai amalan umum yang tidak seketat sistem amalan tasawuf dan tarekat. Kedua, Muallif (pencetus) Shalawat Wahidiyah tidak menghendaki misi jami’ al-alamin (global)-nya dibatasi oleh status mu’tabarah yang hanya diakui di Indonesia saja, khususnya oleh NU. Ketiga, adanya penilaian negatif bahwa Wahidiyah mengandung ajaran sesat. hal ini disebabkan oleh karena para tokoh NU pada umumnya –yang corak tarekatnya cenderung pada tasawuf akhlaqi/sunni-melihat shalawat Wahidiyah mengemban corak tasawuf falsafi yang ditentangnya secara keras."

Manfaat Sholawat Wahidiyah


Sholawat Wahidiyah banyak sekali manfaat, faedah di dalamnya diantaranya untuk Rezeki, penyembuhan, hajat apa saja, Thoriqoh dalam arti jalan Wushul, melancarkan ceramah, pemantapan kuliah wahidiyah atau ceramah segala bidang, pemudahkan riyadhoh, menyatukan perpecahan, mewujudkan kekayaan, menghindari kesesatan, doa mempermudah debat, bacaan yang ringan dan sebagainya.

Untuk lebih jelasnya bahwa manfaat selawat Wahidiyah yaitu : Pengertian Dan Manfaat Sholawat Wahidiyah

Faedah dan Manfaat membaca atau Bacaan Sholawat termasuk Sholawat Wahidiyah ada banyak sekali Sabda Rosul Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam yang menerangkan fadlilah atau keutamaan dan manfaat membaca sholawat pada umumnya. Dan juga banyak Hadits yang memberi peringatan dan bahkan kecaman terhadap mereka yang lengah dan kurang perhatian terhadap bacaan sholawat. 

Adapun Manfaat dan Hadits-hadits yang menerangkan tentang Faedah atau keutamaan dan Manfaat membaca Sholawat antara lain seperti dalam Ulasan lengkap Pengertian Dan Manfaat Sholawat Wahidiyah, begitu juga manfaat sholawat menurut MUI, NU Online, Organisasi Agama, Ormas, Jamaah, Hikam, Universitas Agama Islam, Remaja, wahidiyah.org, Kanjeng Romo dan sebagainya.
Berita asal tasyafuan juga banyak yang belum tahu hal ini, tetapi dalam kesempatan kali ini kita sampaikan tentang Mujahadah Makam dalam Bulan Syawwal. Tetunya dalam kita melakukan sesuai Protokol kesehatan sebagaimana yang telah disampaikan oleh pemerintah.

Agar Mujahadah Makam dalam Bulan Syawal amal dari kata sesat sebagaimana kasus wahidiyah di Tasikmalaya, Wahidiyah pecah, pengalama rohani yang kurang sejalan, dzikir yang tidak baik, aliran sesat, faham sesat dan sebagianya.
 
Oleh sebab itu perlu kita ketahui apa itu mujahadah Makam dalam Bulan Syawal, juga teks wahidiyah latin, arab, logo wahidiyah, mp3 tentang wahdiyah, puisi, pengajian, struktur, sma wahidiyah, smp wahidiyiah, iftitah wahidiyat, alam hikmah, buku bendera wahhidiyah, terjemahan, gambar wahidiyah, perbedaan pendapat, lambang psw berupa png, jpg beserta lainya, tetapi dalam kesempatan ini kita fokus pada Mujahadah Makam dalam Bulan Syawal, apalagi tentang tauhid, vs, usul usulan wahidiyah, akreditasi, tahlil, quotes, Rahmat Sukir, Ilmu Istighfar, Kun Fayakun, Facebook, Buroq, berita terkini berduka, foto Agus Fikri sebagai berikut:

Mujahadah Makam Di Bulan Syawal

 
Mujahadah makam pada waktu bulan Syawal (Mujahadah Syawalan) dimaksudkan untuk memohonkan ampunan, barokah kepada Alloh Shubhanahu Wa Ta’ala dan syafa’at kepada Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam bagi ahli kubur setelah ditingkalkan bulan yang penuh berkah, penuh ampunan, penuh maghfiroh Alloh Shubhanahu Wa Ta’ala yang telah di bimbingan oleh beliau Muallif Sholawat Wahidiyah RA KH. Abdoel Madjid Ma’roef RA.

Mujahadah makan dalam Bulan Syawal tahun ini, yakni tahun 1440 H/ 2019 H. yang sudah dibimbingan oleh Beliau Muallifnya yakni dilaksanakan dengan berjama’ah pada bulan Syawal Mulai tanggal 5 Juni s/d 3 Juli 2019. Diantara tanggal atau bulan syawal tersebut di laksanakan sedikitnya 7 (tujuh) hari berturut -turut atau berselang harinya, siang atau malam untuk melaksanakan Mujahadah di Makam dalam Bulan Syawal pada tahun ini.

Dalam Bimbingan Muallif Sholawat Wahidiyah KH. Abdoel Madjid Ma’roef RA, sebaiknya mengajak masyarakat umum, dengan harapan masyarakat umum atau teman yang kita ajak bisa merasakan Ni’matnya Wahidiyah sebelum dipanggil malaikat yang ditugaskan oleh Alloh unutk mengakhiri hidupnya dan juga menjadi pengamal sholawat wahidiyah yang benar-benar sesuai bimbingan Beliau Muallif Sholawat Wahidiyah RA. KH. Abdoel Madjid Ma’roef.

Bagi pengamal Sholawat Wahidiyah atau akrab dikenal Pengamal Wahidiyah yang belum melaksanakan pada bulan Syawal pada tahun ini atau belum cukup tujuh hari, supaya melaksanakan atau meneruskannya dalam bulan Dzul Qo’dah, sepaya kita para Pengamal Wahidiyah benar-benar bisa melaksanakan bimbingan Beliau Muallif Sholawat Wahidiyah RA.

 Untuk tempat Mujahadah Makan dalam Bulan Syawal ini, bertempat di makam. Jika di suatu Desa terdapat beberapa makam, supaya digilirkan atau jama’ahnya dibagi sesuai situasi dan kondisi jama’ah yang ada. Pasti dalam benak pikiran kita “Mengapa digilirkan atau jama’ahnya dibagi”. Dalam hadist Rosuululloh Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam. yang artinya kurang lebih :

“Hiasilah ruangan tempat pertemuanmu dengan bacaan sholawat kepadaku. Karena sesungguh-nya bacaan sholawatmu sekalian kepadaku itu akan menjadi cahaya bagimu  di hari Kiamat”. (H.R. Ad-Dailami dari Ibnu Umar). 

Selengkapnya bisa dilihat di Mujahadah di Makam dalam Bulan Syawal