√ Malam Nuzulul Quran, Malam Istimewa Turunnya Kitab Suci Al Quran -->

Malam Nuzulul Quran, Malam Istimewa Turunnya Kitab Suci Al Quran

Ibnu Rusyd
23 April 2021

Ad1

Ad2

Malam Nuzulul QuranSiapa yang tidak tau, tentunya ummat Islam sudah mengetahuinya, apalagi pada bulan April 2021 ini kita semua melakukan puasa ramadhan dan sebentar lagi Nuzulul Qur'an atau Malam Nuzulul Quran yang jatuh di pertengahan bulan Ramadhan tepatnya memasuki tanggal 17, adapun Tahun 1442 H ini Nuzulul Quran 2021 akan digelar pada 29 April 2021. 

Sejarah Malam Nuzulul Qur'an


Malam Nuzulul Quran Malam istimewa, malam yang dinantikan umat Islam karena tepat terjadi peristiwa besar dalam sejarah agama Islam, yaitu malam turunnya kitab suci Al Quran. Berbeda dengan kitab suci yang lain sebelum adanya Al Qur'an, yang mana Al Quran diturunkan secara bertahap atau berangsur-angsur sesuai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi umat Islam.

Malam Nuzulul Quran, Malam Istimewa Turunnya Kitab Suci Al Quran


Saat peristiwa ini terjadi Nabi Muhammad sedang berada dalam Gua Hira, tepatnya pada 17 Ramadhan SH atau 6 Agustus 610 Masehi. Saat menerima wahyu pertama tersebut Nabi Muhammad berusia 60 tahun, saat itu pula malaikat Jibril menghampirinya dan menurunkan wahyu pertama yaki surat Al-Alaq ayat 1-5:

Dalam wahyu pertama tersebut dijelaskan bahwa kala itu malaikat Jibril lah yang mengajarkan nabi untuk membaca dan menulis. Sampai saat ini seperti yang kita ketahui bahwa peristiwa Nuzulul Quran terjadi pada tanggal 17 bulan Ramadhan menurut kalender Hijriyah.

Ketika Nabi Muhammad menerima wahyu dari Malaikat Jibril ia merasakan dua hal berbeza, yang pertama mendengar suara lonceng yang berdengung begitu keras dan ia merasakan mengigil di seluruh tubuhnya.

Dikisahkan bahwa pada malam 17 Ramadhan, malaikat Jibril menyampaikan wahyu Al Quran kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Kemudian memerintahkan Nabi Muhammad untuk Iqra’ (bacalah) tertuang dalam Surah Al Alaq ayat 1-5, seperti apakah bacaan surat tersebut, sebagai berikut:

Surah Al Alaq ayat 1-5

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ  اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ 

Artinya : Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena."

Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Kemudan, apa saja yang bisa kita amalkan, Hadist dan keutamaanya serta doa mengenai malam Nuzulul Quran? Lihat ulasan selengkapnya berikut ini.

Dasar Peristiwa Malam Nuzulul Quran


Peristiwa malam Nuzulul Quran telah dijelaskan dalam Surah Al Baqarah ayat 195 yang memiliki arti, “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan permulaan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan batil)”.

Nuzulul Quran juga erat kaitannya dengan Lailatul Qadar, yakni malam yang penuh berkah dan kemuliaan. Seperti yang dijelaskan dalam Surah Al Alaq ayat 1-5 yang artinya:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Keutamaan dan Amalan Malam Nuzulul Quran


Keutamaan malam Nuzulul Quran sering kita dengarkan dalam khutbah baik bahasa Arab, english, yang di dapat dari Media Online maupun Ofline, bahwa kita dapat merenungi peristiwa bersejarah turunnya kitab suci Al Quran dengan meningkatkan amalan yang berlipat-lipat pahalanya.

Tentunya Umat Islam berlomba-lomba perbanyak amalan baik dengan membaca Al Quran minimal khatam satu kali selama Ramadhan untuk meningkatkan pahala. Selain itu, seluruh umat Islam didorong untuk lebih memperdalam setiap perintah dan larangan Allah yang tercantum di dalam Al Quran dengan baik dan benar.

Tidak hanya membaca Al Quran saja, umat Islam juga dapat melakukan amalan baik lainnya di malam penuh berkah ini mulai dari bermujahadah, berdzikir, berdoa, I’tikaf di masjid, dan ibadah sholat malam.

Dengan memahami makna malam Nuzulul Quran, salah satu malam dan hari penting dalam bulan Ramadhan. Semoga kita bisa senantiasa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan istiqomah dengan meningkatkan amalan-amalan dan senatiasa menerapkan Lillah Billah, Lirrosuul Birrosul dan sebagainya. 

Jadwal Nuzulul Quran 2021 Ramadhan 1442 H.

 
Sudah kita ketahui bersama bahwa Malam Nuzulul Quran adalah malam 1000 bulan, momentum diturunkannya Al Quran, Malam Nuzulul Quran atau malam diturunkannya Al-Quran itu terjadi pada hari ke 17 Ramadhan. Artinya, pada Ramadhan 1442 H ini Nuzulul Quran jatuh pada tanggal 29 April 2021 menurut kalendar masehi.

Sehingga, bulan Ramadhan selalu menjadi bulan yang paling dinanti-nantikan oleh seluruh pemeluk agama Islam di seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia.

Umumnya peristiwa Nuzulul Quran diperingati dengan melakukan pengajian, istighotsah, tahlil dan mengkhatamkan Al-Quran.

Amalan Malam Nuzulul Quran


Berikut adalah amalan-amalan yang bisa anda lakukan saat malam Nuzulul Quran:

1. Membaca Al-Quran


Amalan yang pertama yang bisa anda lakukan adalah dengan membaca Al-Quran. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa Nuzulul Quran adalah peristiwa diperingatinya malam dimana AL-Quran pertama kali diturunkan.
Sebagai seorang yang beriman sudah seharusnya kita meneladani peristiwa bersejarah tersebut, salah satu amalan yang bisa kita lakukan adalah dengan cara membaca Al-Quran sepanjang malam. Hal ini bertujuan untuk meneladani apa yang sudah disampaikan Allah melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.

2. Berzikir

Amalan selanjutnya adalah berzikir, tujuan dari berzikir adalah untuk meningkatkan ketakwaan kita. Selain itu dzikir dipercaya dapat mengangkat derajat seseorang, selain itu kita bisa berdzikir untuk senantiasa mengingat Allah di sela-sela aktivitas kita agar mendapatkan rahmat dan ketenangan hati.

3. Melaksanakan Salat Malam

Amalan ketiga yang bisa anda lakukan saat malam Nuzulul Quran adalah dengan mendirikan salat malam. Menurut salah satu hadits mendirikan salat malam saat malam Nuzulul Quran hukumnya adalah Sunnah, perlu kita ingat segala jenis amalan baik saat bulan Ramadhan akan dilipat gandakan pahalanya.

4. Bermujahadah

Dalam Malam Nuzulul Quran malam yang istimewa, juga ada yang mengisinya dengan mengadakan Mujahadah, lalu mujahadah seperti apa yang dilakukannya dalam malam nuzulul Quran ini, yaitu dengan mengadakan mujahadah wahidiyah. Sebagaimana yang telah dibimbingkan beliau Muallif Sholawat Wahidiyah yaitu :

Mujahadah memperingati Nuzulul Qu’ran 17 Romadlon 1442 H. tepatnya pada hari Rabu, 28 April 2021 pelaksanaannya dimulai antara waktu Magrib sampai waktu subuh, aurod Mujahadah 7-17 3X Khataman.

Adapun lafadz atau sholawat wahidiyah sebagia mana dalam lembaran Wahidiyah.

Oleh karena itu meskipun hukumnya Sunnah tidak ada salahnya kita mendirikan salat malam untuk meminta kepada Allah segala harapan dan cita-cita kita.

Di atas adalah ulasan lengkap tentang Nuzulul Quran, harapannya dengan artikel ini kita bisa semakin meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Terjawab sudah kapan Nuzulul Quran 2021. Semoga puasa anda senantiasa dilancarkan dan dirahmati oleh Allah.

Perbedaan Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar


Nuzulul Quran adalah waktu di mana Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Di Indonesia lazim diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan, umumnya di malam hari. Hampir di seluruh tempat di Nusantara mengadakan seremoni layaknya memperingati Maulid Nabi, Isra Mi’raj dan hari besar lainnya. Banyak cara masyarakat mengisi acara Nuzulul Quran, mulai dari tumpengan, pengajian, istighotsah, tahlil, khataman Al-Qur’an, dan sebagainya.  

Sementara Allah menegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadar (Surat al-Qadar ayat 1), yaitu malam paling spesial di bulan suci, malam yang sangat diharapkan seluruh umat Muhammad, ia lebih baik dari pada seribu bulan. Pendapat yang paling populer bahwa Lailatul Qadar terjadi di sepuluh akhir bulan Ramadhan, salah satu indikasinya Nabi sangat menekankan I’tikaf dan ibadah lainnya di waktu-waktu tersebut.

Pertanyaannya kemudian, bagaimana korelasi antara dua narasi di atas? Mengapa bisa berbeda antara peringatan Nuzulul Quran dan diturunkannya Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar? Beberapa pakar tafsir menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan dua kali proses. Pertama, diturunkan secara keseluruhan (jumlatan wahidah). Kedua, diturunkan secara bertahap (najman najman). 

Sebelum diterima Nabi di bumi, Allah terlebih dahulu menurunkannya secara menyeluruh di langit dunia, dikumpulkan jadi satu di Baitul Izzah. Selanjutnya malaikat Jibril menurunkannya kepada Nabi di bumi secara berangsur, ayat demi ayat, di waktu yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan selama dua puluh tahun, pendapat lain dua puluh satu tahun. Pakar tafsir terkemuka, Syekh Muhammad bin Ahmad al-Qurthubi menegaskan:

وَلَا خِلَافَ أَنَّ الْقُرْآنَ أُنْزِلَ مِنَ اللَّوْحِ الْمَحْفُوظِ لَيْلَةَ الْقَدْرِ عَلَى مَا بَيَّنَّاهُ جُمْلَةً وَاحِدَةً، فَوُضِعَ فِي بَيْتِ الْعِزَّةِ فِي سَمَاءِ الدُّنْيَا، ثُمَّ كَانَ جِبْرِيلُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْزِلُ بِهِ نَجْمًا نَجْمًا فِي الْأَوَامِرِ وَالنَّوَاهِي وَالْأَسْبَابِ، وَذَلِكَ فِي عِشْرِينَ سَنَةً.

“Tidak ada perbedaan bahwa Al-Qur’an diturunkan dari Lauh al-Mahfuzh pada malam Lailatul Qadar secara keseluruhan seperti penjelasan kami. Maka Al-Qur’an terlebih dahulu diletakan di Baitul Izzah di langit dunia. Kemudian Jibril menurunkannya secara berangsur tentang perintah, larangan dan sebab-sebab lainnya. Demikian itu terjadi selama 20 tahun.

”  وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ أُنْزِلَ الْقُرْآنَ مِنَ اللَّوْحِ الْمَحْفُوظِ جُمْلَةً وَاحِدَةً إِلَى الْكَتَبَةِ فِي سَمَاءِ الدنيا، ثم نزل بِهِ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ نُجُومًا- يَعْنِي الْآيَةَ وَالْآيَتَيْنِ- فِي أَوْقَاتٍ مُخْتَلِفَةٍ فِي إِحْدَى وَعِشْرِينَ سَنَةً 

“Sahabat Ibnu Abbas berkata, Al-Qur’an diturunkan dari Lauh al-Mahfuzh secara menyeluruh kepada para malaikat pencatat wahyu di langit dunia, kemudian Jibril turun membawanya secara berangsur, satu dan dua ayat, di waktu yang berbeda-beda selama 21 tahun.” (Syekh Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an/Tafsir al-Qurthubi, juz 2, hal. 297).

Proses turunnya Al-Qur’an secara total ini terjadi di bulan malam Lailatul Qadar, tepatnya malam 24 Ramadhan. Pendapat ini sebagaimana ditegaskan dalam riwayat Ibnu Abbas dan Watsilah bin al-Asqa’. Imamul Mufassirin (pemimpin para pakar tafsir), Syekh Abu Ja’far Muhammad bin Jarir al-Thabari menyampaikan riwayat tersebut dalam kitab tafsirnya sebagai berikut: 

كَمَا حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ قَالَ ثنا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ حَسَّانَ بْنِ أَبِي الْأَشْرَسِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ أُنْزِلَ الْقُرْآنُ جُمْلَةً مِنَ الذِّكْرِ فِي لَيْلَةِ أَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ مِنْ رَمَضَانَ، فَجُعِلَ فِي بَيْتِ الْعِزَّةِ

“Sebagaimana bercerita kepadaku Abu Kuraib, beliau berkata, bercerita kepadaku Abu Bakr bin ‘Ayyasy dari al-A’masy dari Hassan bin Abi al-Asyras dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas beliau berkata; 

Al-Qur’an diturunkan secara keseluruhan pada malam 24 dari bulan Ramadhan, kemudian diletakan di Baitul Izzah.” 

 حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ، قَالَ: ثنا عَبْدُ اللهِ بْنُ رَجَاءٍ، قَالَ: ثنا عِمْرَانُ الْقَطَّانُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنِ ابْنِ أَبِي الْمَلِيحِ، عَنْ وَاثِلَةَ، " عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: نَزَلَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيمَ أَوَّلَ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَتِ التَّوْرَاةُ لِسِتٍّ مَضَيْنَ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَ الْإِنْجِيلُ لِثَلَاثَ عَشْرَةَ خَلَتْ، وَأُنْزِلَ الْقُرْآنُ لِأَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ مِنْ رَمَضَانَ “

Bercerita kepadaku Ahmad bin Manshur, ia berkata, bercerita kepadaku Abdullah bin Raja’, ia berkata, bercerita kepadaku Imran al-Qatthan dari Qatadah dari Ibnu Abil Malih dari Watsilah dari Nabi, beliau bersabda; lembaran-lembaran Nabi Ibrahim turun pada awal bulan Ramadhan, Taurat diturunkan pada 6 Ramadhan, Injil diturunkan pada 13 Ramadhan, Al-Qur’an diturunkan pada 24 Ramadhan.” (Syekh Abu Ja’far Muhammad bin Jarir al-Thabari, Jami’ al-Bayan ‘an Ta’wili Ayil Quran/ Tafsir al-Thabari, juz 3, hal. 188). 

Dalam proses turunnya Al-Qur’an secara bertahap, wahyu pertama yang diterima Nabi adalah Surat al-‘Alaq dari ayat satu sampai lima. Saat Nabi mencapai usia 40 tahun, Allah mengutusnya untuk alam semesta, mengeluarkan mereka dari sesatnya kebodohan menuju terangnya pengetahuan. Tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan, 13 tahun sebelum hijrah, Nabi menerima wahyu untuk pertama kalinya. Pakar sejarah Nabi, Syekh Muhammad al-Khudlari Bik menegaskan:

ـ )بَدْءُ الْوَحْيِ (لَمَّا بَلَغَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ سِنَّ الْكَمَالِ وَهِيَ أَرْبَعُوْنَ سَنَةً أَرْسَلَهُ اللهُ لِلْعَالَمِيْنَ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا لِيُخْرِجَهُمْ مِنَ ظُلُمَاتِ الْجَهَالَةِ إِلَى نُوْرِ الْعِلْمِ وَكَانَ ذَلِكَ فِيْ أَوَّلِ فَبْرَايِرْ سَنَةَ ٦١٠ مِنَ الْمِيْلَادِ كَمَا أَوْضَحَهُ الْمَرْحُوْمُ مَحْمُوْدْ بَاشَا اَلْفَلَكِيُّ، تَبَيَّنَ بَعْدَ دِقَّةِ الْبَحْثِ أَنَّ ذَلِكَ كَانَ فِيْ 17 رَمَضَانَ سَنَةَ 13 قَبْلَ الْهِجْرَةِ وَذَلِكَ يُوَافِقُ يُوْلِيُوْ سَنَةَ ٦١٠ “

(Fasal Pertama kali wahyu turun). Saat Nabi menginjak usia matang, yaitu 40 tahun, Allah mengutusnya untuk alam semesta seraya menggembirakan dan memperingatkan, untuk mengeluarkan mereka dari gelapnya kebodohan menuju cahaya ilmu. 

Demikian itu terjadi di awal bulan Februari tahun 610 Masehi seperti yang dijelaskan Syekh Mahmud Basya sang pakar astronomi. (Namun) setelah penelitian yang cermat, telah jelas bahwa peristiwa itu terjadi pada tanggal 17 Ramadhan, 13 tahun sebelum hijrah, bertepatan dengan bulan Juli tahun 610 Masehi.” (Syekh Muhammad al-Khudlari Bik, Nur al-Yaqin Fi Sirati Sayyid al-Mursalin, hal. 19). 

Dari referensi di atas dapat dipahami bahwa peringatan Nuzulul Quran yang populer di Indonesia mengacu pada sejarah pertama kali turunnya Al-Qur’an dalam proses kedua, yaitu dari Baitul Izzah kepada Nabi di bumi. Perbedaan pendapat mengenai kapan wahyu pertama turun memang tidak bisa dihindari. Selain tanggal 17 Ramadhan ada pula yang berpendapat terjadi tanggal 7, 8, dan 21 Ramadhan. Bahkan beberapa pendapat ada yang menyebut bukan di bulan Ramadhan. 

Namun, perayaan Nuzulul Quran di setiap tanggal 17 Ramadhan yang telah turun-temurun terlaksana tanpa ada pengingkaran dari para ulama, setidaknya memiliki pembenaran dari sudut pandang sejarah menurut satu versi. Oleh karenanya, tidak perlu fanatik secara berlebihan dengan menyalahkan pihak yang berbeda dengan pendapat yang diyakini. Siapa pun boleh merayakan Nuzulul Quran di selain tanggal 17 Ramadhan dengan tetap menghormati pendapat lain yang berbeda. Ustadz M. Mubasysyarum Bih, Dewan Pembina Pondok Pesantren Raudlatul Quran, Geyongan, Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat.

Penutup 


Semoga dalam Malam Lailatul Qodar kita diberi kemampuan oleh Allah Shubhanahu Wa Ta'ala bisa mengisinya dengan penuh Ridho Allah dan Syafaa't Beliau Rosuulillah Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam.