√ Persiapan Ramadhan Ditengah Wabah -->

Persiapan Ramadhan Ditengah Wabah

Ibnu Rusyd
17 March 2021

Ad1

Ad2

Semua Pasti Kembali Kesana - Ramadhan tinggal beberapa minggu lagi, persiapan ramadhan 2021 seperti apakah yang harus kita siapkan, agar kita semua dalam bulan ramadhan bisa meningkat dalam bidang kesadarakan kita kepada Allah Wa Rosuulihii Sholallohu Alahi Wa Sallam.

Tentunya bisa kita contoh persiapan ramadhan para sahabat, persiapan ramadhan di bulan rajab, persiapan ramadhan, persiapan ramadhan 2021, persiapan ramadhan ditengah wabah ini yang masih menjadi tantangan bagi kita semua.

Dalam kesempatan yang penuh berkah di Bulan ramadhan nanti, tidak salah dalam kesempatan kali ini kita melihat kembali perihal "Semua Pasti Kembali Kesana" untuk memaksimalkan bulan Ramadhan dengan penuh berkah Allah SWT dan memperoleh ridho-Nya min yauminaa Haadzaa Yaumil Qiyamah, seperti apakah itu:

Semua Pasti Kembali Kesana

Langsung saja, bukanlah semua akan musnah, semua insan pasti menginginkan selamat, Dunia akhirat. Ingin bahagia lahir bathinnya. Untuk tercapainya semua itu harus diketahui jalannya. Islam agama yang sempurna dan diridloi Allah SWT, telah memberi konsep yang kongkrit, inilah konsep untuk kembali kesana.

Pertama, harus membersihkan jasmaninya dari najis dan kotoran

Ke-dua, Harus membersihkan perilaku dari perbuatan ma'siat

Ke-tiga, Harus membersihkan hati dari segala macam kotoran, misalnya ; sifat sombong (takabbur), thama' (selalu mengangan-angan pemberian hak milik orang lain, serakah, rakus, su-uzh zhon (berburuk sangka) dan lain sebagainya.

Ke-Empat, Harus selalu membersihkan sirri (Rahasia Bathin) dari segala sesuatu selain Allah SWT, Yakni harus senantiasa "Lillah Billah".

persiapan ramadhan ditengah wabah

Uraian tersebut sangat prinsip dan tak bisa diabaikannya. Jangan mengharap tercapainya kebahagiaan abadi tanpa merealisirnya. Sungguh tepat sekali apa yang diajarkan oleh beliau Muallif Sholawat Wahidiyah RA, baik sya'an wa haqiqotan, dhohiran wa bathinan, amalan dan ajaran maupun akhlaq dan suri tauladannya.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat, barokah, dan saat terbukanya pintu-pintu ampunan dan kasih sayang Allah SWT terhadap hamba-Nya. Suatu saat yang paling tepat untuk meralisir hal-hal tersebut di atas demi tercapainya Fafirru Ilalloh Wa Rosuulihii Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam.

Bagi yang tidak merealisir hal-hal tersebut dengan semaksimal mungkin, terutama dalam kesempatan yang sangat baik ini, berarti telah tertipu oleh nafsunya sendiri dan tertipu oleh iblis atau syaithan.

Dalam Al Qur'an telah diuraikan bahwa telah selamanya nafsu itu condong mengarah keperbuatan yang buruh (Q.S. Yusuf Ayat 53).

Begitu pula banyak penjelasan bahwa Iblis atau Syaithan adalah musuh utama bagi manusia. Manusia selalu digodanya agar berbuat yang tidak sesuai dengan perintah-perintah Allah SWT. Dalam hal ini Allah SWT telah memperingatkan kepada manusia agar awas dan waspada terhadap tipu daya Iblis yang sangat licin, halus dan menyesatkan.

Firman Allah SWT dalam Surat Al Baqarah Ayat 168, yang Artinya :

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Artinya : "Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu."

Dalam ayat lain yaitu Surat Ke-35 Fatir Ayat 6, Allah SWT memperingatkan:

اِنَّ الشَّيْطٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوْهُ عَدُوًّاۗ اِنَّمَا يَدْعُوْا حِزْبَهٗ لِيَكُوْنُوْا مِنْ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِۗ

Artinya : "Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala."

Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang mengandung peringatan seperti itu. Kiranya sudah jelas untuk menyelamatkan dri dari jebakan Syaithan atau Iblis harus ada benteng raksasa" yang bisa menanggulangi serangan Iblis atau Syaithan dan bujukan nafsu.

Benteng yang dimaksud tak ada lain kecuali penghayatan dan penerapan "Lillah Billah, Lirrosuul Birrosuul, Lil Ghouts Bil Ghouts, Yukti Kulla Dzi Haqqin Haqqoh" dengan prinsip "Taqdimul Aham Fal Aham, Tsummal Anfa' Fal Anfa'" kepanpun dan dalam keadaan bagaimanapun.

Untuk tercapainya penerapan dan penghayatan ajaran "Lillah Billah, Lirrosuul Birrosuul, Lil Ghouts Bil Ghouts, Yukti Kulla Dzi Haqqin Haqqoh" dengan prinsip "Taqdimul Aham Fal Aham, Tsummal Anfa' Fal Anfa'", harus didukung dengan adanya "Mujahadah", baik mujahadatun Nafsi maupun mujahadah pengamalan dan penerapan Ajaran. 

Karena tanpa adanya mujahadah tak akan memperoleh hidayah, karena mujahadah adalah satu-satunya kunci tercapainya hidayah. Dan tnapa adanya hidayah, ajaran "Lillah Billah, Lirrosuul Birrosuul, Lil Ghouts Bil Ghouts, Yukti Kulla Dzi Haqqin Haqqoh" dengan prinsip "Taqdimul Aham Fal Aham, Tsummal Anfa' Fal Anfa'" tak mungkin bisa dilaksanakan dengan sebenarnya.


Pembaca yang budiman, Hidup di alam dunia hanya sekali ini, Apabila sampai meleset (tidak taat kepada Allah SWT Wa Rosuulihii Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam) pasti akan hancur dan menyesal unutk selama-lamanya.

Sedangkan kita semua pasti akan digiring ke sana, kehadapan Hakim Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana. Tanpa persiapan jawaban yang sempurna, pasti dilemparkan ke jahannam bersama-sama dengan mahkluq-mahkluq yang hina.

Bulan Ramadhan kali ini hendak dijadikan roket pendorong dan pengantar untuk menuju "Fafirruu Ilallooh Wa Rosuulihi Sholalloohu 'Alaihi Wa Sallam" dengan memperoleh ridho-Nya min yauminaa Haadzaa Yaumil Qiyamah.

Selamat berpuasa di bulan Ramadhan, semoga tercapai suatu sasaran yang optimal yakni dijadikan sebagai Insan yang bertaqwa Dhohiran Wa bathinan, Aamiin dan kita Persiapan Ramadhan Ditengah Wabah ini dengan hati yang jernih lahit bathin.