√ Mujahadah Serempak Wahidiyah -->

Mujahadah Serempak Wahidiyah

Ibnu Rusyd
07 March 2021

Ad1

Ad2

Mujahadah Serempak Wahidiyah - Mujahadah dalam Wahidiyah merupakan bersungguh-sungguh memerangi dan menundukkan hawa nafsu (nafsu ammarah bis-suu’) untuk diarahkan kepada kesadaran “FAFIRRUU ILALLOOH WAROSUULIHI SAW”.

Pengertian Mujahadah

Dalam pengertian umum bahwa Arti mujahadah menurut bahasa adalah perang, menurut syara’ adalah perang melawan musuh-musuh Alloh, dan menurut istilah ahli hakikat adalah memerangi nafsu amarah bis-suu’(2) dan memberi beban kepadanya untuk melakukan sesuatu yang berat baginya yang sesuai dengan aturan syara’ (agama). 

Sebagian Ulama’ mengatakan : "Mujahadah adalah tidak menuruti kehendak nafsu”, dan ada lagi yang mengatakan : “Mujahadah adalah menahan nafsu dari kesenangannya.”

Sebagaimana dalam Jami’ul-Ushul Fil-Auliya oleh Asy-Syekh Dhiyauddin Ahmad Mushtofa Al-Kamsyakhonawy An-Naqsyabandy. Penerbit : Al-Haromain Singapura-Jedah-Indonesia.

Mujahadah Serempak Wahidiyah


Mujahadah Wahidiyah

Mujahadah dalam pengamalan Sholawat Wahidiyah ada berbagai macam mujahadah yang dikelompokan sendiri-sendiri sebagamana dalam buku Tuntunan Mujahadah dan Acara-Acara Wahidiyah diantaranya; Mujahadah-Mujahadah Yang Dibakukan, Mujahadah Waqtiyyah dan Mujahadah-Mujahadah Khusus.

Dalam kesempatan kali ini fokus Mujahadah Serempak Wahidiyah akan kami sampaikan dalam kesempatan kali ini yang diambil dari Buku Tuntunan Mujahadah dan Acara-Acara Wahidiyah.

Mujahadah Serempak Wahidiyah

Mujahadah Serentak Wahidiyah sebagaimana yang sudah dibimbingkan Beliau Muallif Sholawat Wahidiyah RA atau Pendiri Wahidiyah, sebagai berikut:

Mujahadah Syahriyah Wahidiyah Serempak 

Mujahadah bulanan atau Mujahadah Syahriyah adalah Mujahadah Wahidiyah yang dilaksanakan secara berjama’ah setiap bulan sekali, oleh Pengamal Wahidiyah se-kecamatan seluruh Indonesia bahkan Luar Negeri.

Adapun Penyelenggara dan penanggungjawabnya adalah Pengurus PSW Kecamatan dan dapat membentuk Panitia Pelaksana Mujahadah Syahriyah. Penyelenggaraan Mujahadah Syahriyah harus diberitahukan secara tertulis kepada MUSPIKA, KUA dan DPC PSW setempat, perihal ini yang sering dilupakan oleh Daerah atau PSW Kecamatan.

Untuk pelaksanaan Mujahadah Syahriyah sebagaimana bimbingan Muallif Shoawat Wahidiyah diadakan dalam bentuk seremonial (acara) dengan tema disesuaikan situasi dan kondisi saat itu.

Kemudia apabila karena suatu udzur tidak bisa dilaksanakan secara seremonial maka Pengurus Sholawat Wahidiyah (PSW) Kecamatan supaya mengadakan Gerakan Mujahadah Serempak oleh seluruh Pengamal Wahidiyah se kecamatan di tempat atau jama’ah masing-masing pada saat yang ditentukan dengan Aurod Mujahadah 7-17 sekali khataman atau lebih dan disertai Mujahadah Penyongsongan sebagaimana Mujahadah Seremonial.

Mujahadah Penyongsongan Syahriyah Wahidiyah

Dalam kegiatan Mujahadah Syahriyah dalam Pengamalan Sholawat Wahidiyah, sebelum hari pelaksanaannya yakni Mujahadah Syahriyah, supaya diadakan mujahadah penyongsongan, sekurang-kurangnya 3 (tiga) hari sebelumnya, terutama oleh :

  • Pengurus PSW Kecamatan, 
  • para imam jama’ah dan 
  • umumnya para pengamal Wahidiyah sekecamatan, 
  • utamanya jama’ah yang ketempatan. 

Supaya diadakan pula Mujahadah Khusus Nonstop sehari semalam atau sehari.

Adapun Aurod Mujahadah penyongsongan menggunakan bilangan 7-17 Jika memungkinkan tiap sehari/semalam minim 3 x khataman dengan berjama’ah. 

Dan Aurod Mujahadah Nonstopnya menggunakan Aurod Mujahadah Peningkatan bisa ditambah Aurod Mujahadah Penyiaran.

Situasi Kondisi Dilaksanakan Mujahadah Serempak

Mungkin dalam pribadi kita para pengamal Sholawat Wahidiyah khususnya para pembaca yang budiman, ada pertanyaan yakni: "Seperti apakah Situasi dan Kondisi bila mana dilaksanakan Mujahadah Serempak atau Gerakan Mujahadah Serempak oleh seluruh Pengamal Wahidiyah se kecamatan."

Di dalam Buku Tuntunan Mujahadah dan acara-acara Wahidiyah bahwa Gerakan Mujahadah Serempak oleh seluruh Pengamal Wahidiyah se kecamatan di tempat atau jama’ah masing-masing pada saat yang ditentukan karena suatu udzur, udzur seperti apakah itu:

PERTAMA, Jika Mujahadah Syahriyah berdekatan dengan pelaksanaan Mujahadah Rubu’ussanah yang bertempat di suatu PSW Kecamatan, maka Mujahadah Syahriyah tersebut dilaksanakan dengan Mujahadah serempak seperti di atas.

KE-DUA, Kondisi PSW Kecamatan yang belum mampu mengadakan Seremonial sebab dan karena beberapa hal yang dialami PSW Kecamatan, semisal keuangan, Tenaga, waktu dan sebagainya.

KE-TIGA, Kondisi yang tidak memungkinkan karena alam, semisal adanya Wabah, Pernyakit, Virus semisal seperti kondisi sekarang ini mulai tahun 2019 sampai sekarang, negara Indonesia bahkan Keadaan Dunia masih diuji adanya Virus Corona yang semakin lama tambah tingkatannya bahkan sudah menginjak dari 2019-nCov, MERS-CoV, dan SARS yang belum diketahui selesainya atau hilangnya virus Corona.

KE-EMPAT, Kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan diadakan Mujahadah Syahriyah kerana keadaan-keadaan yang tidak memungkinkan diadakan Mujahadah Seremonial Mujahadah Syahriyah , dan sebagainya.

Untuk menanggapi situas kondisi Mulai Pertam sampai seterusnya, dalam buku Tuntunan Mujahadah Wahidiyah dan Acara-acara Mujahadah Wahidiyah sudah ada solusinya yaitu Mengadakan Gerakan Mujahadah Serempak oleh seluruh Pengamal Wahidiyah se kecamatan.

Semoga dengan adanya Gerakan Mujahadah Serempak, kondisi sekarang, Dunia masih diberi bencana adanya Covid-19 atau Virus Corono yang semakin lama semakin ganas, dihilangkan oleh Allah SWT dan diberi kemudahan untuk mengembalikan kondisi negara yang dalam berbagai sektor mengalami penurunan.