√ Khutbah Jumat Tentang Sabar Menghadapi Musibah -->

Khutbah Jumat Tentang Sabar Menghadapi Musibah

Ibnu Rusyd
21 March 2021

Ad1

Ad2

Khutbah Jumat Sabar Dalam Menghadapi Musibah - Dalam kesempatan yang berbahagia ini kami menyampaikan tentang Khutbah Jumat Tentang Sabar Menghadapi Musibah, Khutbah Jumat Tentang Sabar Dalam Menghadapi Musibah, Khutbah Jumat Sabar Dalam Menghadapi Musibah dalam bentuk Khutbah yang singkat dan padat maknanya, seperti apa itu yaitu sebagai berikut:


Khutbah Jumat Tentang Sabar Menghadapi Musibah

اَلْحَمْدُ للهِ أَهْلِ الْحَمْدِ وَالثَّنَاءِالْمُنْفَرِدِ برِدَءِ اْلكِبْرِيَاءِ الْمُتَوَحِّدِ بِصِفَاتِ الْمَجْدِ وَالْعَلاَءِ المُؤَيِّدِ صَفْوَاةِ اْلاَوْلِيَاءِ بِقُوَّةِ الصَبْرِ عَلىَ السَّرَاءِ وَالضَرَّاءِ وَالشُّكْرِ عَلىَ اْلبَلاَءِ وَالنَّعْمَاءِ أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ الاَّ اللهَ خَاِلقُ اْلاَشْيَاءِ وَاَشْهَدُ انَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ اْلاَنبْيَاءِ. اَمَّا بَعْدُ اَيـُّهَاالْمُسْلِمُوْنَ اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّاىَ بِتَقْوَى اللهِ وَاعْلَمُوْا اَنَّ اْلاِيْمَانَ نِصْفَانِ نِصْفُ صَبْرٌ وَنِصْفُ شُكْرٌ كَمَا وَرَدَتْ بِهِ اْلاَثَاُرُ وَشَهِدَتْ لَهُ اْلاَخْبَارُ : وَهُمَا اَيْضًا وَصْفَانِ مِنْ اَوْصَافِ اللهِ تَعَالىَ وَاِسْمَانِ مِنْ اَسْمَاءِ اْلحُسْنَى إِذْ سَمَّى نَفْسَهُ تَعَالىَ صَبُوْرًا شَكُوْرًا فاَلْجَهْلُ بِحَقِيْقَةِ الصَّبْرِ وَالشُّكْرِ جَهْلٌ بلاَ سَطْرَى اْلاِيْمَانِ ثُمَّ هُوَ غَفْلَةٌ عَنْ وَصْفَيْنِ مِنْ اَوْصَافِ الرَحْمَنِ وَلاَ سَبِيْلَ اْلوُصُوْلِ اِلَى اْلقُرْبِ مِنَ اللهِ تَعَالىَ بِاْلاِيْمَاِن.

Mohon maaf, Marilah meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah dan kita mengetahui bahwa iman itu ada dua bagian: sabar dan syukur. Sabar dan syukur juga termasuk sifat-sifat Allah dan juga termasuk asma’ul khusna, yang disebutkan oleh Allah. 

Khutbah Jumat Tentang Sabar Menghadapi Musibah


Allah sendiri sabar dan syukur, maka dari itu tidak tahu sebenarnya sabar dan syukurnya Allah. Jadi, kita tidak tahu dalamnya iman dan juga tidak mengetahui kedua sifat yang dimiliki oleh Allah. Dan tidak ada jalan untuk mendekatkan diri kepada Aloh SWT kecuali dengan Iman. Apabila tidak bisa  mendekatkan diri kepada Allah atau jauh dari Allah maka masuklah dia ke neraka yang pedih siksanya yaitu neraka Jahanam:

اِنَّ مِنْ اَشَدِّ عَذَابِ النَّارِ جَهَنَّمَ نَارُ اْلِبعَادِ
وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ قَدْ وَصَفَ الصَّابِرين بِأَوْصَافٍ وَذِكْرِ الصَّبْرِ فىِ اْلقُرْأَنِ فىِ نَيْنٍ وَسَبْعِيْنَ مَوْضِعًا وَاَضَافَ اَكْثَرَ الدَّرَجَاتِ وَالْخَيْرَاتِ إِلىَ الصَّبْرِ وَجَعَلَهَا ثَمْرَةً لَهُ فَقَالَ تَعَالىَ فىِ كِتَابِهِ أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
 
وَجَعَلْنٰهُمْ اَىِٕمَّةً يَّهْدُوْنَ بِاَمْرِنَا وَاَوْحَيْنَآ اِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرٰتِ وَاِقَامَ الصَّلٰوةِ وَاِيْتَاۤءَ الزَّكٰوةِۚ وَكَانُوْا لَنَا عٰبِدِيْنَ (21 الانبياء:73)

Artinya : “Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada kamilah mereka selalu menyembah.”

وَاَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِيْنَ كَانُوْا يُسْتَضْعَفُوْنَ مَشَارِقَ الْاَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَاۗ وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ الْحُسْنٰى عَلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَۙ بِمَا صَبَرُوْاۗ وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهٗ وَمَا كَانُوْا يَعْرِشُوْنَ (7 الاعراف:137)

Artinya : "Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. Dan telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir‘aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun."


مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللّٰهِ بَاقٍۗ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِيْنَ صَبَرُوْٓا اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ (16 النحل:96)

Artinya : "Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan Kami pasti akan memberi balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."

ثُمَّ كَانَ عَاقِبَةَ الَّذِيْنَ اَسَاۤءُوا السُّوْۤاٰىٓ اَنْ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَكَانُوْا بِهَا يَسْتَهْزِءُوْنَ  30 الروم:10)

Artinya : "Kemudian, azab yang lebih buruk adalah kesudahan bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan. Karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok - olokkannya."

اَوْ يَأْخُذَهُمْ عَلٰى تَخَوُّفٍۗ فَاِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ (16 النحل :47)

Artinya : “atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa). Maka sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha Penyayang."

قَالَ تَعاَلىَ: وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَاصْبِرُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَۚ (8 الانفال:46)

Allah mengatakan sabar, dan orang-orang yang sabar dalam Alqur’an lebih dari tujuh puluh tempat dan Allah memberikan beberapa derajat dan kebaikan dalam kesabaran-derajat dan kebaikan merupakan buah dari syukur dan sabar. 

Begitulah  jaminan yang dijanjikan oleh Allah terhadap orang-orang yang sabar.

اَيُّهَالصَّابِرُوْنَ اَنَّ الصَّبْرَ خَاصِيَةُ اْلإِنْسَانِ وَلاَ يُتَصَوَّرُ ذَلِكَ فىِ الْبَهَائِمِ وَالْمَلاَئِكَةِ اَمَّا فيِ اْلبَهَائِمِ فَلِنُقْصَانِهَا أَمَّا فىِ الْمَلاَئِكَةِ فَلِكَمَالِهَا وَبَيَانُهُ اَمَّاْلبَهَائِمِ سَلَّطَتْ عَلَيْهَا الشَّهَوَاتُ وَصَارَتْ مُسَخَّرَةٌ لَهَا فَلاَ بَاعِثَ لَهَا عَلىَ الْحَرَكَةِ وَالشُّكُوْنِ اِلاَّ لِشَهْوَةٍ وَلَيْسَ لَهَا تُصَادِمُ الشَّهْوَةَ وَتَرُدّ ُهَا حَتىَّ يُسَمىَّ ثَبَاتُ تِلْكَ الْقُوَّةِ فىِ مَقَابَلَةِ الشَّهْوَةِ صَبْرًا.

Hadirin yang berbahagia, Sabar adalah sifat khusus yang dimiliki oleh manusia, bukan pada binatang ataupun malaikat. Tidak diberikan untuk hewan karena kekurangannya, tidak untuk malaikat karena terlalu sempurna. Adapun penjelasannya sebagai berikut:

Dalam diri binatang hanya dikuasai oleh Nafsu, jadi gerak-geriknya didasari hanya atas nafsu belaka, tidak diberi kemampuan untuk mengatasi. Dan lawan nafsu tersebut dalam hal ini disebut sabar.

اَمّاَالْمَلاَئِكَةُ عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ فَإِنَّهُمْ جَرَّدُوْا لِلشَّوْقِ اِلىَ خَضْرَةِ الرُّبُوْبِيَةِ وَلَمْ تُسَلِّطْ عَلَيْهِمْ شَهْوَةٌ صَارِفَةٌ عَنْهَا حَتىَّ تَحْتَاجُ اِلىَ مَصَادَمَةِ مَا يُصْرِفُهَا عَنْ حَضْرَةِ الْجَلاَلِ بِجُنْدٍ آخَرَ يَغْلِبُ الصَّوَارِفَ.

Malaikat tidak memerlukan sifat sabar karena hanya punya sifat syauk (rindu) kepada Allah semata dan hanya selalu medekatkan diri kepada-Nya. Malaikat tidak dikaruniai nafsu yang senantiasa mengajak menjauh dari Allah, karena itu malaikat tidak membutuhkan sabar untuk menanggulangi nafsu.

وَاَمَّااْللإِنْسَانُ فَإِنَّهُ خُلِقَ فىِ إِبْتِدَاءِ الصَّباَ نَاقِصَةً مِثْلَ اْلبَهِيْمَةِ لَم يُخْلَقْ فِيْهِ اِلاَّ شَهْوَةُ الْغَدَاءِ اَلَّذِى هُوَ مُحْتَاجٌ اِلَيْهِ ثُمَّ تَظْهَرُ فِيْهِ شَهْوَةُ الَّلعْبِ وَالِزّيْنَةِ ثُمَّ شَهْوَةُ النِّكَاحِ عَلىَ التَّرْتِيْبِ.

Lain halnya dengan manusia, ketika masih kecil sifatnya masih kurang, artinya masih belum sempurna layaknya binatang (hanya dikaruniai nafsu makan, bermain, berpakaian nafsu kawin dan seterusnya).

Hadirin yang berbahagia, Maka dari itu manusia dikarunia sifat sabar dengan tujuan untuk mengatasi dan mengatur nafsu yang menjerumuskan manusia jauh dari tugas sebagai manusia.

Mujahadah Kunci Hidayah

Mohon maaf, Yang tahu akan sabar dan nafsu hanyalah orang-orang yang mendapat hidayah dan taufiq, kuncinya hidayah menurut Imam Ghozali hanyalah satu, yaitu:

اَلمُجَاهَدَةُ مِفْتاح الهداية لامفتاح لها سواها, 

Mujahadah adalah kuncinya Hidayah tidak ada kunci selainnya. 

Maka dari itu marilah bersama-sama memperbanyak mujahadah menurut kemampuan, terutama untuk Sholawat Wahidiyah.

Para hadirin, Semoga kita diberi sifat sabar sehingga berbeda dengan hewan.

وَفىِ حَدِيْثِ الطَّبْرَانىِ فىِ الْكَبِيْرِ وَابْنُ حِبَّانْ فىِ الضُّعَفَاءِ مَنْ لمَ يَصْبِرْ عَلىَ بَلاَئِ وَلمَ يَشْكُرْ عَلىَ نِعَامِى وَلمَ ْيَرْضَ  بِقَضَآئِ فَلْيَتَّخِدْ رَبّاً سِوَائِ.

Artinya : "Barang siapa yang tidak sabar terhadap cobaan-Ku, tidak syukur terhadap nikmat-nikmat-Ku, tidak terima atas Qodlo-Ku maka carilah Tuhan Selain Aku.”

Macam-Macam Sabar

Para Hadirin, Sabar disini dibagi menjadi tiga:

1. Sabar untuk selalu taat
2. Sabar untuk meninggalkan maksiat
3. Sabar menerima cobaan.

وَغَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَكُمْ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْلأَحْيَاءُ مِنْهُمْ وَالْلأَمْوَاتِ اِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالمَيِْنَ. اَقُوْلُ قَوْلىِ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمِ اِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Itulah sedikit banyak tentang Khutbah Jumat Tentang Sabar Menghadapi Musibah, Khutbah Jumat Tentang Sabar Dalam Menghadapi Musibah, Khutbah Jumat Sabar Dalam Menghadapi Musibah harya beliau KH Zainal Fanani, Ulama Tulungagung.