√ Khutbah Jumat Meraih Ridho Allah -->

Khutbah Jumat Meraih Ridho Allah

Ibnu Rusyd
24 March 2021

Ad1

Ad2

Mencari Ridho Allah SWT - Dalam kesempatan kali ini akan kami sampaikan Khutbah Jumat Meraih Ridho Allah, Khutbah Jumat Ridho Allah, Khutbah Jumat Ridho Siapa Yang Dicari, Khutbah Jumat Tentang Mencari Ridho Allah, Khutbah Jumat Meraih Ridho Allah, Khutbah Jumat Tentang Ridho Allah, Khutbah Jumat Mengharap Ridho Allah, Khutbah Jumat Cara Mendapatkan Ridho Allah yang akan kami tuangkan dalam website wahidiyah.me ini, semoga bermanfaat.

Cara Mencari Ridho Allah
 
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى عَلَّمَ التَأْوِيْلَ وَفَهَمَّهُ فىِ الدِّيْنِ وَلَوْ اَنْكَرَ اْلمُنْكِرُوْنَ تَصَوُّرَ الرِّضَا بِمَا يُخَالِفُ الْهَوَى. اَشْهَدُ اَنْ لاَّ اِلَهَ اِلاَّ اللهَ عَالِمُ السِّرِّ وَاَخْفَى وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. يَارَبَّنَاالَّلهُمَّ يَاقَرِيْبُ يَابَارُّ يَاسَمِيْعُ يَامُجِيْبُ بِعِبَدِكَ النَّبِى ذِى الْمَقَامِ مُحَمَّدٍصَلِّ عَلَيْهِ سَلِّمِ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ وَقَوِّنَا عَلىَ الَّذِى بِهِ رِضَاكَ عَنَّا. اَمَّابَعْدُ اِتَّقُوْا اللهَ فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ وَاعْلَمُوا اَنَّ الرِّضَا ثَمْرَةٌ مِنْ ثَمَارِ الْمَحَبَّةِ وَهُوَ أَعْلىَ مَقَامِ الْمُقَرِّبِيْنَ وَحَقِيْقَـتُهُ غَامِضٌ عَلىَ اْلاَكْثَرِيْنَ. وَمَا يَدْخُلُ عَلَيْهِ مِنَ التَّشَبُهِ  وَاْلاِبْهَامِ غَيْرُمُنْكَشِفَةٍ اِلاَّ لِمَنْ عَلَّمَهُ اللَّهُ تَعَالىَ اَلتَّأْوِيْلَ وَفَهَمَّهُ وَفَقَّهَهُ فىِ الدِّيْنِ.

Para hadirin yang berbahagia, Marilah kita selalu memperhatikan taqwa, sesungguhnya beruntung orang yang selalu taqwa dan marilah berusaha melakukan hal-hal yang mulia, yaitu Ridlo. 

Pengertian Ridlo

Ridlo adalah sebagian buah dari mahabbah dan derajat yang tinggi untuk orang-orang yang dekat dengan Allah, namun kebanyakan manusia bingung untuk menerapkan Ridlo yang sebenarnya dan tidak terbuka kecuali orang yang dikaruniai hidayah dan kefahaman kepada Allah dalam hal agama. Manusia umumnya terpancang dalam urusan syariat (ingkar terhadap pencipta nafsu).

اَمَّالرِّضَا فَقَالَ ذُوالنُّوْنِ : اَلرِّضَا سُرُوْرُ اْلقَلْبِ بِمُرِّ الْقَضَا .

Ridlo menurut Dzunnun, relanya hati menerima pahit getirnya taqdir.

Menurut Dewi Robi’ah, Ridlo adalah kesamaan hati antara mendapat nikmat dan menerima coba’an.

وَقَالَ بَعْضُهُمْ اَلرَّاضِى مَنْ لَمْ يَنْدَمْ عَلَى فَائِتٍ مِنَ الدُّنْيَا وَلَمْ يَتَأَسَّفْ عَلَيْهَا.

Ba’du Shalihin berpendapat, orang yang ridlo adalah orang yang tidak menyesal karena ada atau tidaknya dunia.

Manfaat Ridha Kepada Allah atau Fadilah Ridho

Seperti apakah Manfaat Ridha Kepada Allah, Manfaat Berbuat Ridha Kepada Allah atau fadilah ridho kepada Allah, sebagaimana penjelasan Allah dalam Al Qur'an:

Sidang Jum’at yang berbahagia, Diantara fadilah ridlo seperti firman Allah SWT :
 
رَضِىَ اللهُ عَنْهُ وَرَضُوا عَنْهُ. وَقَالَ تَعَالىَ : وَهَلْ جَزَاءُ الإِحْسَانِ اِلاَّ الإِحْسَانَ

Allah ridlo terhadap kaum yang ridlo kepada-Nya dan tidak balasan yang paling tinggi nilainaya kecuali keridloan Allah kepada hambanya sebagai balasan/pahala terhadap hambanya.
 
وَمُنْتَهَى اْلاِحْسَانِ رِضَااللهِ عَنْ عَبْدِهِ وَهُوَ ثَوَابُ رِضَا اْلعَبْدِ عَنِ اللهِ 

Allah SWT berfirman :

Khutbah Jumat Meraih Ridho Allah

وَعَدَ اللهُ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّتٍ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا اْلاَنْهَارُ خَالِدِيْنَ فِيْهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَاتِ  فىِ جَنَّةٍ عَدْنٍ وَرِضْوَانٍ مِنَ اللهِ اَكْبَرِ ذَلِكَ هُوَ اْلفَوْزُ الْعَظِيْمُ.

Artinya : “Allah berjanji kepada orang-orang yang beriman akan memberi surga yang mana dibawahnya mengalir sungai, mereka di surga selamanya dan diberi rumah yang bagus, ridlonya adalah kebahagiaan tersendiri yang amat agung”.

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاقَ طَعْمَى اْلاِيْمَانِ مَنْ رَضِىَ بِاللهِ رَبَّا

Nabi bersabda, “orang yang ridlo bahwa Allah sebagai Tuhannya adalah orang yang bisa merasakan iman”.

و:َقَالَ عَلِي كَرَمَ اللهُ وَجْهَهْ مَنْ جَلَسَ عَلىَ بِسَاطِ الرِّضَا لَمْ يَفَلْهُ مِنَ اللهِ تَعَالىَ مَكْرُوْهُ  وَمَنْ جَلَسَ عَلىَ بِسَاطِ السُّؤَالِ لَمْ يَرْضَ عَنِ اللهِ فىِ كُلِّ حَالٍ.

Sayyid Ali berkata: “Orang yang menduduki tingkatan ridlo tidak akan mendapat persoalan yang diharapkan oleh Allah selamanya, dan orang yang menduduki tingkatan da’i, dia akan ridlo dalam segala perbuatan."


Ridho Tidak Menghilangkan Godlo Allah

Hadirin yang berbahagia, Ridlo disini tidak akan menghilangkan pahit getirnya qodlo Allah, Contohnya orang minum obat atau jamu yang pahit seperti butrowali, rasanya pahit memang. Karena tahu manfaatnya, maka perasannya terasa ridlo.

Hadirin, Melalui pahitnya obat itu, sakit bisa hilang karena ridlonya. Atau pendeknya qodlo hilang karena ridlonya, dan mungkin juga timbul sebaliknya riya’, sum’ah dan lain-lain. Akan tetapi pahit getirnya qodlo tidak terasa karena tenggelam dalam samudera hudhur kepada Allah, dan karena mentoknya memandang pada sifat jamal dan jalalnya Allah, seperti orang yang ada di medan perang, amarah, takut apalagi terkena peluru seakan tidak terasa.

Cara Mencari Ridho Allah

Hadirin yang berbahagia, Memohon dan mengadu tidak merusak terhadap ridlo, asalkan cara pelaksanannya dengan niat Lillah-Billah, Lirrasul –Birrasul  dan Lilghouts - Bilghouts. Orang yang tidak mau mengadu-(tidak berusaha Lillah Billah)- bukanlah termasuk orang yang ridlo.

Untung Ruginya Ridlo

Para hadirin, Marilah kita tinjau ulang untung ruginya ridlo dan tidak ridlo.

قَالَ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ فىِ مُنَاجَتِهِ : أَىُّ رَبِّى أَىُّ خَلْقِكَ اَحَبُّ اِلَيْكَ ؟ قَالَ مَنْ إِذَا أَخَدْتُ مِنْهُ الْمَحْبُوْبَ سَالَمَنِى قَالَ مَنْ فَاَىُّ خَلْقِكَ اَنْتَ عَلَيْهِ سَاحِطٌ؟ قَالَ مَنْ يَسْتَخِيْرُنىِ فىِ اْلاَمْرِ فَاِذَا قَضَيْتَ سَحَطَ قَضَائِى.

Nabi musa munajad kepada Allah, Wahai Tuhan siapa makhluqmu yang paling Engkau ridloi? Jawab Tuhan: yaitu orang yang menyerahkan sesuatu yang dia cintai kepada-Ku bila Ku inginkan, Nabi Musa bertanya lagi: siapa yang paling Engkau benci? Jawab tuhan: yaitu orang yang ingin tahu dimana kebaikan, akan tetapi dikala aku beri tahu dia nya tidak ridlo.

Sidang Jum’at yang berbahagia,Semakin berat lagi apalagi memperhatikan hadits Qudsi :

مَنْ لَمْ يَصْبِرْ عَلَى بَلاَئِى وَلَمْ يَشْكُرْ نَعْمَائِى وَلَمْ يَرْضَ بِقَضَائِى فَلْيَتَّخِذْ رَبًّا سِوَاِئى.

Artinya : “Barang siapa tidak sabar menerima cobaan-Ku, tidak syukur terhadap nikmat-nikmat-Ku tidak ridlo terhadap qodlo-Ku maka carilah Tuhan selain Aku.”

Sidang Jum’at yang berbahagia, Apabila kita menghadapi kemaksiatan kita harus ridlo (senang), dan harus benci karena memandang semua perbuatan tersebut merupakan qodlo qodarnya Allah. Benci karena diperintah, benci maksiat kepada Allah. Dengan terus menerus ingat bahwa benci juga Billah-yang menjadikan benci adalah Allah.

Pokonya perbuatan lahir maupun bathin jangan sampai meninggalkan Lilah-Billah, Lirrasul  Birrasul  Lighouts-Bilghouts, Yu’ti Kulla Dzii Haqqin Haqqoh dan taqdiimul aham fal aham tsummal ‘anfa’ fal ‘anfa’.

باَرَكَ اللهُ لىِ وَلَكُمْ فىِ الْقُرْأَنِ اْلكَرِيْمِ وَجَعَلَنَا وَلَكُمْ مِنَ الَّذِيْنَ رَضِى اللهَ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ تَعَالىَ بِفَضْلِ اللهِ وَشَفَاعَةِ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبِبَرَكَةِ غَوْثُ هَذَا الزَّمَانِ وَاَعْوَانِهِ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ اَجمْعَيِنْ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ. اَقُوْلُ قَوْليِ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهُ الْعَظِيْمَ اِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Itulah sedikit banyak kami sampaikan Khutbah Jumat Meraih Ridho Allah, Khutbah Jumat Ridho Allah, Khutbah Jumat Ridho Siapa Yang Dicari, Khutbah Jumat Tentang Mencari Ridho Allah, Khutbah Jumat Meraih Ridho Allah, Khutbah Jumat Tentang Ridho Allah, Khutbah Jumat Mengharap Ridho Allah, Khutbah Jumat Cara Mendapatkan Ridho Allah dalam Karya Beliau KH Zainal Fanani, semoga bermanfaat.