√ Termasuk Ashnaf Mana Penyiar Sholawat Wahidiyah Pusat Bisa Menerima Zakat -->

Termasuk Ashnaf Mana Penyiar Sholawat Wahidiyah Pusat Bisa Menerima Zakat

Ibnu Rusyd
28 March 2021

Ad1

Ad2

Zakat ; Termasuk Ashnaf Mana PSW Pusat bisa menerima ZakatDalam Buku Buletin Kembali Edisi 4 disampaikan tentang jawaban pertanyaan "Termasuk Ashnaf Mana PSW Pusat bisa menerima Zakat", seperti apakah lengkapnya, yaitu sebagaia berikut:
 
Dalam pengantar pertanaan yaitu sebagian dari para Imam Jama'ah menanyakan tentang Termasuk Ashnaf Mana Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) Pusat bisa menerima Zakat, seperti apakah itu.

Termasuk Ashnaf Mana PSW Pusat bisa menerima Zakat
 
Dalam bukunya bahwa Jawaban tentang Termasuk Ashnaf Mana PSW Pusat bisa menerima Zakat ini hasil musyawarah para Ketua PSW Pusat Bidang Khusus Team Ahli Redaksi "Kembali' di PA Rejoagung Ngoro Jombang pada tanggal 7 Febaruari 1993 Redaksi).

Yang berhak menerima zakat, baik zakat mal maupun zakat fitrah, ada delapan ashnaf (kelompok) sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Qur'an Surat At Taubah Ayat 60 :

Termasuk Ashnaf Mana Penyiar Sholawat Wahidiyah Pusat Bisa Menerima Zakat


اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعَامِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغَارِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ 

Artinya : "Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." (Q.S. 9 At-Taubah Ayat 60)

Langsung pada pokok permasalahan tentang Termasuk Ashnaf Mana Penyiar Sholawat Wahidiyah Pusat bisa menerima Zakat, di antara delapan kelompok tersebut terdapat "Ghorimin" (orang-orang yang berhutang dan "Sabilillah" (urutan ke 6 dan ke7). PSW Pusat bisa manerima bagian zakat sebagai salah satu dari dua kelompok tersebut.

Dasar-dasar Termasuk Ashnaf Mana PSW Pusat bisa menerima Zakat

Adapun Dasar-dasar Termasuk Ashnaf Mana PSW Pusat bisa menerima Zakat sebagai beirkut:

PERTAMA, SEBAGAI GHORIM

Sebagai Ghorim yaitu Orang-orang berhutang bisa menerika zakat jika berhutangnya: 

a. Untuk keperluan pribadi yang bukan ma'siat,

b. Untuk menyelesaikan pertikaian dan untuk kemaslahatan umum

c. Untuk menanggung pertanggungjawaban orang lain

Penyiar Sholawat Wahidiyah Pusat jika berhutang untuk keperluan perjuangan Fafirruu Ilalloh Wa Rosuulihii Sholallohu 'Alaihi Wasallam berhak menerima zakat termasuk ashnaf "Ghorimin".

Dalam kitab Farhul Mu'in disebutkan orang berhutang yang berhak menerima zakat ialah yang berhutang:

a. Untuk kepentingan pribadi yang bukan unutk ma'siat

b. untuk menyelesaikan pertikaian dan untuk  kemashlahatan umum

c. untuk menanggung pertanggungjawaban orang lain (Fathul Mu'in dengan ringkas) halaman 52


KE-DUA, SEBAGAI SABILILLAH

Pengertian Sabilillah di kalangan ulama' ada perbedaan pendapat, antara lain:

PERTAMA, Orang-orang yang beperang menghadapi orang kafir dan tidak menerima gaji.

KE-DUA, Orang yang berjuang menegakkan agama Allah SWT, termasuk pelajar agama yang tekun dan tidak menerima gaji atau bea Siswa.

KE-TIGA, Mempunyai arti luas (Am) dalam semua jalan kebaikan (Wujuuhil khoir atau sabilil khoir).

Dalam kitab "Nihayatuz Zain disebutkan "yang dimaksud Sabilillah adalah orang-orang yang berperang dengan kuffar (orang kafir) tanpa menerima gaji (sukarelawan). 

Dalam Kitab tafsir Munir An-Nawawi disebutkan:

وَيَجُوْزُ لِلْغَازِىْ أَنْ يَاْخُذَ مِنْ مَالِ الزَّكَاةِ وَاِنْ كَانَ غَنِيًّا, كَمَا هُوَ مَذْهَبُ الشَّافِعِى وَمَالِكٍ وَاِسْحَقَ وَاَبِى عُبَيْدٍ. وَنَقَلَ اْلقَفَّالُ عَنْ بَعْضِ الْفُقَهَاءِ أَنَّهُمْ أَجَازُوْا صَرْفَ الصَّدَقَاتِ اِلَى جَمِيْعِ وُجُوْهِ الْخَيْرِ ..... الح ان قال: لِاَنَّ قَوْلَهُ تَعَالَى "فِى سَبِيْلِ اللَّهِ عَامٌّ فِى الكُلِّ (كذا فى التفسير المنير للنووى, الجزء الاول ص 344, وكما فى تفسير الخازن, الجزء الثانى ص 240)

Artinya : "Bagi orang yang mengikuti perang boleh menerima zakat sekalipun dia seorag kaya. Pendapat ini mengikuti Madzhab Imam Syafi'i, Imam Maliki, Imam Ishaq dan Imam Abi Ubaid RA. Sedangkang Imam Qaffal mengambil (mengutib) dari sebagian fuqoha' (ulama' fiqih) bahwasannya mereka membolehkan pembrian zakat kepada semua jalan kebaikan (wujuuhil khoir) seperti untukmengkafani mayat, pembangunan baenteng pertahanan musush dan pembangunan Masjid. Karena, Firman Allah SWT "Fii Sabilillah" mempunyai arti yang luas ('Am) dalam semua jalan kebaikan (Sabilil Khoir)."


Uraian seperti ini disebutkan pula dalam "Tafsir Khozin Jus II Halaman 240 dalam kitab Tafsir Ash-Showi" Juz III halaman 154 disebutkan:

Artinya : "Sesungguhnya orang-orang yang menuntut ilmu dengan tekun bisa menerima zakat (sekalipun mereka kaya) jika tidak menerima dari baitil mal (bea siswa), karena mereka termasuk pejuang."

Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) adalah suatu lembaga khidmah perjuangan kesadaran kepada Allah SWT Wa Rosuulihii Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam. Menurut sebagian pendapat di atas PSW termasuk Ashnaf (kelompok) Sabilillah dalam arti perjuangan kesadaran kepada Allah SWT jalan kembaikan (Sabiilil Khoir)." Lebih jelasnya bisa dilihat di penjelasana dalam SK DPP PSW tentang Zakat.