√ Lirrasul Birrasul -->

Lirrasul Birrasul

Ibnu Rusyd
21 February 2021

Ad1

Ad2

Penerapan Lirrasul  Birrasul 


Seperti apakah penjelasan tentang Lirrosul Birrosul yang ada dalam  Ajaran Wahidiyah, dalam kesempatan akan kami uraikan tentang Lirrosul Birrosul sebagaimana dalam Buku Karya Beliau KH. Zainal Fanani Tulungagung Jawa Timur, seperti apakah isinya, yaitu sebagai berikut:


اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى كَرَّمَنَا بِبَعْثِ خَيْرِ خَلْقِهِ حَبِيْبِنَا يَاسَيِدِىْ قَدْجَابَكَ اْلهُدَى الصِّلاَحُ وَاْلاَمْنُ وَاْلاَخِرَةُ اْلعِلْمُ اْلفَلاَحُ يَاسَيِّدِى زَالَ بِكَ الشِّرْكُ الشُهُوْرُ وَالْجَهْلُ وَالظُّلْمُ التَّبَاغُضُ اْلغُرُوْرُ يَارَبَّنَا مُيَسِّرُ اْلعَصِيْرِ يَارَبَّنَا الَّلهُمَّ يَاذَا الْخَيْرِ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَسَلِّمِ وَاْلاَلِ وَالصَحْبِ وَكُلِّ مُسْلِمٍ فَاغْفِرْ لَنَا يَارَبَّنَا بِالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَجْمَعِيْنَ, أَشْهَدُ اَنْ لاَ الَهَ الاَّ الله ُالْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْنُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ رَحْمَةَ لِلْعَالَمِيْنَ.

اَمَّا بَعْدُ, اِخْوَانِى رَحِمَكُمُ اللهُ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ وَقَالَ تَعَالىَ فىِ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ اَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا لِيُطَاعَ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَلَوْ اَنَّهُمْ اِذْ ظَّلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ جَاۤءُوْكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللّٰهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُوْلُ لَوَجَدُوا اللّٰهَ تَوَّابًا رَّحِيْمًا (4- النسأ: 64)

وَقَالَ تَعَالىَ: وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ (21- الانبيأ: 107)

وَقَالَ تَعَالىَ: وَكُنْتُمْ عَلىَ شَفَاحُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَانْقَذَكُمْ مِنْهَا (3- ال عمران:103)


Jama’ah Jum’at yang berbahagia, Marilah kita bersama-sama selalu bertaqwa kepada Allah, sangatlah beruntung orang yang selalu bertaqwa. Dan marilah kita niati dengan penerapan Syahadat Rasul, apabila sudah tepat kita tingkatkan, apabila belum mari kita perbaiki niat kita. 


KH Zainal Fanani Tulungagung
KH. Zainal Fanani Tulungagung


Cara Penerapan Lirrosul Birrosul


Adapun cara untuk berniat diantaranya adalah dengan menghayati firman Alloh dalam surat An-Nisa’:64 yang artinya: “Aku tidak mengutus kepada Rasul  kecuali supaya diikuti dengan izin Allah.” Juga terdapat dalam surat An-Nisa’ :159 yang artinya : ”Wahai orang-orang yang beriman taatlah kepada Alloh dan Rasul-Nya dan taatlah kepada pemerintah kalian semua”. 


Ayat-ayat yang tersebut di atas menekankan kita supaya selalu meningkatkan taat kepada Allah SWT, Rasul  SAW dan Ulil Amri.


Adapun cara melaksanakan perintah taat kepada Allah yaitu melaksanakan segala gerak-gerik yang tidak termasuk maksiat, baik yang bersifat wajib maupun sunnah ataupun mubah. 


Di dalam pelaksanaannya harus diniati hanya melaksanakan perintah Allah (Lillah), Apabila tidak diniati hanya melaksanakan perintah Allah maka perbuatan tersebut tidak terhitung taat kepada Allah, karena semua amal itu tergantung pada niatnya. 


Begitupun juga cara melaksanakan perintah taat kepada Rasul SAW. Setiap melaksanakan amal yang baik disamping diniati Lillah, harus diniati ikut melaksanakan perintah Rasul atau Lir Rasul. Karena kalau hanya niat Lillah saja tanpa disertai niat Lir Rasul, taat kepada Allah dan kepada Rasul ibarat hanya melaksanakan satu dari dua syahadat yang dilaksanakannya, sedangkan syahadat Rasul belum dilaksanakan.


Para hadirin yang yang berbahagia, Masih ada lagi ayat Alqur’an yang berhubungan dengan penerapan syahadat Rasul yaitu surat al-Anbiya’ : 107, yang artinya : ”Aku tidak mengutus Muhammad kecuali mengasihi alam semua.” 


Dan surat Ali ‘Imran : 103, yang artinya: ”Kalian semua itu berada di pinggir neraka maka aku selamatkan dari neraka.” Kita harus menyadari dan mengetahui penerapan ayat-ayat di atas, bahwa kita amatlah berhutang jasa kebaikan kepada Nabi, diantaranya berupa iman dan islam. 


Apabila kita tidak merasa mendapat didikan dari Nabi SAW, maka kita tidak dalam keadaan iman dan islam seperti ini. Dengan demikian, setiap amal kebaikan baik itu wajib, sunnah maupun mubah disamping niat Lillah Billah Lir Rasul, haruslah menyadari bahwa kita bisa beramal baik, adalah semata-mata atas jasa Rasululloh SAW. Mudahnya, penerapan seperti di atas disebut Bir Rasul.


Kesimpulannya, penerapan Syahadat Tauhid itu harus disertai Lillah Billah dan Lir Rasul  Bir Rasul.


بَارَكَ الله ُلىِ وَلَكُمْ فىِ الْقُرْأَنِ الْكَرِيمْ وَجَعَلَنَا وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ الْكَامِلِيْنَ الْمُكَمِلِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ  وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ.


Itulah Sekilas penjelasan tentang Lirrasul Birrasul yang ada dalam Sholawat Wahidiyah, semoga kita bisa istiqomah dalam mempraktekan Lirrosul Birrosul.