√ Lillah Billah -->

Lillah Billah

Ibnu Rusyd
19 February 2021

Ad1

Ad2

Lillah Billah Fillah


Seperti apakah penjabaran tentang Lillah Billah Artinya, Lillah Billah Lirrosul Birrosul, Lillah Billah Minallah, Lillah Billah, Lillah Billah Ilallah Artinya, Pengertian Lillah Billah, Lillah Billah Fillah Arab, Arti Lillah Billah Ilallah, Arti Lillah Billah Dan Fillah.


Dalam kesempatan kali ini akan kami sampaikan fokus tentang Lillah Billah yang telah di tulis oleh Beliau KH. Zainal Fanani Tulungagung, tepat dalam keadaan sakit rematik pada awal bulan Maret tahun 1988 M, dalam sebuah Himpuan karya beliau, yang Insya Allah akan kami tulis ulang dalam website www.wahidiyah.me, seperti apakah karya beliau, sebagai mana berikut:


Lillah Billah


اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى اَنْعَمَناَ بِنِعْمَةِ اْلاِيْمَانِ وَاْلاِسْلاَمْ , اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهْ الَّذِى اَوْجَدَ وَاَمَدَّ لِجَمِيْعِ الْعَالَمْ. وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْهَادِي لِلاَناَمْ, اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّفَ وَكَرَّمَ وَمَجَّدَ وَعَظَّمَ وَعَلىَ جَمِيْعِ اْلاَنْبِياَءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ عَلَيْهِمُ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ وَعَلىَ اَلِهِمْ وَاَصْحَابِهِمْ وَتَابِعِهِمْ وَتَابِعِى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانِ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ وَعَلىَ جَمِيْعِ اْلاَقْطَابِ وَاَعْوَانِهِمْ مِنْ اَوَّلِهِمْ اِلىَ اَخِرِهِمْ خُصُوْصًا قَطْبُ هَذاَ الزَّمَانِ وَاَعْوَانِهِ رَضِىَ اللهُ تَعَالىَ عَنْهُمْ وَاَعَادَ عَلَيْناَ مِنْ بَرَكَاتِهِمْ وَكَرَامَاتِهِمْ وَشَفَاعَتِهِمْ وَاَمَدَّناَ بِاَمْدَادِهِمْ كَمَا يَلِيْقُ بِكَ وَبِهِمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ اَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهْ اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّاىَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.


Para hadirin yang berbahagia, Marilah kita bersama-sama bertaqwa kepada Alloh wa Rosuulihi Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam. Mohon maaf, sudah kita maklumi bahwa rukun Islam yang pertama dan yang paling pokok yaitu syahadat tauhid dan syahadat risalah. Dikatakan pokok karena tanpa adanya syahadat maka rukun-rukun lainnya tidak akan ada hasilnya. Begitu  juga dalam hal iman, rukun pertama dan yang pokok adalah iman Billah.


Lillah Billah Fillah


Mohon maaf, sehubungan dengan syahadat tauhid dan syahadat risalah serta wajibnya iman Billah maka akan timbul suatu pengertian bahwa bisanya percaya kepada Alloh SWT itu bilamana ma’rifat atau istilah lainnya mengenal kepada Alloh SWT. Apabila tidak kenal atau tidak ma’rifat maka tidak mungkin bisa melaksanakan Islam dan Iman yang haqiqi (mantap). Dengan demikian diwajibkan kepada seluruh umat manusia untuk ma'rifat kepada Alloh SWT sebagai kewajiban yang pertama.


اِخْوَانِى رَحِمَكُمُ اللهْ, وَهَاهُناَ نُقَدِّمُ عَلَيْكُمْ كَيْفِيَّةً سَهِيْلَةً شَرِيْعَةً كَافِيَّةً لاَعْمَالِ مَعْنىَ الشَّهَادَةِ حَامِلَةً لِلشَّرِيْعَةِ وَالْحَقِيْقَةِ مَعًا وَمِنْ مَعاَنِ الشَّهَادَةِ اَنَّهُ لاَمَعْبُوْدَ اِلاَّ اللهْ وَاَنَّهُ لاَمَقْصُوْدَ اِلاَّ اللهْ وَاَنَّهُ لاَمَوْجُوْدَ اِلاَّ اللهْ فَبِمَعْنىَ اْلاَوَّلِ اَىْ لاَمَعْبُوْدَ اِلاَّ اللهْ يَلْزَمُ اَنْ نَجْعَلَ جَمِيْعَ اَفْعَالِناَ وَاَحْوَالِناَ الَّتىِ لاَ تُخَالِفُ الشَرِيْعَةَ عِبَادَةً وَبِنِيَّةِ الْعِباَدَةِ اِلىَ اللهِ عَمَلاً لِقَوْلِهِ تَعَالَى اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ "وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلاِنْسَ اِلاَّ لِيَعْبُدُوْنَ" وَعَمَلاً لِقَوْلِهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ "اِنَّمَااْلاَعْمَالُ بِالنِّيَةِ وَاِنَّماَ لِكُلِّ امْرِئٍ مَانَوَى" فعُلِمَ بِهَذَا اَنَّ جَمِيْعَ اْلاَعْماَلِ وَلَوْ بِصُوْرَةِ الْعِباَدَةِ الَّتِى لاَ تُنْوَى بِطاَعَةِ اللهِ فَلَيْسَتْ بِعِباَدَةِ اللهِ بَلْ عِبَادَةٌ لِلنَّفْسِ فَهَذَا مِنْ باَبِ الشَّرِيْعَةِ وَاَمَّا فىِ الْحَقِيْقَةِ اَنْ نَشْهَدَ وُجُوْدَ اْلاَعْماَلِ وَاْلاَحْوَالِ بِاللهِ طَاعَةً اَمْ مَعْصِيَّةً عَمَلاً لِقَوْلِهِ تَعَالىَ وَاللهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ, وَبِهَذَا يُعْلَمُ اَنَّ مَنْ اِدَّعَى اَنَّ لَهُ قُوَّةً وَحَوْلاً فىِ الطَّاعَةِِ اَمْ فىِ الْمَعْصِيَّةِ فَهُوَ يُشَارِكُ اللهَ تَعَالىَ خَفِيًّا فَدَخَلَ فىِ قَوْلِهِ تَعاَلىَ اِنَّ الله َلاَيَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اَنْ يُّشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُوْنَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ 


Para hadirin mohon maaf, Disini kita ulas cara-cara yang mudah, cepat dan juga praktis untuk penerapan arti dari Syahadat Tauhid sekaligus praktek syari’at dan hakikat.

Pertama; kita tinjau makna dari Syahadat, bahwa tidak ada yang disembah kecuali Alloh SWT. Kedua; tidak ada yang kita harap kecuali Alloh SWT. Ketiga; tidak ada yang wujud kecuali Alloh SWT.

Menurut arti yang pertama, jelas sekali, bahwa kita tidak akan menyembah atau mengabdikan diri kecuali hanya kepada Alloh SWT seratus persen dalam segala kondisi. Dhohir dan batin haruslah hanya untuk ibadah kepada Alloh SWT tanpa terkecuali, dengan didasari niat (yang tidak melanggar peraturan syari’at) melaksanakan perintah firman Alloh SWT :


وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ (51-الذريات: 56)  


Artinya : "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."


Nilai dari amal itu tergantung dari niat


Dan juga dipadukan dengan hadits bahwa “Nilai dari amal itu tergantung dari niat.”

Memperhatikan hadits tadi, semua amal yang berupa ibadah tapi tidak didasari dengan niat melaksanakan perintah Alloh SWT tidak dihitung sebagai ibadah kepada Alloh, akan tetapi menyembah nafsu.

Kemudian kita tinjau arti dari Syahadat yang kedua; tidak ada tujuan yang diharapkan kecuali Alloh SWT. Maka dari itu, apabila amal masih bertujuan kepada selain Alloh SWT, seperti ibadah dengan bertujuan ingin mendapatkan surga Alloh, maka niat tersebut belum tepat dalam penerapan arti Syahadat.

Kemudian kita tinjau arti yang ketiga dari Syahadat; Kita bersaksi tidak ada yang wujud kecuali Alloh SWT. Maka dari itu, yang mewujudkan dan yang menggerakkan kita baik dhohir maupun batin hanya Alloh, bukan kemampuan kita. Dikarenakan wujud kita tidak ada, apa lagi merasa mampu !!! sesuai firman Alloh dalam Alqur’an :


وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ (37- الصفات:96)


Artinya : “Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu..” 


Apabila kita merasa mampu artinya Syirik Billah, memposisikan diri dengan kedudukan Alloh SWT, maka kelak kita tidak akan diampuni-Nya apabila sampai mati kita belum taubat.

Kesimpulannya, penerapan Syahadat Tauhid yaitu; Semua perbuatan dhohir-bathin yang tidak ada unsur maksiat harus didasari dengan niat ibadah kepada Alloh SWT (Lillah) dan dijiwai dengan (Billah) yaitu Alloh-lah yang menggerakkan ibadah kita.


Para hadirin sekalian, Dengan menerapkan Lillah seperti tersebut di atas, maka secara tidak langsung kita sudah menerapkan syariat, karena yang namanya syari’at itu adalah Syuhudul A’mal Lillah (wujudnya amal-amal dengan diniati lillahi ta’ala). Dan dengan menerapkan Billah, maka sudah melaksanakan hakikat, dikarenakan yang namanya hakikat itu Syuhudul A’mal Billah artinya yang menggerakkan amal tersebut adalah Alloh SWT.


اَيُّهَاالْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهِ فَبِهَذِهِ عُلِمَ اَنَّ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً صَالِحًا للهِ تَعَالىَ مَعَ شُهُوْدٍ أَنَّهُ بِاللهِ فَهُوَ مِمَّنْ عَمِلَ مَعْنىَ الشَّهَادَةِ وَمِنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَمِنَ الْوَاصِلِيْنَ وَالسَّالِمِيْنَ وَالْعَارِفِيْنَ.


Para hadirin yang berbahagia, Dengan keterangan tadi, jelaslah bahwa orang yang melakukan amal shalih dengan didasari niat Lillah dan menyadari bahwa yang menggerakkan amalnya tadi adalah Alloh SWT, maka orang seperti itu tadi termasuk orang yang menerapkan Syahadat Tauhid dan golongan orang-orang yang ikhlas serta orang yang sudah wusul, orang yang selamat dan ma’rifat billah.


Penerapan Lillah-Billah


Para hadirin yang berbahagia, Penerapan Lillah-Billah seperti tersebut di atas, akan membuahkan beberapa hikmah, diantaranya ;


1. menghasilkan Syahadat Tauhid seperti tersebut diatas tadi.

2. Taqwa اِنَّمَا يَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ وَاِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدِ اللهِ اَتْقاَكُمْ

3. Ikhlas وَاعْبُدُواْ اللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ

4. Ma’rifat وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ (51-الذريات: 56)  

5. Selamat يَوْمَ لاَ يَنْفَعُ فِيْهِ مَالٌ وَلاَ بَنُوْنٌ اِلاَّ مَنْ اَتىَ اللهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ

6. dzikir فَاذْكُرُوْنِى اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْلِى اَشْكُرْكُمْ  وَلاَ تَكْفُرُوْنَ

7. Selamat dari neraka يَوْمَ تَقَلب وجوههم  فى النار  قالو يا ليتنا اطعف الله واطعف الرسول


بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فىِ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ وَجَعَلَناَ وَاِيَّاكُمْ مِنْ زُمْرَةِ الْمُخْلِصِيْنَ الْكَامِلِيْنَ الْمُكَمِّلِيْنَ وَالْوَاصِلِيْنَ الْمُوَصِّلِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, وَغَفَرَ اللهُ لَناَ وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ الْمُؤْمِنَاتِ الاَحْياَءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْواَتِ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَقُوْلُ قَوْلىِ هَذاَ وَاسْتَغْفَرَ اللهَ الْعَظِيْمَ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.


Itulah sekilas Lillah Billah Artinya, Lillah Billah Lirrosul BirrosulLillah Billah Minallah, Lillah Billah, Lillah Billah Ilallah Artinya, Pengertian Lillah Billah, Lillah Billah Fillah Arab, Arti Lillah Billah Ilallah, Arti Lillah Billah Dan Fillah yang telah di ulas oleh beliau KH. Zainal Fanani Tulungagung Jawa Timur, semoga bermanfaat khususnya untuk meningkatkan kesadaran kita kepada Allah SWT.