√ Tuntunan Bagi Imam Mujahadah Wahidiyah Dan Bimbingan Mujahadah Berjamaah -->

Tuntunan Bagi Imam Mujahadah Wahidiyah Dan Bimbingan Mujahadah Berjamaah

Ibnu Rusyd
20 February 2021

Ad1

Ad2

Tuntunan Bagi Imam Mujahadah Wahidiyah 

 

Dalam Buku Panduan Pelaksanaan ; Mujahadah Usbu'iyah, Mujahadah Syahriyah, Penata Acara (Protokol), Tuntunan bagi imam Mujahadah serta Bimbingan mujahadah Wahidiyah berjama'ah yang di dalamnya menguraikan tentang Tuntunan Bagi Imam Mujahadah Wahidiyah Dan Bimbingan Mujahadah Berjamaah, seperti apakah itu, yaitu sebagia berikut:


Tugas Imam Mujahadah Wahidiyah


Tugas menjadi imam Mujahadah adalah suatu kesempatan yang baik sekali dan merupakan fadlol Allah SWT, syafa'at Rosuululloh SAW, dan nadhroh Ghoutsi hadzaz zaman RA.


Pengertian Imam Mujahadah Wahidiyah


Imam mujahadah adalah pemimpin dalam pelaksanaan mujahadah dan bertanggung jawab dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, siapa saja yang ditunjuk menjadi imam Mujahadah supaya menerima dengan kesadaran dan penuh tanggungjawab.


Tuntunan Bagi Imam Mujahadah Wahidiyah Dan Bimbingan Mujahadah Berjamaah

Ketika ditunjuk menjadi imam mujahadah jangan merasa ada kelebihan pada dirinya, tetapi juga jangan merasa takut (minder) sehingga menolak tugas dengan berbagai macam alasan ! Salah-salah bisa su'ul adab!.


Hal Yang perlu Diperhatikan Imam Mujahadah Wahidiyah


Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan oleh imam mujahadah, antara lain:


PERTAMA, Supaya mengadakan Mujahadah Khusus lebih dahulu. Jika tidak ada kesempatan, setidak-tidaknya bermujahadah dalam hati. Yang penting harus betul-betul merendah, merasa penuh dosa, dholim dan banyak penyelewengan, merasa hina-dina dan tidak berdaya, sangat membutuhkan maghfiroh, taufiq, hidayah, syafa'at, tarbiyah dan nadhroh. Perasaan tersebut tidak diucapkan dengan lisan tetapi dihayati di dalam hati.


KE-DUA, Memusatkan perhatian kepada Allah SWT wa Rosulihi wa Ghoutsi hadzaz zaman dengan dijiwai LILLAH-BILLAH, LIRROSUL-BIRROSUL, LILGHOUTS-BILGHOUTS, dan ISTIHDLOR (merasa di hadapan Junjungan kita Rosululloh sepenuh ta'dhim (memuliakan) dan mahabbah (mencintai) semurni-murninya.


KE-TIGA, Mengucapkan "SALAM" dengan baik dan menghayati maknanya.


السلام عليكم (و عليكن)  ورحمة الله وبر كا ته


Kemudian membaca "BASMALAH" Kemudian baca "KHUTBAH IFTITAH ala Wahidiyah." Perhatikan bacaan khutbah iftitah, jangan sampai keliru dan hayati maknanya !


Bilamana situasi memungkinkan dan membutuhkan bisa mengajak atau memberi pengarahan kepada peserta mujahadah supaya menata adab lahir batin yang sebaik-baiknya. LILLAH-BILLAH, LIRROSUL-BIRROSUL, LILGHOUTS-BIL-GHOUTS dengan tadzallul (merasa hina dina), inkisar (merasa banyak dosa), dan istlihdlor (merasa di hadapan Rosululloh SAW wa Ghoutsu Hadzaz zaman Memohon dan memohonkan bagi keluarga, bangsa dan negara, bagi para pemimpin bangsa di segala bidang, mulai yang paling atas sampai yang paling bawah. 


Memohonkan bagi perjuangan Fafirmu llailooh Wa Rosuulihi SAW. Memohonkan bagi seluruh umat manusia, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, bahkan memohonkan bagi segala makhluk Allah SWT. Secara umum yang dimohonkan adalah maghfiroh, taufiq, hidayah, barokah, khususnya semoga umat dan masyarakat dalam waktu yang relatif singkat berduyun-duyun "Fafirruu llalloohi wa Rosuulihi SAW"! (Bisa mengikuti pengantar dalam lembaran Sholawat Wahidiyah halaman depan.)


Tidak usah memberi komentar yang terlalu panjang, langsung memulainya. "AL-FATIHAH"!


Cara Hadiah Fatihah Dan Bacaan Mujahadah


Adapun Cara berhadiah fatihah dan bacaan mujahadah sebagaimana berikut:


1. Mujahadah pengamalan 40 harian :


  • Bacaan "Illaa Hadlroti ........" yang pertama dan kedua bisa dibaca agak keras.
  • Setiap pergantian bacaan fatihah bisa diberi aba-aba "Alfatihah" atau langsung baca fatihah 7 kali untuk yang pertama dan 7 kali untuk yang ke dua tanpa aba-aba.
  • Bacaan "Allohumma yaa Waahidu ......... 100x" bisa dibaca agak keras terutama ketika jamaahnya ada pengamal baru dan bisa dengan bacaan sirri seperti bacaan sirri dalam sholat.
  • Bacaan "Allohumma kamaa anta ahluh dan seterusnya sampai selesai seyogianya dibaca bersama-sama dengan suara keras.


2. Mujahadah pengamalan 40 hari diringkas 7 hari:


  • Bacaan "Illa Hadlroti ........" yang pertama dan kedua bisa dibaca agak keras, diantara bacaan fatihah tidak perlu aba-aba "alfatihah" dan semua fatihahnya (2x70) dibaca sirri.
  • Semua bacaan dalam lembaran Sholawat Wahidiyah itu dilipatkan 10 kali, kecuali bacaan fatihah setelah istghroq, fatihah penutup tetap sekali, dan bacaan do'a. Untuk bacaan doa bilangannya tetap seperti dalam lembaran (tidak dilipatkan 10x) 3anoibaca bersama-sama antara imam dan makmum dengan suara keras.


3. Mujahadah-mujahadah selain Mujahadah pengamalan 40 harian dan Mujahadah pengamalan 40 hari diringkas 7 hari, di atas:


  • Bacaan "Illaa Hadlroti ........." apabila dibaca, cukup dengan siri atau dalam batin. Bacaan fatihahnya Iangsung 3 kali atau 7 kali tanpa disela-sela dengan illaa hadlroti...... lagi.
  • Siapa saja yang dihadiahi dalam mujahadah dapat diperluas. Tapi di dalam batin saja, atau lebih tepat kiranya, tentang siapa saja yang diberi hadiyah, kita makmum kepada yang dihadiahi oleh Al-Mukarrom Muallif Sholawat Wahidiyah RA.
  • Bacaan fatihah bagi Imam dan makmum jangan dikeraskan, cukup didengar sendiri. (bacaan sirri seperti bacaan sirri dalam sholat)
  • Aba-aba "Al-Faatihah" (dalam mujahadah bilangan 7-17, 3-7, 3-1) diulang-ulang sebanyak fatihah yang dibaca, kecuali mujahadah sendiri atau hanya dengan beberapa orang makmum saja, bisa dengan satu kali aba-aba.
  • Imam mujahadah hendaknya memberi jeda waktu yang sekiranya cukup untuk membaca Fatihah diantara salah satu Fatihah dengan Fatihah berikutnya.
  • Setelah selesai membaca fatihah, langsung baca ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU ...... dan seterusnya, tanpa membaca BASMALAH.


Bagi imam mujahadah berjamaah dengan suara keras (Jahri) supaya memperhatikan gaya, nada, lagu, waqaf (berhenti) dan washal (tidak berhenti) dengan meniru yang dibimbing-kan dan dituntunkan oleh beliau Muallif Sholawat Wahidiyah RA. Bacaannya jangan terlalu lambat atau terlalu cepat. Jangan membuat gaya dan lagu sendiri. Makhroj, tajwid, waqaf, panjang dan pendek bacaan supaya diterapkan!


Pelajari dan perhatikan penjelasan dalam TANDA BACAAN DALAM MUJAHADAH di dalam Wahidiyah.


Imam Mujahadah Yang Di Ulang Berkali-kali


Imam mujahadah yang diulang berkali-kali, misalnya tiga kali khataman dalam satu majlis supaya bergantian (3 orang imam) dengan cara:


PERTAMA, Imam pertama memulainya dengan salam, khutbah iftitah, mujahadah, dan selesai. Tidak mengucapkan salam penutupan.


KE-DUA, Imam ke dua Iangsung memulai mujahadah (Al fatihah) tanpa saiam pembukaan. Begitu pula setelah mujahadah juga tidak mengucapkan salam penutupan.


KE-TIGA, Imam ke tiga (terakhir) Iangsung memulai mujahadah (Al fatihah) tanpa salam pembukaan. Selesai mujahadah menutupnya dengan salam penutupan.


Itulah Tuntunan Bagi Imam Mujahadah Wahidiyah Dan Bimbingan Mujahadah Berjamaah yang telah dijelaskan dalam Buku Panduan Pelaksanaan ; Mujahadah Usbu'iyah, Mujahadah Syahriyah, Penata Acara (Protokol), Tuntunan bagi imam Mujahadah serta Bimbingan mujahadah Wahidiyah berjama'ah diterbitkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Penyiar Sholawat Wahidiyah, semoga bermanfaat.