√ Sebutan Dalam Pujian Nama Bakdus Sholihin Dari Para Aulia yang Digandeng Dengan Kalimah Thoyibah -->

Sebutan Dalam Pujian Nama Bakdus Sholihin Dari Para Aulia yang Digandeng Dengan Kalimah Thoyibah

Ibnu Rusyd
18 February 2021

Ad1

Ad2

La Ilaha Illallah Syeh Abdul Qodir Waliyullah


Siapa yang tidak kenal dengan Beliau Syeh Abdul Qodir Waliyullah dikalangan Nahdliyin apalagi Lafdz La Ilaha Illallah Syeh Abdul Qodir Waliyullah.


Dalam kesempatan kali ini akan kami sampaikan berkaitan dengan Perihal Sebutan Dalam Pujian Nama Ba'dus Sholihin Dari Para Aulia' yang Digandeng Dengan Kalimah Thoyibah :

لَا اِلَهَ اِللَّهُ مُحَمَّدُ رَسُوْلُ اللَّهِ الشَّيْخُ عَبْدُ اْلقَادِر الجَيْلَانِى وَلِيُّ اللَّهِ

sebagi salah satu jawaban dan keputusan dalam Masalah Ngadiluwih yang berada di Kediri Jawa Timur, lengkapnya jawaban dan keputusan sebagaimana berikut:


Menggandeng Dengan Kalimah Thoyibah 


Perihal Sebutan Dalam Pujian Nama Bakdus Sholihin Dari Para Aulia' yang Digandeng Dengan Kalimah Thoyibah seperti:


Sebutan Dalam Pujian Nama Bakdus Sholihin Dari Para Aulia yang Digandeng Dengan Kalimah Thoyibah

لَا اِلَهَ اِللَّهُ مُحَمَّدُ رَسُوْلُ اللَّهِ الشَّيْخُ عَبْدُ اْلقَادِر الجَيْلَانِى وَلِيُّ اللَّهِ


Keputusan Sebutan Dalam Pujian Nama Bakdus Sholihin Dari Para Aulia yang Digandeng Dengan Kalimah Thoyibah:


Terhadap masalah ini ada dua hal yang harus diketahui:


Pertama, menyebut nama Ba'dus Sholihin, apabila tikak digandeng dengan kalimah thoyibah, sunnah hukumnya.


قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ذِكْرُ الْأَنْبِيَاءِ مِنَ الْعِبَادَةِ وَذِكْرُ الصَّالِحِيْنَ كَفَّارَةٌ (أخرجه الديلمى عن معاذبن جبل)


Kedua, tetapi apabila sebutan nama itu digandeng dengan kalimah thoyibah seperti:


لَا اِلَهَ اِللَّهُ مُحَمَّدُ رَسُوْلُ اللَّهِ الشَّيْخُ عَبْدُ اْلقَادِر الجَيْلَانِى وَلِيُّ اللَّهِ


maka hal itu termasuk bid'ah yang ghoiru hasanah atau yang tercela atau


مِنَ الْبِدْعَةِ الْمَذْمُوْمَةِ


Penjelasan Sebutan Dalam Pujian Nama Bakdus Sholihin Dari Para Aulia yang Digandeng Dengan Kalimah Thoyibah:


1. Bahwa sebutan : 


لَا اِلَهَ اِللَّهُ مُحَمَّدُ رَسُوْلُ اللَّهِ الشَّيْخُ عَبْدُ اْلقَادِر الجَيْلَانِى وَلِيُّ اللَّهِ


berasal dari suara ayam jago seperti yang diceritakan dalam Manaqib Syaikh Abdul Qodir dan bukan berasal dari ucapan para ulama' Salaf.


2. Para Ulama yang hidup sesudah Beliau (Syaikh Abdul Qodir) pun tidak melakkan seperti itu. Bahkan para Madzahib Ar Ba'ah sendiri memerintahkan untuk meninggalkan putusannya, apabila putusannya itu bertentangan dengan hadits Nabi.


رَوَى الْبَيْهَقِى عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ وَعَطَاءٍ وَمُجَاهِدٍ وَمَالِكِ بْنِ أَنَسٍ انهم يقولون: ما من أحد الا مأخوذ من كلامه ومردود عليه الا رسول الله صلى الله عليه وسلم. نقل ابن الصلاح الاجماع على أنه لا يجوز تقليد غير الأئمة الأربعة حتى العمل لنفسه. (بغية: 8)

 

3. Kedudukan kalimah atau sebutan الشَّيْخُ عَبْدُ اْلقَادِر الجَيْلَانِى وَلِيُّ اللَّهِ itu hanya merupakan kalimah penghormatan kepada Beliau serta bertawasul.


Sedang kedudukan kalimah لَا اِلَهَ اِللَّهُ adalah kalimah ikrar dengan tauhid. Dan kedudukan kalimah مُحَمَّدُ رَسُوْلُ اللَّهِ adalah kalimah ikrar dengan risalah.


4. Maka, menggandeng الشَّيْخُ عَبْدُ اْلقَادِر الجَيْلَانِى وَلِيُّ اللَّهِ dengan لَا اِلَهَ اِللَّهُ مُحَمَّدُ رَسُوْلُ اللَّهِ adalah perbuatan mentasabbuhkan atau menyamarkan kedudukan kalimah ikrar dengann kalimah penghormatan.


5. Hal penggandengan seperti itu sangat membahayakan bagi masyarakat awamm dan khususnya bagi generasi mendatang. Karena sangat dikhawatirkan mereka (generasi mendatang) akan menganggap bahwa lengkapnya (sempurnanya) kalimah dzikir dengan kalimah thoyibah itu ada 3 (tiga) unsur: 


(1) لَا اِلَهَ اِللَّهُ

(2) مُحَمَّدُ رَسُوْلُ اللَّهِ

(3) الشَّيْخُ عَبْدُ اْلقَادِر الجَيْلَانِى وَلِيُّ اللَّهِ


6. Lebih berbahaya lagi dan lebih dikhawatirkan bahwa pada akhirnya akan timbul pengertian seolah-olah sempurnanya kalimah syahadat itu apabila mencukupi ketiga-tiga unsur di atas, dengan hujjah berdasarkan cara-cara yang dilakukan oleh generasi sebelumnya. Seperti alasan yang diucapkan oleh orang-orang jahiliyah di zaman Nabi:


قَالُوْا بَلْ وَجَدْنَا اَبَاءَنَا كَذَلِكَ يَفْعَلُوْنَ(الشُعَرَاء 74)


Itulah jawaban dan keputusan berkaitan dengan perihal Sebutan Dalam Pujian Nama Bakdus Sholihin Dari Para Aulia yang Digandeng Dengan Kalimah Thoyibah, termasuk permasalahan ke 11 di dalam Piagam Ngadiluwih "La Ilaha Illallah Syeh Abdul Qodir Waliyullah" semoga bermanfaat.