√ Menangis ; Kerasnya Hati Dikarenakan Bertumpuknya Dosa -->

Menangis ; Kerasnya Hati Dikarenakan Bertumpuknya Dosa

Ibnu Rusyd
20 February 2021

Ad1

Ad2

Menangis


Salah satu sebab tidak bisanya menangis yaitu Kerasnya Hati Dikarenakan Bertumpuknya Dosa, maka dalam kesempatan kali ini akan kami ulas tentang Menangis dalam bentuk Khutbah, sebagimana berikut:


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى قَالَ إِذَا تُتْلىَ عَلَيْهِمْ اَيَاتُ الرَّحْمَنِ خَرُّوْا سُجَّداً وَبُكِيًّا وَالَّذِى اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ سَيِّدَناَ مُحَمَّد صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَبِيْبَ الْحَقِّ. وَالْحَمْدُ للهِ الَّذِى هُوَ اْلاَحَدُ الْوَاحِدُ الصَّمَدُ يَهْدِى لِلرَّشَادِ يَارَبَّناَ صَلِّ وَسَلِّم دَائِمًا عَلىَ الرَّسُوْلِ الْمُصْطَفَى مَنْ قَدْ سَمَا. مُحَمَّدٍ اَصْلُ جَمِيْعِ الْخَلْقِ وَرُوْحِهِ فَهُوَ حَبِيْبُ الْحَقِّ. اِجْمَعْ لَناَ بِهِ جَمِيْعَ الْحَلاَلاَتِ كَذَا عَلَيْهِ بِجَمِيْعِ السَّاعَاتِ. وَهُوَ بِكَ اللَّهُمَّ يَا مُجِيْبَ بِجَاهِهِ لَدَيْكَ ذَا مَجَابُ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ اِتَّقُو اللهَ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.


وَاعْلَمُوْا اَنَّ الْبُكاَءَ فَحَسَنَةٌ ثَابِتَةٌ بِاْلاَدِلَّةِ اْلاَرْبَعَةِ فَهُوَ عِباَدَةٌ مَحْضَةٌ وَسَعَادَةٌ كُبْرَى وَنَجَاةٌ عُظْمَى. وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَدْخُلُ النَّارَ مَنْ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللهِ حَتىَّ يَدْخُلُ اللَّبَنُ فىِ ضَرْعِهِ ( رَوَاهُ الطَبْرَانىِ)

وَقاَلَ اَبُوْأُمَامَةْ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا النَّجَاتُ؟ قَالَ اَمْسِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ وَلْيَسْعَلْ بَيْتَكَ وَاَباَكَ عَلىَ خَطِيْئَتِكَ.


Para hadirin, Marilah bersama-sama kita tingkatkan taqwa dan takut kita kepada Allah SWT. Syukur, apalagi kita sampai bisa menangis. Dengan tangis -menurut Madzahibul Arba’ah termasuk suatu kebaikan, ibadah yang murni, kebahagiaan yang agung nilainya, dan keselamatan yang sangat agung. Disabdakan baginda Nabi SAW yang artinya: “Orang yang menangis karena takut kepada Allah SWT tidak akan dimasukkan kedalam neraka selagi air susu belum kembali ke payudara.”


Menangis ; Kerasnya Hati Dikarenakan Bertumpuknya Dosa

Abu Umamah bertanya kepada Nabi : “Apakah itu keselamatan? Jagalah lisanmu luaskan rumahmu dan tagisilah dosa-dosamu.”


وَعَنْ زَيْدِ بْنِ اَرْقَمْ اَنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُوْلَ الله صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. بِمَا اَتَّقىِ النَّارَ ؟ قَالَ بِدُمُوْعِ عَيْنِكَ فَاَنَّ عَيْناً بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللهِ لاَ تَأْكُلُهاَ النَّارُ.

وَكَماَ فىِ جَامِعُ اْلاُصُوْلِ 174 وَاعْلَمْ اَنَّ الْبُكَاءَ مِنْ خَشْيَةِ اللهِ مِنْ اَدَلِ اْلاَدِلَّةِ عَلىَ الْخَوْفِ مِنَ اللهِ تَعاَلىَ وَالْمَيْلِ اِلىَ اْلاَخِرَةِ وَالْجَالِبُ اِلىَ لِلْبُكَاءِ شَيْئاَنِ الْخَوْفُ مِنَ اللهِ وَالنَّدْمُ عَلىَ مَاسَلَفَ مِنَ التَّفْرِيْطِ وَالتّقْصِيْرِ وَاَعْظَمُ سَبَبِهِ الْمَحَبَّةُ.


Diceritakan dari Zaid bin Arqam, ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasul SAW : “Saya menjaga neraka dengan apa? Nabi menjawab: Dengan air mata, sesungguhnya mata yang menangis karena takut kepada Alloh tidak akan dimakan oleh api neraka”.


Para hadirin yang berbahagia, Dalam kitab Jami’ul Ushul halaman 174 di katakan: “Sesungguhnya menangis karena takut kepada Alloh itu adalah tanda-tanda kesungguhan takut kepada Allah dan menjadikan dekat dengan akhirat. 


Pengaruh Tangis


Adapun yang mempengaruhi tangis itu ada dua; 


1) Takut kepada Alloh SWT, 


2) Menyesali dosa-dosa yang telah diperbuat. Adapun yang menyebabkan tangis lebih mulia nilainya adalah tangis karena mahabbah.


Kecaman Yang Tidak Mau Menagis


Para hadirin yang berbahagia, Sekedar untuk dasar dan jaminan dalam hal tangis sudah kita ulas di atas. Selanjutnya diterangkan tentang kecaman kepada yang tidak mau untuk menagis. Dikatakan dalam kitab Da’watut Tammah, hal. 67:


قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمْ مِنَ الشِّقَاءِ اَرْبَعٌ جُمُوْدُ الْعَيْنِ وَقَسْوَةُ الْقَلْبِ وَالْحَرْضُ وَطُوْلُ اْلأَمَلِ.


Artinya : "Setengah dari kerugian ada empat perkara; 

1) keras mata (sulit untuk menangis), 

2) keras hatinya (tidak sadar), 

3) lupa dengan hari-harinya, 

4) panjang lamunan."


Kerasnya hati dikarenakan bertumpuknya dosa


Diterangkan dalam kitab Durratun Nasihin

قَسْوَةُ الْقَلْبِ مِنْ كَثْرَةِ الذُّنُوْبِ 

Artinya : “Kerasnya hati dikarenakan bertumpuknya dosa.”


Mohon maaf, apabila tangis disebabkan karena mendengar sejarah baginda Nabi SAW atau karena memanggil-manggil Nabi Muhammad SAW, maka hal itu ada dasarnya. 


Baca Juga : Mementingkan Orang lain daripada dirinya sendiri


Diterangkan dalam kitab Majalisus Tsaniyah hal:122, yang artinya : “Wahai umat Nabi Muhammad SAW, menangislah kepada nabi dan rasul kalian. Pada saat malaikat melihat kalian menangis karena mendengar nabimu disebut, malaikat bertanya kepada Allah: kenapa umat Nabi Muhammad menangis? Allah menjawab: sebenarnya ada seorang alim yang sedang menceritakan sejarah Rosul SAW, kemudian mereka menangis, hatinya tersentuh, dan sangat cinta kepada Nabi SAW. Wahai malaikat, Aku bebaskan mereka semua dari neraka.


Para hadirin yang berbahagia, Adapun kuliah atau khutbah disertai menangis ada dasarnya dalam kitab Majalisus Tsaniyah hal: 54 


عَنْ اَبىِ نَجِيْحٍ الْعُرْبَاضِ بْنِ سَارِيَّةٍ رَضِىَ الله عَنْهُ قَالَ : وَعَظَناَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَوْعِظَةً وَجِلَتْ مِنْهاَ الْقُلُوْبُ وَذَرِنَتْ مِنْهاَ الْعُيُوْنُ فَقُلْناَ يَارَسُوْلَ اللهِ كَاَنَّهَا مَوْعِظَةُ مَوْدُعٍ فَأَوْصَاناَ قَالَ : أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَاللهِ وَالسَّمْعَ وَالطَّاعَةَ وَاَنْ تَأْمُرَ عَلَيْكُمْ عَبْد فَاَطِيْعُوْهُ وَاَنَّهُ مَنْ يَعِشُ مِنْكُمْ فَيَسْرى اِخْتِلاَفاً كَثِيْرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتىِ وَسُنّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمُهْدِيِيْنَ مِنْ بَعْدِىْ عُضْواً عَلَيْهاَ بِالنَّوَاجِدِ. وَاِيَّاكُمْ بِمُحْدَثاَتِ اْلاُمُوْرِ فَاِنَّ ذَلِكَ بِدْعَةٌ ضَلاَلَةٌ )رَوَاهُ اَبُوْ دَاوُدٌ وَالِتّرْمِذِى وَقَالاَ حَدِيْثٌ حَسَنٌ(


Artinya : "Nabi Muhammad SAW pernah memberi kuliah shubuh, pada sutau ketika beliau absen agar tidak bosan, karena itu Ibnu Mas’ud memberi kuliah shubuh hanya tiap hari kamis. Dalam kuliahnya Nabi sangat menggetarkan hati, sampai-sampai mengeluarkan air mata: Kami bertanya, Yaa Rosuulallah, (hal ini seperti Khutbah Perpisahan) kami mohon Nabi memberikan wasiat, Rasul SAW bersabda: “Takut dan taatlah kalian semua kepada Alloh SWT walaupun yang memberikan perintah itu seorang hamba, besok akan ada orang yang hidupnya dalam situasi serba perbedaan, maka dari itu berpegang teguhlah pada sunnahku dan sunnah para sahabatku dan Khulafaur Rosidin yang mendapatkan petunjuk sesudah zamanku. Dan jauhilah perbuatan yang serba baru karena itu adalah Bid’ah dan setiap Bid’ah adalah sesat.”


Dalam sebuah hadits di katakan: “Sebaiknya bagi Khotib (muballigh/penasihat) dalam fatwanya supaya yang bermanfaat bagi agama, akhirat serta dunianya, jangan sampai hanya terbatas pada permasalahan hukum dan peraturan-peraturan saja. Dan hendaknya memberikan penekanan (mubalaghoh) dalam fatwanya supaya menggetarkan hati, dengan begitu lebih cepat untuk dikabulkan do’anya.


وَلِذَا كَانَ صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  إِذاَ خَطَبَ وَذَكَرَ السَّاعَةَ إِشْتَدَّ غَضْبُهُ وَعَلاَ صَوْتُهُ وَاحْمَرَّتْ عَيْناَهُ وَانْتَفَحَتْ اَوْدَاجُهُ .قَالَ تَعاَلىَ وَقُلْ لَهُمْ فىِ اَنْفُسِهِمْ قَوْلاً بَلِيْغاً.


Karena itulah baginda Nabi dalam khutbahnya tentang hari qiyamat sangat-sangatlah dengan suara keras, matanya merah serta giginya melepuh. Alloh berfirman yang artinya : “Dan perintahkanlah kepada kaummu dalam hatinya dengan perkataan yang penuh tekanan”.


Para hadirin yang dirahmati Allah, Alhamdulillah, dengan fadlol dan kemuliaan Alloh SWT, syafa’at Rosuulillah SAW, Barokah Ghoutsi Hadzaz Zaman dan para wali kekasih-Nya, dan Barokah Sholawat Wahidiyah serta para jama’ah Sholawat Wahidiyah, kita diberikan kemampuan untuk menggali dan memiliki mutiara tangis yang terpendam dengan timbunan dosa-dosa.


Mohon maaf, untuk menjaga persatuan ukhuwah islamiyah, apabila kita menemui kejadian tangis misalnya di lapangan atau tempat-tempat lain, seyogyanya ditanggapi dengan pikiran sehat dan juga ilmiah, jangan sampai berdasar nafsu sebab dalam hal ini juga disebutkan dalam Alqur’an dan Hadits.


اَللَّهُمَّ اجْعَلْناَ مِنَ الْباَكِيْنَ التَّوَّابِيْنَ اِلىَ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَصَلىَّ الله عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَللَّهُمَّ اَصْلِحْ وَارْحَمْ لأُمَّةِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اَللَّهُمَّ فَرِّجْ وَارْضِ عَنْ اُمَّةِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .اَللَّهُمَّ اغْفِرْ وَبَشِّرْ لاُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَمِيْعِ مَنْ اَمَنَ بِكَ (يَامُجِيْبَ الدَّعَوَاتْ x3) بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَقُوْلُ قَوْلىِ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ اِنَّهُ هُوَ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ.


Itulah ulasan tentang Menangis salah satunya di dalamnya menjelaskan Kersanya Hati dikarenakan bertumpuknya dosa, pengaruh tangis, kecamatn yang tidak mau menangis karena dosanya, semoga bermanfaat.