√ Bimbingan Nida' Atau Penutup Dalam Mujahadah Wahidiyah Ketika Berjamaah -->

Bimbingan Nida' Atau Penutup Dalam Mujahadah Wahidiyah Ketika Berjamaah

Ibnu Rusyd
24 February 2021

Ad1

Ad2

Bimbingan Nida' Dalam Mujahadah Wahidiyah


Pada waktu Nida' atau Penutup Mujahadah Berjamaah dalam Pengamalan Sholawat Wahidiyah dibimbing oleh Beliau Muallif Sholawat Wahidiyah RA yang termaktub dalam Buku Panduan Mujahadah Wahidiyah yang berisi:

Yang diterbitkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Penyiar Sholawat Wahidiyah.


Bimbingan Nida' Atau Penutup Dalam Mujahadah Wahidiyah Ketika Berjamaah

Nida' ke Empat Penjuru


Adapun Bimbingan pelaksanaan Penutup atau Nida' pada waktu Mujahadah berjamaah atau setelah selesainya mujahadah atau acara-acara Wahidiyah, jika situasi memungkinkan supaya usahakan melaksanakan Nida' ke Empat Penjuru dengan cara Sebagai berikut: 


PERTAMA, Dilaksanakan setelah selesainya seluruh mata acara dalam resepsi Wahidiyah atau Mujahadah Wahidiyah;


KE-DUA, seluruh peserta dimohon untuk berdiri menghadap ke arah barat (bukan arah Kiblat). Kedua tangan lurus ke bawah disamping paha kanan kiri dan pandangan mata lurus ke depan dengan tegap. Tidak menunduk dan tidak memandang ke atas (ndangak : Jawa) dan juga tidak menengok ke samping.


KE-TIGA, Sikap lahir disesuaikan dengan sikap batin, yakni menggetarkan jiwa sekuat-kuatnya, memohon kepada Allah Ta'ala semoga Nida' (ajakan) ini disampaikan ke dalam lubuk hati sanubari umat masyarakat seluruh dunia, termasuk dirinya sendiri dan keluarga, dan memohon dilekatkan rangsangan yang mendalam di dalam hati mereka. 


Membayangkan dunia ini bulat dan diri kita berada disatu titik di atasnya. Mengarahkan pandangan batin dan getaran jiwa ke arah barat (ketika menghadap ke barat), mengajak kembali sadar kepada Allah (Fafiruu Ilallooh) mulai diri kita sendiri sampai umat yang berada diujung jagad sebelah barat mengintari belahan bumi di bawah kita, dari barat ke timur, kembali ke barat sampai di belakang kita, bahkan sampai kepada diri kita lagi.


Demikian seterusnya untuk tiap arah yang dihadapi. Jika situasi sangat memerlukan dan memungkinkan, uraian seperti ini bisa disampaikan kepada peserta sebagai penjelasan dan pengarahan.


KE-EMPAT, Setelah siap, imam atau pemimpin pelaksanaan nida' memulainya dengan bacaan "AL-FAATIHAH" satu kali. 


Kemudian membaca "FAFIRUU ILLALLOOH" tiga kali dan "WAQUL JAA-ALHAQQU WAZAHAQOL BAATHIL, INNAL-BAATHILA KAANA ZAHUUQOO" satu kali. 


KE-LIMA, Setelah selesai, pindah menghadap ke utara, melaksanakan seperti ketika menghadap ke barat, dan seterusnya menghadap ke timur dan ke selatan.


Pemindahan arah sesudah selesai bacaan "WAQUL JAA-ALHAQQU...." dan mendahulukan kaki kanan.


KE-ENAM, Nida' "FAFIRRUU ILALLOOH" untuk memohon semoga umat masyarakat termasuk diri kita sendiri cepat-cepat lari kembali sadar dan mengabdikan diri kepada Allah SWT.


KE-TUJUH, WAQUL JAA-ALHAQQU ......seterusnya" Semoga akhlak yang buruk dan tidak diridhoi, terutama akhlak kita sendiri segera diganti oleh Allah SWT dengan akhlak yang baik dan diridhoi. 


Jika memang menjadi kodrat tidak bisa diharapkan menjadi baik, daripada semakin berlarut-larut, semakin parah, semoga segera dihancurkan saja.


Baca Juga : 


Sejarah Lahirnya Nida Yaa Sayyiidi Ya Rosulallah Dalam Wahidiyah

Nidak FAFIRUU ILALLOOH Dengan Berdiri Menghadap Empat Penjuru


Tasyafu' dan Istighotsah 


Tasyafu' dan istighotsah dilakukan dengan bediri sebagaimana berikut:


PERTAMA, Setelah Nida' berdiri menghadap ke arah selatan selesai, para peserta diarahkan menghadap ke arah seperti ketika duduk atau menghadap ke arah podium. 


Tangan ngapu-rancang, tangan kanan di atas tangan kiri dan kepala merunduk hormat, merasa seperti benar-benar berada di hadapan Rosuululloh SAW Wa Ghoutsu Hadzaz Zaman RA. 


Menghormat dengan penuh ta'dhim (memuliakan) dan rasa mahabbah, memohon syafa'at, tarbiyah dan nadhroh. Merasa sangat malu dan takut sebab penuh dosa dan berlarut-larut dalam kedholimanm tidak konsekuwen sebagai umat dan hamba Allah, bahkan menodai perjuangan Fafiruu Ilallooh Wa Rosuulihi SAW.


KE-DUA, Bacaan dalam perlaksanaan "Tasyafu'" dengan berdiri:


"Al Faathihah" satu kali

"Yaa Saafi'al Kholqis Sholaatu ....seterusnya" satu kali dilagukan

"Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh" tiga kali

"Yaa Ayyuhal Ghoutsu Salaamullohi ... Seterusnya" satu kali dilagukan

"Al-Faatihah" satu kali


KE-TIGA, Bacaan Nida' ke empat penjuru atau Tasyafu' dan Istighotsah boleh dipimpin oleh siapa saja yang ditugasi.


Kata Penutup Acara Wahidiyah


Adapun kata penutup dalam Pengamalan Wahidiyah saat acara, diantaranya sebagia berikut:


Kata penutup yang sudah menjadi kebiasaan dalam wahidiyah yaitu: Kami mohon ma'af atas segala kekurangan dan terima kasih atas perhatiannya, teriring doa:

جَزَا كُمُ اللهُ خَيْرَاتِ وَسَعَادَاتِ الدُّنْيَا وَالأَخِرَةْ . آمِيْن .

bisa ditambah dengan doa:


وَجَعَلَنَا مَعَكُمْ مِنَ الَّذِيْنَ يَشْفَعُ لَهُمْ وَيُرَبِّيْهِمْ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَفَاعَةً وَتَرْبِيَةً خَاصَّتَيْنِ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْاَخِرَةْ اَمِينْ


Atau diganti dengan وَاِيَّاكُمْ selengkapnya do'a:


وَجَعَلَنَا وَاِيَّاكُمْ مِنَ الَّذِيْنَ يَشْفَعُ لَهُمْ وَيُرَبِّيْهِمْ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَفَاعَةً وَتَرْبِيَةً خَاصَّتَيْنِ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْاَخِرَةْ اَمِينْ


Sebelum salam ucapkan kalimat:


وَبِاللهِ التَّوْفِيْق وَالْهِدَايَة وَمِنَ الرَّسُوْل صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الشَّفَاعَة وَالتَّرْبِيَةْ , وَمِنَ الْغَوْثِ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ النَّظْرَة وَالْبَرَكَةْ

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه 


وَبِاللهِ التَّوْفِيْق وَالْهِدَايَة وَمِنْ رَسُوْلِ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الشَّفَاعَة وَالتَّرْبِيَةْ , وَمِنْ غَوْثِ هَذَا الزَّمَانْ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ النَّظْرَة وَالْبَرَكَةْ

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَعَلَيْكُنَّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه 


Tambahan "WA'ALAIKUNNA" hanya apabila ada peserta wanita. Jika tidak ada jangan ditambah, memalukan.


Itulah Bimbingan Nida' Atau Penutup Dalam Mujahadah Wahidiyah Ketika Berjamaah meliputi Bimbingan Nida' Dalam Mujahadah Wahidiyah, Nida' ke Empat Penjuru, Tasyafu' dan Istighotsah, Kata Penutup Acara Wahidiyah, semoga bermanfaat.