√ Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe -->

Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe

Ibnu Rusyd
21 January 2021

Ad1

Ad2

Masalah Sepi Ing Pamrih


Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe sering kita dengan dalam istilah bahasa jawa (bahasa jawi) yaitu "Sepi ing pamrih rame ing gawe" (bahasa Jawa) artinya "orang yang banyak diam tetapi banyak isinya".


Para pembaca mari kita fahami lebih mendalam apa itu "Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe Tegese, Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe, Sepi Ing Pamrih Artinya, Sepi Ing Pamrih Tegese, Sepi Ing Pamrih Rame Ing" agar dalam kehidupan kita tidak akan mengalami banyak kerugian baik kerugian di Dunia ini dan juga di Akhirat kelak, lansung saja ulasan tentang "Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe".


Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe


Sudah sewajarnya bahwa manusia selalu punya pamrih, punya keinginan, punya cita-cita. Akan tetapi janganlah pamrih atau keinginan itu yang menjadi pendorong dia berbuat dia beramal! Dia melakukan pengabdian diri kepada Allah!. 


Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe

Kita memang disuruh supaya punya keinginan kepada soal-soal yang baik yang menguntungkan, soal dunia atau soal akhirat seperti perumahan, pakaian, harta keturunan dan lain-lain, pahala, surga dan lain-lain, dan juga kita disuruh supaya takut dan menghindar dari soal-soal yang tidak baik, soal-soal yang merugikan seperti maksiat, 'azab, siksa, neraka dan sebagainya.


Akan tetapi yaitu tadi, di dalam kita pamrih kita punya keinginan ini dan itu, di dalam kita kuatir atau takut kepada ini dan itu, supaya didasari niat LILLAH, diperintah supaya ingin, supaya takut dan sebagainya. 


Jadi pamrih atau keinginan, atau takut pada hal hal yang tidak baik, jangan sampai didorong oleh nafsu, melainkan karena kita diperintah supaya begitu!. 


Adapun perbuatan yang terlarang menurut syariat agama, perbuatan-perbuatan yang terlarang menurut undang-undang, perbuatan-perbuatan baik lahiriyah maupun bathiniyah yang tidak diridloi Allah, yaitu pada umumnya perbuatan-perbuatan yang merugikan, sama sekali tidak boleh disertai niat ibadah LILLAH!. Su'ul adab kalau maksiat misalnya kita niatkan ibadah.


Sepi Ing Pamrih Artinya


Jadi maknanya, sekuat mungkin kita harus usaha menjauhinya!. Di dalam kita menjauhi itulah yang harus kita sertai niat ibadah LILLAH !. Jika misalnya kita terperosok ke dalam perbuatan maksiat (mak siat lahir atau maksiat batin), atau karena sesuatu hal tidak mampu menghindarinya, maka harus kita sadari bahwa itu adalah perbuatan berdosa dan melanggar!. Dan kemudian harus cepat-cepat bertobat me mohon ampun !. 


Maka di dalam bertobat inilah yang harus kita niati ibadah LILLAH ! Begitu juga di dalam menjalankan amar makruf nahi mungkar, harus didasari niat ibadah kepada Allah LILLAH !.


Dasar niat ibadah LILLAH harus senantiasa menjiwai segala amal perbuatan kita!. Perbuatan atau amal apa saja betapapun baik dan banyaknya, betapapun terpujinya dalam masyarakat, betapapun indahnya, jika tidak didasari atas niat ibadah kepada Allah dengan ikhlas LILLAH tidak ada nilainya sama sekali dalam pandangan Allah !. 


Bahkan boleh jadi bisa membawa akibat menjerumuskan dan menyusahkan yang bersangkutan ke dalam jurang kehancuran dan kesengsaraan. Kalau tidak dialami di dunia, mungkin kelak di akhirat akan mengalaminya yang jauh lebih berat. Terkecuali yang mendapat pertolongan dari Allah SWT.


Dengan dasar, niat LILLAH tersebut tidak berarti melarang atau meniadakan dasar-dasar niat dan iktikat baik yang lain-lain seperti berbakti kepada ibu bapa, berbakti untuk nusa bangsa dan negara, mengabdi kepada masyarakat dan sebagainya, sama sekali bukan begitu!. 


Akan tetapi justru niat dari iktikat-iktikat baik yang lain-lain itu didirikan di atas dasar niat LILLAH mengabdikan diri kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa !. Satu jenis pekerjaan dengan niat baik yang banyak akan menghasilkan kebaikan-kebaikan yang banyak pula.


Sepi Ing Pamrih Tegese


Jelaslah bahwa manfaat tidaknya sesuatu amal perbuatan ditentukan menurut ikhlas tidaknya niat ketika menjalankan. 


Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai keadaan seperti itu jika kita betul-betul korektif mawas diri dan berfikir secara luas dan obyektif. Betapa tepatnya sabda Rosuulullah SAW berbunyi kurang lebih :


إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى .......... ( الحديث)


Artinya : "Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung kepada niatnya, dan sesungguhnya seseorang itu dinilai menurut apa yang ia niatkan"


Dan hadits inilah agaknya yang menjiwai pepatah peribahasa Indonesia : "Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna"!. Dan sungguh, siapa yang tidak LILLAH pasti akan mengalami penyesalan di dunia maupun di akhirat !.


Ulasan yang indah dan sebagai motivasi dalam kehidupan masalah Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe dikutip dari Buku Risalah Penjelasan Mengenai Sholawat Wahidiyah Dan Ajarannya yang diterbitkan oleh Penyiar Sholawat Wahidiyah Pusat Kediri Jawa Timur tahun 1975, semoga bermanfaat.


#SepiIngPamrihRameIngGawe 

#SepiIngPamrihRameIngGaweTegese

#SepiIngPamrihArtinya

#SepiIngPamrihTegese

#SepiIngPamrihRameIng