√ Menjernihkan Hati -->

Menjernihkan Hati

Ibnu Rusyd
18 January 2021

Ad1

Ad2

Menjernihkan Hati Sholawat Wahidiyah


Menjernihkan hati itu seperi apakah, mari kita lihat dalam Buku Diklat Kuliah Wahidiyah "untuk menjernihkan hati dan ma'rifat Billah Wa Rosuulihii Sholallohu 'alaihi Wasalam" halaman 7 sampai 13 yang diterbitkan pada tanggal 13 Nopember 1967 M./ 10 Sya'ban 1387 H. 54 tahun yang lalu, yang akan kita ulas bersama-sama, langsung saja.


Sebelum kita membahas soal-soal mengenai menjernihkan hati dan pembahasan-pembahasan selanjutnya marilah kita hadapkan hati kita masing-masing kehadirat Allah SWT - Tuhan Yang Maha Kuasa, memohon petunjuk, taufik dan hidayah-Nya semoga dibukakan jalan yang terang dan aman, jalan yang lurus mengikuti ridho-Nya. 


Menjernihkan Hati Sholawat Wahidiyah


Para pembaca yang berkemungkinan kami ajak membaca Surat Al Fatihah satu kali dengan menghayati isi maknanya. Terutama ketika sampai pada IHDINAS SIROTOL MUSTAQIM, marilah sungguh-sungguh hati kita berbicara dihadapan-Nya : "tunjukilah kami ya Allah jalan yang lurus". Bagi yang berhalangan membaca Al Fatihah kami ajak menghayati maknanya seperti di bawah ini : 


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ - ١


Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ - ٢


Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,


الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ - ٣


Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,


مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ - ٤


Pemilik hari pembalasan.


اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ - ٥


Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.


اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ  - ٦


Tunjukilah kami jalan yang lurus,


صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ  - ٧


Mari kita laksanakan !. Al Fatihah


Doa Menjernihkan Hati Dan Pikiran


Hati adalah ibarat motor dari segala tingkah laku dan gerak gerik manusia. Tingkah laku lahir maupun bathin, boleh dikatakan sebagai "Pemerintah" yang mengatur dan menguasai seluruh tubuh jasmani dan ruhani. Sebelum anda bersembahyang misalnya, Hati anda sudah bergetar lebih dahulu menyusun langkah dan memerintahkan anggota-anggota badan yang bersangkutan dengan sembahyang untuk melakukannya. Sebelum anda makan, Hati anda telah mengatur dan menentukan saya harus makan, darimana mendapatkan makanan, apa yang saya harus makan, bagaimana cara saya makan, dimana dengan siapa dan sebagainya dan sebagainya.


Demikian seterusnya segala perbuatan manusia, perbuatan lahir maupun tingkah bathin dikomando oleh hatinya. Anda membaca tulisan ini pun ditentukan oleh hati anda. Jadi baik buruknya manusia ditentukan oleh hatinya. Seseorang dikatakan baik, sopan, budiman, dermawan, suka menolong orang lain dan sebagainya disebabkan hatinya yang baik. Sebaliknya  seseorang adalah orang jahat, jahil, hasud, derengki, kejam, sadis, tega makan haknya orang lain, koruptor dan sebagainya disebabkan hatinya yang buruk dan kotor, tepat sekali peringatan junjungan kita Rosuulillahi Sholallohu 'Alaihi Wasallam dalam sabda Hadistnya kurang lebih :


عن النعمان بن بشير رضي الله عنهما قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ». متفق عليه


Artinya : “Ketahuilah bahwa di dalam jasad itu sesungguhnya ada segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik maka seluruh tubuh menjadi baik, dan jika ia buruk seluruh tubuh menjadi buruk. Ketahui dan perhatikanlah yaitu HATI!."


Hati yang baik yaitu hati yang bersih, bening, tenang dan tentram. Bersih bagaikan air yang steril dari kuman-kuman yang membahayakan. Bening bagaikan kaca yang dapat ditembus oleh cahaya kebenaran dan keadilan. Tenang dan tentram bagaikan malam kelam yang sepi tetapi penuh hidmat dan sakti. Sebaliknya hati buruk yaitu kotor dan busuk penuh kuman-kuman dan bakteri yang sangat membahayakan, ibarat air. Orang lain menikmati kebahagiaan hidup apabila hatinya bersih dan bening. sebaliknya orang akan selalu menemui kesulitan, kesengsaraan dan kecelakaan apabila hatinya buruk, kotor, berpenyakit, tidak sehat.


Setiap manusia berbangsa dan beragama apapun saja pasti mengingikan kebahagiaan hidup yang aman dan tentram. Segala lankah dan geraknya diarahkan untuk mencapai itu, semua manusia dari yang kecil yang menengan sampai yang besar sampai tingkat atas. Tanpa kecuali, sunatulloh memang sudah begitu, dan itulah antara lain buktinya Allah SWT Tuhan Maha Pecipta - mengutus para Nabi dan Utusan-Nya kepada seluruh manusia hambanya itu untuk menuntun dan membawa mereka manusia kepada kebahagiaan. Allah Maha Rohman Rohim!. Sayangnya, manusianya yang tidak mau menyadarinya, tidak mau mengerti, dibiarkannya hatinya bercampur larut dengan kotoran-kotoran dan kuman-kuman, penuh abu dan debu. 


Disangka itu yang membahagiakan hidupnya, tetapi yang diperoleh adalah sebaliknya!. Kesengsaraan dan kehancuran, begitupun sebahagian masih akan terus berlarut-larut lagi tidak mau sadar tidak mau mengerti, baru ketika dia merasakan pedihnya kesengsaraan dan kehancuran, kebingungan dan kepanikan, mau coba-coba menyadari. Tapi sayang, kesempatan untuk memperbaiki sudah tidak ada, dan tenaga-pun sudah tidak mampu.


Maka menjernihkan hati adalah keharusan langkah yang harus diusahakan oleh setiap insan dimuka bumi ini. Berbangsa dan beragama apaun juga bahkan sekalipun yang tidak beragama perlu ulasan menjernihkan hati sebagai syarat mutlak yang berkaitan dengan tercapainya apa yang dicita-citakan-nya!. Kebahagiaan hidup tanpa hati yang jernih kebahagiaan tidak tercapai.


Ayat Menjernihkan Hati


Sekali lagi setiap manusia menuntut hati jernih, yang kaya yang miskin, yang pandai, yang bodoh, yang pangkat, yang jelata, yang berwibawa dan yang nglutuk. Kekayaan, kepandaian, pangkat dan kedudukan belum tentu dimiliki oleh orang yang jernih hatinya. Orang yang berhati kotor-pun dapat memilikinya. Manusia-manusia begini inilah rupanya disebut-sebut oleh Allah SWT dalam firmannya dalam Al Qur'an Surat No 30 Ar Rum Ayat 41.


ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ


Artinya : "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)".


Mereka tidak hanya menyesatkan dirinya sendiri, melainkan juga membawa akibat sesat dan kehancuran terhadap orang lain, terhadap ummat dan masyarakat, bahkan terhadap makhluq pada umumnya. Betapa dahsyatnya akibat yang ditimbulkan oleh orang yang hatinya tidak jernih.


Cara-Cara Menjernihkan Hati


Ada banyak cara yang ditempuh manusia, melalui bermacam-macam saluran dan lapangan dalam berbagai bentuk dan jenis usaha dan kegiatan. Seluruh ilmu pengetahuan dan pendidikan, seluruh ekonomi dan pembangunan, saluran sosial dan budaya, lapangan keruhanian dan lain-lain. Apakah kesemuanya itu berhasil mendatangkan hati yang jernih!. Alhamdulillah secara relatif sebagian boleh dikatakan berhasil, akan tetapi sebagian lagi kalau tidak boleh disebut kebanyakan justru malah memperoleh hati yang bertambah butek. 


Anda dapat membuktikan sendiri fakta-faktanya, bukan kebahagiaan yang diperoleh akan tetapi hanya sekedar kesenangan dan itu pun hanya dalam waktu yang sebentar saja. Kesenangan lenyap, berganti dengan kesusahan dan kebingungan. rasa takut dan kawatir senantiasa membuntuti dibelakangnya.


Keresahan dan kekacauan dalam hati makin menjadi-jadi, akibatnya menimbulkan perbuatan-perbuatan yang jauh dari pada apa yang dicita-citakan ; kebahagiaan dan ketentraman hidup. Dari dalam hati yang kacau balau itulah timbulnya tindakan-tindakan dan perbuatan-perbuatan yang merusak hidup manusia itu sendiri. bahkan merusak dan merugikan ummat dan masyarakat banyak. Mereka yang berhati kacau balau itu menganggap bahwa di dalam kesenangan itulah kebahagiaan, tetapi fakta berbicara bahwa kesenangan bukan kebahagiaan. Tetapi di dalam kebahagiaan tumbuh bermacam-macam kesenangan dan kepuasan.


Apa sebab saluran-saluran yang ditempuh manusia dalam mencapai hati tenang, dalam mencapai kebahagiaan hidup seperti di atas sebagian besar tidak membawa hasil, wallohu a'lamu. Hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui dengan benar. Tapi marilah kita mengadakan analisa dan peninjauan sepanjang kemampuan fikiran menjangkau.


Allah SWT Tuhan Yang Maha esa memberi kepada manusia dua bentuk kekuatan. Kekuatan lahir dan kekuatan bathin. Kekuatan jasmani atau kekuatan bidang materi, dan kekuatan ruhani atau kekuatan bidang mental spiritual. Kedua-duanya harus dilakukan oleh manusia di dalam segala gerak dan langkah di dalam hidupnya untuk untuk memperoleh ketenangan dan kebahagiaan hidup sejahtera lahir bathin. 


Kedua-duanya perlu dilakukan seimbang, paralel dan saling isi mengisi, hanya kekuatan lahir saja, tanpa disertai kemampuan batin, manusia akan terjerumus kedalam jurang kesesatan, dan hanya kekuatan bathin saja tanpa diikuti gerak lahiriyah, tanpa diikuti oleh sikap lahir yang seirama dengan gerak batiniyahnya, manusia akan menjadi "pengelamun".


Yang dimaksud kekuatan lahir disini ialah segala yang bersifat materi, bersifat kebendaan. Termasuk ilmu pengetahuan dalam bermacam-macam cabangnya, dan yang dimaksud "Kekuatan bathin" ialah "Kemampuan Berdoa" memohon kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa. Gerak dan sikap batiniah yang tidak mengarah kepada Allah SWT tidak termasuk di dalam istilah "Kekuatan Bathin" yang dimaksudkan disini.


Itulah sebabnya maka manusia tidak bisa mencapai Hati yang jernih, tentram dan tenang, tidak merasakan KEBAHAGIAAN HIDUP yang stabil hanya dengan mengetok kekuatan lahiriyah-nya saja, tanpa diikuti dengan usaha menggunakan KEMAMPUAN BATIHINIYAHNYA. Kemampuan batiniyah dalam bentuk memohon kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa. 


Doa Menjernihkan Hati Dan Pikiran


Betapapun giat dan bersemangatnya, betapapun rapi mengaturnya kekuatan-kekuatan lahiriyah manusia dalam segala bidang jika tidak disertai 'Katalisator" kemampuan bathin memohon kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, tidak akan dapat memperoleh Hati jernih, hati tenang dan tentram. Kesenangan mungkin dicicipkan tetapi 'Kebahagiaan" tak pernah disentuh . Rosuulullohi SAW pernah bersabda kurang lebih :

الدعاع  سلاح المؤمن


Artinya: “Berdoa adalah alat atau Senjata orang beriman” 


Alat yang multi purpose serba guna, dapat dipergunakan dalam segala keadaan dan dalam segala kepentingan hidup manusia. Baik kepentingan duniawi maupun kepentingan ukhrowi. Baik kepentingan materiil maupun kepentingan moril. Baik kebutuhan jasmani maupun kebutuhan ruhani. Kebutuhan lahir dan kebutuhan bathin. Dan masalah menjernihkan hati termasuk kebutuhan ruhani batin setiap manusia.


Alhamdulillah dengan rahmat fadlol Allah SWT pada sat-saat umat manusia sedang sibuk-sibuknya mencari jalan yang mengantarkan kepada terwujudnya hati jernih ketenangan dan ketentraman batin yang menjadi syarat mutlak terwujudnya hidup bahagia aman dan sejahtera lahir bathin dunia sampai akhirat, alhamdulillah pada saat-saat seperti ini, Allah SWT Maha Rohman rohim menurunkan karunianya memberi tambahan alat kepada manusia 'Silaahul Mukmin" sebagai lantaran atau sebabnya Allah meletakkan rasa ketenangan, ketentraman dan kejernihan dalam hati, yaitu berupa suatu doa-doa Sholawat.


Sholawat Wahidiyah yang disususn dan ditaklif oleh Almukarrom Romo KH Abdul Madji Ma'roef RA, Pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo Desa Bandar Lor Kecamatan Mojoroto Kotamadnya Kediri Jawa Timur. Al hamdulillah haadza min fadli robbii Wa Min Syafaa'ati Rosuulillahi Sholallohu 'Alaihi Wasallam.


Alhamdulillah mereka-mereka yang telah mengamalkan Sholawat Wahidiyah dikaruniahi Allah hati yang bertambah tenang, tentram dan jernih dari pada sebelum mengamalkannya. Adalah sangat berlebih-lebihan sekali dan oleh karena itu sangat tidak tepat barang siapa berpendapat bahwa dengan adanya pengamalan Sholawat Wahidiyah menjadi tercukupi segala kebutuhan dalam hidup. Anggapan seperti itu sangat emosionil. Sholawat Wahidiyah adalah merupakan tambahan doa dari pada doa-doa dan amalan yang sudah tumbuh dengan baik di dalam masyarakat. 


Apa yang sudah berjalan dengan baik dan menghasilkan manfaat harus tetap dijalankan disamping mengamalkan Sholawat Wahidiyah ini. Dan disamping itu, di dalam Sholawat Wahidiiyah terkandung ajaran-ajaran yang disebut Ajaran Wahidiyah sebagia bimbingan praktis dalam mengetrapkan dan mengamalkan ajaran-ajajran Islam tuntunan Rosuulullohi Sholallohu 'Alaihi Wasallam dalam segala bidang.


Bidang Syari'at dan bidang haqiqat, bidang adab dan bidang akhlaq termasuk di dalamnya bidang-bidang yang mengatur segala bubungan. Hubungan manusia kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, hubungan manusia dengan Rosul Allah SAW, hubungan manusia dengan sesama manusia di dalam masyarakat, bahkan hubungan manusia terhadap segala makhluq ciptaan Tuhan pada umumnya. 


Semuanya dibimbingkan dengan praktis di dalam Ajaran Wahidiyah. Bimbingan praktis yang langsung dapat diterapkan dengan nyara dalam zauqiyah dengan pengamalan Sholawat Wahidiyah sebagai pupuknya.


Sekali lagi Al hamdulillah, pada pertemuan berikutnya, para pembaca kami ajak dan kami mohon dengan iklas hati unutk mempelajari dan langsung mengetrapkan pengamalan Sholawat Wahidiyah tersebut.