√ Motif Penyiaran Tanpa Pandang Bulu -->

Motif Penyiaran Tanpa Pandang Bulu

Ibnu Rusyd
20 January 2021

Ad1

Ad2

Penyiaran Wahidiyah Tanpa Pandang Bulu


Sholawat Wahidiyah disiarkan atau disampaikan kepada siapa saja tanpa pandang bulu, tentunya dalam hati kita bertanya "Seperti apakah Motif Penyiaran Tanpa Pandang Bulu' itu.


Tanpa Pandang Bulu


Dalam ulasan yang singkat ini tentang "Motif Penyiaran Tanpa Pandang Bulu" yang dengan referensi Risalah Penjelasan Mengenai Sholawat Wahidiyah Dan Ajarannya terbitan tanggal 25 Maret 1975 M./ 12 Roobi'ul Awal 1395 H oleh Penyiar Sholawat Wahidiyah Pusat Kedunglo Kediri Jawa Timur, Moh. Ruhan Sanusi sebagai Koordinator Penyiar - Pembinaan Wahidiyah Pusat.


Motif Penyiaran Tanpa Pandang Bulu


Tidak berarti meninggalkan prinsip "TAQDIIMUL AHAM" dalam pengertian syari'at agama Islam Yang aham harus tetap kita usahakan untuk dapat di jalankan menurut yang semestinya. Akan tetapi disamping menjalankan yang aham, dari pada sama sekali tidak berbuat, mengerjakan yang kurang ahampun tidak akan mengganggu pelaksanaan yang aham, Bahkan Alhamdulillah, pengalaman dalam penyiaran Sholawat Wahidiyah ternyata memberi dorongan yang positif kepada pelaksanaan yang lebih aham seperti soal sembahyang dan sebagainya dengan jauh lebih baik dan penuh dijiwai kesadaran, Al-hamdulillah!.


Motif Penyiaran Tanpa Pandang Bulu

Kesejahteraan dan kebahagiaan hidup lahir batin di dunia sampai di akhirot, kecukupan kebutuhan jasmaniah saja belum menjadi ja-minan terwujudnya kebahagiaan hidup yang dicita citakan. Kejernihan hati, ketenangan jiwa dan ketentraman batin sangat dibutuhkan. 


Bahkan justru ketentraman jiwa inilah yang merupakan sumber tenaga yang bisa mewujudkan syarat-syarat yang diperlukan dalam usaha mencapai kebahagiaan yang dicita-citakan setiap manusia. Dan telah banyak sekali dan bermacam-macam cara usaha manusia untuk memperoleh kondisi batiniah yang tenang dan tentram itu. Masing-masing menggunakan cara yang berbeda-beda. Apakah semuanya telah berhasil memperoleh ketenangan dan ketentraman jiwa tersebut, itulah yang menjadi problema masa sekarang ini.


Motif Penyiaran Wahidiyah Tanpa Pandang Bulu


AlhamduJillah, sungguh diluar perhitungan dan di luar dugaan bahwa di dalam kesibukan ummat manusia sedang mencari-cari apa yang sangat dibutuhkan itu, yakni ketentraman jiwanya, Alhamdullilah dengan fadlol dan rohmat kasih-NYA Alloh subhanahu wa Ta'ala Tuhan Maha Pengasih dan Maha Penyayang telah menurunkan fadlol kurnia-NYA berupa ketentraman jiwa itu kepada mereka-merea yang telah mengamalkan Sholawat Wahidiyah dan Ajaran Wahidiyah !. Alhamdulillah !. Sungguh, tak disangka-sangka sebelumnya !.


Maka oleh karena itu, atas dasar budi nurani rasa peri kemanusiaan, yang didorong dan dikuatkan oleh anjuran-anjuran agamis dan disokong oleh analisa-analisa ilmiah yang kuat, maka "SHOLAWAT WAHIDIYAH" wajar dan harus disiarkan kepada masyarakat ummat manusia secara Luas Tanpa Pandang Bulu. 


Bagi kita ummat Islam, menyiarkan Sholawat Wahidiyah tidak asing lagi merupakan sebahagian dari pada "takholluq" - mengikuti akhlaq dan tuntunan Rosuululloh saw yang "rohmatan lil 'alamiin" dan "kaaffatan linnaasi" itu. 


Falsafah Pancasila


Dan bagi kita bangsa Indonesia yang berfalsafah Pancasila, mengamalkan dan menyiarkan Sholawat Wahidiyah dan Ajaran Wahidiyah yang terkandung di dalam Sholawat Wahidiyah itu, adalah sejajar dan sejiwa dengan sebagian dari pengetrapan sila kedua "Peri kemanusiaan yang adil dan beradab" dan sila kelima "Keadilan sosial yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia".


Mengamalkan Sholawat Wahidiyah dan Ajaran Wahidiyah


Dengan  mengamalkan Sholawat Wahidiyah dan Ajaran Wahidiyah, sekali lagi tidak berarti bahwa manusia hidup cukup dengan itu-itu saja, lalu meninggalkan aktivitas usaha lahiriyah dalam mencapai apa yang dicita-citakannya, sama sekali tidak demikian ! 


Kegiatan lahir menurut lapangan usaha dan bidangnya masing-masing harus dijalankan menurut yang semestinya ! Istilah dalam Ajaran Wahidiyah kita harus mengisi segala bidang-bidang yang harus kita isi, baik lahiriyah maupun batiniyah. 


Praktek Pengamalan Sholawat Wahidiyah


Alhamdulillah kenyataan dalam praktek, mengamalkan Sholawat Wahidiyah dan Ajaran-ajarannya tidak menimbulkan gangguan-gangguan yang negatif yang merugikan kepentingan lahiriyah dan kepentingan jasmaniyah seperti ada sebahagian masyarakat yang menyalah tafsirkan. 


Bahkan kenyataan menunjukkan bahwa dengan meningkatnya mental spirituil dan akhlaq-akhlaq yang baik, ikut-ikut meningkat pula daya-daya kreativitas dan aktivitas dalam keahlian dan lapangan masing-masing yang dijiwai dengan penuh kesadaran dan tawakkal demi mengabdi kepada Allah Tuhan Maha Pencipta. Dan oleh karenanya, manfaat dari pada perbuatan-perbuatannya dirasakan juga buahnya oleh masyarakat sekitarnya.


Itulah sedikit ulasan tengtang Motif Penyiaran Sholawat Wahidiyah Tanpa Pandang Bulu, semoga kita semua bisa mengamalkan dan menyiarakan Sholawat Wahidiyah sesuai bimbingan Muallif Sholawat Wahidiyah RA.