√ Fafirru Ilallah Artinya Apa !! Tentunya Punya Arti Yang Luar Biasa -->

Islam

Fafirru Ilallah Artinya Apa !! Tentunya Punya Arti Yang Luar Biasa

Ibnu Rusyd
Tuesday, August 18, 2020

Ad1

Ad2

Fafirru Ilallah Artinya


Fafirru Ilallah Artinya Apa - Sudah sering kita dengarkan Lafadz Fafirru Ilallah dikalangan para pecinta dan Penghafal Al Qur'an, tetapi mungkin dikalangan orang awal belum tahu Fafirru Ilallah Artinya itu seperti apa.


Pada kesempatan kali ini akan kita lihat Fafirru Ilallah dari segi artinya, kemudian para tafsir al Qur'an dan juga penggunaan Fafirru Ilallah Artinya di dalam Wahidiyah yang menjadikan lambang dalam Penyiar Sholawat Wahidiyah.


Fafirru Ilallah Artinya Apa Tentunya Punya Arti Yang Luar Biasa

Fafirru Ilallah Dalam Al Qur'an


Dalam hati kita mungkin berkata fafirru ilallah surat apa, fafirru ilallah quran surat keberapa, fafirru ilallah artinya apa, lansung saja bahwa lafadz fafirru ilallah itu terdapat dalam Al Qur'an Tepatnya pada Surat Az-Zariyat Ayat 50 bahwa Allah berfirman: 


 فَفِرُّوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ ۖ إِنِّى لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌ مُّبِينٌ 


Arab-Latin : Fa firrū ilallāh, innī lakum min-hu nażīrum mubīn 


Kemudian lafadz fafirru ilallah artinya apa, kita lihat aja Terjemahnya Surat Az-Zariyat Ayat 50: Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.

Inilah arti dari lafadz fafirru ilallah "Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah" yang dalam hati kita bertanya-tanya fafirru ilallah artinya apa. 


Fafirru Ilallah Pendapat para Ahli Tafsir


Mari kita lihat Fafirru Ilallah dari sudut pandang para pakar Tafsir Al Qur'an :

1. Tafsir Quran Surat Az-Zariyat Ayat 50


50. Maka larilah kalian dari siksa Allah menuju pahala-Nya dengan cara menaati-Nya dan tidak melakukan kemaksiatan terhadap-Nya. Sesungguhnya aku -wahai manusia- seorang pemberi peringatan kepada kalian dari siksa Allah dengan peringatan yang jelas.


2. Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)


Larilah kalian (wahai manusia) dari azab Allah kepada rahmatNya dengan beriman kepada Allah dan RasulNya, mengikuti perintahNya dan menaatiNya. Sesungguhnya Aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kalian. Dan Rasulullah apabila tertekan oleh suatu perkara, beliau mendirikan shalat. Dan ini adalah bentuk melarikan diri kepada Allah.


3. Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia


50-51. Hai Rasulullah, katakanlah kepada para hamba: “Menghadaplah kepada Allah dengan ibadah dan shalat, aku adalah pemberi peringatan kalian dari-Nya dengan penjelasan yang jelas. Dan janganlah kalian menyekutukan Allah dengan menyembah selain-Nya.”


Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah


50. فَفِرُّوٓا۟ إِلَى اللهِ ۖ (Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah) Dengan bertaubat dari dosa-dosa kalian.


إِنِّى لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌ مُّبِينٌ (Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu) Yakni pemberi peringatan dengan peringatan yang jelas.


4. Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah


50. Katakanlah kepada mereka wahai Rasul: “Menjauhlah dari hukuman Allah, dari kemaksiatan menuju pahala dan ridhaNya dengan bertaubat, beriman dan taat (kepadaNya). Sesungguhnya aku bagi kalian hanyalah pemberi peringatan yang jelas dan ingin terlepas dari azab Allah yang disiapkan bagi setiap orang yang syirik dan berbuat maksiat”


5. Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah


49-51. Allah mengabarkan bahwa Dialah yang menciptakan setiap sesuatunya berpasang-pasangan, bermacam-macam dan beraneka ragam. Bagi mereka ada pasangan bagi yang lain; Misalnya : Allah menciptakan kebahagiaan dan kegundahan, petunjuk dan kesesatan, malam dan siang, langit dan bumi, begitulah agar kalian berpikir akan kekuasaan Allah dan menjadikan bukti untuk mentauhidkan Allah dan membernarkan janji dan ancaman-Nya. Dan selama urusannya demikian, maka bersegeralah wahai manusia menuju Allah dengan ketauhidan dan keimanan pada-Nya, dengan taubat dan kembali kejalan-Nya, sungguh bagi kalian ada peringatan yang dijelaskan oleh pembawa peringatan akan adzab Allah dan hukuman-Nya. Kemudian Allah menegaskan akan peringatan ini, dan memerintahkan hamba-Nya untuk ikhlas beribadah kepada-Nya dengan tauhid, dan agar tidak beribadah kepada siapapun bersama dengan Allah, sungguh bagi kalian telah ada peringatan yang dibawa oleh pembawa peringatan akan adzab Allah dan hukuman dari-Nya.


6. An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi


50. Tatkala Allah menyeru para hamba untuk melihat tanda-tanda kekuasaanNya yang mengharuskan mereka takut dan kembali padaNya, selanjutnya Allah memerintahkan sesuatu yang menjadi tujuan dari seruan itu, yaitu lari (mendekat) kepadaNya, maksudnya lari dan menjauh dari semua yang dibenci Allah secara lahir dan batin menuju yang dicintai Allah secara lahir dan batin, lari dari kebodohan menuju ilmu, lari dari kekufuran menuju keimanan, lari dari kemaksiatan menuju ketaatan, lari dari kelalaian menuju kewasapadaan. Siapa pun yang memenuhi semua hal tersebut, maka dia telah menyempurnakan agama secara keseluruhan, semua yang ditakuti akan lenyap darinya dan akan memperoleh tujuan yang diinginkan. Allah menyebut kembali kepadaNya sebagai lari, sebab kembali pada selain Allah terdapat berbagai hal yang ditakuti dan tidak diinginkan sedangkan kembali kepada Allah terdapat berbagai hal yang disenangi, keamanan, kesenangan, kebahagiaan dan keberuntungan. Manusia lari dari Qadha dan Qadar menuju Qadha dan Qadar. Semua orang yang engkau takuti hendaklah engkau jauhi kecuali Allah, karena hanya sekedar takut saja, maka itu berarti engkau telah berlari menuju kepadaNya. “Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu,” yakni pemberi peringatan untuk kalian akan azab Allah serta agar kalian takut dengan peringatan yang jelas.


7. Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H


Setelah Dia mengajak hamba-hamba-Nya agar memperhatikan ayat-ayat-Nya yang membuat eseorang takut dan kembali kepada-Nya, maka Dia memerintahkan yang menjadi maksud daripadanya, yaitu kembali kepada Allah, yakni meninggalkan apa yang dibenci Allah baik yang tampak maupun tersembunyi kepada yang dicintai-Nya baik yang tampak maupun yang tersembunyi, pergi kepada-Nya dari kebodohan kepada ilmu, dari kekafiran kepada keimanan, dari maksiat kepada taat, dan dari kelalaian kepada dzikrullah (mengingat Allah). Barang siapa yang telah sempurna semua perkara ini, maka telah sempurnalah agamanya dan telah hilang sesuatu yang tidak disukainya dan ia akan mendapatkan tujuan akhirnya atau cita-citanya.


Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebut kembali kepada-Nya dengan firar (berlari kepada-Nya) karena ketika kembali kepada selain-Nya terdapat berbagai macam rasa takut dan hal yang tidak disukai, sedangkan kembali kepada-Nya terdapat berbagai hal yang disenangi, keamanan, kegembiraan, kebahagiaan dan keberuntungan, sehingga seorang hamba lari dari qadha’ dan qadar-Nya menuju kepada qadha dan qadar-Nya pula. Semua yang kita takuti biasanya kita menjauh darinya, akan tetapi jika kepada Allah, maka jalan keluarnya adalah dengan berlari kepada-Nya.


Yaitu dengan menaati-Nya dan tidak mendurhakai-Nya.

Terhadap azab Allah, agar kamu menjauhinya.


8. Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Wahai manusia, demikian besar kekuasaan Allah, maka segeralah kembali kepada Allah dengan menaati ajaran-Nya dan menunaikan perintah-Nya. Sungguh, aku adalah seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untuk kepentingan dan kebahagiaanmu. 

51. Dan untuk kembali kepada-Nya janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain untuk disembah selain Allah. Sungguh, aku merupakan seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untuk kebaikan dan kesejahteraanmu.


Lambang Penyiar Sholawat Wahidiyah

Fafirru Ilallah Artinya Apa !! Tentunya Punya Arti Yang Luar Biasa

Lambang Penyiar Sholawat Wahidiyah adalah tulisan huruf Arab diambil dari Ayat al–Qur’an berbunyi : FAFIRRUU ILALLAH berwarna putih di atas dasar warna hitam berbentuk bulat telor dikelilingi 8 (delapan) buah garis lengkung, seperti dimaksud ART PSW Bab II Pasal 7.



Arti Lambang Fafirru Ilallah dalam Wahidiyah


(1) Warna tulisan Fafirruu Ilalloh putih menunjukkan bersih, suci.

(2)  Warna dasar hitam menggambarkan hati yang masih dhulmah, gelap.

(3)  Garis-garis lengkung  menggambarkan payung, berjumlah 8 (delapan) buah, yaitu payung Lillah, payung Billah, payung Lirrosul, payung Birrosul, payung Lilghouts, payung Bilghouts, payung Yukkti Kulla Dzii Haqqin Haqqoh, dan payung Taqdiimul  Aham Fal Aham Tsummal Anfa’ Fal Anfa


Itulah sedikit penjelasan dari fafirru ilallah artinya, fafirru ilallah bahasa arab, fafirru ilallah arabic, Fafirru Ilallah Dalam Al Qur'an, Fafirru Ilallah Pendapat Para Ahli Tafsir, Fafirru Ilallah dijadikan lambang Lambang Penyiar Sholawat Wahidiyah, fafirru ilallah wahidiyah  semoga bermnafaat.