√ Pengertian Shalat Tarawih Menurut Istilah

Islam

Pengertian Shalat Tarawih Menurut Istilah

Ibnu Rusyd
Friday, May 1, 2020

Ad1

Ad2

Pengertian Shalat Tarawih

Pengertian Shalat Tarawih Dan Tata caranya - Shalat Tarawih pada bulan Ramadhan pada tahun ini sudah memasuki hari atau puasa ramadhan yang ke sembilan sudah satu minggu lebih, tidak ada salahnya dalam kesempatan kali ini kami tulis Pengertian Shalat Tarawih itu apa.

Pengertian Shalat Tarawih

Shalat Tarawih adalah shalat yang dikerjakan dalam bulan Ramadhan dan disunnahkan berjama’ah, tapi juga boleh sendirian. Waktu pelaksanaan Shalat Tarawih yaitu sesudah Shalat Isya’ sampai waktu fajar. Jadi walaupun sudah waktu Isya’ belum boleh menjalankan Shalat Tarawih sebelum melakukan Shalat ‘Isya’. Shalat Tarawih dilakukan dengan cara dua rakaat satu salam.

Bilangan Rakaat Shalat Tarawih 

Bilangan rakaat Shalat Tarawih ada beda pendapat dari kalangan ulama Islam sendiri. Dalam risalah ini rakaat Tarawihnya mengikuti para sahabat, Aimatul Mujtahidin (Madzahibul Arba’ah) dan Ulama’ salaf yang menggunakan 20 rakaat ditambah Shalat witir 3 rakaat, Jumlah 23 rakaat. 

Tentunya perihal perbedaan pendapat tentang jumlah raka’at Shalat Tarawih tidak perlu diperuncing. Yang perlu mendapat perhatian ialah orang-orang Islam yang belum melakukan Tarawih atau belum tepat pelaksanaannya.)

Dalam Hadist yang telah diriwayatkan oleh Imam Baihaqi sebagaimana berikut;

Pengertian Shalat Tarawih Menurut Istilah

“Dari Saib Bin Yazid ra. Ia berkata: “mereka para sahabat dan tabi'in) melakukan Shalat Tarawih pada masa khalifah Umar bin Khotob di bulan Ramadhan dengan 20 rakaat”. (H.R. Baihaqi).


Imam yang sudah kita kenal yakni Imam Baihaqi dari Yazid bin Ruman, berkata:

Pengertian Shalat Tarawih Menurut Istilah

“orang-orang Islam pada zaman Umar Bin Khottob Ra. menjalankan Shalat Tarawih dengan 23 rakaat”. (Sunan Baihaqi)

Tiga rakaat Shalat witirnya

Yang dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khottob R.a, menjalankan Shalat Tarawih dengan 20 rakaat itu telah didukung oleh sahabat-sahabat senior lainnya, seperti sahabat Utsman, Ali, Ibnu Abbas, ibnu Mas’ud, Zubair, dan sahabat muhajirin dan Ansor, Rodhiyallahu ‘ahhum.

Begitu juga Imam Syafi’i, Imam Maliki (dalam salah satu pendapatnya), Imam Ahmad bin Hambal, Imam Abu Hanifah dan Mujtahidin lainnya, termasuk Ibnu Taimiyah dan syeikh bin Muhammad bin Abdul Wahab tidak mengingkari apa yang dilakukan oleh Kholifah Umar bin Khottob r.a. (Shalat Tarawih dengan 20 rokaat).

Ibnu Taimiyah dalam suatu fatwanya mengatakan sebagai berikut:

Pengertian Shalat Tarawih Menurut Istilah

“Telah menjadi ketetapan bahwa Ubay bin Ka’ab melakukan Shalat Tarawih bersama-sama orang Islam sebanyak 20 rakaat pada bulan Ramadhan, dan kemudian dilanjutkan dengan Shalat witir 3 rakaat sehingga sebagian dari pada Ulama’ berpendapat bahwa demikian itu yang sesuai dengan sunnah, karena ubay bin Ka’ab melakukan-nya di tengah-tengah para sahabat, para muhajirin dan ansor, tanpa adanya suatu keingkaran dari seorang sahabat-pun’.

As-Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Abdul Wahab (Al-Wahabi) ketika ditanya tentang jumlahnya rakaat Tarawih, menjawab:

Pengertian Shalat Tarawih Menurut Istilah

“Sesungguhnya Umar bin Khottob r.a, ketika mengumpulkan orang-orang (islam) untuk melakukan Shalat Tarawih bersama-sama Ubay bin Ka’ab mereka melakukannya sebanyak 20 rakaat”.

Walhasil para sahabat Nabi Shollallahu 'alaihi Wasallam, di masa kholifah Umar Bin Khotob Ra, para Aimmatul madzahib al-arba’ah, para Mujtahid lainnya, para Ulama salaf dan kholaf telah bersepakat bahwa bilangan rokaat Shalat Tarawih yang dilakukan sejak masa Kholifah Umar bin Khotthob R,a, adalah 20 (dua puluh) rakaat, dengan ini kita tinggal mengikuti beliau-beliau.

Mengikuti para shahabat khususnya Khulafa’ Rosyidin berarti mengikuti sabda Nabi Shallallahu 'alaihi Wasallam:

Pengertian Shalat Tarawih Menurut Istilah

“Dan bahwasanya barangsiapa diantara kalian diberi usia panjang, maka pasti akan mengetahui berbagai macam perselisihan pandangan, maka berpegang teguhlah kepada sunnahku, kepada sunnahku dan sunnah khulafa’ur rosyidin yang selalu mendapat petunjuk, gigitlah sunnah-sunnah itu dengan geraham bungsu-mu. (H.R. Abu Dawud dan Tirmidzi (Shohih dan hasan).

Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi Wasallam yang artinya kurang lebih:

“Teladani (ikutlah) kedua (pemimpin) sesudahku, yaitu Abu Bakar dan Umar”. (H.R. Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Masalah jumlah raka’at Shalat Tarawih memang banyak riwayat yang berbeda. Tidak perlu diperdebatkan. Tidak ada habisnya.

Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara pelaksanaannya yang lebih baik? Jangan sampai meninggalkan rukun-rukun Shalat. Shalatnya nanti tidak shah, Percuma Sia-sia. Jangan terlalu ngebut seperti mengejar maling saja. Lakukan sesuai dengan syarat dan rukunnya yang benar, Ingat !! Shalat adalah munajat dengan Sang Khaliq Yang Maha agung. Jangan sembrono. Kita maksimalkan dalam Bulan Ramadhan kali ini lebih maksimal, yang mana banyak sekali keutamaan Bulan Ramadhan di dalamnya.

Itulah sedikit tulisan Pengertian Shalat Tarawih Menurut Istilah tidak menjelaskan Pengertian Shalat Tarawih Dan Tata caranya, pengertian shalat tarawih dan witir, pengertian shalat tarawih brainly, pengertian shalat tarawih dan tadarus, pengertian shalat tarawih dan tadarus al quran, pengertian shalat tarawih dan hukumnya hanya fokus pada pengertian shalat tarawih secara bahasa dan juga istilah beserta Dasarnya, semoga bermanfaat.