√ Sesuatu Yang Membatalkan Puasa | Puasa Ramadhan

Islam

Sesuatu Yang Membatalkan Puasa | Puasa Ramadhan

Ibnu Rusyd
Saturday, April 11, 2020

Ad1

Ad2

Sesuatu Yang Membatalkan Puasa Ramadhan

Segala sesuatu yang membatalkan puasa - Dalam menjalankan kewajiban Puasa dalam Bulan Ramadhan yang juga sangat pentng kita ketahui yaitu sesuatu yang membatalkan Puasa, maka dalam kesempatan kali ini wahidiyah.me berusaha menjelaskan segala sesuatu yang membatalkan puasa.

YANG TERMASUK SESUATU YANG MEMBATALKAN PUASA :

1. Masuknya ‘ain (sesuatu yang kelihatan mata) ke dalam tubuh melalui mulut (setelah lewat kerongkongan), hidung, telinga, qubul (farji) dan dubur (jalan kotoran) dengan sengaja (tidak karena lupa atau terlanjur).

Apabila masuknya sesuatu ke dalam lubang-lubang tersebut tidak disengaja misalnya lupa, maka tidak membatalkan puasa, sebagaimana dalam hadist bahwa beliau Rosuulillah Sholallohu 'Alaihi Wasallam bersabda : 

Sesuatu Yang Membatalkan Puasa Ramadhan

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (مَن نسِي وهو صائم فأكَل أو شرِب، فليُتِمَّ صومه؛ فإنما أطعَمه الله وسقاه)؛ متفق عليه

“Barang siapa lupa bahwa ia berpuasa, kemudian ia makan atau minum, hendaklah dia menyempurnakan puasanya. Sesungguhnya Allahlah yang memberinya makan dan minum”. (H.R. Bukhori dan Muslim).

Sehubungan dengan ketentuan masuknya 'Ain, ada beberapa hal yang masuk ke dalam tubuh tetapi tidak membatal-kan puasa, antara lain:

a. Masuknya obat yang tidak melewati lobang-lobang tersebut di atas, misalnya injeksi, memasukkan obat melalui mata sekalipun terasa pahit dalam kerong-kongan dan sebagainya. Hukumnya makruh.

b. Masuknya sesuatu ke dalam mulut, hidung atau telinga di ruangan luar (tidak melewati kerongkongan mulut atau ruangan dalam bagi hidung dan telinga), atau masuk ke dalam tetapi tidak disengaja (masuk dengan sendirinya). Misalnya masuknya debu yang ditaburkan angin, lalat, nyamuk dan sebagainya yang terbang lalu masuk ke dalam lobang-lobang tersebut sehingga masuk ke dalam batas terlarang, meskipun sengaja membuka mulut pada saat itu.

c. Menelan ludah yang belum keluar dari ruangan mulut dan belum tercampur dengan sesuatu yang lain baik yang suci ataupun najis. Dengan ini bagi orang yang ruangan mulutnya terkena najis seperti darah, dia wajib berkumur dengan air suci yang menyucikan, tidak cukup membersihkan dengan mengeluarkan air ludah, karena air ludah tidak bisa digunakan menyucikan najis.

d. Mengkompres kepala atau membasahi badan dengan air, karena haus atau panas, asal airnya tidak masuk ke dalam lubang-lubang tersebut diأatas.

Diriwayatkan oleh salah satu sahabat: “Sungguh aku melihat Rasulullah Shollallahu 'alaihi Wasallam, di desa Aroj menyiram kepalanya dengan air karena dahaga atau panas, padahal Beliau berpuasa.” (H.R. Abu Dawud)

2. Muntah yang disengaja, sekalipun tidak ada sesuatu yang kembali ke dalam kerongkongan. Muntah yang tidak disengaja tidak membatalkan puasa.

Nomer 2 termasuk perkara yang membatalkan puasa yaitu Muntah, dalam Sabda Nabi Shollallohu 'Alaihi Wasallam Hadist yang diriwayatkan Abu Daud :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( مَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ – أي : غلبه- فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ ، وَمَنْ اسْتَقَاءَ عَمْدًا فَلْيَقْضِ ) صححه الألباني في صحيح الترمذي .

“Barang siapa terpaksa muntah, tidaklah wajib meng- qodlo puasanya dan siapa yang berusaha muntah maka hendaklah dia mengqodlo puasanya”. (H.R. Abu Daud ).

3. Bersetubuh (hubungan seksual) pada siang hari.

Bersetubuh pada waktu siang hari ini termasuk perkara yang membatalkan Puasa sebagaimana Firman Allah Shubhanahu Wata'ala :

“Dihalalkan kepada kamu di malam puasa (Ramadlan) bercampur (bersetubuh) dengan istrimu”. (Q.S. Al- Baqoroh :187) 

Seorang laki-laki yang membatalkan puasanya dengan bersetubuh di siang hari dalam bulan Ramadlan, saat itu dia diwajibkan berpuasa dan sedang berpuasa, maka dia diwajibkan mengqodlo dan membayar kafarat. 

Macam-macam Kafarat-nya disini dibagi tiga tingkatan:

a) Memerdekakan hamba (budak). Hal ini di negeri kita atau masa kini tidak mungkin bisa dilaksanakan, kemudian pindah ketingkatan berikutnya.

b) Berpuasa dua bulan berturut-turut, sehingga kalau di tengah-tengah atau manjelang selesai terputus (batal) harus memulai lagi dari pertama. Dan kalau tidak mampu berpuasa seperti itu baru bisa yang ketiga.

c) Bersedekah (memberi makan yang mengenyangkan kepada enam puluh orang fakir miskin, setiap orang 6.5 ons (0,65 Kg) beras ).

Dalam suatu riwayat disebutkan :

“Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shollallahu 'alaihi Wasallam berkata: “celaka saya, ya Rasulullah .” Beliau bertanya: “Apakah yang men-celakakan engkau?” Jawabnya: “Saya telah bersetubuh dengan istri saya pada siang Ramadlan”. Beliau bertanya: “Sanggupkah kamu memerdekakan hamba?” Jawabnya: ”tidak”. Beliau bertanya: “Kuatkah engkau berpuasa dua bulan berturut-turut?” Jawab-nya: “tidak kuat”. Beliau bertanya lagi: ”Adakah kamu mempunyai makanan guna memberi makan enam puluh orang miskin?” Jawabnya lagi: ”tidak ada”. Kemudian laki-laki itu duduk. Pada saat itu ada seseorang memberi Rasulullah Shollallahu 'alaihi Wasallam karung besar yang berisi korma. Beliau berkata: “Sedekahkan korma ini”. Laki-laki itu ber-tanya: ”kepada siapa? Apakah kepada orang yang lebih miskin dari saya? Demi Allah, tidak ada penduduk kampung ini yang lebih membutuhkan makanan daripada keluarga kami”. Beliau Shollallahu 'alaihi Wasallam tertawa sehingga terlihat gigi taringnya dan bersabda: ”Pulanglah dan berikanlah korma itu kepada ahli (keluargamu)”. (H.R. Bukhori dan Muslim dari Abu Huroiroh).

Yang diwajibkan membayar kifarat karena bersetubuh ini hanya yang laki-laki, bagi istrinya tidak diwajibkan membayar kafarat sekalipun sama-sama berkehendak. Ilatnya; dia batal puasanya karena masuknya sesuatu ke dalam qubul/farjinya.

4. Keluar darah haidl atau nifas (darah yang keluar setelah melahirkan anak). Berdasarkan hadits Sayyidatina ‘Aisyah di atas.

5. Gila. Jika penyakit gila itu datang di siang hari maka mambatalkan puasa sekalipun hanya sebentar.

6. Keluar mani (sperma) dengan disengaja (dengan bersentuhan dengan lain jenis, onani, atau lainnya). Adapun keluar mani sebab mimpi, atau menghayal, dsb, tidak membatalkan puasa.

Inilah sedikit tentang Sesuatu Yang Membatalkan Puasa termasuk Puasa Ramadhan atau sesuatu yang dapat membatalkan puasa, sesuatu yang bisa membatalkan puasa, maka dari itu mari kita tinggalkan segala sesuatu yang membatalkan puasa untuk menuju puasa yang sempurna. (Mars)

Baca :