√ Pengertian Puasa Ramadhan Lengkap

Islam

Pengertian Puasa Ramadhan Lengkap

Ibnu Rusyd
Saturday, April 11, 2020

Ad1

Ad2

Pengertian Puasa Ramadhan Dan Dalilnya

Pengertian Puasa Ramadhan - Kalimat “puasa” yang dalam bahasa Arabnya “SHOUM” atau “SHIAM”; menurut lughowi (arti bahasa) ialah “IMSAK” yakni menahan dari sesuatu, seperti menahan dari tidur, berbicara yang kotor, makan, minum dan lain-lain.

Menurut istilah Syar’i ialah menahan diri dari sesuatu yang membatalkannya dengan niat tertentu di sepanjang hari (mulai terbit fajar hingga metahari terbenam) dengan syarat, rukun tertentu pula.

Dalam Al Qur'an Allah Shubhanahu Wata'ala berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat ke 187 :

Pengertian Puasa Ramadhan Lengkap

“Makan dan minumlah kamu, hingga saatnya bisa dibedakan antara benang putih dengan benang hitam, yaitu fajar, kemudian sempurnakanlah puasa itu hingga malam (terbenamnya matahari)”. (QS. Al-Baqoroh: 187)

Hadist Tentang Puasa Ramadhan

Dalam kesempaan kali ini Wahidiyah.me menyampaikan salah satu hadist Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wasallam tentang Puasa Ramadhan yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhori Muslim dari Ibnu Umar RA yang artinya :

“Apabila malam datang, siang lenyap dan matahari telah terbenam, maka datanglah waktu berbuka bagi yang ber-puasa”. (H.R. Bukhori Muslim dari ibnu Umar ra.)

SYARAT SYAH PUASA

Langsung saja, apasih syarat-syarat syah dalam Puasa Ramadhan, adapun syarat syahnya :

1. Islam; 

Orang kafir dan murtad tidak sah puasanya. Namun orang murtad tetap diwajibkan mengqodlo puasanya setelah kembali masuk islam lagi.

2. Tamyiz (mengerti, normal akal pikirannya). 

Orang gila dan kanak-kanak yang belum mumayyiz tidak sah puasanya. Tetapi bagi kanak-kanak setelah mumayyiz dan belum baligh supaya dilatih berpuasa.

3. Suci dari darah haidl (datang bulan) dan nifas (darah yang keluar setelah melahirkan). 

Orang yang haidl atau nifas tidak sah puasanya, tetapi keduanya diwajibkan mengqodlo yang tertinggal itu. Sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori : 

“Dari Aiyah Ra. Beliau berkata: “Kami (kaum wanita) disuruh oleh Rasulullah Shollallahu 'alaihi Wasallam, mengqodlo puasa dan tidak disuruhnya mengqodlo sholat (yang ditinggalkan sewaktu datang bulan/haidl) ”. (H.R. Bukhori).

4. Dalam waktu yang diperbolehkan berpuasa.

Adapun waktu yang dilarang berpuasa yaitu dua hari Raya (Idil fifri dan Idil adha) dan tiga hari Tasyriq (tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah).

Diriwayatkan:

“Dari Anas ra, : “Bahwasannya beliau Nabi Shollallahu 'alaihi Wasallam telah melarang berpuasa pada lima hari dalam setahun: hari raya Idil Fitri, hari raya Idil Adha, tiga hari Tasyriq (Tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah). (H.R. Daruquthni).

FARDLU ATAU RUKUN PUASA

1. Berniat pada malam harinya. 

Tiap-tiap malam dalam bulan Ramadlan harus berniat puasa dengan ketentuan sebagai berukut:

a. Menempatkan niat dalam hati, 

Menempatkan niat dalam hati, mengucapkan niat dengan lisan yang tidak disertai berniat puasa dalam hati, berniat semacam itu tidak sah dan tidak sah pula puasanya. Adapun mengucapkan niat dengan lisan itu hikumnya sunnat (hanya untuk membantu niatnya hati).

b. Menempatkan niat pada malam hari (di antara terbenamnya matahari sampai waktu imsak).

Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam bersabda yang artinya kurang lebih: 

“Barang siapa yang tidak berniat berpuasa pada malamnya, sebelum terbit fajar, maka tidak sah puasanya”. (H.R. lima ahli hadits).

Hal ini khusus untuk puasa fardlu. Kalau puasa sunnat boleh menempatkan niat pada siang hari sebelum Zawalu syamsi (condongnya matahari ke arah barat) dan belum melakukan sesuatu yang membatalkan puasa.

Diriwayatkan dalam Hadist :

Dari ibu “Aisyah ra, Beliau berkata : “Pada suatu hari Rasulullah Shollallahu 'alaihi Wasallam datang (ke rumah saya) beliau bertanya: “Adakah makanan padamu? ”Saya jawab: ”Tidak ada apa-apa”. Beliau lalu bersabda: “kalau begitu saya berpuasa”. Kemudian pada hari lain, Beliau datang dan berkata: Adakah makanan padamu? Aku jawab: ”ada” Beliau berkata: ”kalau begitu aku tidak puasa sekalipun aku telah niat berpuasa“. (H.R.Baihaqi).

c. Menentukan ”puasa Ramadlan”. 

Kalau hanya niat ”aku besuk berpuasa” (NAWAITU SHOUMA GHODIN), tidak menentukan “puasa Ramadlan” (‘An adaai fardli Ramadlani), niat semacam itu belum sah. Adapun menentukan fardliyah (fardli), bulan (syahri), tahun (hadzihis-sanati) itu tidak menjadi syarat sahnya niat. Begitu pula menyadarkan niat kepada Allah (Lilahi Ta’ala), karena semua perbuatan yang baik secara mutlak harus didasari pengabdian diri kepada Allah Subhanahu Wata'ala, dengan penuh ikhlas (LILLAH).

Jadi niat puasa Ramadlan minimal adalah:

Pengertian Puasa Ramadhan Lengkap

“Aku niat puasa besok dari Ramadlan”.

Niat puasa yang sempurna ialah:

“Aku niat berpuasa sehari besok untuk menunaikan fardlu puasa bulan Ramadlan tahun ini, semata-mata karena Allah Ta’ala”.

Perhatian: Huruf “Nun” pada kalimat “Ramadlani” dalam niat sempurna di atas supaya dibaca kasroh, karena diidhofahkan ke kalimat sesudahnya sebagaimana dalam kitab Kaasyifatu Assajaa syarah kitab safinatu Annajaa halaman 118.

Sampai saat ini masih banyak umat Islam sendiri yang kurang mengetahui ketentuan-ketentuan niat tersebut.

Dengan ini hendaknya para Ulama’, para Kyai, para ustadz, guru-guru agama, tokoh-tokoh agama dan siapa saja yang mengerti hal tersebut supaya menjelaskan kepada sesamanya yang belum mengetahui sesuai dengan kemampuan masing-masing, karena niat adalah hal yang pokok dalam segala amal perbuatan.

Rosuululloh Sholallohu 'Alaihi Wasallam bersabda : 

Pengertian Puasa Ramadhan Lengkap

“Sesungguhnya (bisa sah) segala amal itu, jika disertai dengan niat. Dan seseorang (akan menerima imbalan) sesuai dengan niatnya. Barang siapa hijrahnya (amal perbuatannya) karena Allah (LILLAH) dan Rosul-Nya (LIR-ROSUL) maka hijrahnya itu kepada Allah dan rosul-Nya (diterima oleh Allah dan Rosul-Nya). Dan barang siapa hijrahnya karena wanita yang akan dikawininya atau materi/dunia yang akan diperoleh-nya, maka hasil hijrahnya sesuai dengan apa yang dituju”. (H.R. bukhori dan Muslim).

Baca : 

Bulan Ramadhan Dan Keutamaannya

Puasa Ramadhan Dan Keutamaannya Beserta Dalilnya

2. Menahan dari segala yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

Itulah sedikit penjelasan beserta dasarnya pengertian Puasa Ramadhan lengkap, dan disini tidak menjelaskan tentang Pengertian Puasa Ramadhan Brainly, Pengertian Puasa Ramadhan Menurut Para Ahli, Pengertian Puasa Ramadhan Pdf tapi Pengertian Puasa Ramadhan bisa digunakan untuk Anak, baik anak SD, SMP, SMA, MA, SMK, Perguruan Tinggi, maupun Tokoh Agama tentang jawaban jelaskan Pengertian Puasa Ramadhan. (Sumber Buku Karya K. Zainuddin Tamsir, Marhabab Yaa Ramadlan)