√ Kehebatan Shalawat Kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam -->

Islam

Kehebatan Shalawat Kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam

Ibnu Rusyd
Sunday, April 26, 2020

Ad1

Ad2

Kehebatan Sholawat

Kehebatan Sholawat - Untuk mengawali tulisan yang sederhana ini tentang kehebatan Sholawat baik sholawat maksurah maupun sholawat Ghoiru Maksurah tentunya punya manfaat dan kehebatan yang berbeda-beda, dalam kesempatan kali ini penulis berusaha mengupas apa itu kehebatan sholawat.

Dasar Membaca Sholawat 

Kehebatan Shalawat kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tentunya tidak lepas dari dasar yang kuat. Adapun dasar mengamalkan atau membaca Sholawat kepada Baginda Nabi kita Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah firman ALLAH dalam Surat  Al-Ahzab, ayat 56 :

إِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَـتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يـَآأ َيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّـمُوْا تَسْلِيْمًا ( 33- الأحزاب :56)

Artinya kurang lebih :

“Sesungguhnya ALLAH dan para Malaikat-Nya membaca Shalawat kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam; Wahai orang-orang yang beriman bacalah Sholawat dan sampaikan salam sebaik-baiknya kepadanya (QS. 33 Al-Ahzab, 56).

Kehebatan Shalawat Kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam

Sholawat Allah Kepada Baginda Nabi

Sholawat dari ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala  kepada Baginda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berupa penambahan rahmat dan kemuliaan (rohmat ta’dhim). Sedangkan yang kepada selain Baginda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berupa rahmat dan maghfirah (kasih sayang dan ampunan).

Sholawat Para Malaikat kepada Nabi

Adapun Sholawat para Malaikat yang kepada Baginda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berupa permohonan rahmat dan kemuliaan kepada ALLAH bagi Baginda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, dan yang kepada selain Baginda  Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berupa permohonan rahmat dan maghfirah.

Kedudukan Hukum Membaca Sholawat

Mengenai kedudukan hukumnya membaca Sholawat, ada beberapa pendapat dari para Ulama. Ada yang mengatakan wajib bil ijmal, ada yang mengatakan wajib satu kali semasa hidup, dan ada yang berpendapat sunnah. Pendapat yang paling masyhur adalah sunnah muakkadah. Akan tetapi membaca Sholawat pada tahiyat akhir dalam sholat hukumnya wajib oleh karena sudah menjadi sebagai rukunnya sholat.

Bagi kita para Pecinta kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, umumnya kita kaum mukminin dan kaum muslimin khususnya para pengamal Sholawat Wahidiyah, disamping memperhatikan pendapat para Ulama tentang kedudukan hukum membaca Shalawat seperti di atas, yang lebih penting lagi adalah menyadari dengan konsekuen bahwa membaca Shalawat kepada Baginda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam merupakan kewajiban moral dan keharusan budi nurani tiap-tiap manusia lebih-lebih kita kaum mukminin. 

Sebab Membaca Sholawat :

Pertama ; kita diperintah membaca sholawat seperti dalam Al Qur'an Surat  Al-Ahzab, ayat 56.

Ke dua ; kita semua berhutang budi kepada Baginda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang tidak terhitung banyak dan besarnya dhohiron wa bathinan syar’an wa haqiqatan.

Ke tiga ; faedah dan manfaat bacaan Shalawat kembali kepada yang membaca. Bahkan disamping pembaca sendiri, keluarga, masyarakatnya dan makhluq-makhluq lain juga ikut merasakan manfaat dan barokahnya bacaan sholawat. Manfaat dan barokah yang luas sekali, baik untuk kepentingan di dunia maupun di akhirat. 

Manfaat lahir dan manfaat batin, manfaat materiil dan manfaat spiritual. Junjungan kita Nabi Besar Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam sendiri tidak berkepentingan dan tidak tergantung kepada bacaan Sholawat dari ummat. Adanya perintah membaca Sholawat, justru manfaatnya kembali kepada umat sendiri, untuk mengangkat derajat, untuk meningkatkan iman, taqwa dan mahabbah-nya kepada ALLAH WA ROSULIHI Shalallahu 'Alaihi Wasallam.

FAEDAH DAN MANFAAT BACAAN SHOLAWAT

Ada banyak sekali sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang menerangkan fadhilah/keutamaan atau kehebatan sholawat dan manfaat membaca Sholawat. Juga banyak Hadits yang memberi peringatan dan bahkan kecaman terhadap mereka yang lengah dan kurang perhatian terhadap bacaan Sholawat. 

Berikut kehebatan/faedah dan manfaat membaca shalawat :

1. Kehebatan Sholawat Bebas Nifaq

 قَـالَ صلى الله عليه وسلم : مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيـْهِ عَشْرًا وَمَنْ صَلَّى عَلَىَّ عَشْرًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ مِـائَةً , وَمَنْ صَلَّى عَلَىَّ مِائَةً كَتَبَ اللهُ بَـيْنَ عَـيْنَـيْهِ بَـرَأَةً مِنَ النِّـفَاقِ وَبـَرَأَةً مِـنَ النـَّارِ وَأَسْكَـنَهُ يَوْمَ الْـقِـيَامَـةِ مَعَ الشُّهَدَآءِ . رواه  الـطـبرانى عن أنس بن مالك رضى الله  تعالى عـنه 

Bersabda  Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam : 

“Barang siapa membaca Shalawat kepadaku satu kali, maka ALLAH membalas Shalawat kepadanya sepuluh kali; dan barangsiapa membaca Shalawat kepadaku seratus kali, maka ALLAH menulis di antara kedua matanya : “bebas dari munafik dan bebas dari neraka”, dan ALLAH menempatkannya besok pada Yaumul Qiyamah bersama-sama dengan para syuhada'”.  (Riwayat Thabrani dari Anas bin Malik)

Betapa besarnya keuntungan yang dapat diperoleh dengan bacaan Sholawat kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Satu kali dibalas sepuluh kali; sepuluh kali dibalas seratus kali, dan seratus kali membaca Sholawat dicatat dan dijamin bebas dari nifaq dan bebas dari neraka, disamping digolongkan dengan para Syuhada'. Bahkan lebih dari itu. Sholawat dari ALLAH kepada hamba-NYA jauh lebih berharga, tidak dapat diperbandingkan dengan bacaan Sholawat dari para hamba-NYA.

Mari kita lihat apa itu Nifaq, Nifaq” adalah penyakit mental yang sudah menjadi wabah masyarakat (mental epidemi). Seseorang yang terjangkit penyakit nifaq disebut “Munafik”. 

Penyakit tersebut jika tidak diadakan penanggulangan dan pengobatan pasti akan membawa kehancuran dan kesengsaraan umat manusia. Sebab di dalam sifat nifaq itu tersimpan “nuklir jahat” yang sangat besar potensialnya dan paling dahsyat dampak kehancurannya. Lebih dahsyat dari bom nuklir di Hiroshima, Jepang. Energi potensialnya yang jahat itu tidak hanya bisa menghancurkan satu kota atau satu negara, tetapi bahkan mampu menghancurkan dunia seisinya ! 

Firman ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala 

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْـبَرِّ وَالْـبَحْرِ بـِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْالَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ (30 – الروم : 4)

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya ALLAH merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar” (30-Ar-Rum: 41).

2. Membaca Shalawat Resep obat penyakit Nifaq

Meyakini akan kebenaran hadits di atas, kita sebagai orang mukmin seharusnya berani dengan konsekuen menjadi-kan bacaan Sholawat kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam sebagai “resep obat penyakit nifaq” yang bersarang di dalam hati kita masing-masing. Kita dan keluarga kita. Bahkan bagi kita dan bagi umat masyarakat.

3. Membaca Sholawat Mengangkat derajatnya sepuluh tingkatan

قَـالَ صلى الله عليه وسلم : أَجَلْ , أَتَانـِي آتٍ مِنْ رَبِّي فَقَالَ : مَنْ صَلَّى عَلَيْكَ مِنْ أُمَّتِكَ صَلاَةً كَـتَبَ اللهُ لَهُ بِهَا عَـشْـر حَسَنـَاتٍ وَمَحَـا عَنْهُ عَشْـرَ سَيـِّئَاتٍ وَرفَعَ لَهُ عَـشْـرَ دَرَجَـاتٍ وَرَدَّ عَـَيْهِ مِثْلَهَا (رواه الإمام  أحْمَـد عن أبي طـَلْحَة  الأ نـْصَـاري )

Bersabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam  :

“Ya benar, telah datang kepadaku seorang pendatang dari Tuhanku kemudian berkata : “Barangsiapa diantara umatmu membaca Shalawat kepadamu satu Sholawat, maka sebab bacaan Shalawat tadi ALLAH menuliskan baginya sepuluh kebaikan dan mengangkat derajatnya sepuluh tingkatan, dan membalas Shalawat kepadanya sepadan dengan shalawat yang ia baca” (H.R. Imam Ahmad  dari Abi Thalhah Al-Anshory).

Dengan hadits tersebut seharusnya lebih mantap perhatian kita terhadap bacaan Sholawat kepada Nabi kita Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Dalam hadits disebutkan bahwa membaca sholawat sebagai amal kebagusan, sebagai penghapus keburukan dan sebagai pengangkat derajat bagi pembacanya. Yakni derajat di sisi dan menurut pandangan ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala.

4. Membaca Sholawat lebih utamanya manusia di sisiku

قَـالَ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِيْ يَوْمَ الْقِـيَامَـةِ أَكْـثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلاَةً (رواه الترمذي عن ابن مَسْعُوْد, حَديْثٌ حسَـنٌ )

Bersabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam :

“Sesungguhnya lebih utamanya manusia di sisiku besok pada hari Qiyamat ialah mereka yang lebih banyak membacanya Sholawat kepadaku”. (Hadits Hasan riwayat Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud)

Seluruh umatnya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam tentu ingin dirinya berada dekat dengan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam lebih-lebih besuk pada Yaumul Qiyamah. 

Apakah kita sudah konsekuen dengan keinginan itu ?. Artinya;  bagaimana usaha kita agar supaya berada dekat dengan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam ? Marilah kita perhatikan Hadits di bawah ini!.

قَـالَ صلى الله عليه وسلم : فَمَنْ كَانَ أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْـرَبَهُم مِنِّيْ مَنْزِلَةً . رواه البيْهَقي عَن أبي أُمَا مَة بسَنَدٍ حسَنِ (سعادة الدارين : 58 )

Bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Barang siapa yang lebih banyak di antara kamu sekalian bacaan Sholawatnya kepadaku, dialah yang lebih dekat kedudukannya dengan aku” (H.R. Al-Baihaqy dari Abi Umamah)


Sekalipun hadits tersebut menggunakan kalam khabar, akan tetapi tekanannya adalah kalam insya’ yang memberi jaminan atau garansi. 

5. Kehebatan baca sholawat sebagai Istighfar penebus dosa dan pembersih

قَـالَ صلى الله عليه وسلم : صَلُّوْا عَلَيَّ فَإِنَّ الصَّلاَةَ عَلَيَّ كَفَّارَةٌ لَكُمْ وَزَكَاةٌ, وَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ مَرَّةً صَلَّى اللهُ عَلَـيْهِ عَشْرًا (رَوَاه ابنُ عَاصِمٍ  عن أنـَس رضى الله عنه)
.
Bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Bacalah kamu sekalian Sholawat kepadaku, maka sesungguhnya bacaan Sholawat kepadaku itu menjadi penebus dosa dan pembersih bagi kamu sekalian; Dan barangsiapa membaca shalawat kepadaku satu kali, maka ALLAH memberi shalawat kepadanya sepuluh kali.”  (Riwayat Ibnu Abi ’Ashim Dari Anas bin Malik RA) 
  

Dari hadits tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa membaca Sholawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam berfungsi sebagai istighfar dan memperoleh jaminan maghfiroh dari ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala.


قَـالَ صلى الله عليه وسلم : اَكْثِرُوا الصَّلاَةَ عَلَيَّ فَـإِنَّ صَلاَتَكُـمْ عَلَيَّ مَغْـفِرَةٌ لِذُنُوْبـِكُمْ وَاطْلُـبُوْا ِلى الدَّرَجَـةَ وَالْـوَسِيْلَةَ .... الحَـديثَ (رواه ابْنُ عَسَاكِرَ عن الحسَنِ بْنِ عَليٍّ رضى الله عنهما)  

Bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Perbanyaklah bacaan shoal-wat kepadaku; karena sesungguhnya bacaan shalawat-mu kepadaku itu merupakan  maghfiroh atas dosa-dosa kamu sekalian, dan carilah kedudukan dan wasilah kepadaku …. (Hadits Riwayat Ibnu  ‘Asakir dari Hasan Bin Ali Ra.)

6. Pengawal Doa dan sebagai pembersih amal

قَـالَ صلى الله عليه وسلم : صَلاتُكُمْ عَلَيَّ مَحْـرَزَةٌ لِدُعَائِكُمْ وَمَرْضَـاةٌ لِرَبِّكُمْ وَزَكَاةٌ لأَعْمَالِكُمْ (رواه الدَّيْلمَى عن علىٍّ كرَّم اللهُ وَجْـهَه)
Bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Bacaan shalawat-mu kepadaku itu merupakan pengawal bagi doamu dan meridha-kan Tuhanmu, serta sebagai pembersih amal-amalmu.”  (Riwayat Ad-Dailami dari Sayyidina ‘Ali, Karramallahu Wajhah). 

8. Kunci Pembuka Hijab dan Jaminan terkabulkannya do’a 

قَـالَ صلى الله عليه وسلم : ألدُّعَاءُ كُلُّـهُ مَحْجُـوْبٌ حَتَّى يَكُوْنَ أَوَّلَهُ ثَنَاءٌ عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَصَلاَةٌ عَلَى النَّبِىِّ (صلى الله عليه وسلم) ثُمَّ يَدْعُوْ فَيُسْتَجَابُ لِدُعَآئِهِ (رواه النَّسَائي عن عَبْدِ الله بن بَسَر رضى الله عنه)

Bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Segala macam doa terhijab (terhalang / tertutup), sehingga diawali dengan pujian kepada ALLAH ‘Azza wa Jalla dan bacaan sholawat kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam kemudian berdo’a, maka do’a itu di ijabahi  ( H.R. An-Nasai dari Abdullah bin Yasar RA)

Dari hadits tersebut jelas bahwa bacaan Sholawat kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam merupakan “kunci pembuka hijab” bagi doanya hamba kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala dan menjadi jaminan terkabulkannya suatu do’a. Dengan kata lain berdo’a kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala yang tidak disertai atau yang tidak mengandung Sholawat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak bisa sampai kepada ALLAH, jangankan dikabulkan.

9. Mendatangkan bermacam-macam hajat

Sebagaimana dalam hadits nabi Sholallahu 'Alaihi Wasallam : 


قَالَ صلى الله عليه وسلم : مَنْ صَلَّى عَلَيَّ فِى كُلِّ يَـوْمٍ مِائَةَ مَـرَّةٍ قَضَى اللهُ لَهُ مِائَةَ حَاجَـةٍ , سَبْعِيْنَ مِـنْهَا ِلآْخِرَتِـهِ وَثَلاَثِيْنَ مِنْهَـا لِـدُنْـيَاهُ (أخْـرجَـه ابنُ مَنْـدَه عن جابِـر رضى الله عنه)

"Barang siapa membaca Shalawat kepadaku tiap hari 100 (seratus) kali maka Allah mendatangkan baginya seratus macam hajat kebutuhannya, yang 70 macam untuk kepentingan akhiratnya, dan yang 30 macam untuk kepentingan di dunianya".

Sudah barang tentu kita tidak boleh menyalahgunakan hadits tersebut dengan menganggap cukup memperbanyak bacaan sholawat saja tanpa berusaha atau ikhtiar dalam soal-soal yang kita diwajibkan berusaha atau berikhtiar. 

Sama sekali tidak boleh. Suuul adab dan beri’tikad buruk. I’tikad buruk kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala WA ROSUULIHI Shallallahu 'Alaihi Wasallam ! Kita tetap diwajibkan berusaha, bekerja dan melaksanakan bidang-bidang yang menjadi tugas kewajiban kita dengan setepat mungkin dan sesempurna-sempurnanya. Istilah di dalam Wahidiyah harus “YUKTII KULLA DZII HAQQIN HAQQOH” 

10. Tidak akan Meninggal sebelum melihat tempatnya di Surga


قَـالَ صلى الله عليه وسلم: مَنْ صَلَّى عَلَيَّ فِى يَـوْمٍ أَلْـفَ مَـرَّةٍ لَـمْ  يَمُتْ حَـتَّى يَرَى مَـقْعَـدَهُ مِـنَ الْجَنَّـةِ (رواه الضِيَاءُ  عن  أنسِ ابـْن مَـالك  رضى الله عنه )
(
Bersabda Rosululloh Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Barang siapa membaca Sholawat kepadaku setiap hari seribu kali dia tidak akan mati sehingga dia melihat tempatnya di Surga”. (HR. Adl-Dliya’ dari Anas bin Malik ٌِRA).


Kita juga tidak boleh menyalahgunakan hadits ini ! Akan tetapi kita harus yakin kebenaran hadits tersebut dan seharusnya berusaha merealisir keyakinan kita itu demi meningkatkan iman dan taqwa serta mahabbah kita kepada ALLAH wa Rosuulihi Shallallahu 'Alaihi Wasallam 

Itulah Kehebatan Shalawat Kepada Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasallam, termasuk didalamnya kehebatan sholawat jibril, kehebatan sholawat bani hasyim, kehebatan sholawat burdah, kehebatan sholawat nariyah, kehebatan sholawat munjiyat, kehebatan sholawat fatih, kehebatan sholawat adrikni, kehebatan sholawat nuridzati, kehebatan sholawat nuridz dzati, kehebatan amalan sholawat, kehebatan sholawat al fatih, kehebatan sholawat basyairul khoirot dan juga kehebatan sholawat wahidiyah, semoga bermanfat.