√ Hukum Berbuka Puasa Di Siang Hari Apakah Wajib, Boleh, Haram Atau Tidak Wajib -->

Islam

Hukum Berbuka Puasa Di Siang Hari Apakah Wajib, Boleh, Haram Atau Tidak Wajib

Ibnu Rusyd
Wednesday, April 22, 2020

Ad1

Ad2

Buka Puasa Di Siang Hari

Hukum Berbuka Puasa di siang hari - Hukum berbuka (tidak berpuasa) pada siang hari pada bulan Ramadhan itu ada empat macam.

Apa saja kan empat macam hukum Hukum berbuka (tidak berpuasa) pada siang hari pada bulan Ramadhan, mari kita lihat.

Empat macam Hukum berbuka (tidak berpuasa) pada siang hari pada bulan Ramadhan :

1. Wajib berbuka; 

Yaitu bagi perempuan pada saat datang bulan (haidl) atau nifas dan orang sakit yang parah sehingga kalau berpuasa akan lebih parah lagi.

2. Jawaz (boleh) berbuka yaitu bagi:

a. Orang sakit yang menurut dhon (persangkaan/ perkiraan) atau menurut ahli penyakit/dokter, kalau dia berpuasa sakitnya semakin parah yang sehingga memperbolehkan tayamum.

b. Orang dalam perjalanan jauh (80, 64 Km (menurut sebagian fuqoha) dalam bepergian yang bukan maksiat dan keluarnya dari batas desanya sebelum fajar (imsak). 

Bagi perjalanan yang belum memenuhi syarat-syarat tersebut tidak boleh berbuka kecuali dalam keadaan dlorurot (terpaksa). Tapi kalau masih kuat dan tetap berpuasa itu lebih baik.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:


وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan maka hendaklah menqodlo puasanya di hari-hari yang lain (menurut bilangan harinya berbuka)…..”. (Q.S. Al-Baqarah :185)

3. Haram berbuka (tidak berpuasa) 

Yaitu bagi orang yang berpuasa yang tidak ada udzur (alasan) sama sekali,

dan orang yang mengodho puasa Ramadhan pada saat waktu sudah sempit (hampir datang bulan Ramadhan lagi) dan dia mampu melaksanakannya.

4. Tidak wajib, tidak jawaz, tidak makruh dan tidak haram berbuka; yaitu orang gila.

Itulah Hukum Berbuka Puasa Di Siang Hari ada yang Wajib, Boleh, Haram dan Tidak Wajib, untuk melengkapi dan memahami serta melaksanakan Puasa Ramadhan yang sesuai Syari'at Islam mari lihat ; Pengertian Puasa Ramadhan Lengkap, Bulan Ramadhan Dan KeutamaannyaPuasa Ramadhan Dan Keutamaannya Beserta Dalilnya, dan Niat Puasa Ramadhan.

Berbuka Yang Mewajibkan Imsak & Qodho

Orang yang berpuasa dalam bulan Ramadhan jika melakukan salah satu dari 6 (enam) hal di bawah ini, dia diwajibkan imsak (menahan diri dari sesuatu yang membatalkan puasa pada siang hari) dan diwajibkan qodho (berpuasa) di luar Ramadhan:

1) Sengaja melakukan sesuatu yang membatalkan puasa tanpa ada udzur (alasan) yang membolehkannya.

2) Tertinggal (lupa) niat pada malam harinya.

3) Makan sahur dengan menduga bahwa waktunya masih malam, ternyata sudah terbit fajar (waktu imsak).

4) Berbuka dengan persangkaan bahwa sudah waktunya (sudah terbenam matahari). Ternyata belum maghrib.

5) Mengira bahwa hari itu masih tanggal 30 Sya’ban dan dia tidak berpuasa, pada siang harinya ia tahu bahwa hari itu sudah tanggal 1 Ramadlan sekalipun sudah melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.


6) Terlanjurnya air masuk ke dalam kerongkongan atau hidung (bagian dalam) pada waktu berkumur atau menghisap air wudlu ke hidung dengan keterlaluan.

Berbuka Yang Berhubungan Dengan Qodho Dan Fidyah:

1) Wajib qodho dan wajib membayar fidyah; 

Yaitu bagi orang yang berbuka karena menyelamatkan orang lain, seperti menyelamatkan orang yang tenggelam di sungai sehingga puasanya batal. Orang hamil (bunting) atau orang menyusui bayi jika berbuka (tidak puasa) karena takut terjadinya bahaya atau akibat buruk pada anak yang dikandung atau yang disusuinya. Tapi jika berbukanya itu karena takut terjadinya bahaya pada dirinya sendiri atau beserta anaknya, maka dia hanya diwajibkan qodlo (tidak wajib bayar fidyah). 

Begitu juga orang yang mempunyai hutang (tanggungan) qodlo puasa Ramadhan tidak segera mengqodho padahal ada kesempatan dan kemampuan sehingga datang bulan Ramadhan lagi, disamping dia tetap diwajibkan mengqodho puasa yang ditinggalkan (setelah Ramadhan yang ke-dua) juga wajib membayar fidyah, sesuai hari yang diqodho’nya.

Fidyah (tebusan dari puasa yang tertinggal); yaitu membayar sedekah kepada seorang miskin berupa makanan yang mengenyangkan, seperti beras, sebanyak satu mud atau 0,65 kg/ 6.5 ons per hari).

Dalam kitab Sunan al-Bayhaqi bab puasa Ramadhan yang diriwayatkan Ad-Daruquthni, dan Al-Baihaqi. Hal ini diikuti oleh Madzahibul-arba’ah kecuali Imam Abu Hanifah yang tidak mewajibkan fidyah.(Tanqihul-tahqiq) :


Hukum Berbuka Puasa Di Siang Hari

Dari Ibni Abbas R.a, tentang seseorang yang menemui bulan Ramadlan sedangkan dia masih punya hutang puasa Ramadlan yang lain, beliau berkata: “dia harus berpuasa dalam Ramadlan ini dan memberi makanan kepada seorang miskin setiap harinya (satu mud) sebagai tebusan dari hutangnya pada Ramadlan yang lain tadi, dan mengqodlo’nya.

2) Tidak wajib qodlo, tapi wajib bayar fidyah; 

Yaitu orang yang sudah tua (jompo) yang sudah tidak mampu berpuasa atau orang yang sakit parah yang sudah tidak bisa diharapkan sembuhnya.

3) Wajib qodlo, tapi tidak wajib membayar fidyah yaitu; 

orang yang berbuka karena salah satu dari 6 perkara yang membatalkan puasa di atas.


4) Tidak wajib mengqodlo dan tidak wajib mem-bayar fidyah; yaitu orang gila.

Itulah penjelasan tentang hukum buka puasa di siang hari, tidak menjelaskan tentang arti mimpi buka puasa di siang hari dan dosa orang yang berbuka puasa di siang hari hanya fokus pada Hukum Berbuka Puasa Di Siang Hari Apakah Wajib, Boleh, Haram Atau Tidak Wajib, semoga bermanfaat. (Zt)