√ Lailatul Qodar

Islam

Lailatul Qodar

Ibnu Rusyd
Thursday, March 26, 2020

Ad1

Ad2

FATWA DAN AMANAT MUALLIF SHOLAWAT WAHIDIYAH RA PADA ACARA PENUTUPAN ASRAMAH RAMADHON 1403 H & MUSYAWARAH KUBRO WAHIDIYAH TANGGAL 01 JULI 1983 M.

Para hadirin hadirot, mari para hadirin hadirot, jangan kita tunggu-tunggu, jangan kita tunggu-tunggu, sekarang juga mari semua, semua tobat para hadirin hadirot, semua merasa berlarut-larut, terutama dalam bulan puasa yang lalu ini, kita menyalahgunakan sekali, para hadirin hadirot, yang semestinya kita bulan puasa ini panen, para hadirin hadirot, kemampuan kita banyak sekali, untuk panen yang sebanyak-banyaknya, tapi keadaan kita para hadirin hadirot, panen kita hanya untuk tolak sumpah saja, para hadirin hadirot, dan itupun para hadirin hadirot mari kita doi, ora ikhlas ora lillah billah, ya para hadirin hadirot. 

wahidiyah
Fafiruu Ilalloh
Dan selain itu para hadirin hadirot, kiranya perjuangan Fafiruuilalloh, perjuangan Fafiruuilalloh ini sendiri para hadirin hadirot, kiranya sudah jemu mendengarkan kita, sampai sekarang, mari sekarang-sekarang ditunggu-tunggu, tapi tidak ada kenyataannya, pada hadirin hadirot.

Para hadirin hadirot, mari dengan sungguh-sungguh, kita doi, betaba berlarut-larut kita, merugikan kita sendiri dan sekeluarga, merugikan umat dan masyarakat, merugikan perjuangan Fafiruuilallohi Wa Rosuulihii Sholallohu 'Alahi Wa Sallam, ini sendiri para hadirin hadirot.

Para hadirin hadirot, serambi dan masjid dan komplek ini menyaksikan pada kita para hadirin hadirot, para hadirin hadirot, sudah berapa kali para hadirin hadirot, kita berjanji-berjanji tapi tinggal janji para hadirin hadirot. Mari para hadirin hadirot, Al Fatihaah 3 x.

اَللـَّــهُمَّ يَا وَاحِـدُ يَآ أَحَـدْ , يَا وَاجـِـدُ يَاجَــوَادْ , صَلّ وَسَـلِّـمْ وَبـَارِكْ عَلَى سَـيّـِدِنَا مُحَــمَّدٍ وَّعَلـَى آلِ سَيّـِدِنَا مُحَمَّدْ, فِى كُلِّ لَمْحَةٍ وَّنَـفَسٍ بـِعَـدَدِ مَعْلُوْمَاتِ اللهِ وَفُـيُـوْضَاتـِهِ وَأَمْدَادِهْ × 7
اَللّـهُـمَّ كَمَآ أَنْتَ أَهْـلـُهْ, صَـلّ وَسَلّمْ وَبـَارِك عَلـَى سَـيّـِدِنَا وَمَوْلانَـا وَشَــفِـيْـعِـنَا وَحَبـِـيْـبـِنَـا وَقُـــرَّةِ أَعْـيُـنِـنَا مُحَـمَّدٍ صَلـَّى اللهُ عَلَـيْه ِوَسَلـَّمَ كَمَا هُوَ أَهْـلـُهْ, نَسْـأَلُكَ اللّـهُـمَّ بـِحَـقّـِهِ أَنْ تُـغْـرِقـَـنَا فِى لـُجَّــةِ بَـحْر الْوَحْــدَة ْ, حَتـَّى لا نـَرَى وَلانَـسْمَعَ ولا نَجـِدَ وَلاَ نُحِسَّ وَلا نـَـتَحَـرَّكَ وَلا نـَسْـكـُـنَ إِلاَّ بـِهَا , وَتـَـرْزُقـَـنَا تـَمَامَ مَـغْـفِـرَتـِكَ يَآ أللهْ , وَتـَمَامَ  نـِعْمَـتــِكَ يَآ ألله ْ, وَتـَمَـامَ مَـعْـرِفَـتـِكَ يَآ أللهْ , وَتَمَـامَ مَحَـبَّـتـِـكَ يَآ ألله ْ , وَتـَـمَامَ رضْـوَانِكَ يَآ أللهْ . وَصَـلّ وَسَـلّـِـمْ وَبـَارك ْعَـلَـيْهِ وَعَلـَى آلِـهِ وَصَحْـبـِـهْ , عَـدَدَ مَآ أَحَـاطَ بـِـهِ عِـلــْمُكَ وَأَحْـصَاهُ كـِتــَابـُـك, بـِـرَحْمَـتـِـكَ يـَآ أَرْحَـمَ الــرَّاحِـــمِـيْن وَالـْـحَـمْـدُ  ِللهِ رَبّ ِالـْـعَالـَمِـْين  × 3

يَا شافِعَ الْخَلْقِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمْ  * عَلَيْكَ نُوْرَ الْخَـلْقِ هَــادِيَ اْلأَنـَام
 وَأَصْـلَهُ وَرُوْحَــه ُ أَدْرِكـْـــنــِى * فَـقـَــدْ ظَـلَـمْـتُ أَبـَدًا وَّرَ بـّـنـِىْ 
 وَلـَيـْسَ لِى يَا سَـيّـِدِىْ سِـوَاكـَا * فَإ ِنْ تـَرُدَّ كُــنْـتُ شَـخـْصًا هَـالِكَا  
يَا سَـيّـِدِيْ يَا رَسُـوْلَ الله × 7


يَآ أَيـُّهَـا الـْـغَـوْثُ سَلا َمُ الله ْ * عَلـَـيْـكَ رَبـّـِنيْ بـِـإذ ْن ِالله
وَانـْظُرْ إِلَىَّ سَـيّـدِىْ بِنَـظـْرَةْ * مُـوْصِلَـةٍ لِّلْحَضْـرَةِ الْـعَلِـيَّةْ  

Para hadirin hadirot yang kami mulyaken, sekali lagi mari, bulan romadhon tinggal sekian hari, Para hadirin hadirot, kita curahkan segala kemampuan yang ada pada kita, kita curahkan untuk Fafiruuilallohi Wa Rosuulihii Sholallohu 'Alahi Wa Sallam, terutama memperbanyak mujahadah-mujahadah dan permohonan kepada Alloh Wa Rosulihi Sholallohu 'Alahi Wa Sallam, disamping lahiriyah. 

Para hadirin hadirot seperti yang kita maklumi, dibulan, ya ... dibulan yang ganjil ini nanti, ada disana salah satu bulan, hari atau malem ganjil "Lailatul Qodar" pada hadirin hadirot, suatu keuntungan yang banyak sekali, seperti kita maklumi:

 لــَيْـلــَـة ُ الــْـقــَــدْرِ خَـيْر ٌمِـنْ أ َلــْـفِ شَــهْــرٍ 

"Ibadah satu malem lebih baik dari pada seribu bulan", 

para hadirin hadirot, 

Mari kesempatan yang baik ini jangan kita sia-siakan para hadirin hadirot, terutama para hadirin hadirot, seperti kita maklumi, dan setelah sembahyang Isya' kalau gak salah, tadi ya ... saya haturkan yaitu : "Do'a صَائِمْ Mustajab, doanya, permohonannya, orang yang berpuasa bulan romadhan ini mustajab para hadirin hadirot, tinggal kita bagaimana, kita diberi do'a yang mustajab para hadirin hadirot, maukan atau tidak mau memanfaatkan mutiara yang berharga sekali ini para hadirin hadirot. 

Para hadirin hadirot, alangkah bahagia Kita, apabila kita mau dengan sunggung-sunggu, dengan setepat-tepatnya, mau memanfaatkan kesempatan yang baik ini, alangkah bahagia kita, terutama di akhirat nanti para hadirin hadirot, tapi apabila kita glonjom, para hadirin hadirot terutama di akhirat nanti, betapa getun kita para hadirin hadirot, menyesal kita para hadirin hadirot.

Mungkin sekali, seperti kami katakan tadi, seperti kita maklumi, dalam waktu yang singkat, kita berjuang dengan sungguh-sungguh, jauh hasilnya lebih banyak dari pada beberapa tahun yang lalu para hadirin hadirot, mungkin sekali. 

Terutama para hadirin hadirot, seperti tadi kami katakan seperti kita maklumi, yaitu peristika yang di daerahnya Ki Fauzan itu para hadirin hadirot, mungkin sekali, hanya berjuang beberapa hari atau malam saja, mungkin sekali menyebabken Jami' Al Alamin berbondong-bondong Fafiruuilallohi Wa Rosuulihii Sholallohu 'Alahi Wa Sallam, para hadirin hadirot, mungkin sekali. Tapi sebaliknya para hadirin hadirot, apabila glonjom para hadirin hadirot, terutama dalam beberapa hari ini, tinggal, tinggal ini para hadirin hadirot, jangankan Jami' Al Alamin, berbondong-bondong tapi bahkan, sebaliknya yang kita mohonken, kita sendiri kehilangan, kehilangan Fafiruuilallohi Wa Rosuulihii Sholallohu 'Alahi Wa Sallam, para hadirin hadirot.

Maka dari itu, ya maaf, sekali kali mari dengan sungguh-sungguh, mohon para hadirin hadirot, ya kalau dapet di masjid, sambil i'tikaf, tapi kalau tidak dapet, dimana saja kita berada, kapan saja kita berada, mari kita senantiasa mendengungkan, mendengungkan jeritan-jeritan kepada Alloh Shubhanahu wa Ta'ala, mengundang mengajak kepada umat dan masyarakat Jami' al Alamin, Para hadirin hadirot, dengan keadaan yang kita, yang dapet melaksanakannya. 
Seperti kita maklumi atau kata orang, ya Lailatul Qodar itu ada sholatnya yaitu paling sedikit dua rokaat, dalam waktu, malem-malem yang ganjil itu, yaitu : 

أُصَلِّى سُنَّةً لِلَيْلَةِ اْلقَدْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى. اللهُ أَكْبَرْ

Habis Al Fatihah membaca :  إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ ........  الخ × 1  danقُلْ هُوَ.......... الخ × 3   sama setiap rokaat, kalau banyak yang dua rokaat salam, dua rokaat salam, kalau disela-selani membaca sholawat dan mujahadah-mujahadah ya baik, ini ya ..., ya kita laksanakan, isi suatu, suatu ya, suatu fadlilah yang tidak dapat kita abaikan, terutama satu tahun hanya sekali yaitu pada bulan romadhon, pada bulan-bulan,, anu... pada tanggal-tanggal yang ganjil para hadirin hadirot.

Para hadirin hadirot, seperti kita maklumi nanti pada lailatul qodar itu, para malaikat, banyak sekali yang ditugasken untuk meninjau pada orang-orang mukmin dan memberi salam kepada mereka, lantas tinggal orang yang ditinjau, ini apabila dia bener-bener tidak buta, tidak tuli, mendengar salam mereka, tapi dia, tapi apabila dia buta, apabila dia tuli, otomatis tidak mendengar, Para hadirin hadirot, bahkan yang didengar hanya ajakan nafsunya saja para hadirin hadirot. 

Mari para hadirin hadirot mulai sekarang juga, kita usaha sekuat mungkin, sehingga kita tidak tuli, kita tidak buta, sehingga kita nanti mendengar, ditamui oleh para malaikat-malaikat yang ditugaskan oleh Alloh Shubhanahu Wa Ta'ala, untuk menjenguk pada kita para hadirin hadirot. 

Para hadirin hadirot, ya alhamdulillah, kita, Kita ada ajaran seperti tadi diterangkan oleh beliau bapak Kiyai Zainal Al Mukarrom, bahwa : "Banyak para ahli menyatakan bahwa orang yang sadar kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala ini waktunya senantiasa menjadi Lailatul Qodar, para hadirin hadirot". Kalau tidak salah di Kuliah atau sebagian buku di ajaran wahidiyah disana, barang kali para hadirin masih ingat : 

إ ِذَا حَفــَّـتِ اْلـعِـنَايـَةُ اْلإِلهـــِـيــَّـةُ عَـبْـدًا صَـارَتْ ذَرَّة ٌ مِـنْ عُـمْـرِهِ تُـقــَـاوِمُ أ َلْفَ سَـنَـةٍ   

"Apabila ada seorang diberi fadlol yang istimewa, sehingga dia sadar kepada Alloh Wa Rosulihi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam, sehingga dia YUKTII KULLA DZII HAQQIN HAQQOH, TAQDIIMUL AHAM FAL AHAM TSUMMAL ANFA’ FAL ‘ANFA’, setiap detik-detik dia itu, menyamai ibadah seribu tahun para hadirin hadirot".

Bukankan para hadirin hadirot, tadi diuraikan oleh beliau bahwa : 

"Tingkatan setelah kenabian ini tidak ada yang paling atas kecuali Siddiqiyah atau kesadaran kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, para hadirin hadirot". Mari para hadirin hadirot Kita syukur, kita lagi tingkatkan rasa tasyakur kita para hadirin hadirot, fadlol yang berupa Wahidiyah dan Ajarannya, atau perjuangan Fafiruuilallohi Wa Rosuulihii Sholallohu 'Alahi Wa Sallam, yang diberikan kepada kita, oleh Alloh Shubhanahu Wa Ta'ala ini, jangan kita anggep sepi, ini suatu fadhol yang besar sekali para hadirin hadirot. 

............. orang yang akan diberi yaitu jarak 8.000 kilo kalau gak salah, yaitu dari Maroko ke Mesir, dan bayangkan, pada waktu itu masih primitif sekali sederhana sekali, kendaraan yang paling cepat, kalau di daratan, Kuda, kalau di laut yaitu Prau Layar para hadirin hadirot. Disamping itu pertama beliau di Timur Tengah, yang kebayakan padang pasir para hadirin hadirot. 

Para hadirin hadirot bayangkan, tidak seperti sekarang, setiap ada warung ada kendaraan, para hadirin hadirot, bahkan 8.000 Kilo hanya mendapat 40 glintir orang para hadirin hadirot, bayangkan para hadirin hadirot. 

Sejarah Sunan Kali Jogo, beliau tirakat sekian tahun, para hadirin hadiort, sehingga dinamai Kali Jogo, Jogo Kali, ini dari lamanya beliau riadloh di tepi kali para hadirin hadirot, yaitu soal ini para hadirin hadirot, soal kesadaran kepada Alloh Shubhanahu Wa Ta'ala, adapun soal sampingan ini tidak anu. hanya sampingan, yang pokok Soal Kesadaran kepada Alloh Shubhanahu Wa Ta'ala. Begitu beratnya para hadirin hadirot, tapi kita gampang sekali para hadirin hadirot, gampang sekali dalam segala bidang hadirin hadirot.

Mari para hadirin hadirot, kita sadar, mari kita sebagai orang dewasa para hadirin hadirot, jangan seperti kanak-kanak, diberi 100, mintak 500, diberi 500 mintak 1.000, dan seterusnya, mari, pemberian yang sudah banyak sekali ini kita gunakan setepat mungkin, mari kita tasyakuri, kita syukuri, dengan yang sebanyak-banyaknya, para hadirin hadirot.

Para hadirin hadirot, mari para hadirin hadirot, kita menghadap ke Beliau Rosuulillah Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam, demi menyelamatkan keluarga, umat dan masyarakat, menyelamatkan dari cengkraman Impelialis Nafsu yang ganas itu para hadirin hadirot. Sekali lagi mari kita dengan sungguh-sungguh, dengan adab dan sopan yang sebaik-baiknya, Al Fatihah 1x.  

يَـا شَافِـعَ الْخَلْقِ حَبِيـْبَ اللهِ * صَـلاتــُـهُ عَـلَـيْك مَـعْ سَلاَمِـهِ
ضَـلَّتْ وَضَلَّتْ حِيْلـتِـى فِىبَلدَتِى * خُـذ بـِيَـدِىْ يَا سَيّـِدِىْ وَاْلأُمَّـةِ  
يَـا سَـيّــِدِيْ يَا رَسُوْلَ الله    × 7
يـَـارَبـَّــنـَا اللــّـهُـمَّ  صَــلّ سَلِّـمِ * عَــلَى مُحَـــمَّـدٍ شَــفِــيْـعِ اْلأُمَمِ
وَاْلآلِ وَاجْـعَـلِ اْلأَنــامَ مُسْرعِيْن * بـِاْلـوَاحِدِيـَّةِ لِــرَبّ اْلعَالــَمِيْن  
يـَا رَبـّـَنَا اغــْفِرْ يَسِّرِافْتــَحْ وَاهْدِنــَا * قَـرِّبْ وَأَلِّفْ بـَيــْـنَــنَـا يـَارَبـّــَـنَا  

اللّهُمَّ بَارِك فيْمَاخَلَقــْتَ وَهَذِهِ الْبَلْدَة يـَآ أللهْ, وِفِى هَذِهِ المُجَاهَـدَة يـَآ ألله  × 7

I S T I G H R O O Q   ! ) berdiam, tidak membaca apa-apa, Segala perhatian tertuju hanya kepada Alloh ! Pendengaran, perasaan, ingatan, fikiran,  penglihatan dan……. pokoknya segala –segalanya dikonsentrasikan kepada Allah ! Lain–lain tidak menjadi acara !  Hanya “Allah” !  Titik 

AL- FAATIHAH   ! Dilanjutkan Do'a Muallif Sholawat Wahidiyah