√ Sejarah Lahirnya Sholawat Wahidiyah Lengkap

Islam

Sejarah Lahirnya Sholawat Wahidiyah Lengkap

Ibnu Rusyd
Sunday, February 9, 2020

Ad1

Ad2

Sejarah Lahirnya Sholawat Wahidiyah Lengkap - Sejarah sangatlah penting kita ketahui termasuk sejarah Lahirnya Sholawat Wahidiyah secara lengkap. Dalam kesempatan yang indah ini Wahidiyah.me meneruskan tentang Sejarah Lahirnya Sholawai Wahidiyah Lengkap yang sebelumnya sudah Wahidiyah.me sampaikan.

Sejarah Lahirnya ISTIGHOTSAH DALAM WAHIDIYAH 

Sholawat Wahidiyah Lengkap

Pada awal Tahun 1965 diadakan Asrama Wahidiyah di Kedunglo di dalam Kuliah Wahidiyah yang Beliau sampaikan, antara lain Beliau menerangkan tentang GHOUTZUZ ZAMAN dengan panjang lebar Pada saat itulah lahir dari kandungan Beliau :

ISTIGHOTSAH WAHIDIYAH

YAA AYYUHAL - GHOUTSU SALAAMULLOOH # 'ALAIKA ROBBINII Bl IDZNILLAAH 
WANDHUR ILAYYA SAYYIDII BINADHROH # MUUSHILATIL-LIL-HADLROTIL'ALIYYAH

Artinya : 

Duhai Ghoutsu Zaman, ke pangkuanmu salam ALLOH ku haturkan; Bimbing, bimbing dan didiklah diriku dengan idzin Allah;

Dan arahkan pancaran sinar-nadhrohmu kepadaku yaa Sayyidi, radiasi batin yang mewushulkan aku, sadar ke Hadlirot Maha Luhur Tuhanku."

Itulah Istighosah yang ada di Sholawat Wahidiyah, Do'a tersebut merupakan suatu jembatan emas yang menghubungkan tepi jurang pertahanan nafsu di suatu pihak dan tepi kebahagiaan yang berupa kesadaran kepada Alloh wa Rosuulihi Shollalloohu 'aluihi wasallam di pihak lain Para pengamal Sholawat Wahidiyah menyebutnya "ISTIGHOTSAH DALAM WAHIDIYAH", Istighotsah ini tidak langsung dimasukkan ke dalam rangkaian Sholawat Wahidiyah dalam lembaran-lembaran yang diedarkan kepada masyarakat. Tetapi para pengamal Wahidiyah yang sudah agak lama dianjurkan untuk mengamalkannya terutama dalam mujahadah-mujahadah khusus.

Sejarah Sholawat Wahidiyah Pada Tahun 1965

Ijazah Nidak Fafiruu Ilalloh dan Waquljaa Al Haddu Wazahaqol Baathil 

Pada tahun 1965 Beliau memberi ijazah pula berupa kalimat : 

nidak "FAFIRRUU ILALLOH" dan 
"WAQULJAA AL HAQQU .... dts"

Kalimat nidak ini pada saat itu juga belum dimasukkan dalam rangkaian pengamalan Sholawat Wahidiyah, tetapi dibaca oleh imam dan makmum pada akhir setiap do'a, begutu juga "WAQULJAA AL HAQQU .... dts". belum dirangkaikan dengan "FAFIRRUU ILALLOH" seperti sekarang, tentulah ini suatu kebijaksanaan yang mengandung berhagai macam hikmah dan sirri-sirri yang kita tidak mampu menguraikan, tegasnya kita tidak mengetahuinya. 

Baca Juga : 



Pada tahun 1968 lahir Sholawat: 

Sholawat Wahidiyah

YAA ROBBANAALLOOHUMMA SHOLLI SALLIMI # 'ALAA MUHAMMADIN SYAFII'IL UMAMI 
WAL-AALI WAJ'ALIL ANAAMA MUSRI'IIN # BIL-WAAHIDIYYATI  LIROBBIL'AALAMIIN 
YAA ROBBANAGHFIR YASSIRIFTAH WAHDINAA # QORRIB WA-ALLIF BAINANAA YAA ROBBANAA

Artinya : 

"Yaa Tuhan kami yaa ALLOH, limpahkanlah sholawat salam atas Baginda Nabi Muhammad Pemberi syafa'at ummat;

dan atas Keluarga Beliau; Dan jadikanlah ummat manusia cepat-cepat lari kembali mengabdlkan diri dan sadar kepada Tuhan Semesta Alam.

Yaa Tuhan kami, ampunilah segala dosa-dosa kami, permudahlah segala urusan kami, bukakanlah hati dan jalan kami, dan tunjukilah kami, pereratlah persaudaraan dan persatuan di antara kami, yaa Tuhan kami!"

Kemudian "YAA AYYUHAL GHOUTSU..dts" dan Sholawat ini dimasukkan ke dalam lembaran Sholawat Wahidiyah yang diedarkan kepada masyarakat. 

Pada tahun 1971, menjelang pemilu di negara kita, lahirlah Sholawat:

Sholawat Wahidiyah

YAA SYAAFI'AL-KHOLQI HABIIBAILOOHI # SHOLAATUHUU 'ALAIKA MA' SALAAMIHII 
DLOLLAT WADLOLLAT HIILATII Fll BALDATII # KHUDZ BIYADII YAA SAYYIDII WAL UMMATI

Artinya : 

"Duhai Baginda Nabi Pemberi syafa'at makhluq, duhai Baginda Nabi Kekasih ALLOH. Ke pangkuanmu sholawat dan salam ALLOH ku sanjungkanl; 

"Jalanku buntu, usahaku tak menentu buat kesejahteraan negeriku. Cepat, cepat, cepat raihlah tanganku yaa Sayyidii, tolonglah diriku dan seluruh ummat ini!"

Kemudian Sholawat ini dimasukkan ke dalam lembaran Sholawat Wahidiyah diletakkan sesudah "YAA AYYUHAL GHOUTSU..dts" sebelum''YAA ROBBANALLOHUMMA SHOLLI.....dts". 

Sejarah Wahidiyah Pada tahun 1972

Pada tahun 1972, Beliau menambah do'a : 

"ALLOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WA HADZIHIL BALDAH" (belum ada kalimat "YAA ALLOH").


Sejarah Wahidiyah Pada tahun 1973

Pada tahun 1973, bacaan nidak "FAFFIRRUU ILALLOOH" dirangkaikan dengan "WAQUL JAA-AL-HAQQU...dts " dan didahului dengan Doa : 

Sholawat Wahidiyah

BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM,

(AILOOHUMMA BIHAQQISMIKAL-A'DHOM, WABIJAAHI SAYYIDINAA MUHAMMADING SHOLLALLOOHU'ALAIHI WASALLAM, WABIBAROKATI GHOUTSI HAADZAZ ZAMAAN WA A'WAANIHII WASAA-IRI AUIIYAA-IKA YAA ALLOOH, YAA ALLOOH, YAA ALLOOH, RODLIYALLOOHU TA'AALAA 'ANHUM 3 x). 

( BALLIGH JAMII'AL 'AALAMIIN NIDAA-ANAA HAADZAA WAJ'AL FIIHI TAKTSII ROM-BALI IGHOO 3 x) 

( FA-IN NAKA 'ALAA KULLI SYAI-ING QODIIR, WABIL-IJAABATIJADIIR 3x).

Artinya : 

"Dengan Asma ALLOH yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang".

Yaa ALLOH, dengan Hak kebesaran Asma-MU, dan dengan kemuliaan serta Keagungan Baginda Nabi Muhammad Shollallohu 'alaihi wasallam, dan dengan barokah Ghoutsu Haadza-Zaman wa A'waanihi serta segenap Auliya Kekasih-MU yaa ALLOH, yaa ALLOH, yaa ALLOH, Rodliyalloohu Ta'ala 'anhum, sampaikanlah seruan kami ini kepada jamii'al 'alamiin dan letakkanlah kesan yang merangsang di dalamnya; Maka sesungguhnya Engkau Maha Kuasa berbuat segala sesuatu dan Maha Ahli member! ijabah!"

Awal Nidak Fafiruu Ilalloh Ke-4 Penjuru

Pada tahun itu pula mulai dilaksanakan nidak "FAFIRRUU ILALLOOH" dengan berdiri menghadap empat penjuru.

Demikian penambahan dan penyempurnaan Sholawat Wahidiyah secara berturut-turut seirama dengan pengembangan dan penyempurnaan Ajaran Wahidiyah yang diberikan oleh Hadrotul Mukamom Romo Yai Muallif Sholawai Wahidiyah sesuai dengan kebutuhan situasi dan kondisi di dalam ummat masyarakat baik di dalam maupun di luar negeri.

Sejarah Penambahan lafadz "ALLOOHUMMA BAARIK FII HAADZ1HIL-MUJAHADAH YAA ALLOOH"

Pada tahun 1978 Beliau menambah do'a "ALLOOHUMMA BAARIK FII HAADZ1HIL-MUJAHADAH YAA ALLOOH" yang diletakkan sesudah "ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WA HAADZIHIL-BALDAH".

Penambahan Lafadz Yaa Alloh dalam Sholawat Ma'rifat

Tahun 1980 ada tambalian dalam Sholawat Ma'rifat, yaitu sesudah bacaan ''WATARZUQONAA TAMAAMA MAGHFIROT1KA" ditambah "YAA ALLOOH". Demikian juga setelah "WATAMAAMA NI'MATIKA" dan seterusnya sampai "WATAMAAMA RIDLWAANIKA" ditambah "YAA ALLOOH". Jadinya sebagaimana dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah sampai sekarang ini.

Lembaran Sholawat Wahidiyah

Lembaran Sholawat Wahidiyah

Sejarah Penambahan Lafadz Yaa Alloh dalam Doa "ALLOOHUMMA BAARIK FIMAA KHOLAQTA WA HAADZIHIL-BALDAH''

Tahun 1981 do'a "ALLOOHUMMA BAARIK FIMAA KHOLAQTA WA HAADZIHIL-BALDAH'' ditambah "YAA ALLOOH", dan do'a "AlLOOHUMMA BAARIK FII HAADZIHIL-MUJAAHADAH YAA ALLOOH" dirobah menjadi "WAFII HAADIHIL-MUJAAHADAH YAA ALLOOH"

Sehingga rangkaiannya menjadi "ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WAHAADZIHIL-BALDAH YAA ALLOOH, WAFII HAADZIHIL-MUJAAHADAH YAA ALLOOH".

Pembaharuan Lembaran Sholawat Wahidiyah

Pada langgal 27 Jumadil Akhir 1401 H atau tanggal 2 Mei 1981 M. Lembaran Sholawat Wahidiyah yang ditulis dengan huruf Al-Qur"an (huruf Arab) diperbaharui dengan susunan yang sudah lengkap dengan disertai petunjuk cara pengamalannya, Ajaran Wahidiyah dan keterangan tentang Ijazah dari Beliau Muallif Sholawat Wahidiyah RA secara mutlak. 

Susunan dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah seperti itu tidak ada perobahan hingga sekarang kecuali beberapa kalimat dalam penjelasan/keterangan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan aturan bahasa.

Demikian secara kronologis atau urut, keberadaan amalan Sholawat Wahidiyah dari awal sampai penyempumaannya di setiap periode. Setiap penyempurnaan sudah barang tentu memiliki sirri-sirri (rahasia) yang kita semua tidak mengetahui secara pasti. Hanya saja sebagian dari pengamal Wahidiyah ada yang ditunjukkan sirri-sirrinya secara bathiniyah.