√ Nasihat Habib Ali Zainal Abidin Perbanyak Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh -->

Islam

Nasihat Habib Ali Zainal Abidin Perbanyak Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh

Ibnu Rusyd
Tuesday, February 4, 2020

Ad1

Ad2

Nasihat Habib Ali Zainal Abidin Perbanyak Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh - Sholawat Wahidiyah tidak asing dengan Ya Sayyidi Ya Rosulallah, begitu juga dengan Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Jufri.

Dalam kesempatan ini Wahidiyah.me menulis kembali nasihat beliau Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Jufri dalam Majlis "Thoriqatuna" yang dihadiri Puluhan ribu ummat manusia. Untuk mengawali salinan nasihat beliau Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Jufri dalam Wahidiyah.me ini tidak ada salahnya kami ulas siapa Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Jufri itu sebenarnya.

Biografi Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Jufri

Habib Ali Zainal Abidin Al Jufri
Habib Ali Zainal Abidin Al Jufri
Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Jufri merupakan ikon da’i sunni yang kiprahnya tidak hanya di dunia Islam, tapi juga di dunia barat. Penampilan fisiknya mengagumkan; tampan, tinggi, besar, berkulit putih, berjenggot tebal dan rapi tanpa kumis. Wajar jika kehadirannya di suatu majlis menyita perhatian banyak orang.

Bukan hanya itu, jika ia sudah berbicara di sebuah forum, pendengar akan dibuat kagum dengan intonasi suaranya. Pada saat tertentu suaranya menyejukkan hati pendengarnya. Tapi pada saat yang lain, suaranya meninggi, menggelegar, bergetar, membuat mereka tertunduk mengoreksi diri.

Di samping itu, materi yang dibawakannya juga bukan bahan biasa yang hanya mengandalkan retorika, melainkan penuh dengan pemahaman-pemahaman baru, sarat dengan informasi penting, dan ditopang dengan argumentasi-argumentasi kukuh. Hal ini dikarenakan penguasaan ilmu agama beliau yang tinggi dalam berbagai cabang keilmuan, ditambah dengan pengetahuannya yang tak kalah luas dalam ilmu-ilmu modern.


Ia memang sosok istimewa. Pribadinya memancarkan daya tarik yang kuat. Siapa yang duduk dengannya sebentar saja akan tertarik hatinya dan terkesan dengan keadaannya. Tidak saja di kalangan awam, para ulama pun mencintainya.

Habib Ali Al Jufri lahir di Kota Jeddah, Arab Saudi, menjelang fajar hari Jumat 16 April 1971 (20 Shafar 1391 H). Ia berasal dari orang tua yang masih keturunan Imam Husein bin Ali Ra. Ayahnya adalah Habib Abdurrahman bib Ali bin Muhammad bin Alawi dan ibunya bernama Syarifah Marumah binti Hasan bin Alwi binti Hasan bin Alwi bin Ali Al Jufri.

Menimba Ilmu dari Para Tokoh Besar

Di masa kecilnya, Habib Ali Al Jufri mulai menimba ilmu kepada bibi dari ibunya, seorang alimah dan arifah billah, Hababah Shafiyah binti Alwi bin Hasan Al Jufri. Wanita shalihah ini berpengaruh besar dalam mengarahkannya ke jalur ilmu dan perjalanan menuju Allah.

Kemudian ia menimba ilmu dari para tokoh besar. Habib Abdul Qadir bin Ahmad As Segaf adalah salah satu guru utamanya. Kepadanya ia membaca dan mendengarkan pembacaan kitab Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim, Tajrid Al Bukhari, Ihya Ulumuddin, dan kitab-kitab penting lainnya. Cukup lama Habib Ali belajar kepadanya, sejak usia 10 tahun hingga berusia 21 tahun.

Nasihat Habib Ali Zainal Abidin Perbanyak Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh

Inilah Nasihat Habib Ali Zainal Abidin Perbanyak Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh yang Wahidiyah.me tulis kembali dalam sebuah artikel sebagaimana berikut :

Ya Sayyidii Yaa Rosuulalloh

Duhai Bagindaku, Ya Rosuulalloh

Yaa Rosuulalloh
Yaa Rosuulalloh

Engkau telah wariskan budi pekerti kepada kami, Engkau telah wariskan akhlak mulia kepada kami. Bertahun-tahun lalu engkau telah mewariskan itu semua, namun kami mengabagaikannya. 

Pada malam ini kami berjanji untuk menghidupkan teladanmu, Yaa Rosuulalloh. Baik itu kepada orang yang kami cintai ataupun yang memusuhi kami, kepada yang sepaham ataupun tidak. 

Ya Sayyidii Ya Rosulallah

Engkau telah mengajari kmai unutuk menahan lisan, Namun kami justru mengunakannya kepada hal yang tidak seharusnya. Betapa seringnya kami menggunjing dan memprovokasi, begitu banyak perkataan sia-sia yang kami ucapkan saat bergurau atau pun saat marah, padahal kami tahu bahwa itu tidak benar.

Lisan ini adalah lisan yang mencintaimu, jug yang sering bersholawat kepadamu, tidak seharusnya ia dinodai dengan kalimat-kalimat keji. 


Duhai kekasihku, Yaa Rasuulalloh

Kedua mata ini akan mampu melihat keindahanmu, namun ia ternodai ole pemandangan yang tidak sengakau ridai. Betapa sering ia melihat hal-hal yang buruk dan hina, betapa sering ia memandang rendah kepada manusia dan memandang tinggi kepada dunia. 

Duhai Kekasihku, Yaa Rosuulalloh

Kedua tilinga ini .....betapa rundunya ia untuk mendengar suara pembicaraanmu, namun telinga ini sudah ternodai dengan perkataan-perkataan gibah dan adu domba, Yaa Rasuulalloh, ia ternodai oleh kalimat-kalimat yang tidak pantas.

Duhai kekasihku, ya Rosulalloh

Betapa rindunya tangan ini unutk menyentuh tangan muliamu, Namun tangan ini sudah ternodai oleh hal yang tidak pantas, Duhai kekasihku, Yaa Rasulallah, malam ini kami niat bertobat kepada Allah, untuk menggunakan tangan ini kepada hal-hal yayng diridai.

Sayyidii, Ya Rosuulallah ....

Jika para sahabat mendapat kedudukan tinggi memalui sebab karena menjadi sahabatmu, maka demi Allah, kami menyaingi mereka dalam hal menggapai kecintaannmu, Yaa Rosulallah.


Mereka mungkin tidak dapa disangi dalam urusan ke-sahabat-annya dan tidak pula ada yang bisa sampai, namun dalam urusan mendapatkan kecintaannmu, siapa pun bisa. Kesempatan itu bisa didapat oleh setiap orang yang berjiwa bersih. 

Selengkapnya Nasihat Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Jufri Perbanyak Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh dalam Video bisa dilihat di link bawah ini.


Itulas sekilas sebagian kecil dari Nasihat Habib Ali Zainal Abidin Perbanyak Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh yang Wahidiyah.me tulis kembali, semoga bermanfaat dan tambahnya cinta kita kepada Rosuulalloh Sholallohu 'alaihi Wasallam.