√ Sejarah Munculnya Garansi Dalam Sholawat Wahidiyah -->

Islam

Sejarah Munculnya Garansi Dalam Sholawat Wahidiyah

Ibnu Rusyd
Sunday, January 5, 2020

Ad1

Ad2

Sejarah Munculnya Garansi Dalam Sholawat Wahidiyah - Dalam kesempatan yang penuh bahaginya ini, tidak ada lelanya kita melihat Sejarah Munculnya Kata "GARANSI DALAM WAHIDIYAH".


Sejarah Munculnya Garansi Dalam Sholawat Wahidiyah
Sejarah Munculnya Garansi Dalam Sholawat Wahidiyah
Silaturrahmi Para Ulama dan Tokoh Wahidiyah

Pada akhir tahun 1963, diadakan pertemuan atau silaturrahmi yang diikuti oleh para ulama atau kyai dan tokoh masyarakat yang sudah mengamalkan Sholawat Wahidiyah dari: 

Pengamal Sholawat Wahidiyah Kediri, 
Pengamal Sholawat Wahidiyah Tulungagung, 
Pengamal Sholawat Wahidiyah Blitar, 
Pengamal Sholawat Wahidiyah Jombang dan 
Pengamal Sholawat Wahidiyah Mojokerto, 

bertempat di langgarnya Bapak KH. Abdul Jalil (almarhum) Jamsaren - Kediri. 

Pertemuan silaturrahmi yang berisikan musyawarah tersebut dipimpin oleh Hadlrotul Mukarrom Muallif Sholawat Wahidiyah sendiri. 

Hasil Silaturrahmi Para Ulama dan Tokoh Wahidiyah

Diantara hasil dari Pertemuan silaturrahmi yang berisikan musyawarah tersebut dipimpin oleh Hadlrotul Mukarrom Muallif Sholawat Wahidiyah adalah : 

"Susunan redaksi/kalimal yang ditulis di dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah, termasuk garansi/jaminan". 

Mengenai redaksi jaminan/garansi itu atas usulah dari Beliau Muallif Sholawat Wahidiyah RA dan disetujui oleh seluruh peserta musyawarah. 

Redaksi Garansi atau Jaminan tersebut adalah

"MENAWI SAMPUN JANGKEP 40 DINTEN BOTEN WONTEN PEROBAHAN MANAH, KINGING DIPUN TUNTUT DUNYAN WA UKHRON".

Peringatan Ulang Tahun Lahirnya Sholawat Wahidiyah Bulan Muharram

Pada awal tahun 1964, menjelang Peringatan Ulang Tahun Lahirnya Sholawat Wahidiyah yang pertama (EKA WARSA) dalam bulan Muharram,

Lembaran Sholawat Wahidiyah Di Cetak

Lembaran Sholawat Wahidiyah mulai dicetak dengan klise yang pertama kalinya di kertas HVS putih sebanyak kurang lebih 2.500 lembar Yang mengusahakan klise dan pencetakan itu Bapak KH. Mahfudh dari Ampel Surabaya atas biaya dari Ibu Hj. Nut AGN (almamumah) Surabaya. 

Susunan dalam lembaran Sholawat Wahidiyah yang dicetak itu : 

Hadiah Fatihah,

"ALLOHUMMA   YAA   WAAHIDU ... 


ALLOHUMMA   YAA   WAAHIDU

"ALLOOHUMMA KAMAA AHLUH .....


ALLOOHUMMA KAMAA AHLUH

Baca JugaSejarah Ringkas Lahirnya SHOLAWAT MARIFAT dalam Sholawat Wahidiyah


"YAA SYAAF'AL KHOLQ1S-SHOLAATU WASSALAAM... " tanpa "YAA SAYYIDII.. "


YAA SYAAF'AL KHOLQ1S-SHOLAATU WASSALAAM

Dengan dilengkapi keterangan tentang cara pangamalannya dan termasuk garansi tersebut di atas.

Baca JugaSejarah Lahirnya Sholawat Tsaljul Qulub Dalam Wahidiyah

Pro Kontra Wahidyah

Setelah Lembaran Sholawat Wahidiyah dengan susunan tersebut di atas beredar secara luas, di samping banyak yang menerima, juga banyak yang menolak atau mengontrasinya. 

Kebanyakan alasan para pengontras Sholawat Wahidiyah adalah adanya Garansi. Karena mereka memberi penafsiran tentang garansi dengan pemahaman yang jauh bertentangan dengan makna sebenarnya. 

Pemahaman mereka terhadap "garansi" menjadi : 

"Barang siapa mengamalkan Sholawat Wahidiyah dijamin masuk surga" 

Baca JugaPro Kontra Garansi Dalam Sholawat Wahidiyah

Sebenarnya kalimat garansi atau pertanggung jawaban tersebut merupakan suatu ajaran atau bimbingan agar kita meningkatkan rasa tanggung jawab dengan segala konsekwensi kita terhadap SEGALA sesuatu yang kita lakukan; bahasa populernya "berani berbuat harus berani bertanggung jawab"