√ Penjelasan KH Ahmad Idris Marzuki, Pengasuh Pondok LIRBOYO Tentang Sholawat

Islam

Penjelasan KH Ahmad Idris Marzuki, Pengasuh Pondok LIRBOYO Tentang Sholawat

Ibnu Rusyd
Tuesday, January 28, 2020

Ad1

Ad2

Penjelasan KH Ahmad Idris Marzuki, Pengasuh Pondok LIRBOYO Tentang Sholawat - Siapa yang tidak kenal dengan Hadlrotul Mukarrom Romo KH Ahmad Idris Marzuki, Pengasuh Pondok LIRBOYO Kediri bahwa meliau mengutarakan tentang Pentingnya Sholawat.

Dalam kesempatan yang indah dan baik ini, Wahidiyah.me menyampaikan penjesasan Hadlrotul Mukarrom Romo KH Ahmad Idris Marzuki, Pengasuh Pondok LIRBOYO Kediri pada waktu acara SHILATURRAHIM HIMASAL (Himpunan Alumni Santri Lirboyo) tentang amalan di akhir zaman dan juga tentang jarang adanya MURSYID pengantar Wushul di akhir zaman diambil dari dawuhnya Syekh Syadzaly Ra, yang isi Dawuhnya dalam Video sebagiamana berikut :

KH Ahmad Idris Marzuki
KH Ahmad Idris Marzuki, Pengasuh Pondok LIRBOYO
Akhir zaman lebih mudah menggunakan amaliyah Shalawat

Imam Syadzaly seorang wali besar, Beliau punya Thoriqoh Assadaliyah, boten salah, beliau dawuhaken : 

"Sekarang ini jalan dalam arti ahli thoriqoh, Toriqoh wushul kepada alloh sudah jarang sekali mursidnya, sekarang ini kalau kita ingin menuju wushul ma'rifat kepada Alloh adalah thoriqohnya membaca sholawat kepada Rosululloh Shollallohu 'alaihi wasallam".

Orang Yang Ahli membaca Sholawat terbuka hatinya dan Bisa Ma'rifat Ila Hadrotillah

Memang kenyataannya seperti itu, banyak sekali orang-orang yang ahli membaca sholawat akhirnya terbuka hatinya bisa ma'rifat ila hadrotillah, sebab apa ?.

Sebab Mursyidnya Sholawat adalah Rosuululloh Sholallohu 'alaihi Wasallam

Sebab mursidnya sholawat itu adalah khoirul alam, khoirunnas yaitu Rosululloh Shollallohu 'alaihi wasallam, siapa mursid di atas kanjeng nabi ? TIDAK ADA.


Mursyid yang Paling Tinggi Derajatnya

Mursyid yang paling tinggi derajatnya adalah Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wasallam.

Merasakan Nikmatnya Membaca Sholawat

Disamping bagi orang awam, membaca memperbanyak sholawat, termasuk membaca KITAB DALAILUL KHOIROT, ini kalau cuma sementara saja, kita tidak bisa merasakan nikmatnya, tapi kalau sudah lama, sudah terlatih, kita akan menemukan suatu kenikmatan, kenikmatan rohaniyah maupun kenikmatan-kenikmatan jasmaninyah. 


Terutama di dalam menemui masalah rumah tangga, atau di dalam masalah kekeluargaan, dan banyak sekali orang-orang ahli membaca sholawat ini putra putrinya menjadi orang yang sholeh dan sholehah, ini kebanyakan, ya mudah-mudakan kita bisa diberikan seperti itu.

Itulah sekedar cuprikan dari penjelsan beliau Hadlrotul Mukarrom Romo KH Ahmad Idris Marzuki, Pengasuh Pondok LIRBOYO Kediri di acara SHILATURRAHIM HIMASAL (Himpunan Alumni Santri Lirboyo) Cabang Nganjuk, menyampaikan dawuh Syekh Syadzaly Ra, bahwa jalan wushul kepada Alloh SWT di akhir zaman yang lebih mudah menggunakan amaliyah Shalawat. Karena di akhir zaman ini jarang adanya MURSYID pengantar wushul. 

Sholawat Wahidiyah


Kalau bacaan shalawat mursyidnya langsung Rosululloh Shollallohu 'alaihi wasallam. Tiada Mursyid Wushul di atas Beliau  Shollallohu 'alaihi wasallam.

Ketika kita lihat di dalam kitab Sa'adatud Daroini mengutip dari Hasyiah Tafsir As-Showy disebutkan bahwa :

وَبِالْجُمْلَةِ فَالصَّلاَةُ عَلَى النَّبِيِّ  تُوصِلُ اِلَى اللهِ مِنْ غَيْرِ شَيْخِ لأَنَّ الشِّيْخَ وَالسَّنَدَ فِيْهَا صَاحِبُهَا لأَنَّهَا تُعْرَضُ عَلَيْهِ وِيُصَلِّيَ اللهُ عَلَى الْمُصَلِّي بِخِلاَفِ غَيْرِهَا مِنَ اَلأَذْكَارِ فَلاَبُدَّ فِيْهَا مِنَ الشَّيْخِ الْعَارِفِ وَاِلاَّ دَخَلَهَا الشَّيْطَانُ وَلاَ يَنْتَفِعُ بِهَا صَاحِبُهَا. (كذا فى سعادة الدرين ص90)

”Secara global membaca sholawat kepada Nabi Shollallohu 'alaihi wasallam itu (dapat) mewushulkan kepada Alloh Swt tanpa Guru (Mursyd). Karena sesungguhnya Guru dan Sanad di dalam sholawat itu adalah Shohibus Sholawat (yaitu Rosululloh  Shollallohu 'alaihi wasallam), karena sholawat itu diperlihatkan kepada Beliau  dan Alloh memberi sholawat kepada si pembacanya. Berbeda dengan dzikir-dzikir selain sholawat. Maka tidak boleh tidak harus ada Guru (Mursyid) yang ‘Arif Billah. Kalau tidak, maka syetan akan masuk ke dalam dzikir itu dan orang yang berdzikir tidak dapat memperoleh manfaat dari dzkirnya.” (Sa’adatud Daroini, hal-90).

Dengarkan vedionya dengan penuh khidmah, kalimah perkalimah.


Dengan ini kiranya kita tidak perlu mempermasalahkan SANAD dan MURSYID bacaan Shalawat, Shalawat apa saja, termasuk Sholawat Wahidiyah, bagikan jika dianggap ada manfaaatnya.