√ Motivasi Kanak-Kanak Dalam Perjuangan Wahidiyah

Islam

Motivasi Kanak-Kanak Dalam Perjuangan Wahidiyah

Ibnu Rusyd
Thursday, January 2, 2020

Ad1

Ad2

Motivasi Kanak-Kanak Dalam Perjuangan Wahidiyah - Kanak-Kanak merupakan generasi penerus yang kita handalkan, apalagi dalam Perjuangan Wahidiyah.


Sesuai dengan situasi dan kondis umat dalam era globalisasi yang diiringi kemajuan zaman dan kecanggihan tehnologi ini, mengakibatkan banyaknya dekade moral/ kerusakan moral khususnya krisis kesadaran kepada Alloh SWT, sehingga mengakibatkan  hidup manusia tidak untuk mengabdikan diri tapi justru menyimpang dari haluan hidup yang telah digariskan Alloh SWT. Sehingga manusia lupa akan haqiqat tujuan  Alloh menciptakan manusia hidup di dunia ini sebagaimana diiterangkan dalam Al Quran surat Adz-Dzariyat 56 yang artinya kurang lebih : 

“Dan tiada aku menciptakan jin dan manusia melainkaagar supaya mereka beribadah mengabdikan diri kepadaku“

Motivasi Kanak-Kanak Dalam Perjuangan Wahidiyah

Jadi  segala perbutan dan tingkah laku manusia dalam segala keadaan, situasi dan kondisi bagaimanapun harus diarahkan untuk liya’budun (mengabdikan diri/ beribadah kepada Alloh), jika hidup manusia tidak untuk mengabdikan diri bararti telah menyimpang dari haluan hidup yang telah digariskan Alloh, dan seluruh amalinyapun sia-sia, sesuai dengan gambaran amal di bawah ini :

amalan wahidiyah
Sehingga Perjuangan  Wahidiyah tampil di tengah-tengah masyarakat untuk memikirkan umat masyarakat khususnya iman tauhidnya, melewati Sholawat Wahidiyah dan Ajarannya, meliputi bidang iman, islam dan ihsan, mencakup syari’at dan haqiqot, yang berfaedah menjernihkan hati dan ma'rifat Billah wa Rosulili Sholallohu 'Alaihi Wasallam.

Perjuangan Wahidiyah

Dalam Perjuangan Wahidiyah meliputi perjuangan dalam upaya lahiriyah dan batiniyah dengan menyebarluaskan Sholawat Wahidiyah dan ajarannya, dengan tujuan dan harapan supaya umat manusia jami’al alamin kembali mengabdikan diri dan Sadar kepada Alloh SWT.

Perjuangan Wahidiyah menuju Ma’rifat billah wa Rosulihi

Misi dan Visi Perjuangan Wahidiyah

Misi Perjuangan Wahidiyah 

Perjuangan Wahidiyah adalah upaya lahiriyah dan batiniah untuk memperoleh kejernihan hati,ketenangan batin, dan ketentraman jiwa menuju sadar kepada AllohSWT, wa Rosulihi SAW, dengan mngamalkan Sholawat wahidiyah dan Ajaran Wahidiyah.

Visi Perjuangan Wahidiyah 

Perjuangan Wahidiyah mempunyai tujuan terwujudnya keselamatan, kedamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan hidup lahir batin, materiel dan spirituil di dunia dan akhirat bagi masyarakat umat manusia seluruh dunia.

Visi perjuangan wahidiyah dengan mengusahakan :
  • Agar masyarakat jami’al alamin ,terutama diri sediri dan keluarga ,kembali sadar mengabdikan diri dan sadar kepada Alloh SWT wa Rosulihi SAW.
  • Agar ahklak – akhlak yang tidak baik dan merugikan ,segera di ganti oleh Alloh dg akhlak yang baik dan menguntungkan .
  • Agar tercipta kehidupan dunia dalam suasana aman, damai, saling menghormati, dan saling membantu sesama umat manusia di semua bangsa.
  • Agar dilimpahkan berkah kepada bangsa dan negaraserta segenap makhluk cptaan Alloh.

Cara Kanak-Kanak Berhidmah Dalam Perjuangan Wahidiyah

Berjuang lewat  jalan batiniyah :

1.Mujahadah dengan Sholawat Wahidiyah .( mujahdah seremonial dan non seremonial).
2.Menerapkan ajaran Wahidiyah.
3.Hatinya harus senantiasa pasrah /mhn pertolongan Alloh.
4.dll

Berjuang lewat jalan lahiriyah:

1.Menjadi da’i/pengisi acara dalam acra –acara Wahidiyh 
2.Menyiarkan Wahidiyah  dan Ajaran Wahidiyah /sebagian dari padanya.
3.dll

Fadlilah kanak-kanak yg berjuang 

Dekat disisi Alloh SWT sebagaimana dalam Hadist yang artinya kurang lebih : 

“Berbahagialah mereka yang berjuang memperbaiki keadaan ummat dan masyarakat; mereka itulak kelak pada hari kiamat berada dekat di sisi Alloh” (H.R. Abu Naim dari Tsauban).

Mendapat pahala dari orang yg melakukan kebaikan

Artinya kurang lebih : 

“Barang siapa yang menunjukkan kepada kebajikan maka baginya mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang mengerjakan kebajikan itu”. (Diwirayatkan oleh Imam Ahmad dan Muslim hadits dari ibnu Mas’ud).

Jaminan Masuk Surga

Hadits yang artinya kurang lebih : “Barang siapa yang berjuang/berusaha sehingga menjadi sebabnya orang masuk Islam, wajiblah baginya masuk surga”.  (H.R.Thobroni dari Uqbal bin Amir).

Tercurahnya rahmat/ kash sayang Rosululloh SAW.

Sebagaimana dalam hadits yang artinya kurang lebih : 

“Rohmat Alloh senantiasa tercurah kepada Kholifah-kholifah-Ku. Ditanyakan oleh para sahabat, siapakah gerangan Kholifah Tuan Yaa Rosululloh ? Bersabda Rosululloh saw : Yaitu mereka yang menghidup-hidupkan sunnah-Ku (HR. Abdul Barri dari Hasan bin Ali RA) 

Menjadi manusia paling baik ‘indalloh

“Sebaik-baik kamu sekalian menurut pandangan Alloh yang paling banyak memberi mamfaat kepada manusia”.

Meningkatkan kecerdasan IQ (Intlektual Quotient), Spiritual Quotient (SQ), dan Emotional Quotient (EQ) anak.

Kecaman bagi yang tidak mahu berjuang

Dalm hadist diantaranya : 

“Bukan golongan-Ku orang yang tidak mau berjuang dan berusaha, tidak mau memperhatikan, keadaan ummat dan masyarakat kaum muslimin”.

“Barang siapa yang tidak mau memperhatikan perkaranya kaum muslimin, maka bukanlah dia dari golongan kaum muslimin”.  (H.R. Thobroni dari Hudzaifah).

“Tidaklah sempurna iman dari salah satu diantara kamu sekalian, selama tidak mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri”. (Mufattaqun Alaihi).

Alasan kanak-kanak dilibatkan dalam perjuangan Wahiyah

Sesuai perintah Alloh SWT

FirmanNYA lagi (Surah Luqman, 17-18):

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
Artinya kurang lebih : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)".

Keistimewaan kanak – kanak

Kanak-kanak pada haqiqatnya dilahirkan dalam keadaan fitrah dan baik

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلى الْفِطْرَة، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، وَيُنَصِّرَانِهِ، وَيُمَجِّسَانِهِ كَمَثَلِ الْبَهِيمَةِ تُنْتَجُ الْبَهِيمَةَ هَلْ تَرَى فِيهَا جَدْعَاءَ

“Setiap kelahiran (anak kecil) dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua ibu bapanya menyahudikannya, atau menasranikannya, atau memajusikannya, sebagaimana haiwan melahirkan (mengeluarkan) haiwan, adakah kamu lihat padanya sebarang kecacatan (kekurangan/kelainan)” (HR. Bukhari No. Hadis 1296, Muslim No. Hadis 6828)

Kanak–kanak salah satu hamba yg paling dicintai Rosululloh SAW.

Anak sholih merupakan harta yg paling berharga di dunia dan akhirat.

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila wafatnya manusia, maka terputus darinya amalannya (pahala) kecuali dari tiga perkara (iaitu) dari sedakah jariah (pahala yang mengalir), ilmu yang bermanfaat (kepada manusia lain yang masih hidup), atau anak soleh yang sentiasa mendoakan kebaikan kepadanya”. (HR. Muslim No. Hadis 4310)


Masa anak merupakan masa emas (The Golden Age) yang merupakan fase/tahap yang sangat fundamental bagi perkembangan individu .(cetusan Froebel seorang filsuf yunani), sebagaimana hadist Rosululloh :

Artinya : Rosululloh SAW bersabda : perumpamaan orang yang belajar di masa kecil bagaikan mengukir diatas batu, dan orang yang belajar di waktu dewasa bagai mengukir diatas air.
Demikianlah materi ini kami buat, semoga meningkatkan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan Wahidiyah serta meningkatkn motivasi dalam  Perjuangan Wahidiyah, kepada kita semua utamanya kanak-kanak, amin.segala kekurangan dan kesalahan mohon maaf.