√ Dituding Kafir Karena Sholawat Wahidiyah - Buya Yahya Menjawab -->

Islam

Dituding Kafir Karena Sholawat Wahidiyah - Buya Yahya Menjawab

Ibnu Rusyd
Wednesday, January 22, 2020

Ad1

Ad2

Dituding Kafir Karena Sholawat Wahidiyah Buya Yahya Menjawab - Siapa yang tidak kenal dengan Yahya Zainul Ma'arif yang terkenal dengan Buya Yahya sebagai pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Cirebon.

Dalam kesempatan kali ini, Wahidiyah.me akan menulis apa yang telah disampaikan oleh Buya Yahya tentang "Dituding Kafir Karena Sholawat Wahidiyah - Buya Yahya Menjawab".

Biografi Buya Yahya

Yahya Zainul Ma'arif (Arab يحيى زين المعارف) yang lebih akrab disapa Buya Yahya (lahir di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, 10 Agustus 1973; umur 46 tahun) adalah pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Cirebon.


Sholawat Wahidiyah - Buya Yahya Menjawab
Dituding Kafir Karena Sholawat Wahidiyah - Buya Yahya Menjawab
Buya Yahya mendirikan Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren dengan nama Al-Bahjah yang pusatnya berada di wilayah Kabupaten Cirebon.

Al-Bahjah memiliki beberapa kampus, kampus utama yang beralamat di Jalan Pangeran Cakra Buana No. 179, Blok Gudang Air, Kelurahan Sendang, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, mulai dibangun pada Juni 2008. Al-Bahjah memiliki banyak unit usaha; ada minimarket AB Mart, Al-Bahjah Tour & Travel, Sekolah Dasar Islam Qur’ani (SDIQu) Al-Bahjah, SMPIQU al Bahjah, SMAIQu al Bahjah,Al Bahjah TV, Radio QU, Penerbit Pustaka Al-Bahjah dan masih banyak lagi. Berbagai unit usaha tersebut rata-rata digerakkan para santri, yang disebut Santri Khos, atau santri khusus. Santri Khos tak cuma bergerak dalam bidang dakwah maupun sosial, ada juga yang bertugas di dapur umum.

Pesantren ini kental dengan nuansa Nahdiyyin. Meskipun begitu, pesantren ini bukan milik ormas Nahdlatul Ulama (NU).


Salah satu peraturan di Al-Bahjah, para santri diharuskan berbahasa Arab dalam keseharian. Bagi santri baru, diberi waktu tiga bulan untuk beradaptasi.

Baca Juga Penjelasan Syeh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber Tentang Dana Box Dalam Wahidiyah

Tanya Jawab tentang Dituding Kafir Karena Sholawat Wahidiyah

Pertanyaan dari Peserta Majlis Al-Bahjah 

Kronologi Pertanyaan : Saya dengan orang tua saya, hubungannya mulai kecil kurang bagus, karena orang tua berpisah sejak saya umur 5 tahun dan sekarang ini saya ingin berbakti kepada orang tua, karena saya sudah dewasa, ingin memperbaiki hubungan saya dengan ayah, karena ibu sudah tidak ada. 

Tapi setiap kali saya bertemu dengan Beliau (Ayah), bulan kemarin saya pulang ke Tulungagung, selalu diingatkan : "Jangan lupa, gimana ayah, Apa masih mengamalkan Sholawat Wahidiyah". 

Terus saya selalu diingatkan tentang Sholawat Wahidiyah : 

"Apa kamu masih mengamalakan Sholawat Wahidiyah, jangan lupa kamu harus mengamalkan Sholawat Wahidiyah atau Mujahadah, kalau tidak, kamu akan termasuk golongan KAFIR, kamu MURTAD".

Selalu saya ditanyai ayah saya seperti itu, menjadikan dalam hati menangis setiap kali ketemu dengan Ayah.

Apakah Apabila saya tidak menjalankan Mujahadah Sholawat Wahidiyah termasuk KAFIR dan menjadi MURTAD.

Baca JugaSejarah Perjuangan Sholawat Wahidiyah Lengkap

Buya Yahya Menjawab Tentang 

Dituding Kafir Karena Sholawat Wahidiyah - Buya Yahya Menjawab 

Seorang puntri yang punya ayah handa, anda berhubungan dengan sholawat wahidiyah, sang anak ini lama, jarang ketemu dengan ayahanda ingin berbakti, tapi ayah handanya lalu berkata urusan tentang kelompok Sholawat wahidiyah. 

Katanya : "kalau kamu gak ikut kamu akan kafir dan sebagainya".

Ya ini yang berlu, kita tidak bisa, kita harus klarifikasi.

Pertama : 

Selama ini saya pernah, disodorkan sholawat wahidiyah, saya baca isinya benar-benar aja kok, saya baca, kecuali tidak tahu, naskahnya yang berbeda mungkin. 

Jadi secara tulisannya, dari sholawatnya, mungki gak tahu ada lembaran yang menjadikan mengkafirkan orang lain, saya tidak melihat disitu, yang jelas ada sholawatnya yang di kediri kedonglo itu, saya membacanya sholawatnya selembarannya. Gak tahu, kalau benar sholawat itu yang disodorkan kepada kami itu, kami tidak melihat pelanggaran di dalamnya. Tapi, kalau memang mungkin ada yang lain sholawatnya, saya tidak tahu masalah itu.

Lembaran Sholawat Wahidiyah


Lembaran Sholawat Wahidiyah

Yang Kedua : 



Kalau masalah mengkafirkan saya tidak mendengar langsung dari pemimpinnannya dan tokoh-tokoh imamnya yang mengkafirkan orang lain yang belum ikut sholawat wahidiyah, saya tidak pernah mendengar itu secara langsung, mungkin karena saya tidak bergaul dengan mereka, tapi saya pernah berkumpul dengan beberapa orang dari mereka, dan baik-baik saja, mereka juga tidak menganggap saya kafir, walaupun saya tidak mengamalkan sholawat Wahidiyah, 




Nah ini kembali kepada yang disampaikan pada pengajian kemarin, kadang-kadang pengikut ini lo yang kadang berlebihan, ini menjadi salah yang diikutinya. Pengiku yang berlebihan, seolahyang belum bergabung belum beriman, ini kadang-kadang salah pengikut. 




Jadi urusan ini perlu klarifikasi yang jelas kepada pemimpin sholawat wahidiyah dihari ini, di kediri sana kedonglo sana, kita harus klarifikasi seperti apa. Jadi seperti ini selama yang saya ketahui adalah tidak sampai derajat mengkafirkan. 




Kemudian, adapun anda terhadapa orang tua tidak boleh putus asa, kalau perlu ada dibilang seperti itu, ada bilang tetap dengan akhlak yang baik, tidak usah membahas tentang keyakinanya tadi, anda lupakan, anda datang kesana salaman, selesai.




Ketika hendak membicarakan yang demikian, anda tidak usah membahas, anda harus berusaha menghindar dari pada pembahasanan tentang masalah tersebut. 




Karena mungkin, orang tua ada adalah salah faham atau dari guru yang salah, ada guru yang salah menyampaikan, menjadikan orang salah faham atau fanatik.








Kan ada juga di sekelompok tempat itu ada kelompok gak tahu sholawat ini, atau syahadat ini, atau ini, padahal dari perdirinya aman-aman saja, tetapi ketika ketemu pengikut kadang-kadang seoralah-olah yang lain neraka semuanya, ya belum sahadat semuanya tidak masuk Surga, yang belum baca sholawat ini tidak masuk Surga, Wah ini, ini pengikut. Kalau masalah kasus kejahatan pengikut banyak dimana-mana, Pemipinnya tidak mengajarkan seperti itu. Sebab kami tidak menduga, karena seperti lingkungan apa, lingkungan pesantren besar, lirboyo dan sekitarnya. 




Ini, jadi mungkin itu salah faham dari orang yang salah menangkap berita dari pada keyakina tentang sholawat wahidyah, tapi ingat, ini tidak boleh jadi sebagai hukum, tapi itu butuh klarifikasi, yang saya ketahui seperti itu, tidak sampai derajat mengkafirkan.




Tapi yang ditanyakan adalah kasus pribadi anda, dengan seorang ibu dengan seorang ayah, harus tetap baik, tidak boleh anda menyerah sampai kapanpun, bahkan walaupun dicacipun anda tidak boleh lari dari caciannya, anda tetap mencoba untuk bisa mendekat sampai anda mati atau beliau mati dalam keadaan ridho untuk berbakti dan itulah sebab anda akan diangkat derajat anda oleh alloh shubhanahu wa ta'ala. (Buya Yahya Al-Bahjah TV)