√ Tata Cara Mujahadah Pertanian Dalam Wahidiyah Lengkap -->

Islam

Tata Cara Mujahadah Pertanian Dalam Wahidiyah Lengkap

Ibnu Rusyd
Wednesday, December 4, 2019

Ad1

Ad2

Tata Cara Mujahadah Pertanian Dalam Wahidiyah LengkapMujahadah Pertanian dalam Pengamalan Sholawat Wahidiyah sesuai Bimbingan Muallif Sholawat Wahidiyah RA tentunya tidak asih kita dengarkan.

Dalam kesempatan kali ini akan Wahidiyah.me sampaikan tentang Tata Cara Mujahadah Pertanian Dalam Wahidiyah tentunya yang Lengkap sesuai Bimbingan Muallif Sholawat Wahidiyah KH Abdoel Madjid Ma'roef RA.

Mujahadah Pertanian

Mujahadah Pertanian dalam Wahidiyah sebagiamana dalam Pengumuman Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) Pusat Nomor : 127/SW-XXIII/A/Man.5/86 tanggal 28 Juni 1986 tentang Mujahadah Pertanian tentunya ini sebagia dasar adanya Mujahadah Pertanian.

Mujahadah Pertanian Dalam Wahidiyah
Mujahadah Pertanian Dalam Wahidiyah

Pengertian Mujahadah Pertanian Wahidiyah

Dalam Mujahadah pertanian ini merupakan mujahadah yang dilaksanakan untuk memohon agar hasil tanaman/peternakan diberi lebih baik dan barokah sebagaimana dibimbingkan oleh Hadlrotul Mukarrom Muallif Sholawat Wahidiyah RA KH Abdoel Madjid Ma'roef. 

Cara pelaksanaan Mujahadah Pertanian

Dalam kesempatan kali ini perlu kita ketahui bagaimana cara pelasaksanaanya Mujahadah Pertanian. Mujahadah Pertanian dalam Wahidiyah ada beberapa cara diantaranya : 

Mujahadah dimulai dari waktu menabur bibit/waktu tanam sampai waktu panen, tiap hari dalam sekali duduk membaca:

"YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH” (diulang-ulang selama 30 menit)

Bagi pengamal Wahidiyah sebaiknya didahului mujahadah bilangan 7-17 atau 3-7

Kemudian ditiupkan 3 kali pada air dalam satu wadah misalnya botol, kaleng, jerigen, atau lainnya. Membacanya boleh pagi, sore, atau malam. Tetapi waktunya supaya tetap, terkecuali jika suatu tempo ada udzur. Setelah udzurnya selesai segera mujahadah.


Lembaran Sholawat Wahidiyah Lengkap

Wahidiyah

Cara Pemakaian Air Mujahadah Pertanian

Adapun cara penggunaan air Mujahadah (bisa ditambah dengan air lain) sebagai berikut:

1) Untuk tanaman yang diairi dengan air yang mengalir seperti padi-padian, dituangkan di jalan masuknya air (Jawa: tulakan) setiap 3 hari, 7 hari, atau 15 hari sekali tergantung kondisi tanaman/ sawahnya;

2) Untuk tanaman yang tidak diairi dengan air mengalir seperti jagung, pohon-pohonan dan lain sebagainya bisa disemprotkan/disiramkan pada daun atau pokok pohonnya;

Penyiar Sholawat Wahidiyah

Fafiruu Ilalloh


3) Untuk pemberantasan hama/penyakit,disemprot-kan pada daun atau bagian lain yang terserang hama. Bisa dicampur dengan obat pembasmi hama, atau langsung tanpa obat. Insya’ Alloh sudah mengandung obat yang diperlukan;

4) Untuk perikanan, dimasukkan pada air perikanan dan sebagian dicampur dengan makanannya;

5) Untuk peternakan dicampur minuman atau makanannya.

Inilah Tata Cara Mujahadah Pertanian Dalam Wahidiyah Lengkap yang Wahidiyah.me sampaikan sebagiamana dalam Buku Tuntunan Mujahadah dan Acara-acara Wahidiyah yang diterbitkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Penyiar Sholawat Wahidiyah Tahun 2015.