√ Ringkasan Kronologi Sejarah Lahirnya Sholawat Wahidiyah

Islam

Ringkasan Kronologi Sejarah Lahirnya Sholawat Wahidiyah

Ibnu Rusyd
Wednesday, December 4, 2019

Ad1

Ad2

Ringkasan Kronologi Sejarah Lahirnya Sholawat Wahidiyah - Sejarah sangatlah penting termasuk Sejarah Lahirnya Sholawat Wahidiyah.

Dalam kesempatan kali ini Wahidiyah.me menyampaikan karya beliau K. Zainuddin Tamsir tentang Ringkasan Kronologi Sejarah Lahirnya Sholawat Wahidiyah sebagaimana berikut.

Kronologi Sejarah Lahirnya Sholawat Wahidiyah Tahun 1959:

Hadlrotul Mukarrom Muallif Sholawat Wahidiyah menerima alamat ghoib dalam keadaan terjaga (bukan mimpi). Maksud alamat agar "supaya ikut berjuang memperbaiki mental masyarakat lewat jalan bathiniyah".

Wahidiyah
Ringkasan Kronologi Sejarah Lahirnya Sholawat Wahidiyah
Sejarah Lahirnya Sholawat Wahidiyah Tahun 1963:

❖ Di awal tahun ini Beliau KH Abdoel Madjid Ma'roef RA menerima alamat ghoib kedua kalinya seperti yang Beliau terima pada tahun 1959.

❖Dalam jangka beberapa waktu dari alamat ghoib yang kedua ini, Beliau menerima alamat ghoib yang sama bahkan lebih keras.

❖ Pada hari Kamis malam Jum'at Legi, tanggal 10 Mei 1963 (16 Dzul Hijjah 1382 H) Beliau Muallif Sholawat Wahidiyah menyusun Sholawat pertama yang diberi nama Sholawat Ma'rifat yakni "ALLOOHUMMA KAMAAANTA AHLUH Dalam sholawat ini belum ada kalimat "YAA ALLOH" setelah bacaan "TAMAAM MA GHFIRO TIKA" dan seterusnya sampai "WA TAMAAMA RIDLWANIKA"

Sholawat Wahidiyah

Sholawat Kedua dalam Wahidiyah

❖Pada bulan Muharrom 1383 (1963) lahirlah Sholawat ke dua. yaitu "ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU...".

❖Kedua Sholawat tersebut digabungkan dengan urutan yang dibalik. Yang ke dua dijadikan pertama, Dengan ini Beliau Muallif Sholawat Wahidiyah menetapkan bulan Muharram sebagai bulan kelahiran Sholawat Wahidiyah yang diperingati ulang tahunnya dengan pelaksanaan Mujahadah Kubro Wahidiyah pada setiap bulan tersebut.

❖ Dimulainya Penyiaran Sholawat Wahidiyah.

Lahirnya Sholawat Ketiga SHOLAWAT TSALJUL QULUB

❖Lahirnya Sholawat yang ketiga "YAA SYAAFI'AL KHOLQIS SHOLAATU WASSALAAM..." tanpa nidak "YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH...". Sholawat yang ketiga ini dinamakan "SHOLAWAT TSALJUL QULUB" (Sholawat Tsalju hati / pendingin hati). Nama lengkapnya "SHOLAWAT TSALJUL GHUYUUB LITAB-RIIDI HAROROTIL-QULUB" (Sholawat Salju Ghoib untuk mendinginkan hati yang panas).

Sayimbara Lagu Tasyafu'

❖Pada suatu saat, Muallif Sholawat Wahidiyah dawuh kepada Bapak Moh. Ruhan Sanusi untuk mengadakan sayembara mengenai "LAGU TASYAFU'". Namun belum sampai disayembarakan, tau-tau muncul begitu saja lagu tasyafaffu' seperti yang kita kenal sekarang ini. Tidak diketahui dari mana dan siapa yang mengajarkan.

❖Ketiga rangkaian Sholawat tersebut diawali dengan surat Al-Fatihah, diberi nama "SHOLAWAT WAHIDIYAH". Kata "WAHIDIYAH" diambil sebagai tabarrukan salah satu dari "ASMAUL HUSNA" yang terdapat dalam Sholawat yang pertama, yaitu "WAAHIDU", artinya "MAHA SATU". Satu tidak bisa dipisah-pisahkan lagi. Mutlak satu AZALAN WA ABADAN. "Satu" bagi Alloh     tidak seperti "satu"-nya" makhluq.

❖ Pencetakan Lembaran Sholawat Wahidiyah pertama kali dengan stensil. Tahun 1964:

❖ Pada bulan Muharrom 1384 H (1964) Ulang Tahun Wahidiyah yang pertama (EKAWARSA) pada bulan Muharram.

Hadir dalam acara tersebut tokoh-tokoh masyarakat, para kyai, para ulama NU dari Kediri, Tulungagung, Jombang, Mojokerto, Blitar, Nganjuk, dan Surabaya. Antara lain : 
  • KH Moh. Jazuli, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo, Kediri, 
  • KH Abdul Wahab Hasbulloh, Rois Am Syuriyah NU, 
  • KH Abdul Karim Hasyim, Tebuireng, Jombang.

❖Pencetakan Lembaran Sholawat Wahidiyah yang kedua kalinya (sudah menggunakan klise).

❖ Asrama Wahidiyah yang pertama kali yang diikuti para kyai dan tokoh agama dari daerah Kediri, Tulungagung, Blitar, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Surabaya, Malang, Madiun dan Ngawi. Asrama ini dilaksanakan selama tujuh hari tujuh malam.

Nidak YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOOH

❖Di dalam Asrama ini lahirlah kalimat nidak "YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOOH". Kalimat nidak tersebut dimasukkan dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah, ditempatkan sesudah "YAA SYAAFI'AL KHOLQIS-SHOLAATU WASSALAAM # .... "

❖ Pada tanggal 22 Juli 1964 (12 Robi'ul Awwal 1384) Muallif Sholawat Wahidiyah mendirikan Organisasi Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW). Hanya saja namanya saat itu PUSAT PENYIARAN SHOLAWAT WAHIDIYAH. Beberapa waktu kemudian diganti PANITIA PENYIAR SHOLAWAT WAHIDIYAH. Setelah itu diganti lagi PENYIAR SHOLAWAT WAHIDIYAH yang disingkat PSW dan berlaku sampai sekarang.

Logo Penyiar Sholawat Wahidiyah

Sholawat Wahidiyah


Sejarah Lahirnya Sholawat Wahidiyah Tahun 1965:

❖Asrama Wahidiyah yang kedua kalinya selama 6 (enam) hari, dari Senin sampai Ahad, tanggal 5-11 Oktober 1965 di Kedunglo.

❖Di dalam Kuliah Wahidiyah yang Beliau sampaikan, antara lain Beliau menerangkan tentang GHOUTSUZ-ZAMAN dengan panjang lebar. Pada saat itu lahir dari kandungan Beliau "YAA AYYUHAL-GHOUTSU"Bacaan yang disebut ISTIGHOTSAH ini belum dimasukkan ke dalam rangkaian Sholawat Wahidiyah tapi sudah diamalkan dan urutannya setelah YAA SAYYIDII YAA ROSULALLOH.

❖ Diijazahkan dan diamalkannya nidak "FAFIRRUU ILALLOH dan WAQU JA-ALHAQUU dst" bersama-sama antara imam dan makmum setiap selesai berdo'a. Tetapi beum dimasukkan ke dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah.

Sejarah Lahirnya Sholawat WahidiyahTahun 1968:

❖ Lahirnya Sholawat "YAA ROBBANALLOOHUMMA SHOLLISALLIMI.

❖ Dimasukkannya "YAA AYYUHAL-GHOUTSU dts" dan "YAA ROBBA-NAA dts." dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah.


Sejarah Lahirnya Sholawat Wahidiyah Tahun 1971:
❖ Pada tahun 1971, menjelang pemilu di negara kita, lahirlah Sholawat "YAA SYAFI'AL KHOLQI HABIIBALLOOHI...." dan ditambah "YAA SAYYIDII YAA ROSULALLOH"

❖ Sholawat ini dimasukkan dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah, diletakkan setelah "YAA AYYUHAL-GHOUTSU SALAAMULOH dts" sebelum "YAAROBBANALLOOHUMMA SHOLLI dts".

Sejarah Lahirnya Sholawat Wahidiyah Tahun 1973:

❖ Lahirnya do'a "ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WA HAADZIHIL-BALDAH" (belum ada "YAA ALLOOH"). Dibaca setelah "YAA ROBBANALLOOHUMMA SHOLLI dts.".

Lahirnya do'a nida' "ALLOOHUMMA BIHAQQISMIKAL- A'DHOM" dan dirangkaikan dengan "FAFIRRUU ILALLOH" dan "WAQUL JAA-AL-HA QQU dst".


Sejarah Lahirnya Sholawat Wahidiyah Tahun 1975:

❖ Pada hari Kamis wage jam 02.00 wib, tanggal 19 Juni 1975 (13 Jumadil Awal 1395 H) mulai dilaksanakan nidak "FAFIRRUU ILALLOH" dengan berdiri menghadap empat penjuru, serta tasyafu' dan istighotsah. Yaitu pada saat acara Mujahadah dalam rangka peletakan batu pertama Masjid Desa Tanjungsari, Boyolangu, Tulungagung (Masjid KH. Zaenal Fanani)

Sejarah Lahirnya Sholawat Wahidiyah Tahun 1978:

❖Lahirnya do'a "ALLOOHUMMA BAARIK Fll HAADZIHIL-MUJAAHA-DAH YAA ALLOOH" yang diletakkan sesudah "ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WA HAADZIHIL-BALDAH"

Sejarah Lahirnya Sholawat Wahidiyah Tahun 1980:

♦:♦ Tambahan "YAA ALLOOH" dalam Sholawat Ma'rifat setelah bacaan " TAMAAM A MAGHFIROTIKA" dan seterusnya sampai "WA TAMAAM A RIDLWAANIKA". Menjadi "TAMAAMA MAGHFIROTIKA YAA ALLOOH" dan seterusnya seperti dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah sampai sekarang.

Sejarah Lahirnya Sholawat Wahidiyah Tahun l981 :

❖Tambahan "YAA ALLOOH" setelah bacaan "ALLOOHUMMA BAA-RIK FIIMAA KHOLAQTA", dan dihilangkannya kalimat "ALLOOHUMMA" dari do'a "ALLOOHUMMA BAARIK Fll HAADZIHIL-MUJAAHADAH YAA ALLOOH". Sehingga menjadi "ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WA HAADZIHIL-BALDAH YAA ALLOOH, WAFII HAADZIHIL-MUJAAHADAH YAA ALLOOH" seperti dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah sampai sekarang.

❖Ditulis dan dicetaknya Lembaran Sholawat Wahidiyah dengan huruf Arab secara lengkap.

Catatan Ringkasan Kronologi Sejarah Lahirnya Sholawat Wahidiyah:

❖ Penulisan Lembaran Sholawat Wahidiyah yang pertama pada tahun 1981 oleh beliau KH. Maftuh Basthul Birri, (perintis Madrasah Murottilil Qur'an (MMQ) saat itu di Pesantren Liboyo Kediri. Saat ini beliau menjadi pengasuh Pondok Pesantren Murotilil Quran (PPMQ) salah satu Unit di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri).

 Penulisan Lembaran Sholawat Wahidiyah yang ke dua, pada tahun 1992 (dengan bentuk dan model khoth yang persis dengan yang pertama), oleh Sdr Aziz Robiddin, Pengamal Wahidyah dari Mranggen Demak Jawa Tengah (saat itu). Lembaran Sholawat Wahidiyah yang ditulis oleh Sdr Aziz Robiddin inilah yang digunakan oleh PSW sampai sekarang.

 Kepada beliau berdua yang telah berjasa dalam perjuangan Wahidiyah melalui khothnya dan kepada siapa saja yang terkait dengan pencetakan dan penyebaran Lembaran Sholawat Wahidiyah disampaikan do'a:

Jazaakumulloohu Khoirooti Wasa ’aadaatid Dun-yaa Wal Aakhiroh. Amiin.

Sejarah Lahirnya Sholawat Wahidiyah Tahun 1989 :

Muallif Wahidiyah Ra telah memberikan ijazah Sholawat Wahidiyah secara mutlak. Siapa saja dan dari manapun memperolehnya telah diberi izin untuk mengamalkan dan menerapkan, bahkan dianjurkan supaya menyiarkan kepada masyarakat luas tanpa pandang bulu, dengan ikhlas dan bijaksana.

Ijazah secara mutlak tersebut dimuat dalam lembaran Sholawat Wahidiyah paling bawah. Selain itu Beliau juga menyampaikannya pada saat memberikan fatwa dan amanat di Mujahadah Kubro Wahidiyah secara langsung dengan dawuhnya sebagai berkut:

Ijazah Sholawat Wahidiyah

Saya ijazahkan kepada kamu sekalian Sholawat Wahidiyah ini untuk diamalkan, disiarkan, dan mengijazahkan.

Ijazah tersebut Beliau sampaikan pada saat memberikan fatwa dan amanat pada malam terakhir Mujahadah Kubro Wada', Ahad malam Senin, tanggal 19 Pebruari 1989 / 14 Rojab 1409. Meskipun dalam kondisi gerah (sakit), Beliau menyampaikan fatwa dan amanat dari kamar dalem (rumah) selatan, dengan penuh semangat, sekalipun suaranya tersendat-sendat.

Oleh para sesepuh dan tokoh-tokoh PSW saat itu, Mujahadah Kubro tersebut diistilahkan dengan MUJAHADAH KUBRO WADA'. Karena, itulah Mujahadah Kubro terakhir yang ditunggui oleh Beliau Muallif, Ra, dan setengah bulan berikutnya (hari Selasa Wage, jam 10.30 tanggal 7 Maret 1989 atau 29 Rojab 1409), Beliau kembali ke Rahmat Alloh SWT. Alfatihah!

Meskipun dalam redaksi ijazah tersebut mengandung kalimat "dan mengijazahkan" yang artinya mengijazahkan Sholawat Wahidiyah kepada orang lain, akan tetapi bagi para Pengamal Wahidiyah ketika menyampaikan ijazah tersebut hendaknya tidak merasa dirinya yang mengijazahkan Sholawat Wahidiyah, melainkan supaya merasa hanya menyampaikan ijazah Beliau Muallif Ra, kepada orang lain. Dengan cara demikian pemberi ijazahnya tetap Beliau Muallif Wahidiyah, Ra.

Lembaran Sholawat Wahidiyah Lengkap

Lembaran Sholawat Wahidiyah
Lembaran Sholawat Wahidiyah
Demikian Ringkasan Kronologi Sejarah lahirnya Sholawat Wahidiyah yang diambil dari buku Ringkasan Sejarah Lahirnya Sholawat Wahidiyah & Organisasi PSW. Semoga lebih memudahkan dalam mengetahui dan memahami sejarah tersebut serta menambah keyakinan terhadap Sholawat Wahidiyah dan kesadaran terhadap besarnya jasa beliau Muallif Wahidiyah, Ra. Aamiin.