√ Teks Protokol Sholawat Wahidiyah + Panduannya -->

Islam

Teks Protokol Sholawat Wahidiyah + Panduannya

Ibnu Rusyd
Monday, November 25, 2019

Ad1

Ad2

Teks Protokol Sholawat Wahidiyah + Panduannya - Teks Protokol Acara tentunya sangat perlu bagi Pembawa Acara lebih-lebih dalam Pengamalan dan Acara Wahidiyah, tentunya tidak lepas dari Tuntunan atau Petunjuk yang benar.

Dalam kesempatan kali ini, Wahidiyah.me akan menyampaikan tentang Teks Protokol dalam acara Wahidiyah sekaligus tidak lepas dari Panduan atau petunjuk bagi Pembawa acara atau Protokol.


Teks Protokol Sholawat Wahidiyah + Panduannya
Teks Protokol Sholawat Wahidiyah + Panduannya
Untuk mengawali pembasahan tentang Teks Protokol Sholawat Wahidiyah + Panduannya, terlebih dulu tidak ada salahnya kami sampaikan tentang Panduan atau petunjuk bagi Pembawa acara atau Protokol agar sesuai yang diharapkan.

Petunjuk bagi Pembawa acara atau Protokol

Mengingat pentingnya kedudukan Protokol (Penata Acara/MC) sebagai penanggung jawab kelancaran jalannya acara baik acara Wahidiyah maupun acara selain Wahidiyah, maka harus memperhatikan hal-hal dalam Pemandu Acara sebagai berikut :

Harus mengadakan persiapan-persiapan lahir bathin

Harus mengadakan persiapan-persiapan lahir bathin. Misalnya mempersiapkan teks, latihan secukupnya, dan terutama melaksanakan Mujahadah penyongsongan sekurang-kurangnya 3 hari sebelum bertugas. 

Baca JugaBacaan Doa Tahlil Wahidiyah Lengkap + Download

Hatinya senantiasa tadloru’-berdepe-depe

Hatinya senantiasa tadloru’-berdepe-depe kepada Alloh wa Rosuulihi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam,   wa Ghoutsi Hadzaz Zaman  Ra, memohon taufiq, hidayah, bimbingan, syafa’at tarbiyah dan nadhroh bagi suksesnya acara yang dipimpinnya.

Berpakaian islami, rapi

Berpakaian islami, rapi, tidak terlalu mewah dan bersikap sopan yang tidak dibuat-buat. 

Petugas Protokol berdiri tegak, sopan

Setelah panitia mempersilakan untuk memulai acara, protokol berdiri tegak, sopan di depan mik pengeras suara, mengarahkan pandangan ke arah hadirin-hadirot dengan pandangan yang sopan dan simpatik, sebagai cetusan penghormatan batinnya. Jangan menundukkan kepala.

Baca Juga Sholawat Wahidiyah Sebagai Produk Tasawuf Indonesia

Menerapkan Ajaran Wahidiyah

Usahakan sekuat mungkin menerapkan “LILLAH-BILLAH LIR-ROSUL-BIRROSUL LILGHOUTS BILGHOUTS”.

Awal Melaksanakan Tugas sebagia Protokol

Mulailah pelaksanaan tugas dengan urutan sebagai berikut :

Sebelum mengucapkan salam dengan suara yang keras tapi sopan, mengucapkan :

“Para hadirin-hadirot ! Menyongsong dimulainya acara ini marilah sekali lagi kita bersama-sama memohon petunjuk dan perlindungan kepada Alloh Shubhanahu Wa Ta'ala dan mengadakan tasya-fu’an dan istighotsah kepada Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wasallam  wa Ghoutsu Hadzaz Zaman RA dengan adab lahir batin sebaik-baiknya!"

Berdiam sejenak kira-kira 5 detik, kemudian dengan suara cukup keras tapi sopan ucapkan :

AL-FATIHAH ! (membaca Surat fatihah 1 kali)
YAA SYAFI’AL KHOLQI SHOLAATU..... dilagukan 1 x
YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOOH…… 3 x 
YAA AYYUHAL GHOUTSU SALAAMULLOOH.…. 1 x
AL FAATIHAH (membaca surat al-Fatihah 1 kali) 

Baca Juga : Talqin Dengan Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh

Sholawat Wahidiyah Lengkapnya dalam Lembaran Wahidiyah

Lembaran Wahidiyah
Lembaran Wahidiyah
Bacaan Fatihah bagi protokol, jangan keras-keras, cukup didengar sendiri dengan menghayati maknanya. Begitu pula ketika tasyafu’ dan istighotsah suaranya direndahkan, dan miknya dijauhkan dari mulut, kecuali saat mulai melagukan.

Setelah bacaan surat Fatihah selesai, protokol memulainya dengan mengucapkan salam, basmallah, khutbah iftitah ala Wahidiyah, dan seterusnya. seperti CONTOH TEKS PROTOKOL di bawah ini :

Contoh Teks Protokoler Acara Wahidiyah 


Teks Protokoler Acara Wahidiyah


Contoh Teks Protokol Acara Wahidiyah


Teks Protokol Acara Wahidiyah

Teks Protokol Acara Wahidiyah

Teks Protokol Acara Wahidiyah


Protokol tidak boleh Komentar

Protokol tidak boleh memberikan komentar dalam prosesi acara. 

Protokol tidak boleh meninggalkan “meja protokol”,

Protokol tidak boleh meninggalkan “meja protokol”, kecuali ada kepentingan yang sangat mendesak dan harus  segera kembali. Dianjurkan pula ada seorang pen-damping protokol yang duduk di sampingnya. 

Protokol kuasa Penuh dalam jalannya acara

Protokol supaya memperingatkan pembicara yang meliwati batas waktu dengan tulisan, misalnya “MAAF MOHON DISINGKAT”

Protokol Memberikan Peringatan Ketika

Jika situasi hadirin-hadirot kurang tenang, protokol supaya memberi peringatan dengan kata-kata yang singkat, misalnya : "MAAF, PARA HADIRIN DIMOHON TENANG”

Selalu Membaca Nida' 

Selama berlangsungnya acara, protokol supaya senantiasa memberbanyak nidak “YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOOH” 

Protokol Mengakhiri acara ketika sudah selesai

Protokol tidak boleh mengakhiri tugasnya sebelum seluruh rangkaian acara selesai. 

Protokol tidak menyertakan Deklamasi waktu Penutup

Pada saat tasyafu’an/istighotsah penutup tidak boleh disertai deklamasi dan sebagainya. 

Itulah sedikit banyak yang telah Wahidiyah.me utarakan tentang Teks Protokol Sholawat Wahidiyah + Panduannya semoga bermanfaat khususnya dalam Para Petugas Protokol dalam acara-acara Seremonial Wahidiyah maupun acara Umum.