√ Sholawat Wahidiyah dan Ajarannya

Islam

Sholawat Wahidiyah dan Ajarannya

Ibnu Rusyd
Sunday, November 17, 2019

Ad1

Ad2

Sholawat Wahidiyah dan Ajarannya - Sholawat Wahidiyah sering kali banyak masyarakat yang belum tahu dan mengatakan Wahidiyah sesat karena hanya sekilas dilihat di Dunia Maya, tentunya sebelum mengetahui sebenarnya terlebih dulu, menelusuri Sholawat Wahidiyah apakah benar Sesat dan menyesatkan.

Kali ini Wahidiyah.me sekedar menjelasakan apa itu Sholawat Wahidiyah dan Apa itu ajaran Sholawat Wahidiyah. Dengan harapan orang yang mengatakan Wahidiyah Sesat tidak lagi mengatakan Wahidiyah itu Sesat, tetapi justru ikut mengamalkan dan merasakan Sholawat Wahidiyah.

Sholawat Wahidiyah dan Ajarannya

Sholawat Wahidiyah yang telah disusun oleh Beliau Hadlrotul Mukarrom Romo KH Abdoel Madjid Ma’roef, Pengasuh Pesantren Kedunglo, Desa Bandar Lor, Kota Kediri Jawa Timur. Tentunya proses yang sangat panjang sampai tersusunnya Sholawat Wahidiyah sebagaimana dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah. Baca Juga : Ajaran Wahidiyah Bagi Kanak-Kanak Pengamal Sholawat Wahidiyah

Lembaran Sholawat Wahidiyah

Lembaran Sholawat Wahidiyah

Sholawat Wahidiyah yang lahir di Tanah Kedunglo Kediri sebagaimana dalam Buku Ringkasan Sejarah Sholawat Wahidiyah, Ajaran Wahidiyah dan Penyiar Sholawat Wahidiyah tentunya sangat panjang dan jelas sekali sampai tersusunnya sholawat Wahidiyah dan juga Lembaga Khidmah Penyiar Sholawat Wahidiyah.

Buku Ringkasan Sejarah Sholawat Wahidiyah, Ajaran Wahidiyah dan Penyiar Sholawat Wahidiyah

Pengertian Sholawat Wahidiyah

Wahidiyah atau Sholawat Wahidiyah adalah rangkaian doa Sholawat Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam sebagaimana tertulis di dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah, termasuk cara dan adab pengamalannya.

Lembaran Sholawat Wahidiyah, cara dan adab pengamalannya

Ajaran Sholawat Wahidiyah

Yang dimaksud dengan Ajaran Wahidiyah adalah bimbingan praktis lahiriyah dan batiniyah berpedoman kepada Al-Qur’an dan Al-Hadits dalam menjalankan tuntunan Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam meliputi bidang Islam, bidang Iman dan bidang Ihsan, mencakup segi syariat, segi haqiqot/ ma’rifat dan segi akhlak. Baca Juga : Ajaran Wahidiyah LILLAH Tundukkan Iblis-

Sudah kita ketahui bahwa AJARAN WAHIDIYAH dirumuskan seperti yang tertera dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah, sebagai berikut:

Ajaran Sholawat Wahidiyah yang tertera dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah

Ajaran Sholawat Wahidiyah
Ajaran Sholawat Wahidiyah

Kita awali ajaran Sholawat Wahidiyah yang pertama yaitu Lillah

Ajaran Wahidiyah LILLAH

Segala amal perbutan apa saja, baik yang berhubungan langsung kepada Alloh dan Rosul-Nya Shollallohu ‘alaihi wasallam, maupun yang berhubungan dengan masyarakat, dengan sesama makhluq pada umumnya, baik yang bersifat wajib, sunnah atau yang mubah (wenang), asal bukan perbuatan yang merugikan/ bukan perbuatan yang tidak diridloi Alloh, melaksanakannya supaya disertai niat dan tujuan untuk mengabdikan diri kepada Alloh Tuhan Yang Maha Esa dengan ikhlas tanpa pamrih! LILLAHI TA’ALA! “LAA ILAAHA ILLALLOOH” (Tiada tempat mengabdi selain kepada Alloh), “WAMAA KHOLAQTUL JINNA WAL INSA ILLA LIYA’BUDUUNI” (Dan tiadalah AKU menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-KU) (Qs. Adz Dzaariyaat, 56).

Itulah Ajaran Wahidiyah Lillah

Kita lanjutkan Ajaran Wahidiyah yang ke Dua yaitu :

BILLAH

Menyadari dan merasa senantiasa kapanpun dan di manapun berada, bahwa segala sesuatu termasuk gerak-gerik dirinya lahir batin, adalah ALLOH TUHAN MAHA PENCIPTA yang menciptakan dan menitahkan- Nya. Jangan sekali-kali merasa, lebih-lebih mengaku bahwa diri kita ini memiliki kekuatan atau kemampuan. “LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH” (Tiada daya dan kekuatan melainkan atas kehendak ALLOH (BILLAH).

Selanjutnya Ajaran Wahidiyah Lirrosul Birrosul

LIRROSUL

Di samping berniat mengabdikan diri (beribadah) kepada Alloh seperti di atas, dalam segala tindakan dan perbuatan apa saja, asal bukan perbuatan yang tidak diridloi Alloh, bukan perbuatan yang merugikan, supaya disertai niat mengikuti jejak tuntunan Rosuululloh, Shollallohu ‘alaihi wasallam, “YAA AYYUHAL LADZIINA AAMANUU ATHI’ULLOOHA WA ATHI’UR ROSUULA WALAA TUBHTHILUU A’MAALAKUM”. (Hai orang-orang yang beriman (BILLAH), taatlah kepada Alloh (LILLAH) dan taatlah kepada Rosul (LIRROSUL), dan janganlah kamu merusak amal-amalmu). (Qs. Muhammad, 33).

BIRROSUL

Di samping sadar BILLAH seperti di atas, supaya juga menyadari dan merasa bahwa segala sesuatu termasuk gerak-gerik dirinya lahir batin (yang diridloi oleh Alloh) adalah sebab jasa Rosuululloh Shollalloohu ‘alaihi wasallam, “WAMAA ARSALNAAKA ILLA ROHMATAL LIL’AALAMIIN”. (Dan tidadalah AKU mengutus Engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam). (Qs. Al-Anbiyaa, 107).

Penerapan LILLAH BILLAH, dan LIRROSUL BIRROSUL seperti di atas, adalah merupakan realisasi dalam praktek hati dari dua kalimat syahadat “ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLOOH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLOOH” Shollalloohu ‘alaihi wasallam.

Kita lanjutkan Ajaran Wahidiyah yang lain yaitu YUKTI KULLA DZII HAQQIN HAQQOH dan TAQDIIMUL-AHAM FAL-AHAM TSUMMAL-ANFA’ FAL-ANFA’

YUKTI KULLA DZII HAQQIN HAQQOH

Mengisi dan memenuhi segala kewajiban, melaksanakan kewajiban di segala bidang tanpa menuntut hak. Baik kewajiban-kewajiban terhadap Alloh Subhanahu Wa Ta’ala Wa Rosulihi Shollallohu ‘alaihi wasallam, maupun kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan masyarakat di segala bidang dan terhadap makhluq pada umumnya.

TAQDIIMUL-AHAM FAL-AHAM TSUMMAL-ANFA’ FAL-ANFA’

Di dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban tersebut supaya mendahulukan yang lebih penting (AHAMMU). Jika sama-sama pentingnya, supaya dipilih yang lebih besar manfaatnya (ANFA’U). Hal-hal yang berhubungan kepada Alloh wa Rosulihi Shollallohu ‘alaihi wasallam, terutama yang wajib, pada umumnya harus dipandang “AHAMMU” (lebih penting). Dan hal-hal yang manfa’atnya dirasakan juga oleh orang lain atau umat dan masyarakat pada umumnya harus dipandang “ANFA’U” (lebih bermanfa’at).

Para Ulama' dan Umaro' tentunya berbeda pendapat tentang apa Sholawat Wahidiyah itu diantaranya wahidiyah menurut cak nun,  wahidiyah menurut gus dur, wahidiyah menurut mui, Wahidiyah menurut Prof. Dr. Nur Syam, S.Si tentunya berbeda-beda dalam berpendapat.

Sholawat Wahidiyah menurut Prof. Dr. Nur Syam, S.Si. 

Sholawat Wahidiyah merupakan interpretasi terhadap Islam yang dilakukan secara genius oleh pendirinya dan ditransformasikan secara terus menerus sehingga menjadi habitualisasi di dalam kehidupan sehari-hari. 

Ia merupakan tasawuf lokal yang menjadi ajang bagi para penganutnya untuk memenuhi gelegak keilahian dan menjadi wadah bagi pemenuhan kebutuhan spiritual yang tidak ada habis habisnya. Ia menjadi mediun untuk mengekspresikan gelegak ketuhanan dan kulminasi pengalaman keilahian yang tak kunjung henti.

Lembaran Sholawat Wahidiyah dan Artinya 

wahidiyah artinya

wahidiyah artinya

Itulah sekilas tentang Sholawat Wahidiyah dan Ajaran Wahidiyah, semoga bermanfaat.