√ KH Moh Jazuli Yusuf Tokoh Tangguh dalam Perjuangan Wahidiyah

Islam

KH Moh Jazuli Yusuf Tokoh Tangguh dalam Perjuangan Wahidiyah

Ibnu Rusyd
Sunday, November 17, 2019

Ad1

Ad2

KH Moh Jazuli Yusuf Tokoh Tangguh dalam Perjuangan Wahidiyah : Siapa yang tidak tahu beliau KH Jazuli Yusuf Ketua Majelis Tahkim Pusat Penyiar Sholawat Wahidiyah dari Malang.

Beliau adalah sosok kiayi ternama di daerah malang, Beliau terkenal karena keilmuan beliau, kesaktian beliau dan keberanian beliau. Tidak jarang tamu yang sowan kepada beliau untuk meminta amalan wirid agar sakti dan terkabul apapun hajatnya dan hasilnya juga memuaskan untuk tamu-tamunya. 
KH Jazuli Yusuf Tokoh Tangguh dalam Perjuangan Wahidiyah
KH Jazuli Yusuf Tokoh Tangguh dalam Perjuangan Wahidiyah
Hal tersebut membuat kiai jazuli sangat tersohor. Dalam hal riyadhoh beliau tak perlu diragukan lagi. Sehingga beliau sangat dihormati oleh masyarakat umum dan para pejabat daerah.

Amalan KH Moh Jazuli Yusuf

KH Moh Jazuli Yusuf tentunya tidak sedikit amalan yang telah dilakukan oleh beliau, Bahwa beliau KH Jazuli Yusuf sudah banyak amalan yang beliau amalkan, baik sholawat ataupun wirid-wirid. Beliau ketika mengamalkan amalan tersebut pasti meminta ijazah dari gurunya. Hal tersebut membuat kondisi batiniyah yai jazuli sangat tajam. Sehingga beliau sangat konsekuen dan tanggung jawab dengan apa yang beliau percayai. Bahkan jiwa raga dan harta beliau curahkan pada hal yang beliau yakini. Baca JugaAmanat Muallif Wahidiyah KH Abdoel Madjid Ma'roef, Ra Tentang Keseragaman Mujahadah

Awal KH Moh Jazuli Yusuf mengamalkan sholawat wahidiyah

Pada waktu Awal beliau mengamalkan sholawat wahidiyah pada saat beliau bertemu dengan yai Mahmud misbah yang sudah menjadi pengamal sholawat wahidiyah. Namun setelah mendapatkan amalan tersebut beliau yai jazuli tidak langsung mengamalkan. Karena sudah menjadi kebiasaan beliau yai jazuli, tidak akan mengamalkan sebelum diijazahi oleh pengarangnya.

Akhirnya pada suatu hari, ada majelis mujahadah di dekat rumah yai Mahmud dan dihadiri oleh muallif. Berita itu terdengar oleh yai jazuli sehingga beliau sudah siap untuk menghadiri majelis tersebut dan bertemu dengan muallif untuk meminta ijazah dari muallif. Pada saat beliau menunggu datangnya muallif di arena, ternyata jarak beberapa meter dari arena muallif sudah datang dan meminta tolong putra nya untuk memanggil yai jazuli di arena agar diajak sowan kepada muallif.

Kemudian gus latif yang merupakan putra dari muallif Sholawat Wahidiyah KH Abdoel Madjid Ma'roef RA, menuju arena dan mencari yai jazuli. Padahal Muallif tidak mengetahui maksut dari yai jazuli dan belum sampai ke arena. Akhirnya gus latif bertemu dan menjemput yai jazuli dengan menggunakan becak. Setelah itu bertemulah yai jazuli dengan muallif dirumah tersebut. 

Kemudian muallif bertanya apakah sudah mengamalkan sholawat wahidiyah. Dan yai jazuli pun menjawab belum, kemuadian muallif bertanya kenapa. Yai jazuli menjawab bahwa beliau menginginkan ijazah langsung dari muallifnya.

Muallif Sholawat Wahidiyah mengijazahkan sholawat wahidiyah Kepada KH Moh Jazuli Yusuf

Pada waktu muallif Sholawat Wahidiyah mengijazahkan sholawat wahidiyah kepada yai jazuli untuk diamalkan dan disiarkan kepada semua orang. Kemudian bersama muallif dan beberapa pendereknya beliau bersama-sama ke arena mujahadah dan mengikuti acara mujahadah tersebut. 

Namun sampai rumah yai jazuli tidak langsung mengamalkan, karena beliau menyadari bahwa secara tersurat amalan sholawat wahidiyah sangat dahsyat. Namun beliau yai jazuli ingin mengetahui kedahsyatan sholawat wahidiyah secara tersirat. Baca JugaPesan KH Mohammad Ruhan Sanusi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Penyiar Sholawat Wahidiyah

Kedahsyatan Sholawat Wahidiyah

Kemudian beliau meriyadhohi atau menirakati amalan sholawat wahidiyah tersebut. Setelah beberapa lama beliau mendapatkan alamat ghoib yang membuat yai jazuli yakin dan mualai mengamalkan serta menyiarkan sholawat wahidiyah. 

Namun mulai saat itu semua ilmu-ilmu ataupun kemampuan yai jazuli perlahan mulai hilang. Kemudian beliau bertanya kepada muallif dan dijawab bahwa memang seperti itu. Semua inti sari sholawat serta wirid-wirid yang ada itu berada di sholawat wahidiyah.

KH Moh Jazuli Yusuf Jarang di Rumah

Mulai saat itu beliau yai jazuli sudah jarang dirumah. Karena beliau mencurahkan semua waktu, pemikiran, jiwa serta raga beliau di perjuangan. Dan beliau mulai ditugaskan oleh DPP PSW untuk ke daerah-daerah dalam rangka menyiarkan sholawat wahidiyah. Namun kendala satu persatu mulai datang. Baik isu, rumor, caci maki bahkan ancaman pembunuhan.

Peristiwa Wahidiyah di nongko jajar

Seperti pada peristiwa di nongko jajar sekitar pada tahun 1975. Beliau yai jazuli ditugaskan oleh DPP PSW untuk menyiarkan sholawat wahidiyah didaerah tersebut. Namun ada salah satu tokoh kiai memfitnah bahwa yai jazuli bermaksut untuk menghidupkan gerakan pki di kampung tersebut. Sehingga kiai tersebut mengumpulkan preman-preman kampung untuk rapat dirumah beliau. Musyawarah itu membicarakan yai jazuli dan rencana menculik yai jazuli.

KH Jazuli Yusuf Tokoh Tangguh dalam Perjuangan Wahidiyah
KH Jazuli Yusuf Tokoh Tangguh dalam Perjuangan Wahidiyah
Pada malam yang sama yai jazuli sedang membina para pengamal dan mendengar kabar tersebut. Dengan keberanian yai jazuli, beliau mendatangi rumah kiai tersebut yang sedang diadakan musyawarah. Beliau mengetuk pintu rumah tersebut dan masuk kedalam rumah tersebut. 

Beliau berkata kepada kiai tersebut “assalamualaikum yai, sowan kulo niki badhe silaturrohmi kalian pados bolo. Supados mangke bilik gegeran saget menang amargi bolonipun kathah”. 

Kehadiran yai jazuli dan perkataan beliau membuat para musyawirin terdiam dalam waktu yang lama. Kemudian satu persatu musyawirin meninggalkan tempat, sehingga musyawarahpun tidak jadi dilaksanakan. Baca JugaBiografi Singkat Romo KH Moh Ruhan Sanusi

Hal tersebut membuat ketua dari preman kampung itu emosi. Sehingga memutuskan untuk membunuh yai jazuli dengan tangannya sendiri. Namun diluar dugaan, setelah merencanakan penculikan yai jazuli tersebut dimalam harinya ketua preman tersebut berselisih paham dengan temannya sendiri dan menyebabkan perkelahian. Akhirnya ketua preman tersebut meninggal dunia.

Mendengar hal tersebut kiai kampung itu menjadi semakin emosi. Dan mengatur rencana untuk mengusir yai jazuli dari kampung tersebut, bila perlu dibunuh. Kemudian kiai tersebut mencari seorang wanita dan anak kecil untuk mengaku sebagai istri dan anak dari yai jazuli yang sudah ditelantarkan selama 3 tahun. Hal tersebut dimaksutkan agar nama yai jazuli dikampung tersebut tercoreng.

Akhirnya pada malam harinya saat yai jazuli sedang dimajelis mujahadah, beliau dipanggil oleh perangkat desa karena ada yang mengaku istri dan anak yai jazuli yang sudah ditelantarkan. Kemudian bertemulah yai jazuli, perangkat desa, wanita tersebut dan yai kampung tersebut dirumah yai tersebut. Namun diluar dugaan wanita itu tidak jadi mengaku dan berkata “sanes yai jazuli niki”. Hal tersebut membuat yai jazuli bebas dari dugaan. 

Kemudian wanita tersebut menginap di rumah yai kampung setempat. Namun ditengah malam wanita itu memutuskan untuk pergi dan mencuri beberapa barang berharga milik yai tersebut. Akhirnya kiai kampung tersebut menyerah dan yai jazuli pulang. Karena tugas beliau sudah selesai dan dirasa bahwa pengamal sholawat wahidiyah dikampung tersebut sudah aman.

Menjual Telur Ayam untuk memenuhi kebutuhan Hidup

Selama ditugasi oleh DPP PSW kedaerah-daerah, beliau meninggalkan rumah selama beberapa hari bahkan beberapa minggu. Karena beliau yai jazuli bukanlah seorang yang kaya raya maka tidak jarang putra beliau menjual telur ayam untuk memenuhi kebutuhan uang jajan dan keperluan dapur ibuknya. Keadaan ekonomi beliau bukanlah menjadi penghambat dalam berangkat bertugas.

KH Moh Jazuli Yusuf salah satu sahabat muallif Sholawat Wahidiyah dalam peristiwa di Ngadiluwih

Yai jazuli juga menjadi salah satu sahabat muallif yang bertugas atau terfokus pada kaidah-kaidah dasar wahidiyah. Seperti pada saat peristiwa di ngadiluwih. Peristiwa dimana sholawat wahidiyah dikontras secara besar-besaran oleh kiai setempat. Kemudian muallif bermusyawarah dengan DPP PSW kemudian menugas kan yai jazuli, yai ihsan mahin dan yai zainal untuk menyelesaikan hal tersebut.

Akhirnya tim tersebut mengirim surat kepada yai tersebut untuk berdebat. Siapa yang kalah akan mengikuti ajarannya. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh kedua belah pihak. Setelah itu, sekitar pukul 5 sore sebelum bertemu dengan yai tersebut. Beliau yai jazuli sowan kepada yai ihsan mahin dan meminta semua kitab dari yai ihsan mahin untuk dipelajari dan menyusun pertanyaan yang akan diajukan.

Kemudian tim 3 tersebut setelah isyak berangkat ketempat pertemuan. Selama perdebatan beliau bertiga selalu nida’ didalam hati. Perdebatan berlangsung selama beberapa jam. Setiap pertanyaan yang diajukan oleh yai tersebut mampu dijawab oleh yai jazuli. Kemudian setiap pertanyaan yang diajukan yai jazuli tidak mampu terjawab. Hingga akhirnya tim dari PSW menang dalam perdebatan. Namun yai yang mengontras tersebut tidak mau memenuhi perjanjia.

Akhirnya tim dari psw pulang ke DPP PSW yang pada saat itu berada di pondok kedunglo. Mendengar kabar tersebut muallif sangat gembira dan tidak pernah bersu’udzon kepada yai yang mengontras dan tidak mau memenuhi perjanjian. Dan tim yang bertugas tersebut juga tidak bersu’udzon kepada yai tersebut.

Kepengurusan DPP PSW dalam keadaan kritis

Ada kisah lagi ketika DPP PSW mendapatkan masalah intern yang membuat kepengurusan DPP PSW tidak kondusif. Sehingga pada saat itu bisa dikatakan kepengurusan DPP PSW dalam keadaan kritis. Kemudian muallif bermusyawarah dan meminta izin kepada DPP PSW untuk membentuk tim khusus untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Usulan tersebut diterima oleh DPP PSW kemudian muallif Sholawat Wahidiyah menunjuk yai jazuli, yai zainal fanani dan yai Syifa’.

Kemudian tim tersebut diketuai oleh yai jazuli, karena sifat yai jazuli yang tegas. Beliau dan tim menyidang semua pengurus dan mencari penyebab permasalahan tersebut. Semua pengurus pun terdiam. Hal tersebut akhirnya mampu menyelesaikan permasalahan. Semua kegiatan berikut didasari karena mendapat tugas dari DPP PSW dan ditunjuk langsung oleh muallif.

KH Moh Jazuli Yusuf memilih menggunakan transportasi umum dalam Bertugas Ke Daerah

Dalam kehidupan sehari-hari beliau sangat sederhana sekali. Berbeda dengan yai besar pada zaman itu. Beliau pada saat bertugas ke daerah tidak pernah mau dijemput, beliau memilih menggunakan transportasi umum. Sehingga tidak jarang beliau menunggu bus diterminal berjam-jam. Baik pada siang hari atau dini hari. Dan beliau tidak pernah mengeluh atau minta fasilitas dari DPP PSW atau dari DPC yang akan bertempatan.

Jikapun beliau ingin hidup mewah dan berpenghasilan besar, sangat mungkin bagi beliau yai jazuli. Karena banyak anggota-anggota dewan pada saat itu yang sangat dengan beliau yai jazuli. Dengan relasi beliau, sangat dimungkinkan bila beliau ingin menduduki salah satu kursi pemerintahan. Bahkan ada yang menawari mobil kepada beliau, beliau pun menolaknya.

Sifat tidak ingin merepotkan orang lain

Sifat tidak ingin merepotkan orang lain sangat ketara pada sikap beliau. Setiap ditugasi kedaerah oleh DPP PSW sebisa mungkin beliau pulang atau tidak menginap dilokasi tersebut. Kerena beliau pun tidak ingin merepotkan DPC setempat. Karena pada saat itu kondisi ekonomi Negara yang masih memprihatinkan, sehingga juga berdampak pada Dewan Pimpinan Cabang Penyiar Sholwat Wahidiyah di daerah. Hal tersebut juga menjadi alasan beliau berusaha untuk tidak menginap.

Surat Sakti Pengurus Penyiar Sholawat Wahidiyah

Ada sebuah kisah pada saat itu dimana ada salah satu pengamal dari gresik ingin mengumpulkan tokoh-tokoh ulama dikampungnya dan memperkenalkan tentang sholawat wahidiyah. Pengamal tersebut juga bisa dikatakan mapan dalam kondisi ekonominya. Pengamal tersebut telfon kepada yai jazuli untuk mengisi dalam majelis tersebut. Yai jazuli menyarankan untuk memberikan surat dan pemberitahuan kepada DPC gresik dan dibuatkan surat permohonan oleh DPC gresik kepada DPP PSW.

Namun hal tersebut tidak dilakukan oleh pengamal tersebut. Akhirnya pada hari H acara tersebut, pengamal gresik telfon dan menanyakan yai jazuli kenapa belum datang. Dan yai jazuli menjawab “kulo mboten angsal surat tugas sangking DPP, kulo njih mboten bidal”. Hal tersebut membuat geram pengamal dari gresik. Namun beberapa minggu berikutnya pengamal tersebut sowan kepada yai jazuli dan bertanya hal tersebut. Kemudian beliau menjelaskan alasan beliau, dan akhirnya pengamal tersebut meminta maaf.

Peristiwa diatas mencerminkan bahwa yai jazuli sangat taat kepada aturan berorganisasai. Beliau tidak berangkat mengisi walaupun dalam acara wahidiyah. Kecuali beliau menerima surat tugas dari DPP PSW untuk kedaerah, beliau akan berangkat tanpa memikirkan apapun. Beliau melakukan itu karena beliau juga tidak ingin terfigurkan dalam PSW.

Menurut putranya, yai jazuli itu bersifat tegas dan keras. Apalagi yang berkaitan dengan perjuangan wahidiyah. Oleh sebab itulah yai jazuli dipercaya oleh muallif dan DPP PSW yang mengurusi kaidah-kaidah dasar wahidiyah yang harus selalu murni tanpa dipengaruhi oleh keinginan-keinginan pribadi.

KH Moh Jazuli Yusuf dalam mendidik Putra Putrinya

Dalam beliau mendidik putranya, beliau terkesan membebaskan namun tetap mengawasi dari kejauhan. Seperti pada saat putranya masih kecil sedang bermain bersama temannya. Namun pada saat yai jazuli dirumah dan memasuki waktu makan, beliau sendiri mencari putranya ketempat bermain dan menjemputnya untuk pulang.

Hal tersebut mencerminkan bahwa yai jazuli juga sangat memperhatikan putranya walaupun jarang dirumah karena sering ditugaskan oleh DPP PSW ke daerah. Dan juga ternyata beliau juga tetap bertanggung jawab kepada tugas beliau sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab atas keluarganya. Hal tersebut juga da[pat kita suri tauladani atau bahkan kita tiru. (Rm)