√ Workshop Multimedia Wahidiyah Jakarta -->

Islam

Workshop Multimedia Wahidiyah Jakarta

Ibnu Rusyd
Saturday, October 5, 2019

Ad1

Ad2

Workshop Multimedia Wahidiyah Jakarta


Workshop Multimedia Wahidiyah Jakarta - Workshop Multimedia Wahidiyah digelar Dewan Pimpinan Wilayah DKI Jakarta dengan mengusung tema "Innovation, Creative, Multimedia for Generation Millenial Wahidiyah" di Sekretariat BHLW Pusat.

Workshop Multmedia Wahidiyah yang dihadiri dari berbagai daerah diantaranya : Dewan Pimpinan Wilayah Penyiar Sholawat Wahidiyah (DPW PSW) Prov. Jawa Tengah, DPW PSW Prov. Jawa Barat, DPW PSW Prov. DKI Jakarta, Dewan Pimpinan Cabang Penyiar Sholawat Wahidiyah (DPC PSW) se DKI Jakarta.


Workshop Multimedia Wahidiyah Jakarta-2
Workshop Multimedia Wahidiyah Jakarta
Kegiatan Workshop Multimedia Wahidiyah yang digelar selama dua hari pada hari Sabtu s/d Minggu, 5-6 Oktober 2019 di Sekretariat Badan Hubungan Luar Negeri (BHLW) Pusat berjalan lancar.

Alhamdulillah kegiatan yang dibuka oleh Bapak H Turmudzi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Penyiar Sholawat Wahidiyah Prov. DKI Jakarta berjalan lancar dan diawali dengan Muqoddimah Sholawat Wahidiyah sebagaimana biasanya dilakukan dalam Seremonial acara Wahidiyah. Baca Juga : 

Pemateri Pertama dari Bapak Agus Ponco (Program Direktor TV One) banyak sekali yang disampaikan oleh beliau diantaranya : Posisikan sebagai penonton, jangan hanya sebagai kameramen, Mengambil posisi pengambilan harus fokus, faham dengan Alat yang dijadikan sebagia Sarana mengambil Video, tidak kalah pentinnya yaitu Mental dan jangan malu-malu mengambil Video. 

Contoh teknik Camera


Workshop Multimedia Wahidiyah Jakarta



Contoh teknik Camera Movement
Contoh teknik Camera Movement

Contoh teknik Camera Movement

Contoh teknik Camera Movement

Contoh teknik Camera Movement

Ada 7 Teknik Pengambilan Gambar Video Berdasarkan Sudut Pengambilan Gambar/Angle. Adapun berdasarkan sudut pengambilan gambarnya, teknik syuting ada 7 macam yaitu:

1. Frog Eye

Teknik shooting ini mengambil gambar dengan posisi kamera disejajarkan dengan bagian alas/bawah obyek dan posisinya lebih rendah dari dasar obyek. Hasilnya gambar yang diambil akan menjadi sangat besar. Subyek pengambil gambat menjasi serasa mengecil dan obyek gambar memiliki kesan agung, angkuh maupun kokoh.

2. Low Angle

Merupakan pengambilan gambar dengan sudut arah bawah obyek yang memberikan kesan obyek membesar.

3. Eye Level

Teknik ini mengambil posisi sejajar dengan obyek. Dengan teknik Eye Level maka gambar yang direkam menunjukkan tangkapan pandangan mata orang yang berdiri sejajar dengna obyek. Ketinggian dan besarnya obyek jadi sama dengan subjek dan disebut juga teknik normal shoot.

4. High Angle

Teknik pengambilan gambar High Angle mengambil posisi di atas obyek. Hasilnya obyek shooting menjadi lebih kecil. Hasil gambarnya menjadi dramatis dan terkesan kerdil.

5. Bird Eye

Teknik Bird Eye (mata burung) merupakan teknik shooting dengan memposisikan juru kamera di atas ketinggian dalam merekam obyek. Hasilnya gambar yang tampak akan menunjukkan lingkungan sekitar lebih luas. Benda-benda lainnya di sekitar obyek juga akan tampak dalam ukuran kecil.

6. Slanted

Teknik shooting ini mengambil sudut yang tidak frontal dari depan ataupun dari samping obyek. Tapi mengambil sudut 45’ terhadap obyek. Hasilnya obyek lain akan masuk dalam rekaman kamera.


7. Over Shoulder

Teknik shooting ini mengambil gambar dari arah belakang bahu obyek. Akibatnya obyek hanya nampak bagian bahu atau kepalanya saja. Biasanya teknik ini dipakai untuk menunjukkan bahwa obyek sedang melihat sesuatu ataupun sedang berbincang-bincang.

Tidak hanya tentang 7 Teknik Pengambilan Gambar Video Berdasarkan Sudut Pengambilan Gambar/Angle saja yang beliau sampaikan beserta prakteknya, bapak Agus Ponco (Program Direktor TV One) mengutarakan 10 Teknik Pengambilan Gambar Video Berdasarkan Ukuran Gambar.

Setelah membahas soal sudut shooting, selanjutnya adalah tentang ukuran gambarnya. Besar kecilnya ukurang gambar tak lepas dari tujuan pengambilan gambar itu sendiri. Dalam hal ini berguna untuk memperjelas situasi, kondisi, maupun emosi obyek gambar. Ada 10 teknik pengambilan gambar berdasarkan ukuran gambarnya, yaitu:

1. Extreme Close Up (ECU)

Merupakan pengambilang gambar dari jarak sangat dekat, hingga pori-pori kulit pun bisa terlihat. Tujuannya agar obyek menjadi sangat-sangat jelas.

2. Big Close Up (BCU)

Untuk menunjukan ekspresi dari obyek, maka digunakan teknik big close up. Sasarannya adalah dari atas kepala hingga dagu obyek.

3. Close Up (CU)

Close Up dilakukan dengan mengambil gambar atas kepala obyek hingga bawah leher. Tujuannya agar wajah obyek nampak lebih jelas.

4. Medium Close Up (MCU)

Teknik ini bertujuan mempertegas gambaran profil seseorang. Pengambillannya dengan menyorot dari kepala hingga dada.

5. Medium Shot (MS)

Agar sosok orang semakin jelas maka teknik ini dilakukan. Sasarannya mulai kepala hingga pinggang.

6. Full Shot (FS)

Teknik ini memperlihatkan seluruh tubuh obyek, dari kepala hingga kaki.

7. Long Shoot (LS)

Untuk menunjukkan obyek sekaligus latar belakangnya, digunakan teknik Long Shoot.

8. One Shoot (1S)

Teknik one shoot adalah teknik shooting untuk menampilkan satu obyek saja.

9. Two Shoot (2S)

Lebih luas dari teknik sebelumnya, S2 iniu menampilkan adegan dua obyek yang terlibat percangkapan.

10. Group Shoot (GS)

Teknik Group Shoot mengambil gambar kumpulan orang. Seperti adegan pasukan, kerumunan orang dan sebagainya.

Itulah sedikit banyak yang telah Wahidiyah.me sampaikan dalam acara Workshop Multimedia Wahidiyah Jakarta pada Materi Pertama Oleh Agus Ponco Program Direktor TV One semmoga memberikan manfaat dalam segala bidang.