√ Talqin Dengan Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh

Islam

Talqin Dengan Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh

Ibnu Rusyd
Thursday, October 31, 2019

Ad1

Ad2

Talqin Dengan Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh - Talqin kepada orang yang hendak meninggal dunia dengan Lafadz laa ilah illallah sudah biasa kita denga, tapi talqin dengan Lafadz Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh masih jarang kita dengarkan.

Dalam kesempatan kali ini Wahidiyah.me akan menceritakan cerita yang menarik tentang Talqin Dengan Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh, mungkin pada umumnya dianggap aneh dan tidak wajar, bahkan orang yang belum tahu bisa-bisa mengatakan itu Bid'ah atau Sesat dan menyesatkan, maka agar lebih jelas tentang Talqin Dengan Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh simak di cerita di bawah ini.

Talqin Dengan Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh
Talqin Dengan Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh
Cerita Talqin Dengan Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh

Cerita Mbah Mantan Lurah Putri

Pada tahun 1975, mbah mantan lurah putri yang sudah tua dari Desa Poko, Kecamatan Pringku-ku, Kabupaten Pacitan Jawa Timur menderita sakit keras, sudah hampir tiga hari ia tidak sadar-kan diri/ koma. Baca Juga : Pesan KH Mohammad Ruhan Sanusi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Penyiar Sholawat Wahidiyah

Berbagai usaha keluarga telah dilakukan untuk sekembuhan 

Berbagai usaha keluarga telah dilakukan, seperti pengobatan secara medis, orang tua (dukun), bahkan mengadakan gerakan membaca surat Yasin berkali-kali dan ditalqin dengan LAA ILAAHA ILLALLOOH atau Alloh-Alloh oleh anak cucu dan para kerabatnya. Dari sekian usaha itu tidak membawa hasil sedikitpun, ya’ni keadaannya tetap tidak sadarkan diri.

Talqin Dengan Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh

Pada suatu hari, cucunya yang bernama Sulamah binti Peno (saat itu bertempat tinggal di Jeruk Wangi, Kandangan, Kediri) yang masih berumur + 5 tahunan datang ke Pacitan untuk menjenguk nenek yang sakit itu bersama bapaknya. Tanpa disengaja, cucunya yang bernama Sulamah tadi membaca kalimat nidak “YAA SAYYIDII YAA ROSULALLOOH”

fafiruu ilallooh

Spontan Mbah Lurah Putri yang sudah berhari-hari memejamkan mata itu, tiba-tiba membuka matanya dan bertanya : 

“Iku mau suarane sopo ?” (Itu tadi suaranya siapa?) “Cucunya mbah” Jawab orang yang menungguinya.

Setelah itu Mbah Lurah Putri berkata kepada orang yang menungguinya : “Kon mrene, nyedak aku kene” (suruh ke sini, mendekat aku sini). Cucunya yang bernama Sulamah mendekat neneknya, kemudi-an disuruh mengulang apa yang dibacanya tadi : “Sing kok woco mau opo nduk, kok penak rasane ? aku werukono nduk” (yang kamu baca tadi apa nak, kok terasa enak? Ajari aku nak).

Nida' YAA SAYYIDII YAA ROSULALLOOH

Kemudian Sulamah yang masih kanak-kanak itu mendekat dan menuntunnya dengan bacaan YAA SAYYIDII YAA ROSULALLOOH. Dengan lancar bacaan ini diikuti oleh Mbah Lurah Putri.

Wasiat Simbah Mantan Lurah Putri 

Alloh Maha Agung dan Maha Penyayang terhadap hamba-Nya. Mbah Lurah Putri + 3 hari mengalami masa kritis bahkan tidak sadarkan diri seperti orang yang naza’ (sekarotul maut), berkat pertolongan-Nya, ia kembali bisa membuka mata, bahkan  tanpa diduga oleh siapapun yang menungguinya bisa duduk untuk memberikan wasiat : 

“Kabeh anak putuku, ora usah sing werno-werno, mondoko kowe kabeh menyang Jombang yoiku menyang PA wae” 

(semua anak cucu-ku jangan macam-macam, semua mondok saja ke Jombang yaitu ke PA). 

(P.A. yang dimaksud Pesantren At-Tahdzib / Sekretariat DPP PSW saat ini. Red.)

Lisan yang bergerak membaca  YAA SAYYIDII YAA ROSULALLOOH.

Beberapa saat setalah berwasiat kepada anak cucunya, Mbah Lurah Putri yang tinggal tulang dan kulit, karena lamanya sakit dan sudah lanjut usia, lisannya terus bergerak membaca  YAA SAYYIDII YAA ROSULALLOOH.

INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI-’UUN

Akhirnya dengan tenang dan tenteram serta wajahnya terlihat cerah dan  tersenyum, Mbah Lurah Putri kembali memenuhi panggilan Allah Subhanahu Wata'ala ! INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI-’UUN, (Sesungguhnya kami ini Milik-Nya, dan sesung-guhnya kepada-Nya kami kembali ). Baca JugaBiografi Singkat Romo KH Moh Ruhan Sanusi

Sementara itu salah satu anaknya ada yang belum datang masih di Pondok PA. Pada saat itu pula oleh Romo Kyai Haji Ihsan Mahin dia disuruh pulang dan setelah datang di rumah supaya menuntun neneknya dengan YAA SAYYIDII YAA ROSULALLOOH, Tetapi setelah dia sampai di rumah, ternyata tugas ini sudah dilaksanakan oleh Sulamah yang masih kanak-kanak dengan izin Alloh Subhanahu Wata'ala.

Mbah Yahi Muallif Sholawat Wahidiyah Rodliyalloohu'anhu KH. Abdoel Madjid Ma'roef, senantiasa menganjurkan kepada kita semua tidak pandang bulu dan Golongan terutama pada Pembaca setia, untuk memperbanyak bacaan kalimat YAA SAYYIDII YAA ROSULALLOOH, di mana pun dan kapanpun  berada, baik dengan lesan maupun dalam hati. Karena barang siapa yang memperbanyak bacaan tersebut berarti dia akan lebih banyak ingatnya kepada Rosululloh Shollallohu'alaihi Wasallam

Barang siapa banyak ingatnya kepada Beliau berarti dia menjadi semakin dekat dengan Beliau. Barang siapa dekat dengan Beliau di masa hidupnya maka pada saat kedatangan ajal dan di hari kemudian terutama pada saat-saat yang genting dan berbahaya dia akan didekatkan dengan Beliau. Barang siapa yang didekatkan dengan Beliau otomatis akan mendapat syafa’at Beliau Shollallohu'alaihi Wasallam.  
      
Para Pembaca yang terhormat, Mbah Yahi Muallif Sholawat Wahidiyah Rodliyalloohu'anhu KH Abdoel Madjid Ma'roef, juga membimbing kepada kita semua, terutama para pembaca cerita Talqin Dengan Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh, untuk memperbanyak doa dan Mujahadahnya dan juga Mujahadah Kecerdasan.