√ Pengertian Sholawat Dan Sholawat Wahidiyah Serta Penjelasannya

Islam

Pengertian Sholawat Dan Sholawat Wahidiyah Serta Penjelasannya

Ibnu Rusyd
Friday, October 11, 2019

Ad1

Ad2

Pengertian Sholawat Dan Sholawat Wahidiyah Serta Penjelasannya - Tentunya sudah maklum bahwa ummat manusia banyak yang sudah tahu apa itu sholawat tapi dalam kesempatan kali ini akan sedikit banyak tentang apa itu sholawat wahidiyah yang masih jarang didengan oleh manusia pada umumnya.

Pengertian Sholawat Nabi 

Langsung saja, bahwa sudah kita ketahui bahwa Sholawat adalah rahmat ta’dzim atau rahmat maghfiroh/ampunan dari Alloh SWT bagi si penerima sholawat. Inilah yang dinamakan sholawat secara singkat, tentunya kita bertanya-tanya apa dasar membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam.
Pengertian Sholawat Dan Sholawat Wahidiyah Serta Penjelasannya
Pengertian Sholawat Dan Sholawat Wahidiyah Serta Penjelasannya
DASAR MEMBACA SHOLAWAT 

Dasar Membaca Sholawat dalam Al-Qur’an :

ان الله وملئكـته يصلون على النبى يآأيها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما 
(33 الاحزاب :56)

Artinya kurang lebih : “Sesungguhnya Alloh dan para malaikat-NYA bersholawat kepada Nabi ; wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kepada-Nya (Nabi) dan bersalam hormatlah sebaik-baiknya” (QS. Al-Ahzab : 56)

Sholawat Alloh kepada Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam berupa penambahan rahmat kemuliaan. Yang kepada selain kanjeng Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam berupa rahmat maghfiroh-kasih sayang ampunan. Sholawat malaikat kepada kanjeng Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam berupa permohonan pertambahan  rahmat kemuliaan kepada Alloh SWT bagi kanjeng Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam. Baca JugaMujahadah Wahidiyah Untuk Keamanan Ummat dan Masyarakat Jami' Al Alamin

Yang bagi selain kanjeng Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam berupa permohonan rahmat maghfiroh. Sholawat para ummat kepada kanjeng Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam berupa penambahan rahmat kemuliaan bagi Kanjeng Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam. Jadi rahmat kemuliaan kanjeng Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam di sisi Alloh terus meningkat, meningkat dan meningkat tidak ada batasnya.

Dasar Membaca Sholawat dalam Al-Hadits 

قال صلى الله عليه وسلم : صلوا علي فان الصلاة علي كــفارة لكم وزكاة ومن صلى علي مرة صلى الله عليه عشرا 
 (رواه ابن عاصم عن انس بن مالك )

Artinya kurang lebih : “Bersholawatlah kamu sekalian kepada-Ku. Maka sesungguhnya sholawat kepada-Ku itu merupakan penebus dosa dan pembersih bagi kamu sekalian. Dan barang siapa bersholawat kepada-Ku satu kali, Alloh memberi sholawat kepadanya sepuluh kali”.

Ada juga Dasar Membaca Sholawat dalam Al-Hadits sebagaimana berikut :

قال صلى الله عليه وسلم : الدعاء محجوب عن الله حتى يصلى على محمد واهل بـيـتـه - ابو الشيخ عن على   ح

Artinya : “Do’a itu terhalang dari Alloh sehingga bacaan sholawat kepada Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam dan ahli bait-Nya” 

قال صلى الله عليه وسلم: الدعاءكله محجوب عن الله حتى يكون اوله ثناء على الله عز وجل وصلاة على النبى صلى الله عليه وسلم ثم يدعو فيستجاب لدعائه
 (رواه النسائى عن عبد الله بن بسر)

Artinya kurang lebih : “Segala macam do’a itu terhijab (terhalang/tertutup) dari Alloh kecuali permulaan do’a berupa pujian kepada Alloh azza wajalla dan sholawat kepada Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam kemudian berdo’a, maka do’a itu akan diijabahi” (HR. An-Nasa’i dari Abdulloh bin Basar).

Dan masih banyak lagi hadits-hadits tentang sholawat (baca buku Kuliah Wahidiyah).

Dasar Membaca Sholawat dalam Aqwaalul-‘Ulama’  

Dalam kitab Taqriibul Ushul fii Tashiilil Wushul Lima’rifati Robi war-rusul Sholallohu 'alaihi Wa Sallam karangan Syaikh Zaini Dahlan :

وان العلماء اتفقوا على ان جميع الاعمال منها المقبول والمردود الا الصلاة على النبىصلى الله عليه وسلم فانها مقبولة قطعا

Artinya kurang lebih : “Sesungguhnya para Ulama’ sudah ittifaq bahwa sesungguhnya segala amal ibadah itu ada yang diterima dan ada yang ditolak, kecuali sholawat kepada Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam. Karena sesungguhnya sholawat kepada Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam itu diterima secara mutlak”.

Diterima secara mutlak, artinya meskipun membacanya dengan hati yang tidak hudlur, tidak khusyu’, bahkan sekalipun dengan ujub, riya’ takabbur, amalan membaca sholawat itu tetap diterima. Adapun ujub, riya’, takabbur dan lain-lainnya itu ada perhitungan sendiri, dan masih banyak lagi, lihat buku Kuliah Wahidiyah !). Baca Juga : Peran Wasiat Muallif Sholawat Wahidiyah Tanggal 9 Mei dalam Wahidiyah



Hukum dalam membaca sholawat kepada Beliau Rosuulillah Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam dari pendapat para Ulama’ tidak sedikit. Ada yang mengatakan wajib bil-ijmal, ada yang mengatakan wajib satu kali dalam hidup, ada yang berpendapat sunnah. Yang masyhur mengatakan sunnah muakkad. Tapi bacaan sholawat pada tahiyyat akhir sholat adalah wajib, karena termasuk rukunnya sholat.

Bagi kita para pengamal Sholawat Wahidiyah berkeyakinan dan menyadari bahwa membaca sholawat itu  merupakan keharusan budi nurani setiap insan khususnya kaum muslimin sebab : 

a. Melaksanakan perintah Alloh dalam surat Al-Ahzab 56 seperti tersebut di atas.

b. Kita kepotongan budi dari kanjeng Nabi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam yang tidak dapat dihitung banyak dan besarnya, lahir, bathin, syar’an wa haqiqotan, 

Adapun jasa yang berupa Lahir bathin :

وما ارسلناك الا رحمة للعالمين -الانبياء:107
وماارسلناك الا كافة للناس بشيرا ونذيرا ولكن اكثر الناس لا يعلمون 
(34 سباء:28)

Syar’an : Hukum-hukum syariat yang mengatur kehidupan kita yaitu hubungan masyarakat, keluarga/rumah tangga, dan hubungan kepada Alloh wa Rosuulihi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam.
حبل من الله وحبل من الناس
Haqiqotan :
خلقتك من نورى وخلقت الخلق من نورك - حديث قدس
خلقتك لاجلى وخلقت الخلق لاجلك - حديث قدس     
لولاك لولاك ما خلقت الافلاك - حديث قدس

c. Manfaatnya membaca sholawat kembali kepada diri yang membaca.

d. Dawuh Romo Muallif Sholawat Wahidiyah, membaca sholawat adalah ibadah sunnah yang paling gampang dan diberi berbagai kebaikan yang tidak diperolah dalam ibadah sunnah seperti dzikir, baca Al-Qur’an, sholat sunnah dan lain-lain.

Antara lain yang selaras dengan Dawuh Romo Muallif Sholawat Wahidiyah yakni : 

sekali membaca sholawat spontan mendapat syafa’at dari Rosuululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam spontan mendapat sholawat dari Alloh SWT dan dimohonkan maghfiroh oleh para malaikat. 

Sekali membaca sholawat, berarti ingat atau dzikir kepada Alloh dan kepada Kanjeng Nabi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam

من ذكرنى فقد ذكرالله  ومن صلى علي ناطق بذكر الله

Dan masih banyak lagi faedah/manfaat sholawat bagi si musholli (pembaca sholawat) 

FAEDAH / MANFAAT BERSHOLAWAT KEPADA NABI Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam

Alloh SWT memerintahkan orang-orang mukmin supaya membaca sholawat kepada kanjeng Nabi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam (surat Al-Ahzab 56) itu tidak berarti kanjeng nabi membutuhkan bacaan sholawat dari ummat ! Sama sekali tidak ! 

Justru Alloh memberi manfaat kepada ummat, fadillah, faedah dan manfaatnya membaca sholawat kepada kabjeng Nabi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam kembali kepada si pembaca. Manfaat yang jaaauh lebih besar, jauh lebih bernilai dibanding kangelannya membaca sholawat. Antara lain seperti sebagian sudah diterangkan di muka. 
  • Sholawat merupakan penebus dosa. Berarti bernilai istighfar dan taubat.
  • Sholawat merupakan pembersih jiwa dari kotoran-kotoran jiwa yang menjerumuskan kepada kesengsaraan dan kehancuran. Jauh lebih bersih dari pada “RINSO” atau “SOKLIN” dan lain-lain.
  • Sholawat sebagai “pengawal”nya do’a. Doa yang tidak ada sholawatnya mahjub-terhalang tidak sampai kepada Alloh SWT. terkena razia moment para malaikat yang bebas suap anti korupsi.

Antara lain lagi kami tambahkan di sini sabda Nabi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam.

صلاتكم علىمحرزة لدعائكم ومرضاة لربكم وزكاة لاعمالكم
 (راوه الديلمىوالا قليس عن على كرم الله وجه)

Artinya kurang lebih : “Bacaanmu sekalian sholawat kepada-Ku merupakan pengawalnya doa-doa kamu sekalian, dan memperoleh keridloan dari Tuhan kamu sekalian, dan menjadi pembersih bagi amal-amal kamu sekalian”.(H.R  Ad-Dailami dan Al-Iqlis dari Sayyidina Ali Karromallohu Wajhahu)

من صلى على فىكل يوم مائة مرة قضى الله له مائة حاجة 
سبعين منها لاخرته ثلاثين منها لدنياه
(اخرجه ابن منده عن جبر)

Artinya kurang lebih : “Barang siapa membaca sholawat kepada-Ku tiap hari 100 kali, maka Alloh mendatangkan 100 macam baginya hajat bagianya: 70 macam hajat kebutuhan di akhirat dan 30 macam hajat kebutuhan di dunia”. (H.R  Di keluarkan oleh Ibnu Muhdih dari Al-Jabir)

Inilah antara lain dasar yang dipakai hadrotul Mukarrom Romo Mualif Sholawat Wahidiyah Ra, membimbing kita pengamalan Sholawat Wahidiyah 40 hari dengan bilangan 100.

Hadrotul Mukarrom Romo Muallif Sholawat Wahidiyah Ra, menerangkan bahwa membaca sholawat adalah ibadah sunnah yang paling gampang dan pasti diterima. Tidak ada syarat-syarat khusus seperti pada amalan-amalan ibadah sunnah yang lainya. 

Membaca Al-qur’an misalnya harus sesuai dengan ilmu tajwidnya, panjang pendeknya bacaan tersebut dan sebagainya. Dzikir “ALLOH” misalnya, harus dengan hati yang khudur. Jika tidak, tidak diterima. Begitu juga amalan-amalan ibadah apa saja harus dengan niat yang ikhlas karena Alloh semata, LILLAH istilah di Wahidiyah, dan tidak terkotanimasi (tidak dikotori) Oleh rasa ujub, riak, lebih-lebih takabbur. Tidak syirik BILLAH istilah Wahidiyah. 

Amal apa saja, baik yang hubungan langsung pada Allah SWT wa Rosulihi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam maupun yang hubungan dengan masyarakat jika terkontaminasi oleh ujub, lebih-lebih riya’ dan takabbur, amal itu hapus sama sekali tidak bernilai sedikit apapun, tidak memberi manfa’at apapun kepada yang beramal. Bahkan besok di akhirot amal-amal seperti itu dirupakan siksa untuk yang menyiksa yang beramal ! 

قالصلى الله عليه وسلم  ان العجب ليحبط عمل سبعين سنة 
(رواه الديلمى في الفردوس عن حسين بن على ) 

Artinya kurang lebih : “Sesungguhnya “ujub” itu sungguh-sungguh akan menghapus amal 70 tahun” (HR Dailami dari Husain bin Ali ).

قال صلى الله عليه وسلم  ان الله تعالى لايقبل من العمل الاما كان له خا لصاوابتُغِي به وجهه - رواه النساء عن ابى اما مة- صح

Artinya kurang lebih : “Sesungguhnya Alloh Ta’ala tidak sudi menerima amal kecuali yang ikhlas dan diarahkan semata-mata untuk Alloh” 
( H.R. Nasa’i dari Abu Umamah Shohih )

Sekali baca Sholawat langsung diterima oleh Alloh dan diperlihatkan kepada Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam lanjut dawuh Muallif Sholawat Wahidiyah Ra - dan dibalas 10 kali rohmat, sekali baca sholawat, sepontan mendapat syafa’at Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam, mendapat dukungan do’a para malaikat !. 

FAEDAH PALING BESAR MEMBACA SHOLAWAT

Dalam kitab Sa’adatud-daroini fis-sholawati ‘ala sayyidil-kaunaini SA karangan Syekh Zaini Dahlan dikatakan :

ومن اعظم فائدة الصلوات على النبى صلى الله عليه وسلم انطباع صورته صلى الله عليه وسلم على قلب المصلى

Artinya kurang lebih : “Setengah dari pada paling besarnya faedah membaca sholawat adalah terctaknya “shuuroh” (foto) Rosuulululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam dalam hatinya si pembaca sholawat”

Maka, itulah antara lain dasarnya Beliau Romo Muallif Sholawat Wahidiyah Ra wa Qs. membimbing kita untuk memperbanyak / melatih bacaan ياسيدى يارسول الله  di manapun kita berada.


Adapun macam-macam Sholawat ada 2 (dua) macam yaitu sholawat maktsuuroh dan sholawat ghoiru maktsuuroh.

Sholawat Maktsuuroh ialah sholawat yang redaksinya diajarkan langsung oleh Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam kepada para shohabat. Contoh ialah Sholawat Ibrohimiyah yang kita baca pada tahiyat sholat :

 اللهم صلي علي محمد وعلي آل محمدكماصليت علي ابراهيم وعلي آل ابراهيم

Jadi aslinya memang tidak memakai kata “sayyidina” semua sholawat maktsuuroh tidak memakai kata “sayyidina” ini menunjukkan budi luhur Kanjeng Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam yang tidak pernah menonjolkan diri, selalu tawadlu’ berlemah lembut kepada siapapun.

Logo Penyiar Sholawat Wahidiyah
Wahidiyah

Kata “sayyidina” yang kita baca itu adalah tambahan oleh para shohabat Nabi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam sebagai cetusan rasa ta’dim - mengagungkan dan mahabah - cinta yang tulus dan mendalam. Tidak ada maksud mengubah aslinya atau mengada-ngada. Dan ini tidak menyalahi. Bersabda Gusti Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam : 

اناسيدولدادم يوم القيامة ولا فخرواول من يُنشق عنه القبرواول شافع واول مشفع رواه مسلم وابو داودعن ابى هريره

Artinya kurang lebih : “Aku “sayyid” anak cucu Adam besok yaumul qiyamah dan tidak menyombongkan, dan aku orang yang pertama dibangunkan dari kubur dan orang pertama yang memberi syafa’at dan orang yang pertama diterima syafa’atnya” (H.R. Muslim dan Abu Dawud )

SHOLAWAT GHOIRU MAKTSUUROH

Sholawat Ghoiru Maktsuuroh ialah sholawat karangan para shohabat, para tabiin, para ulama’, dan umumnya kalangan kaum mukminin. Ada banyak sekali ribuan, mungkin ratusan ribu, mungkin jutaan. Di dalam kitab bab sholawat ada yang menyebutkan sebanyak 12.000 (dua belas ribu ) itu yang sudah tertulis / yang sudah dibukukan. 

Sholawat ghoiru maktsuuroh ada yang pendek ada yang panjang. Ada yang berbentuk kalam nasyar, ada yang bernadhom. Di samping sholawat “SHOLLI” banyak yang dirangkai dengan do’a-do’a, ada yang dirangkai dengan tahmid pujian kepada Alloh SWT, sanjungan mengagungkan dan utusan para mahabbah - cinta yang mendalam, madah - pengalembono menguraikan sifat-sifat luhur dan budi agung junjungan kita baginda Nabi Agung Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam

Bahkan ada yang mempunyai kandungan ajaran iman dan ihsan dan ajaran akhlak budi nurani untuk meraih keselamatan, kesejahteraan dan kebahagiaan dunia dan akhirot. Pada umumnya disusun dengan gaya bahasa puitis dan romantis indah dan bermantiq, bersastra tinggi menggambarkan kedalaman mahabbah, iman dan tuhid para penyusunnya (muallifnya). Baca JugaAkhlakul Karimah dan Keteladanan Muallif Sholawat Wahidiyah

Di samping manfa’at dan faedah secara umum seperti disabdakan dalam hadits-hadits dan aqwalul ulama’ seperti sebagian dijelaskan di muka, masing-masing sholawat oleh Alloh SWT dikaruniai faedah keutamaan macam-macam, satu sama lain tidak sama. Ada Sholawat Munjiyat, untuk memohon selamat dari bahaya, ada Sholawat Nariyah, umumnya diamalkan orang untuk memohon jembar rizki, ada Sholawat Badar, berfaedah berupa semangat dan keberanian di medan perang, dan masih banyak lagi. 

Hadrotul Mukarrom Romo Muallif Sholawat Wahidiyah Ra mendawuhkan bahwa qoidah sholawat itu antara lain tergantung pada beberapa hal : 
  • Kondisi kejernihan jiwa, rasa tauhid dan mahabbah muallif-nya 
  • Situasi dan kondisi masyarakat pada saat sholawat itu dita’lif. 
  • Redaksi sholawat 

Beliau Muallif Sholawat Wahidiyah Ra KH Abdoel Madjid Ma'roef menambahkan bahwa sholawat yang mengandung lafal “Alloh” nglabeti rasa bergairah bersemangat, dan Sholawat yang tidak mengandung lafal ”Alloh” diberi manfaat rasa dingin dalam hati, tenang dan trentam, dan Sholawat Wahidiyah alhamdulillah mengandung keduanya.

Al hamdulillah inilah sekilas tentang Pengertian Sholawat dan penjelasannya adapun untuk sholawat wahidiyah akan Wahidiyah.me utarakan pada kesempatan yang akan datang, semoga penjelasan ini bisa menjadikan semangat kita dalam membaca sholawat kepada Beliau Kanjeng Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam.