√ Kisah Tangis Abu Bakar Radhiyallahu Anhu

Islam

Kisah Tangis Abu Bakar Radhiyallahu Anhu

Ibnu Rusyd
Tuesday, October 15, 2019

Ad1

Ad2

Kisah Tangis Abu Bakar Radhiyallahu Anhu - Abu Bakar Rodhiyallahu Anhu adalah orang pertama yang mempercayai Kenabian Rosululloh Saw dari kalangan kaum pria. Beliau adalah Kholifaur Rosidin yang pertama, sahabat yang selalu setia menyertai Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam, ikut menegakkan, dan memperjuang-kan agama Alloh, yaitu Agama Islam hingga akhir hayatnya. 

Abu Bakar Rodhiyallahu lebih unggul dari sahabat yang unggul, lebih utama dari sahabat yang utama sekalipun. Kepribadiannya lebih unggul dari para sahabat Rosululloh Saw sehingga sangat dihormati oleh Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam.

Kisah Tangis Abu Bakar Radhiyallahu Anhu

Dalam kitab MUSTADRAK AL-HIKAM dan Musnad AL BAZZAR disebutkan sebuah hadits dengan sanad yang baik dari Zaid bin Arqom Ra, bahwa suatu ketika Abu Bakar Rodhiyallahu meminta seteguk air sebagai pelepas dahaga. Maka dihidangkan kepadanya semangkok air yang diberi madu. Ketika mangkok berisi air bercampur madu menyentuh bibir Abu Bakar Rodhiyallahu, seketika itu menangis dan urung meminumnya. Baca JugaSyafaat Rosul Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam Dalam Wahidiyah

Orang-orang yang ada disekitarnya terharu menyaksikan pemandangan tersebut sehingga mereka turut menangis. Sejenak tangis mereka reda, namun tangis Abu Bakar tetap terdengar, bahkan lebih memilukan. Akhirnya para sahabat yang lainnya kembali ikut menangis.

Selang beberapa lama mereka semua berhenti menangis, kemudian mereka bertanya kepada Abu Bakar Rodhiyallahu

“Wahai Abu Bakar, Kholifah Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam, mengapa anda menangis” Abu Bakar Rodliyallohu’anhu menjawab, “pernah suatu ketika aku hanya berdua dengan Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam, beliau bersabda yang dari nadanya agak tertuju kepada seorang wanita: “Hai enyahlah engkau dariku, enyahlah!”

Maka aku bertanya kepada beliau, “Yaa Rosululloh, sesungguhnya engkau berkata kepada siapa ? bukankah disini tidak ada orang lain selain aku ?”


“sesung-guhnya dunia ini tampak bersolek di hadapanku, maka aku berkata kepadanya, enyahlah kamu dariku ! enyahlah kamu dariku ! lalu dunia itu berkata, “kalau engkau wahai Nabi, dapat lolos dariku, tetapi orang-orang setelah engkau sama sekali tidak akan lolos dari godaanku”

Sudah kita ketahui bahwa Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam adalah kekasih Alloh yang selalu terjaga dari perbuatan dosa dan maksiat apapun dunia masih menggodanya, ingin menjerumuskan ke lembah kesengsaraan. Baca JugaPengertian Sholawat Wahidiyah dan Sejarahnya

Apalagi kita sebagai manusia, setiap saat, setiap detik pasti digoda dan ditipu daya iblis dan nafsu. Oleh karena itu, didalam membentengi diri dari cengkeraman Iblis dan nafsu, kita harus memperbanyak mujahadah-mujahadah, baik mujahadah secara lahiriyah atau secara sirri

Di samping mujahadah kita harus membentengi diri dengan menerapkan Ajaran Wahidiyah Lillah Billah, Lirrosul-Birrosul, dan Lilghouts-Bilghouts karena dengan menerapkan Ajaran Wahidiyah, kita bermujahadah semata-mata niat beribadah kepada Allah dengan iklas, tanpa pamprih dan di jiwai  sadar Laahaula Walaa Quwwata Illa Billah sehingga Iblis dan nafsu akan mati tak berdaya.