√ Ajaran Wahidiyah LILLAH Tundukkan Iblis

Islam

Ajaran Wahidiyah LILLAH Tundukkan Iblis

Ibnu Rusyd
Thursday, October 31, 2019

Ad1

Ad2

Ajaran Wahidiyah LILLAH Tundukkan Iblis - Ajaran Wahidiyah tentunya tidak lepas dari Al Qur'an dan Hadist, dalam kesempatan kali ini Wahidiyah me berusaha menceritakan tentang Ajaran Wahidiyah LILLAH Tundukkan Iblis.

Ikrimah, ada seorang ahli ibadah

Diceritakan oleh Ikrimah, ada seorang ahli ibadah keluar dari rumahnya dengan membawa kapak hendak menebang pohon yang sering disembah orang banyak. Di tengah perjalanan ia dihadang oleh Iblis yang menjelma berupa manusia dengan bertanya : “Ke mana kamu dan untuk apa kapak itu ?” Dia menjawab : “Aku akan menebang pohon yang disembah orang sesuai janji dan sumpahku kepada Alloh”. Baca Juga : Talqin Dengan Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh

Ajaran Wahidiyah LILLAH Tundukkan Iblis
Ajaran Wahidiyah LILLAH Tundukkan Iblis
Iblis melarang menebang pohon

Karena Iblis melarang menebang pohon yang menjadi sesembahan penduduk tersebut, terjadilah pertengkaran dan pergulatan. Dalam perkelahian itu dengan mudah Iblis dapat dikalahkannya. 

Cerita Kelicikan dan tipu daya Iblis

Dengan kelicikan dan tipu daya Iblis, akhirnya dia dapat membujuk orang itu agar menghentikan ren-cananya itu dengan menjanjikan setiap hari Iblis akan memberikan uang kepadanya empat dirham yang akan ditaruh di bawah sajadahnya. Baca Juga : Kisah Robi'ah Al Adawiyah Seorang Sufi Wanita

Sesuai dengan perjanjian, orang itu mendapat-kan uang empat dirham di bawah sajadahnya. Hal ini berlangsung selama tiga hari saja. Pada hari ke empat Iblis melanggar janjinya. Hal ini membuat orang itu marah dan keluar membawa kapak untuk menebang pohon sesembahan itu.

Cerita bertemu dengan Iblis

Di tengah perjalanan ia bertemu dengan Iblis lagi yang melarangnya melakukan penebangan hingga terjadilah perkelahian kembali. Kali ini orang itu dengan mudah dapat dikalahkan Iblis dan ia terjatuh di atas tanah.

Ia merasa heran, kemudian ia bertanya kepada Iblis : “Mengapa aku dapat kamu kalahkan, padahal perkelahian yang  dulu  aku  dapat mengalahkanmu”.

Iblis berkata : “Dalam perkelahian pertama dulu, kamu didorong oleh tujuan suci dan keikhlasan semata-mata karena Alloh (Lillah). Karena itulah kamu dapat mengalahkan aku"

Tetapi kali ini kamu keluar hendak menebang pohon itu karena kamu tidak mendapatkan uang empat dirham di bawah sajadah-mu. Maka tidak mengherankan lagi jika aku dapat mengalahkanmu. Karena tujuan kamu sudah tidak ikhlas karena Alloh lagi. Sekarang pulanglah ke rumah-mu atau ku penggal kepalamu Kemudian pulanglah orang itu dengan  penyesalan yang tak berarti.  Baca Juga : Biografi Singkat Romo KH Moh Ruhan Sanusi

Ajaran Wahidiyah


Para pembaca yang setia, begitulah amal perbuatan kita. Jika dilakukan dengan keikhlasan (“LILLAH BILLAH”, “LIRROSUL BIRROSUL” dan berusaha melaksanakan :”YUKTII KULLA DZII HAQQIN HAQQOH” dengan prinsip “TAQDIIMUL AHAM FAL AHAM TSUMMAL ANFA’ FAL ANFA’") si Iblis ataupun syetan tidak mampu menggodanya. (Lihat ayat Qur-an dan uraiannya di hal. 14). 

Tetapi sekali lengah dan ter-lepas sedikit saja dari keikhlasan tersebut, sehingga pelaksanaannya hanya karena dorongan nafsu kita, maka dengan mudah si Iblis ataupun syetan meng-gulungtikar pada kita. Sehingga kita tidak jadi sebagai “hamba Alloh” melainkan menjadi “budak Iblis” atau “budak nafsu” kita sendiri”. Baca Juga : Ajaran Wahidiyah Bagi Kanak-Kanak Pengamal Sholawat Wahidiyah

Untuk mencapai keikhlasan dalam segala amal perbuatan antara lain harus diusahakan dengan meningkatkan mujahadah-mujahadah. Karena keikhlasan adalah semata-mata fadlol dan hidayah Alloh Subhanahu Wata'ala yang tiada kunci untuk meraihnya melain-kan dengan mujahadah. Mari kita jangan malas-malas bermujahadah. Awas Iblis dasn nafsu selalu mengintai di hadapan kita.