√ Ajaran Wahidiyah Bagi Kanak-Kanak Pengamal Sholawat Wahidiyah -->

Islam

Ajaran Wahidiyah Bagi Kanak-Kanak Pengamal Sholawat Wahidiyah

Ibnu Rusyd
Sunday, September 8, 2019

Ad1

Ad2

Ajaran Wahidiyah Bagi Kanak-Kanak Pengamal Sholawat Wahidiyah

Ajaran Wahidiyah Bagi Kanak-Kanak Pengamal Sholawat Wahidiyah - Kesempatan yang sangat baik ini wahidiyah me berusaha menyajikan tenang Ajaran Wahidiyah bagi Kanak-Kanak pengamal Sholawat Wahidiyah yang masih banyak orang belum mengatahunya, maka uraian tengan Ajaran Wahidiyah dalam Kanak-kanak Wahidiyah sangatlah penting sekali.

Terlebih dulu tidak mengurangi rasa para pembaca yang kami cintai terlebih dulu sebelum membahas tentang Ajaran Wahidiyah bagi Kanak-Kanak Wahidiyah tentunya kita ucapkan bacaan Alhamdulillah wa-Syukru lillah serta dengan ma’unahnya kita bersama dapat mengenal dan mengamalkan Sholawat Wahidiyah dan ajarannya.

Ajaran Wahidiyah Bagi Kanak-Kanak Pengamal Sholawat Wahidiyah
Ajaran Wahidiyah Bagi Kanak-Kanak Pengamal Sholawat Wahidiyah
Tidak ketinggalan pula Sholawat serta salam semoga tetap dan selalu terlimpahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW, pada kesempatan yang penuh barokah ini kami dari wahidiyah.me bermaksud menyampaikan beberapa uraian dalam acara yang biasa disampaiakn dalam momen pembekalan Pengurus Pembina Wanita dan Kanak-kanak Wahidiyah se-Jawa Barat yang dulu, salah satunya yakni materi Ajaran Wahidiyah Bagi Kanak-kanak, ajaran Wahidiyah ini perlu kita sampaikan kepada kanak-kanak dengan muatan yang berbeda dengan orang dewasa, namun tetap dalam subtansi yang sama. 

Dari uraian wahidiyah.me ini diharapkan para pembina kanak-kanak Wahidiyah dapat mengetahui dan memahami apa dan bagaimana ajaran Wahidiyah, bagaimana penerapan/pengamalannya dalam kehidupan utamanya yang berkaitan dengan kanak-kanak yang kemudian para pembina dapat mentransformasikannya (mengajarkannya) kepada kanak-kanak, sehingga sejak dini dalam diri kanak-kanak sudah tertanam ajaran Wahidiyah dan dapat menerapkannya dengan prakarsa para pembina sehingga dewasa kelak kemudian diharapkan menjadi orang-orang yang selalu mendapat Ridlo Alloh SWT, menjadi "wali yang intelek dan intelek yang wali", menjadi orang yang berguna bagi ummat masyarakat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuannya dan ajaran Wahidiyah yang telah mereka dapatkan sejak dini, sehingga terwujud kehidupan yang damai, aman dan tentram, di Dunia hattal akhiroh sebagaimana visi misi perjuangan fafirruu ilallooh Warosuulihi SAW.

Namun demikian uraian wahidiyah.me ini masih membutuhkan pengembangan, karena masih terdapat kendala dan hambatan serta kekurangan dalam penyusunannya, kendala dan hambatan tersebut diantaranya muatan materi yang sesuai dengan usia kanak-kanak, yakni kelompok kanak-kanak usia PG/TK, SD/MI, SMP/MTs yang kesemuanya belum terakomodir dalam materi ini, untuk itu kepada para pembina diharapkan sumbangsihnya dalam pengembangan materi ini.

Adapun dalam tulisan yang sederhana di Wahidiyah.me ini akan dijelaskan tentang pengertian ajaran Wahidiyah, dasar dan hukumnya serta penerapannya bagi kanak-kanak dalam kehidupan sehari-hari, yang kemudian kanak-kanak diharapkan dapat mengembangkan sendiri seiring dengan pertumbuhan dan ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan di segala bidang. Baca Juga: Psikologi Perkembangan Anak Dalam Pengamalan Sholawat Wahidiyah

PENGERTIAN AJARAN WAHIDIYAH

Sudah kita ketahui bersama dalam Sholawat Wahidiyah tidak lepas salah satunya yaitu Ajaran Wahidiyah, mungkin sebagian info yang beredar di Dunia Online masih menganggap wahidiyah Sesat dan menyesatkan karena info yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Dalam kesempatan kali ini kita fokus pada Ajaran Wahidiyah. Baca Juga : Hasil Riset MUI Pusat, Wahidiyah Tidak Sesat

AJARAN WAHIDIYAH adalah Bimbingan praktis lahiriyah dan batiniyah berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits di dalam melaksanakan tuntunan Rosululloh SAW, meliputi bidang iman, bidang Islam dan bidang Ihsan, mencakup segi syari’at, segi haqiqat/ma’rifat, dan segi Akhlaq sebagaimana dalam  buku Kuliah Wahidiyah yang diterbitkan oleh DPP PSW, tahun 2010, Cet. 13, halama. 108.

Bidang iman menuju kesadaran atau Ma’rifat kepada Allah Subhanahu wata'ala. Bidang Islam menuju penerapan syari’at secara sempurna sebagai wujud dari ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wata'ala, Tuhan Yang Maha Esa.
Bidang Ihsan menuju terwujudnya akhlaq yang mulia (Akhlaqul karimah/Budi pekerti yang luhur) yang merupakan buah dari iman, Islam yang kamil (sempurna).

Bimbingan praktis lahiriyah dan batiniyah di dalam memanfaatkan potensi lahiriyah yang ditunjang oleh pendayagunaan potensi batiniyah / spiritual yang seimbang dan serasi.

Jadi bimbingan praktis tersebut meliputi segala bentuk kegiatan hidup dalam hubungan manusia dengan Allah Wa Rasuulihi Shollallohu 'alaihiwasallam, (hablun minalloh) dan hubungan manusia dalam kehidupan masyarakat sebagai insan  sosial (hablun minan-naas), hubungan manusia dengan keluarga dan rumah tangga, dengan bangsa, negara dan agama, dengan sesama ummat manusia segala bangsa serta hubungan manusia dengan segala makhluq (Yang dimaksud makhluq disini adalah segala ciptaan Alloh SWT baik dunia dan akhirat se-isinya) lingkungan hidup pada umumnya.

Secara praktis AJARAN WAHIDIYAH dirumuskan sebagai berikut:

لله - بالله
LILLAH-BILLAH

للـرســـول  -بالـرســــول
LIRROSUL–BIRROSUL

يـــؤتــى كل ذى حـــق حـقــــه
YUKTII KULLA DZII HAQQIN HAQQOH

تـقـديـم الأهــم فـالأهـــم  ثـم الأنـفـــع فـالأنـفـــع
TAQDIIMUL AHAM FAL AHAM TSUMMAL ANFA’ FAL ‘ANFA’


PENGERTIAN DAN DASAR-DASAR AJARAN WAHIDIYAH

Sebagaimana pengertian ajaran wahidiyah wahidiyah.me di atas, masing masing dari ajaran wahidiyah mempunyai pengertian dan dasar-dasar yang kuat baik bersumber dari al-Qur’an, al-Hadits dan qoul ulama’, hal itu bisa dipelajari secara rinci dalam buku-buku wahidiyah, seperti; 
  • Buku kuliyah wahidiyah, 
  • Buku dasar-dasar ajaran wahidiyah dan lain-lain

Mari kita lihat sekilas tentang ajaran Sholawat Wahidiyah sebagaimana berikut: 

Ajaran Wahidiyah LILLAH

Lillah  secara bahasa Karena/Untuk Alloh, artinya segala amal perbuatan apa saja, perbuatan lahir dan perbuatan batin, baik yang Wajib, yang Sunnah dan yang Mubbah, lebih-lebih yang berhubungan langsung kepada Alloh Warosulihi SAW, maupun yang berhubungan dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, asal bukan perbuatan yang terlarang dan merugikan, bukan merupakan perbuatan yang melanggal syari’at, undang-undang, pokoknya bukan perbuatan yang merugikan, melaksanakannya supaya disertai Niat beribadah kepada Alloh dengan ikhlas “lillahita’ala” tanpa pamrih suatu apapun, baik pamrih duniawi maupun pamrih uhrowi (DPP PSW, Kuliah Wahidiyah, 2010, Cet. 13, h.113)

Ajaran Wahidiyah BILLAH

Billah secara bahasa Dari/Dengan/Beserta Alloh, Artinya dalam segala perbuatan gerak-gerik lahir maupun batin, dimanapun dan kapanpun, supaya hati kita senantiasa merasa dan beri’tikad bahwa yang menciptakan dan menitahkan it semua adalah Alloh SWT . jadi mudahnya, hati selalu menerapkan kandungan :

Laahaulawalaaquwwata illaabillaah  (tiada daya dan kekuatan melainkan hanya Alloh yang menitahkan)

Wallohukholaqokum wamaa ta’malun (dan Allohlah yang menciptakan kamu sekalian dan menciptakan apa yang kamu sekalian kerjakan)

Ajaran Sholawat Wahidiyah LIRROSUL

Lirrosul secara bahasa untuk/Karena mengikuti tuntunan Rosulullah SAW, artinya segala amal ibadah atau perbuatan apa saja, asal tidak melanggar syariat Rosul/syari’at Islam, disamping disertai niat Lillah, supaya juga disertai dengan niat mengikuti Tuntunan Roasululloh SAW .

Contoh Ajaran Sholawat Wahidiyah LIRROSUL

Dalam kita beraktifitas semisal minum kita niati semata-mata niat mengikuti Sunnah Rosuululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam.

Ajaran Sholawat Wahidiyah BIRROSUL

Birrosul secara bahasa Dari/dengan/beserta Jasa Rosululloh SAW, artinya sadar dan merasa segala sesuatu termasuk diri kita dan gerak gerik kita lahir maupun batin yang baik (yang diridloi Alloh) adalah sebab jasa Rosululloh SAW .

Ajaran Sholawat Wahidiyah Yuktikulladzi haqqin Haqqoh

Yuktikulladzi haqqin Haqqoh secara bahasa memenuhi/memberikan hak kepada setiap yang mempunyai hak (memenuhi kewajiban) , maksudnya supaya kita berusaha mengisi dan memenuhi segala bidang kewajiban. 

Misal Alloh mempunyai hak untuk disembah, Rosululloh mempunyai hak untuk di ikuti tuntunannya maka kewajiban kita memberikan hak tersebut kepada Alloh dan Rosululloh artinya kita wajib menyembah Alloh dan mentaati Rosululloh. Dengan cara mengerjakan Sholat, membaca Sholawat, dan membaca Al-qur’an serta mengamalkan/menerapkan kandungan dalam Al-qur’an (diantaranya beriman kepada Alloh dan Rosulnya, bertaqwa, mengerjakan kebajikan dan mencegah kemungkaran, Mengikuti petunjuk dan tuntunannya, menuntut ilmu, berbakti kepada kedua orang tua, membaca Sholawat dll), termasuk mengamalkan sholawat Wahidiyah dan ajarannya. 

Kedua orang tua kita mempunyai hak untuk dihormati, ditaati kebaikannya maka kita harus memberikan hak itu kepada beliau berdua dengan cara berbakti kepada keduanya dan taat kepada keduanya.

Saudara Kita yang lebih tua/lebih besar dari pada kita  mempunyai hak untuk di hormati dan dimulyakan.

Saudara kita yang lebih muda/lebih kecil daripada kita mempunyai hak untuk di kasihi dan disayangi, 

Guru sekolah maupun guru ngaji mempunyai hak untuk di taati dan di hormati maka kita harus memberikan hak itu kepadanya dengan cara mengerjakan pekerjaan yang diberikan dan mengikuti bimbingan belajarnya dengan baik.

Waktu/usia kita yang kita nikmati yang diberikan oleh Alloh mempunyai hak untuk dijalani dengan baik, maka kita harus memberikan hak kepada waktu atau usia itu, dengan cara mengatur/mempergunakannya dengan baik (waktu belajar disekolah dan di rumah, waktu sholat dan mujahadah waktu mengaji, waktu bermain).

Jasad kita mempunyai hak untuk dijaga dan dipelihara dengan baik maka kita harus menjaga dan memeliharanya dengan baik dengan cara memberi makanan, minum secukupnya ketika membutuhkan dan diberi ilmu etika/akhlaq atau adab, mengobatinya ketika sakit, dll. 

Tetangga/teman kita mempunyai hak untuk di temani dan dihargai, maka kita harus menemaninya dan menghargainya, baik disaat mereka susah, senang, sedih maupun terkena musibah. Mendoakannya, saling ingat mengingatkan dengan bijaksana tidak mencela, memaki ataupun mengejek dll.

Makhluk di sekitar kita hewan, tumbuh-tumbuhan, alam sekitar kita juga mempunyai hak untuk dipelihara dan dijaga kelestariannya.

Ajaran Wahidiyah Taqdimul Aham fal aham tsummal anfa’ fal anfa’ 

Taqdimul Aham fal aham tsummal anfa’ fal anfa’ secara bahasa mendahulukan sesuatu yang lebih penting dan yang lebih penting lagi (aham).,  kemudian sesuatu yang lebih bermanfaat dan yang lebih banyak manfaatnya lagi .

Penerapan Ajaran Taqdimul Aham fal aham tsummal anfa’ fal anfa’ yang bisa kita Artikan sebagiamana : "Apabila ada dua atau lebih sesuatu yang harus dipilih/dikerjakan dalam waktu yang sama maka mendahulukan perkara yang lebih penting dari pada yang kepentingannya dinilai lebih sedikit kemudian apabila dinilai sama-sama penting/sangat penting maka dipilih/dikerjakan yang lebih banyak manfaatnya dan yang lebih banyak lagi.

Yang dimaksud lebih penting atau lebih banyak manfaatnya disini bukan di ukur bagi dirinya sendiri, tetapi yang dimaksud lebih penting atau lebih banyak manfaatnya yaitu diukur bagi kita sendiri dan bagi lebih banyak orang/makhluq yang merasakan barokah (kebaikan) dari tindakan yang kita pilih/kerjakan dengan metode ajaran ini.  

PENTINGNYA PENERAPAN AJARAN WAHIDIYAH BAGI KANAK-KANAK

Anak-anak bagi orang tua merupakan amanat Allah yang harus dijaga, dipelihara dan dikembangkan sesuai dengan fitrah yang ditetapkan oleh pemberi amanat “Allah SWT”. Kewajiban untuk memelihara fitrah anak merupakan kewajiban pokok orang tua, sedangkan guru di sekolah atau diluar sekolah (pembina kanak-kanak) berfungsi sekedar membantu agar potensi anak-anak bisa berkembang sesuai dengan harapan.

Anak yang merupakan tunas-tunas yang akan mewarnai bentuk suatu masyarakat, sehingga pendidikan dan bimbingan yang diterima semasa kanak-kanak sangat berperan dalam menentukan kepribadian mereka. Adapun bimbingan yang utama dan pertama sebagai dasar untuk mewujudkan anak yang berakhlakul karimah adalah pengenalan terhadap Allah wa Rasulihi SAW. Sebagaimana  maqolah :


ان المعرفة با لله و طاعته وا جبة باءجا ب الله وشرعه لا با لعقل خلا فا لمعتزلة    -احياء ص أول
 الجهل با لله حرام ومعرفة با لله واجبة - جا مع الأ صول

Begitu pentingnya pemahaman materi wahidiyah untuk disampaikan kepada kanak-kanak, agar mereka bisa memahami dan menerapkan ajaran sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu penyampaian materi yang bisa diterima oleh kanak-kanak sesuai dengan kadar akalnya adalah sangat penting diperhatiakan oleh para pembina kanak-kanak. 

Di bawah ini disajikan contoh-contoh kalimat yang dipakai dalam pembinaan kanak-kanak Wahidiyah sebagaimana berikut :
Mengenalkan Kanak-Kanak Kepada Alloh

Kanak-kanak, semua yang ada di alam ini merupakan ciptaan dan kepunyaan  Alloh Subhanahu Wata'ala, maka dari itu kita semua harus selalu ingat bahwa yang menciptakan dan menggerakkan serta yang memiliki kita semua adalah Alloh Subhanahu Wata'ala, ini disebut penerapan ajaran BILLAH. Kanak-kanak, Alloh menciptakan kita semua yang menjadi bagian dari alam ini, berbeda dengan ciptaan lainya. Alloh memberi kita akal pikiran yang tidak dimiliki oleh ciptaan lain. 

Dengan pemberian akal ini, Alloh memberi kewajiban kepada kita agar menyembah hanya kepada Alloh. Dengan kata lain kewajiban kita adalah untuk beribadah kepada-Nya, maka kalau kita sholat, zakat, puasa, (ibadah mahdhoh)  mujahadah, baca al-Qur’an, makan, minum, belajar di sekolah, tidur, membantu orang tua, menolong teman, dll, (ibadah ghoiru mahdhoh) pelaksanaanya kita harus niat menjalankan perintah Alloh, niat seperti ini disebut penerapan ajaran LILLAH.

Contoh : saat belajar kesekolah, kanak-kanak waktu brangkat, niat di dalam hati “saya niat belajar/Sekolah karena menjalankan perintah Alloh”  Kemudian pembina meneruskan dengan kegiatan lain misal sholat, mandi, wudlu, menyapu, mengaji, makan, minum. Kemudian kanak-kanak diminta untuk melafalkan sendiri dengan redaksi yang sama dengan mengganti kata “belajar/Sekolah” dengan kata-kata sholat/mandi /wudlu /menyapu/ mengaji / makan /minum dll. Lalu kanak-kanak berdo’a seperti biasa yang dilakukan, kalau makan berarti setelah niat lalu membaca do’anya makan dan seterusnya. 

Mengenalkan Kanak-kanak Kepada Rosululloh Shollallohu'alaihi Wasallam

Kanak-kanak…! Alloh Subhanahu Wata'ala, mempunyai utusan yang disebut Nabi dan Rosul. Rosul itu sebagai pemimpin ummat dan memberi bimbingan kepada seluruh ummat manusia, agar dapat mencapai kebahagiaan hidup.

Kanak-kanak...!, kebahagiaan itu akan kita peroleh apabila kita semua mau mentaati semua nasehatnya, oleh karena itu setiap mengerjakan perbuatan baik seperti ibadah mahdhoh/ibadah yang hubungannya langsung dengan Alloh (seperti sholat, puasa, zakat) maupun ibadah ghoiru mahdhoh/ibadah yang hubungannya tidak secara langsung dengan Alloh (seperti mengaji, mujahadah, sekolah, makan, minum, tidur, mandi, melaksanakan perintah orang tua) harus diniati melaksanakan tuntunan Rosululloh, demikian itu disebut penerapan ajaran LIRROSUL.

Contoh seperti penerapan lillah di atas namun kita ringkas untuk memudahkan kanak-kanak yaitu “saya niat belajar/sekolah karena Alloh dan Rosululloh” maksudnya saya niat belajar karena menjalankan perintah Alloh dan mengikuti tuntunan Rosululloh Shollallohu’alaihi Wasallam. Belajar perbuatan baik atau jelek? Baik,,, bararti kalaui perbuatan baik boleh di niati seperti itu, karena Alloh dan Rosulnya pasti menyuruh kepada kita untuk berbuat kebaikan bukan kejelekan, bagaimana kalau jelek kanak-kanak niatnya “niat meninggalkan perbuatan ...... karena Alloh dan Rosulnya” karena Alloh dan Rosulnya tidak mungkin menyuruh berbuat keji dan munkar.

Kanak-kanak, kita sekarang mengerti bahwa kita dapat memperoleh kebahagian karena melaksanakan perintahnya atau tuntunannya, maka dari itu setiap kita dapat melaksanakan atau melakukan kebaikan, harus merasa menerima jasa dari Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam , demikian itu disebut penerapan ajaran BIRROSUL.

Cara Mengajarkan YUKTI KULLA DZI HAQQIN HAQQOH

Kanak-kanak!,  mari kita hafalkan dahulu kata-kata ini YUKTII KULLA DZI HAQQIN HAQQOH. (Pembina mengulang-ulang kata-kata ini, sampai Kanak-kanak hafal, kemudian diterangkan).

Kanak-kanak ! YUKTI KULLA DZI HAQQIN HAQQOH itu artinya : mengisi segala bidang. Kanak-kanak, di waktu sholat kita harus sholat, waktu mengaji kita harus mengaji, waktu tidur kita harus tidur, waktu sekolah kita harus sekolah, waktu makan kita harus makan, waktu mujahadah kita harus mujahadah, waktu membantu orang tua kita harus membantu orang tua, waktu bermain kita boleh bermain. Tapi kita harus mendasarinya semua perbuatan itu dengan niat LILLAH, LIRROSUL LILGHOUTS dan sadar BILLAH ,BIR-ROSUL BIL-GHOUTS. Kepada Alloh Subhanahu Wata'ala kita harus menyembah, kepada Rosuulullooh Shollalloohu ‘Alaihi wasallam kita harus taat, kepada guru kita harus patuh, kepada orang tua kita harus patuh, kepada yang lebih tua usianya kita harus menghormati dan kepada teman kita harus tolong-menolong dan saling menyayangi. Kanak-kanak !, demikian itu namanya penerapan ajaran YUKTII KULLA DZII HAQQIN HAQQOH

Cara Mengajarkan TAQDIIMUL AHAM FAL AHAM TSUMMAL ANFA’ FAL-ANFA’

Kanak-kanak!, arti dari Taqdiimul Aham Fal Aham adalah mendahulukan yang lebih penting dari pada yang penting. Maksudnya apabila ada dua kewajiban yang harus kita laksanakan dalam waktu yang bersamaan, maka kita harus mendahulukan mana yang lebih penting, dan yang dimaksud dengan Tsummal Anfa’ Fal Anfa’ adalah mendahulukan yang lebih besar manfaatnya.

Contohnya : anak-anak jika kita diundang ulang tahun oleh teman kita, waktunya pas biasanya waktu itu selalu kita pakai untuk belajar, selain waktu itu kita tidak mungkin akan bisa belajar, sedangkan PR menumpuk yang kesemuanya harus diselesaikan dan dikumpulkan keesokan harinya dan diperkirakan tidak mungkin selesai jika dikerjakan setelah mengikuti resepsi ulang tahun, maka mana yang harus kita lakukan? Belajar atau mendatangi resepsi ulang tahun?

Anak-anak, kalau kita sholat dalam keadaan normal lalu orang tua kita memanggil, juga dalam keadaan normal mana yang harus didahulukan? Meneruskan sholat atau memenuhi panggilan orang tua?. Dan lain-lain.

Kebaikan dan keutamaan bagi yang Menerapkan  Lillah-Billah, Lirrosul-Birrosul

Keuntungan orang yang menerapkan LILLAH-BILLAH, seperti disebutkan Alloh berfirman dalam Alqur’an, surat 16 An Nahl Ayat 97 

من عمل صلحا من ذكر  او انثى وهو مؤمن فلنحـيـيـنـاه حيـــوة  طيبة   ولنجز يـنـهم  اجرهم  باحسن ما كانوا يـعمـلـــون- 16   النحل 97

“Barang siapa yang mengerjakan amal sholeh (LILLAH), baik laki-laki maupun perempuan dan dia dalam keadaan beriman (BILLAH), maka sungguh kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sungguh KAMI berikan balasan kepada mereka dengan balasan yang lebih baik dari pada apa yang mereka kerjakan”.

Adapun keuntungan dan kebaikannya orang / kanak-kanak yang mau menerapkan LIR-ROSUL-BIR-ROSUL. Antara lain Alloh berfirman dalam surat An Nisa’ ayat 64

وما ارسلنا من رسول الا ليطاع  بإذن الله  ولو  انــــهم  اذ ظـــلمــو آ انفسهم جآءو ك فا ستغــــفرو ا الله  واستـغــفـــر لــهــم  الرسول  لو جــــــدوا الله تـــو ّابا رحيما    - النساء 64

“Dan Kami (Alloh) tidak mengutus seorang Rosul, melainkan untuk ditaati dan diikuti (LIRROSUL) dengan izin Alloh, dan sekiranya sungguh-sungguh mereka ketika menganiaya dirinya datang kepada-MU, lalu memohon ampun kepada Alloh, dan Rosulpun memohonkan ampunan buat mereka (BIRROSUL) tentulah mereka mendapati Alloh yang maha menerima taubat lagi maha penyayang”.

Firman Alloh dalam surat Ali Imron ayat 103

وكنتم علي شفا حفرة  من النار فانــقذكم مـنــها   - ال عمران  103 

Artinya : “Dan kamu sekalian sudah berada di tepi jurang neraka kehancuran, kemudian Alloh menyelamatkan kamu sekalian dari padanya”.

Demikian itu keuntungan kanak-kanak yang mau menerapkan LIR-ROSUL-BIR-ROSUL, sekalipun kita sudah di tepi jurang neraka, tetapi Alloh akan menyelamatkan kita, demi kekasihnya yaitu Rosululloh SAW.

Kerugian Bagi yang tidak Menerapkan Lillah-Billah, Lirrosul-Birrosul


Kanak-kanak jika kalian tidak menerapkan Lillah-Billah, Lirrosul-Birrosul, otomatis kalian akan menjadi kanak-kanak yang “LIN-NAFSI-BINAFSI”, mengerjakan apa saja bukan karena Alloh, namun karena mengikuti nafsu/kesenangan atau keinginannya sendiri, Kita diperintah mengabdikan diri kepada Alloh sebagaimana firmannya tapi ketika kita mau berbuat sesuatu tidak niat dalam hati untuk beribadah kepada Alloh, maka kita tidak dicatat mengabdikan diri / beribadah kepada Alloh akan tetapi mengabdikan diri/menyembah selain Alloh, siapa adik-adik? Yaitu keinginan kita itu tadi (nafsu) yang kita sembah adik-adik,, nafsunya ingin makan, ingin minum, ingin mandi, ingin belajar, sekolah, sholat, mengaji kalau tidak diniati perbuatan itu juga dinilai tidak mendapat pahala bahkan berdosa karena apa adi-adik? Kita disuruh   menyembah Alloh, tapi malah menyembah selain Alloh. 


Orang yang LINNAFSI amalnya tidak diterima oleh Alloh, bahkan amalnya akan dijadikan siksa untuk menyiksa orang yang mengerjakannya. Sedangkan orang yang “BINAFSI” (menuruti keinginan) disebut SYIRIK (menyekutukan Alloh), meskipun derajat kesyirikannya adalah syirik khofi (sirik secara samar-samar/tidak kelihatan) dan barang siapa yang melakukan syirik seperti ini terus menerus sampai mati tidak akan diampuni dosanya, bahkan orang tersebut akan menjadi umpan “NERAKA JAHANAM” selama-lamanya. Na’udzubilllai nin dzalik.

Ini adalah contoh ilustrasi penyampaian materi pada pembinaan kepada kanak-kanak wahidiyah. Adapun pengembangan selanjutnya harus diusahakan oleh para pembina. Yang terpenting sampaikan materi sesuai dengan kadar kemampuan akal anak.

Demikian uraian wahidiyah.me tentang Ajaran Wahidiyah bagi Kanak-Kanak Pengamal Sholawat Wahidiyah ini, mudah-mudahan sekalipun masih jauh dari harapan yang diperlukan, dengan seadanya ini bisa dimanfa’atkan, terutama sebagai bahan tambahan bagi para Pembina Kanak-kanak Wahidiyah khususnya dan bagi orang tua mereka pada umumnya.