√ Pro Kontra Garansi Dalam Sholawat Wahidiyah -->

Islam

Pro Kontra Garansi Dalam Sholawat Wahidiyah

Ibnu Rusyd
Sunday, September 22, 2019

Ad1

Ad2

Pro Kontra Garansi Dalam Sholawat Wahidiyah

Pro Kontra Garansi Dalam Sholawat Wahidiyah - Wahidiyah pada umumnya dimasyarakat banyak yang belum tahu apa itu Wahidiyah bahkan ada yang mendukung dan juga ada yang mengatakan Wahidiyah atau Sholawat Wahidiyah sesat karena belum tahu sebenarnya apa itu Wahidiyah.

Dalam Wahidiyah baik Sholawatnya, pengamalan, mujahadah,  Ajaran, dan Lembaga organisasinya ada beberapa hal dan istilah yang belum dikenal oleh Masyarakat umum termasuk umat Islam pada umumnya, sehingga ketika disampaikan sering terjadi kesalahfahaman atau Pro Kontra yang bisa meresahkan di masyarakat, lebih-lebih ketika penyampaiannya kurang mendasar dan kurang bijaksana. Baca Juga : CARA PENGAMALAN SHOLAWAT WAHIDIYAH SESUAI BIMBINGAN MUALLIF RA

Adapun yang sering terjadi selama ini, timbulnya permasalahan itu disebabkan tuduhan, pandangan, pendapat, hasil penelitian, dan sebagainya yang tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya atau karena ada perbedaan cara memandangnya. Misalnya sesuatu yang bersifat haqiqat dipandang dengan kacamata syari’at. Kemudian hal-hal tersebut  disampaikan di tengah-tengah masyarakat  tanpa adanya tabayyun (klarifikasi) dengan yang  bersangkutan  (lembaga PSW). 
Pro Kontra Garansi Dalam Sholawat Wahidiyah
Pro Kontra Garansi Dalam Sholawat Wahidiyah
Dalam Pandangan yang berbeda, permasalahan bisa terjadi karena adanya oknum-oknum  yang mengatasnamakan pengamal Sholawat Wahidiyah yang menyimpang atau tidak sesuai dengan yang dibimbingkan oleh Muallif Sholawat Wahidiyah sendiri yang dipandang masyarakat pada umumnya anek dan beda dari pada yang lain.

Melhat situasi dan kondisi yang sudah beredar info yang kurang baik tentang Wahidiyah di media Online tetutama kiranya sangat perlu Wahidiyah.me sedikit banyak menjelaskan tentang Pro Kontra Wahidiyah. Dengan harapan mudah-mudahan tulisan Wahidiyah.me ini bisa dimanfaatkan untuk menambah pemahaman, pengertian dan penerapan yang benar bagi para pengamal dan penyiar Sholawat Wahidiyah agar penyampaiannya kepada masyarakat lebih mudah diterima, difahami, dan diamalkan sehingga tidak menimbulkan permasalahan yang negatif atau Pro Kontra. 

Begitu pula bisa dimanfaatkan dan dijadikan acuan atau kajian bagi tokoh-tokoh agama dan masyarakat (Ulama dan Umara.) ketika akan mengeluarkan pandangan dan fatwanya sebagaimana tulisan ini mengambil dari Pengurus Pengamal Sholawat Wahidiyah Pusat


Pro Kontra Sholawat Wahidiyah
Lambang Penyiar Sholawat Wahidiyah
Adapun hal-hal yang masih diangap menjanggal atau dianggap munculnya Pro Kontra dikalangan Masyarakat Indonesia khususnya dan Jami' Al Alami umumnya diantaranya sebagai berikut:
  • Hal GHOUTSU HADZAZ-ZAMAN
  • FATWA MUI TENTANG WAHIDIYAH SESAT
  • HAL ISTIGHROQ
  • HAL GARANSI
  • Nida’ FAFIRUU ILALLOOH
  • Nida’ FAFIRUU ILALLOOH Dengan Berdiri Menghadap Empat Penjuru

Pada kesempatan kali ini Wahidiyah.me fokus pada salah satu diantara perihal di atas yaitu tentang "GARANSI" yang masih dianggap aneh dan tidak ada dasarnya yang pasti, maka dalam kesempatan kali ini ahidiyah.me menfokuskan pada hal "GARANSI" dengan harapan ada pencerahan yang bisa dijadikan ladasan tentang hal "GARANSI".

Mari kita lihat ada apa dengan kata "GARANSI", yang berada di dalam lembaran Shalawat Wahidiyah yang diedarkan kepada masyarakat dengan Cuma-Cuma pada tahun-tahun pertama penyiaran yaitu sekitar tahun 1964-1968 bahwa ada tertulis kata-kata dalam bahasa Jawa huruf Arab Pego yaitu kata :

MENAWI SAMPUN JANGKEP 40 DINTEN BOTEN WONTEN PEROBAHAN MANAH, KINGING DIPUN TUNTUT DUN-YAN WA UKHRON, KEDONGLO KEDIRI 

Dalam bahasan Indonesianya : “Jika sudah cukup pengamalan 40 hari tidak ada perubahan dalam hati, boleh dituntut dunia maupun akhirat. Kedunglo Kediri”

Redaksi Lembaran Sholawat Wahidiyah Tahun 1964 s/d 1968

Kalimat yang disebut garansi tersebut dimuat dalam lembaran Sholawat Wahidiyah yang diedarkan pada tahun 1964 s/d 1968  dan setelah itu sampai sekarang  kalimat  garansi tersebut tidak dimuat  lagi  dalam lembaran Sholawat Wahidiyah yang diedarkan secara Cuma-cuma itu.  

Redaksi Dirubah dengan Bahasa yang tidak Aslinya

Pada masalah Redaksi atau kata "Garansi" tersebut yang menjadikan Pro dan Kontra Wahidiyah pada saat itu pernah disalin dan dirobah  oleh seorang tokoh agama dengan susunan kata (bahasa Jawa tulisan arab pego) yang bahasa Indonesianya:  

“BARANG SIAPA MENGAMALKAN SHOLAWAT WAHIDIYAH SELAMA 41 HARI DIJAMIN MASUK SURGA BESERTA ANAK KETURUNANNYA”. 

Tulisan yang berisi pembohongan yang bertentangan dengan  teks, makna,  dan tujuan yang sebenarnya itu diedarkan ke masyarakat dan dijadikan hujjah untuk melarang/mengharamkan amalan Sholawat Wahidiyah. Betapa nistanya, melakukan pembohongan untuk digunakan melarang  masyarakat membaca sholawat Nabi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam.  

Ironisnya pengharaman Wahidiyah dengan hujjah tersebut bisa meresap ke dalam lubuk hati masyarakat muslim sehingga sebagian ummat Islam sendiri ada yang merasa “muak-jijik” ketika mendengar kata-kata “Wahidiyah”. 

Siapa yang harus bertanggung jawab di akhirat nanti ketika ada orang yang mau membaca sholawat kepada baginda Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam namun karena ada fatwa haram/ sesat mereka tidak jadi membacanya? Sanggupkah mereka memberikan ganti syafa’at yang dijanjikan oleh Beliau di hari kiamat?.

Tulisan 'GARANSI" dalam Buku Kuliah Wahidiyah

Tentang Tulisan "GARANSI" ini tidak hanya ditulis dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah yang diedarkan pada tahun 1964 s/d 1968 saja tapi penulisan "GARANSI" ini ditulis dalam buku Kuliah Wahidiyah yang mana itu sebagai catatan sejarah bahwa pada awal penyiaran Wahidiyah dulu dalam lembaran Sholawat Wahidiyah tertulis suatu garansi seperti itu. Selain itu untuk memberikan penjelasan tentang isi dan dasar ilmiyahnya garansi tersebut.  

Maka untuk mensikapi tentang redaksi " GARANSI" ini perlu dibaca dengan teliti dan fahami dengan hati yang jernih penjelasan tentang redaksi, maksud, pengertian dan  dasar "GARANSI" tersebut dalam buku Kuliah Wahidiyah yang diterbitkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Penyiar Sholawat Wahidiyah (DPP PSW), cetakan ke-13,  pada tahun 1910, terletak di halaman 253 atau cetakan sebelumnya pada bab paling akhir.

Ada Yang Beranggapan Bahwa "GARANSI" dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah Bertentangan

Ada yang beranggapan bahwa garansi tersebut bertentangan dengan ayat  yang asbab nuzulnya adalah keinginannya Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam terhadap imannya Abu Tholib, paman beliu sendiri. Namun sampai akhir hayatnya keimanan tersebut tidak diberikan oleh Alloh Shubhanahu Wa Ta'ala kepadanya, Yaitu: 
Wahidiyah Garansi - Al Qur'an surat Al Qosos ayat 56

Artinya : "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk"

Perlu diketahui bahwa hidayah dalam ayat tersebut bersifat isnad haqiqi.  Tetapi juga ada hidayah dalam isnad majazi, sebagaimana firman Alloh Shubhanahu Wa Ta'ala:

Wahidiyah Garansi - Al Qur'an surat As Syuro ayat 52

Artinya : "… dan Sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus". (Q.S. Asy-Syuro: 52)

Dari dua ayat yang seakan-akan bertentangan itu mana yang harus diikuti?? Kedua-duanya wajib diikuti dan diyakini kebenarnnya. Hanya saja harus tau cara menempatkannya pada tempat masing-masing. Harus tau mana yang isnadnya haqiqi (haqiqat) dan mana yang isnadnya majazi (syari’at). 

Disinilah Wahidiyah membimbingkannya dengan bimbingan praktis : Lillah – Billah (syari’at – haqiqat) dan seterusnya. Tidak hanya sekedar ilmiahnya saja, melainkan  dibina  sampai bisa menerapkannya di dalam hati. 

Apakah Rosuululloh Pernah Memberikan Garansi kepada Ummatnya

Siapa bilang bahwa Rosululloh Sholallohu 'Alaiihi Wa Slalam tidak  pernah memberikan  garansi karena adanya ayat dalam surat Al-Qashash di atas?  Ternyata  Beliau  banyak sekali memberikan garansi sekalipun ada ayat tersebut. Dengan contoh dua hadits saja kiranya sudah cukup untuk meyakini kebenarannya garansi. 

Rosuululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam pernah bersabda sebagaimana permasalah ini yaitu : 


Wahidiyah Garansi - Hadist Muslim Jus 1 Halaman 135
  
Artinya : Barang siapa mati (meninggal dunia) tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu (yakni sadar billah) dia masuk surga, dan barang siapa mati (dalam hatinya) menyekutukan Alloh dengan sesuatu (yakni tidak sadar Billah) dia masuk neraka.(H.R. Muslim dari Jabir. Shohih Muslim Juz I hadits no. 135

Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam Tanpa ragu memberikan garansi kepada orang yang matinya sadar Billah akan masuk surga dan orang yang matinya tidak sadar Billah akan masuk neraka. Lagi pula beliau Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam menggunakan fi’il madly “dakhola” yang berfaedah tahaqquqil-wuqu’ (pasti terjadi).

Diucapkan ataupun tidak, kita wajib berkeyakinan bahwa Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam pasti berani bertanggung jawab dan berani dituntut dunia akhirat terhadap apa yang telah beliau janjikan/sabdakan itu. 

Hadits sebagaimana di atas menujukkan pula betapa pentingnya kesadaran  Billah sewaktu hidup agar terbawa sampai mati. Dengan ini kesadaran Billah termasuk sangat diahamkan dalam bimbingan Wahidiyah

Adapun dasar lain yang sesuai dengan perihal Rosuululloh Pernah Memberikan Garansi kepada Ummatnya sebagaimana dalam hadist nabi


Wahidiyah Garansi - Hadist Ahmad Wa Nasa' dari Shohabat Anas
Artinya : Barang siapa membaca sholawat kepadaku sekali saja maka Alloh memberikan shalawat kepadanya sepuluh sholawat, diampuni sepuluh kesalahannya, diangkat sepuluh derajat baginya. (H.R. Ahmad dan Nasai dari Anas).

Garansi yang diberikan oleh Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam dalam hadits ini  hanya  dengan membaca sholawat sekali saja. Tidak harus  ratusan kali tiap harinya dan menunggu sampai 40 hari. 

Dengan adanya pemberian seperti dalam hadits di atas sudah pasti si pembaca sholawat tersebut akan mengalami perubahan dalam hatinya. Hanya saja mungkin kadarnya yang berbeda satu dengan yang lain. 

Apa lagi kalau bacaan sholawat, salam, berkahnya kepada Beliau Rosuululloh Sholallohu 'Alaiih Wa Sallam setiap hari ratusan kali, disertai dengan do’a-do’a yang terkandung di dalamnya lagi pula disertai adab lahir batin yang sebaik-baiknya sebagaimana yang dituntunkan dalam Wahidiyah. Baca Juga: Sholawat Wahidiyah Untuk Menyembuhkan Penyakit

Kalau beliau Rosuululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam bersabda seperti itu apakah kita tidak percaya?  Apakah kita tidak boleh meyakininya? Oleh karena itu dengan  kuatnya keyakinan Muallif Sholawat Wahidiyah KH. Abdeol Madjid Ma'roef RA terhadap kebenaran sabda Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam maka tidak berlebihanlah kalau beliu Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam berani memberikan garansi seperti di atas. 

Setiap garansi dalam amal kebaikan, baik diucapkan maupun tidak, si pemberi garansi, lebih-lebih Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam sudah pasti siap mempertanggungjawabkan dunia dan akhirot. sebagaimana dalam Firman Alloh Shubhanahu Wa Ta'ala : 


Wahidiyah Garansi - Al Qur'an surat Al Ambiya' Ayat 23 
Artinya Kurang Lebih : Dia (Alloh) tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai (dimintai pertanggungjawaban tentang apa saja yang diperbuatnya)

Itulias sedikit uraikan Wahidiyah.me yang bisa uraikan tentang GARANSI dalam Sholawat Wahidiyah, mudah-mudahan tulisan yang sangat sederhana ini bisa dimanfaatkan oleh para pembacanya dan diridloi oleh Alloh Wa Rosulihi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam Wa Ghoutsi Hadzaz Zaman Fid-dini wad-dun-ya wal-akhiroh Amin. (Mars)