√ Mujahadah Kubro Wahidiyah Muharram 1441 H Gelombang Pertama

Islam

Mujahadah Kubro Wahidiyah Muharram 1441 H Gelombang Pertama

Ibnu Rusyd
Friday, September 13, 2019

Ad1

Ad2

Mujahadah Kubro Wahidiyah Muharram 1441 H Gelombang Pertama - Mujahadah Kubro Sholawat Wahidiyah merupakan kegiatan rutin setiap satu tahun dua kali dilaksanakan oleh Pengamal Sholawat Wahidiyah seluruh Dunia dalam bulan yang mulia yaitu bulan Muharram dan Bulan Rojab, pada bulan Muharram.

Mujahadah Kubro Wahidiyah pada Bulan Muharram tahun ini dilaksanakan tanggal 12 s/d 16 September 2019 M./ 12-16 Muharram 1441 H bertempat di Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat Penyiar Sholawat Wahidiyah atau lebih akrap di singkat DPP PSW dengan alamat Pondok Pesantren Attahdzib Rejoagung Ngoro Jombang Jawa Timur Indonesia.
Mujahadah Kubro Wahidiyah Muharram 1441 H Gelombang Pertama
Mujahadah Kubro Wahidiyah Muharram 1441 H Gelombang Pertama
Pengertian Mujahadah Kubro Wahidiyah

Dalam kesempatan kali ini tidak ada salahnya kami ulas apa itu Mujahadah Kubro Wahidiyah atau Mujahadah Kubro Sholawat Wahidiyah yang masih dianggap sesat dan menyesatkan dengan alasan yang tidak jelas sebagian orang Islam, oleh sebab itu kami utarakan sekitas apa itu Mujahadah Kubro Wahidiyah. Baca Juga : Hasil Riset MUI Pusat, Wahidiyah Tidak Sesat

Mujahadah Kubro Wahidiyah merupakan Mujahadah Wahidiyah atau mujahadah sholawat wahidiyah yang dilaksanakan secara berjamaah oleh seluruh pengamal Wahidiyah dengan serempak pada setiap bulan Muharrom dan bulan Rojab yang dikoordinir oleh Dewan Pimpinan Pusat Penyiar Sholawat Wahidiyah (DPP PSW).

Kantor Dewan Pimpinan Pusat Penyiar Sholawat Wahidiyah

Pelaksanaan Mujahadah Kubro Wahidiyah untuk waktu pelaksanaannya sudah diatur oleh beliau Muallif Sholawat Wahidiyah yakni Hadlrotul Mukarrom KH. Abdoel Madjid Ma'roef Rhodhilallohu 'Alhu, yang telah membakukan Waktu pelaksanaan Mujahadah Kubro Sholawat Wahidiyah yang dimulai pada hari Kamis malam Jum’at di antara tanggal 10 sampai dengan tanggal 16 bulan Muharram dan bulan Rojab selama 4 hari 4 malam (sampai Senin pagi). 

Adapun Dasar Mujahadah Kubro Wahidiyah baik Muharram maupun Rojab yaitu sesuai petunjuk Muallif Sholawat Wahidiyah yang diedarkan oleh PSW Pusat dengan Surat Pengumuman Nomor : 400/ SW-XXV/A/Man/ ’88, ter-tanggal 12 Januari 1988.

Tema Mujahadah Kubro Wahidiyah

Dalam kegiatan Mujahadah Kubro Wahidiyah ini tentunya tidak lepas dari Tema yang diusung dalam acara tersebut, adapun khusus acara Mujahadah Kubro Wahidiyah ini sudah ada tema yang sudah dituntunkan oleh Beliau Muallif Sholawat Wahidiyah RA baik Mujahadah Kubro Muharram maupun Rojab, adapun tema diantara keduanya yaitu : 

Tema Mujahadah Kubro pada bulan Muharrom dalam rangka Peringatan Ulang Tahun Wahidiyah, Haul Mbah KH Mohammad Ma’roef (Ayahanda/Syaikhul Walid Muallif Sholawat Wahidiyah) dan memperingati Tahun Baru Hijriyah

Tema Mujahadah Kubro pada bulan Rojab dalam rangka Peringatan Isro’ Mi’roj Rosululloh   dan Haul Muallif Sholawat Wahidiyah

Dalam Mujahadah Kubro Wahidiyah Bulan Muharram 1441 tahun ini pada tanggal 12 s/d 16 September 2019 M./ 12-16 Muharram 1441 H dalam Rangka "Ulang Tahun Lahirnya Sholawat Wahidiyah Ke-56 dan Haul Ke-64 Mbah KH. Mohammad Ma'roef Syaikhul Waalid Muallif Sholawat Wahidiyah RA" Baca Juga : Panduan Pelaksanaan Mujahadah Kubro Wahidiyah

Adapun Susunan acara dalam Mujahadah Kubro Wahidiyah Muharram 1441 H pada gelombang pertama ini sebagaimana berikut :


Mujahadah Kubro Wahidiyah Muharram 1441 H Gelombang Pertama

Dalam sambutan Daerah yang disampaikan oleh Bapak H. Suroto, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Penyiar Sholawat Wahidiyah Prov. Banten bahwa dalam mengemban amanah Perjuangan Fafiruu Ilalloh Wa Rosuulihii Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam banyak sekali kekurangan.


Fafiruu Ilalloh Wa Rosuulihii Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam

Kami menyadari betul karena di daerah banyak kekuragan segala bidang dan terutama bidang SDM, dan juga kurangnya Himmah dalam perjunagan Kesadaran Kepada Alloh Wa Rosuulihii Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam yang akhirnya berdampak pada pengamal di Daerah ungkap beliau.

Lanjut bahwa Perjuangan di daerah terutama di Banten masih  minim Pengamal Sholawat Wahidiyah yang aktif dengan gambaran jumlah penduduk yang ada di Banten kira2 belum ada 1 % pengamal sholawat wahidiyah dari jumlah penduduk bante dan begitu juga daerah yang lain.

Tamu Mujahadah Kubro Wahidiyah

Pada Gelombang Pertama pada Mujahadah Kubro Wahidiyah Bulan Muharram 1441 ini yang diperuntukan bagi Pengurus Penyiar Sholawat Wahidiyah di berbagia daerah seluruh Dunia dan terbuka untuk umum pada hari kamis, 12 September 2019 Alhamdulillah kedatangan tamu dari 4 Rombongan Pendeta Gereja Bethel Indonesia yang dipimpin oleh Pendeta Spanus Al Misnugroha untuk mengikuti acara ini ungkap Sekum, M. Zainul Airifin dalam sambutan atas nama Dewan Pimpinan Pusat Penyiar Sholawat Wahidiyah.


Mujahadah Kubro Wahidiyah Muharram 1441 H Gelombang Pertama
Berfose bersama dengan Pendeta Gereja Bethel Indonesia dengan Ketua Umum DPP PSW dan Pengurus PSW yang lain
Mujahadah Kubro Wahidiyah Muharram 1441 H Gelombang Pertama
Berfose bersama dengan Pendeta Gereja Bethel Indonesia dengan Ketua DPP PSW K. Zainuddin Tamsir
Sudah kita maklumi bahwa Sholawat Wahidiyah bisa diamalkan oleh siapa saja tanpa pandang bulu, diantaranya Sholawat Wahidiyah bisa diamalkan siapa saja tidak pandang agama dan sebagainya. 

Sejarah Sholawat Wahidiyah

Dalam Kuliah Wahidiyah yang disampaikan oleh K. Moh. Nafihuzzuha, S.Sy. beliau menyampaikan tentang Sejarah munculnya Sholawat Wahidiyah bahwa Pada awal bulan Juli 1959 Hadlrotul Mukarrom Romo KH Abdoel Madjid Ma’roef, Pengasuh Pesantren Kedunglo, Desa Bandar Lor, Kota Kediri, menerima “alamat ghoib” dari Alloh, istilah Beliau, dalam keadaan terjaga dan sadar, bukan dalam mimpi. Maksud dan isi alamat ghoib tersebut kurang lebih : “supaya ikut berjuang memperbaiki mental masyarakat lewat jalan bathiniyah”


Dalam situasi bathiniyah yang senantiasa bertawajjuh ke hadirat Alloh   wa Rosuulihi Sholallohu 'alaihi Wa Slalam itu (masih dalam tahun 1963), beliau menyusun suatu do’a Sholawat. ”Kulo lajeng ndamel oret-oretan” (saya lalu membuat coret-coretan), istilah Beliau. “Sak derenge kulo inggih mboten angen-angen badhe nyusun Sholawat” (sebelumnya saya tidak ada angan-angan menyusun Sholawat). Beliau menjelaskan “malah anggen kulo ndamel namung kalian nggloso” (malah saya dalam menyusun itu dengan tiduran).

Yang dimaksud do’a Sholawat yang baru lahir dari kandungan bathiniyah yang bergetar dalam frekuensi tinggi kepada Alloh   wa Rosuulihi  , bathiniyah yang diliputi rasa tanggung jawab dan prihatin terhadap ummat dan masyarakat, adalah Sholawat : 


اَللّهُمَّ كَماَ أَنْتَ أَهْلُهْ, صَلِّ وَسَلِّمْ  وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِناَ وَمَوْلاَناَ وَشَفِيْعِناَ وَحَبِيْبِنْاَ وَقُرَّةِ أَعْيُنِناَ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا هُوَ أَهْلُهْ, نَسْأَلُكَ اللّهُمَّ بِحَقِّهِ أَنْ تُغْرِقَناَ فِي لُجَّةِ بَحْرِ الْوَحْدَةْ, حَتىَّ لاَ نَرَى وَلاَ نَسْمَعَ وَلاَ نَجِدَ وَلاَنُحِسَّ وَلاَ نَتَحَرَّكَ وَلاَ نَسْكُنَ اِلاَّ بِهَا, وَتَرْزُقَناَ تَمَامَ مَغْفِرَتِكْ وَتَمَامَ نِعْمَتِكْ وَتَمَامَ مَعْرِفَتِكْ وَتَمَامَ مَحَبَّتِكْ وَتَمَامَ رِضْوَانِكْ وَصَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهْ, عَدَدَمَا أَحَاطَ بِهِ عِلْمُكَ وَأَحْصَاهُ كِتَابُكْ, بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنْ, وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعاَلَمِينْ.

“Niki kulo namekaken Sholawat Ma’rifat” (Ini saya namakan Sholawat Ma’rifat), penjelasan Beliau. Dalam Sholawat tersebut belum ada kata يَآألله sesudah kalimat وَتَـمَامَ مَعْـرِفَـتِكَ  dan seterusnya seperti yang ada sekarang ini.


Lembaran Sholawat Wahidiyah

Dalam proses terciptanya Sholawat wahidiyah mulai awal sampai lengkap sebagaimana sekarang ini memerlukan waktu kurang lebih 17 Tahun, 7 Bulan, 17 hari kalau gak salah. 

Sholawat Wahidiyah yang sudah lengkap sebagaimana sekarang ini sudah diijazahkan secara muntaq siapa saya boleh mengamalkan tanpa pandang bulu tanpa mandang agama, golongan dan sebagainya oleh beliau Muallif Sholawat Wahidiyah.

Misi Wahidiyah

Sholawat Wahidiyah itu bukan misi Agama tapi Misi Ketuhahan, Bagaimana manusia ini terutama kita sebagai bangsa Indonesia yang punya Pancasila "Ketuhanan Yang Maha Esa" mampu mendekatkan diri kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Mungkin dalam pribadi pembaca, mengapa Wahidiyah harus diperjuangkan, Karena Manusia diciptakan oleh Alloh Shubhanahu Wa ta'alah sebagai makluk yang terbaik yang termulia dibandingkan makluk-makluk yang lain.

Jadi manusia ini bisa sempurna menjadi hamba Alloh, Hamba Tuhan Yang maha Esa, sehingga bisa menebarkan kebaikan dalam hidupnya menjadi "Khoirunnas Anfauhum Linnas", bisa menjadi manusia yang bisa menebarkan manfaat kepada manusia yang lain dengan mengajak membaca Sholawat.

Dalam Mujahadah Kubro ada beberapa Gelombang sampai lima gelombang sebagaimana berikut :


Mujahadah Kubro Wahidiyah Muharram 1441 H Gelombang Pertama

Menurut Ronggowarsito, ada tiga macam pembagian zaman. Yakni zaman edan atau Kalatidha yaitu ditandai dengan adanya pola pikir yang salah. Hal ini diungkapkan dalam Serat Kalatidha sebagai berikut:

Amenangi jaman edan/ewuh aya ing pambudi/melu edan nora tahan/yen tan melu anglakoni/boya kaduman melik/kaliren wekasanipun/dilalah karsa Allah/begja-begjane kang lali/luwih begja kang eling lawan waspada.

Kemudian akan diiukuti oleh Zaman Kalabendu yaitu moralitas semakin merosot disebabkan oleh pola pikir yang salah. Hal ini terdapat dalam Serat Sabda Jati. 

Lalu kemudian akan muncul Zaman Kalasuba atau zaman keemasan. Datangnya masa keemasan sebagai akhir kalabendu, terdapat dalam Serat Jakalodhang. 

Adapun tahun 2000 sampai tahun 2100 ini merupakan zaman Kalasuba atau zaman keemasan yang sekarang kita alami ini, ungkap K. Moh. Nafihuzzuha.

Maka dalam tahun ini atau zaman sekarang ini adalah waktunya bahagiya, bahagianya sebagaimana versi petunjuk Tuhan yaitu "Mampu Ingat Kepada Tuhan".

Dalam Kuliah Wahidiyah Ke-2 ada 8 Pokok Bimbingan Muallif RA. Sholawat Wahidiyah yang terdapat dalam Loga Penyiar Sholawat Wahidiyah.

Arti Lambang Penyiar Sholawat Wahidiyah-PSW Jateng


Arti Lambang Penyiar Sholawat Wahidiyah-PSW Jateng

Delapan Pokok yang telah dibimbingkan oleh Muallif Sholawat Wahidyah yaitu Ajaran Sholawat Wahidyah sebagiamaa yang sudah kita ketahui bersama. Baca Juga : Ajarah Sholawat Wahidiyah

Dalam Wasiat Muallif Sholawat wahdiyah tanggal 9 Mei 1986 yang berhubungan dengan Syarat menjadi Pengurus Penyair Sholawat Wahidiyah yaitu :

Para hadirin dan hadirot yang kami mulyakan! 
Tapi maaf, saya untuk ya, para hadirin hadirot menerima dengan rela hati dengan gembira menjadi wakil saya. Tapi  ya maaf, saya ada, syarat-syarat yang harus dipenuhi! 

Yaitu, segala sesuatu yang negatif, yang telah terjadi ini, supaya dibuang sama sekali !!!. 

Sekali lagi perbuatan-perbuatan yang maupun ucapan-ucapan yang tidak, … yang bertentangan dengan Ajaran Wahidiyah ini, supaya di….. dihilangkan sama sekali !!!. terutama yang berhubungan dengan perjuangan !. 

Sanggupkah para hadirin hadirot ?! Tuhan yang Tahu ! Tuhan sebagai Saksi, …. Yang Agung ! 

Maka kita sebagai Pengurus Penyiar Sholawat Wahidiyah yang sanggup menjadi Wakil Beliau harus berusaha menjalankan Syarat-syarat dari beliau Muallif Ra tersebut, semoga kita semua menjadi penderek yang bisa sesuai dengan harapan Beliau Muallif Sholawat Wahidiyah Ra.

Inilah yang bisa Wahidiyah.me utarakan untuk Mujahadah Kubro Wahidiyah Muharram 1441 H pada gelombang pertama yang diperuntukan oleh Pengurus Penyiar Sholawat Wahidiyah dan terbuka untuk umum bisa memberikan manfaat yang seluas-luasnya khususnya dalam perjuangan kesadaran Fafirruu Ilalloh Wa Rosuulihii Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam.