√ Metode Permainan Dalam Pembinaan dan Penyiaran Kanak-Kanak Wahidiyah -->

Islam

Metode Permainan Dalam Pembinaan dan Penyiaran Kanak-Kanak Wahidiyah

Ibnu Rusyd
Sunday, September 8, 2019

Ad1

Ad2

Metode Permainan Dalam Pembinaan dan Penyiaran Kanak-Kanak Wahidiyah

Metode Permainan Dalam Pembinaan dan Penyiaran Kanak-Kanak Wahidiyah - Pembinaan dan Penyiaran dalam Pengamalan Sholawat Wahidiyah terutama pada Kalangan Kanak-kanak tidak terlepas dari Metode yang tepat diantaranya dengan Metode Permainan untuk meningkatkan Pembinaan dan lebih-lebih penyiaran pada Kanak-Kanak untuk bisa merasakan Wahidiyah.

Metode Permainan Dalam Pembinaan dan Penyiaran Kanak-Kanak Wahidiyah
Metode Permainan Dalam Pembinaan dan Penyiaran Kanak-Kanak Wahidiyah
Pada Tulisan sebelumnya wahidiyah.me sudah pernah penjelaskan tentang macam-macam metode pembinaan Kanak-Kanak Wahidiyah. pada kesempatan kali ini wahidiyah.me berusaha menfokuskan pada Metode Permainan dalam misi dan visi Pembinaan Penyiaran Pada kalangan kanak-kanak untuk bisa mengamalkan dan mempraktekan yang ada Sholawat Wahidiyah. Baca Juga: Metode Pembinaan Kanak-Kanak Wahidiyah 

MISI dan VISI Perjuangan Wahidiyah

Sudah kita ketahui bahwa sholawat wahidiyah atau lebih biasa disebut Perjuangan Wahidiyah mempunyai visi dan misi yang sudah jelas, sebagaimana berikut :

MISI

Perjuangan Wahidiyah adalah upaya lahiriyah dan bathiniyah untuk memperoleh kejernihan hati, ketenangan batin dan ketentraman jiwa menuju sadar atau ma'rifat kepada alloh Wa Rosuulihi Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam dengan mengamalkan Sholawat Wahidiyah dan ajaran Wahidiyah sesuai dengan Bimbingan Muallif Sholawat Wahidiyah RA.

VISI 

Perjuangan Wahidiyah mempunyai tujuan terwujudnya keselamatan, kedamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan hidup lahir bathin, matereil dan spirituil di dunia dan Akhirat bagi masyarakat ummat manusia seluruh Dunia.


Metode Permainan

Metode permainan yang digunakan dalam pembinaan dan peningkatan Penyiaran pada Kanak-kanak wahidiyah ini, disamping menciptakan kondisi emosi anak yang stabil/senang, metode ini juga mengarah pada pencapaian hasil dan untuk menghilangkan rasa jenuh pada kanak-kanak. Baca Juga: Revitalisasi Mujahadah Usbuiyah Kanak-Kanak Bagian Ke Tiga

Menurut para ahli ilmu jiwa dan ilmu pendidikan, seperti Dr. Yulian Nuroni, Dr. H. Syamsul Yusuf dan lain-lain mengatakan bahwa bermain mempunyai nilai-nilai yang sangat berharga bagi anak. Dalam Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja halaman 172-173 menyebutkan nilai-nilai bermain : 
  1. Anak memperoleh perasaan senang, puas, bangga dan berkatarsis (peredam ketegangan)
  2. Anak dapat mengembangkan sikap percaya diri, tanggungjawab dan kooperatif
  3. Anak dapat mengembangkan daya fantasi atau kreatifitas
  4. Anak dapat mengenal aturan atau norma yang berlaku dalam kelompok, serta belajar untuk mentaati
  5. Anak dapat memahami bahwa dirinya atau orang lain sama-sama mempunyai kelebihan dan kekurangan
  6. Anak dapat mengembangkan sikap sportif, tenggang rasa, atau toleran terhadap orang lain

Macam-macam permainan banyak tetapi kita pilih permainan yang bisa/cocok dan mengarah pada tercapainya TUJUAN PEMBINAAN-PENYIARAN KANAK-KANAK WAHIDIYAH

Adapun macam-macam permainan yang kita pilih untuk pembinaan dan penyiaran Pada kalangan Kanak-Kanak Wahidiyah antara lain:
  1. Permainan fungsi
  2. Permainan drama kreatif
  3. Permainan apresiatif/reseptif
  4. Permainan pertanyaan kreatif
  5. Dan masih banyak lagi (yang penting permainan itu, mengarah pada tercapainya tujuan tugas ini)

Permainan Fungsi (Permainan Gerak Jasmani)

Seperti permainan gerak, berlari, naik-turun tangga dan sebagainya dalam buku Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja: 172 yang maksunya kurang lebih :

Dalam permainan ini anak diminta kejar-kejaran anak yang mengejar diumpamakan nafsu suk, sedang anak yang dikejar, diumpamakan nafsu mutmainnah. Jika anak yang dikejar akan tertangkap maka anak tersebut harus jongkok dengan membaca istighfar atau yaa sayyidii yaa rosulalloh atau kalimat-kalimat yang mengusir nafsu/iblis. Nafsu suk tidak bisa mengejar.

Permainan Drama Kreatif

Dengan permainan ini anak dapat mengekspresikan diri melalui permainan terhadap tingkah laku orang atau hewan, seperti : sekolah-sekolahan, dokter-dokteran, dan lain sebagainya sebagiamana dalam KONSEP DASAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI halaman 147.

Dalam permainan ini anak bisa disuruh melakukan peran sebagai penyiaran atau pembina Wahidiyah. Sedang yang lainnya sebagai anak yang disiari atau anak yang dibina.

Permainan Apresiatif/Reseptif

Permainan ini seperti mendengarkan dongeng, melihat gambar, melihat anak melukis dalam Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja: 172.

Cerita atau dongeng atau kisah-kisah para alim sholeh yang mengarah pada kesadaran ibadah kepada Allah wa Rosulihi saw perlu terus kita kembangkan. 

Manfaat dongeng menurut Drs. Dewa Ketut Sukardi antara lain :
  • Dengan dongeng si anak akan bisa mempelajari, memahami dan menghayati segala bentuk nilai-nilai, norma-norma, kaidah-kaidah dalam kehidupan masyarakat.
  • Dengan dongeng akan secara sehat mengembangkan emosinya.
  • Dongeng berfungsi untuk mengakrabkan hubungan antara anak, orangtua atau dewasa (Bimbingan Perkembangan Jiwa Anak: 28-29).
  • Permainan puzzle merupakan permainan yang meningkatkan ingatan dan percaya diri.
  • Dengan permainan ini, anak diminta melihat gambar (bisa berupa gambar/tulisan) kemudian anak menyusun potongan-potongan kertas seperti gambar/tulisan yang dilihat tersebut, misal : tulisan ففرواإلى الله (fafirru ilalloh) kemudian dipotong-potong selanjutnya anak diminta menyusun seperti tulisan itu.

Permainan Pertanyaan Kreatif

Permainan yang berhubungan dengan pertanyaan terbuka, menjawab pertanyaan dengan sentuhan panca indera. Pertanyaan tentang perubahan, pertanyaan tentang suatu proses atau kejadian dalam Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini: 147). 

Adapun dalam Permainan Pertanyaan Kreatif ini antara lain:

a. Permainan monopoli

Medianya seperti monopoli, bedanya dalam permainan ini kita siapkan pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut ajaran Wahidiyah yang telah disampaikan sebelumnya.

Caranya: bila dadu dijatuhkan kemudian hitung jumlah titik dadu di arena monopoli, misalnya : jatuh pada no. sebelas maka dilihat dalam daftar pertanyaan yang telah disiapkan, bunyinya bagaimana? Anak yang dapat no.11 tadi diminta untuk menjawab. Bila anak tersebut tidak bisa maka arahkan pada anak yang lainnya. Jika semua anak tidak didapat menjawab maka pembina memberitahu jawabannya. Bagi anak yang bisa menjawab akan mendapatkan nilai.

b. Permainan kocok-kocok

Alat peraga : kita buat guntingan kertas (seperti kertas lotre). Lalu kita tuliskan satu pertanyaan lalu digulung dimasukkan dalam kotak (jumlah gulungan kertas terserah pembina) kemudian dikocok salah seorang anak ditunjuk untuk mengambil gulungan kertas tersebut, lalu diminta membaca pertanyaan dan menjawab. Jika dapat menjawab, anak tersebut akan mendapatkan nilai. Kalau tidak bisa maka anak yang lain diminta untuk menjawab. Jika anak-anak tidak ada yang bisa menjawab maka pembina memberitahu jawabannya.

c. Permainan kocok-kocok gabungan

Permainan kocok-kocok gabungan ini sama dengan permainan kocok-kocok di atas. Bedanya : permainan kocok-kocok gabungan ini ada kotak kertas pertanyaan dan kotak kertas jawabannya. Salah satu anak diminta mengeluarkan gulungan kertas pertanyaan dan gulungan kertas jawaban. Anak tersebut disuruh membaca lalu ditanya apakah pertanyaan dan jawaban itu benar, kalau benar, menunjuk anak lain untuk mengulang permainan tadi. Kalau anak tadi tidak benar mencocokkan pertanyaan dan jawabannya, maka dialihkan ke anak alin. Bila tidak ada yang bisa maka pembina memberikan jawabannya.

d. Permainan kartu 

Alat peraganya : karton atau apa saja lalu digunting seukuran kartu remi. Kemudian kartu-kartu itu ditulisi angka-angka: satu dan seterusnya. Jumlah kartu terserah pembina selain itu pembina menyiapkan pertanyaan-pertanyaan dan tentunya kunci jawaban. Permainan ini dilakukan oleh beberapa anak, kartu dikocok lalu dibagikan pada anak-anak. Setelah itu, masing-masing anak ditanya angka berapa kartu yang dipegang. Seterusnya pembina mengajukan pertanyaan nomor yang mana kartu tadi. Kalau anak tersebut tidak bisa menjawab, maka dialihkan pada anak lain jika anak tidak bisa menjawab semua maka pembina memberi tahu jawabannya.

Macam-macam permainan tersebut di atas, hanyalah beberapa contoh, selanjutnya pembina bisa mengembangkan macam-macam permainan, yang penting permainan itu membuat anak senang/rileks dan bisa meningkatkan pemahaman dan pengalaman Wahidiyah sesuai bimbingan Muallif Sholawat Wahidiyah Rodliyallohu ‘Anhu.

Dalam sedikit banyak uraian di wahidiyah.me ini yang begitu singkat semoga bisa kita jadikan bacaan yang bermanfaan dan kita bisa melaksanakan, dan semoga permainan ini bisa mendapatkan pancaran nadzroh dari ghoutsu hadzazzaman Rodliyallohu ‘Anhu aamiin aamiin yaa robbal alamin.

Mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan, sudilah kiranya para pembina kanak-kanak dan pembaca Wahidiyah.me sekalian untuk memberikan koreksi beserta pembetulannya terutama bisa faham tentang Metode Permainan dalam Pembinaan dan Penyiaran Wahidiyah di kalangan Kanak-Kanak.