√ Kumpulan Puisi Sholawat Wahidiyah + Download -->

Islam

Kumpulan Puisi Sholawat Wahidiyah + Download

Ibnu Rusyd
Monday, September 9, 2019

Ad1

Ad2

Kumpulan Puisi Sholawat Wahidiyah + Download

Kumpulan Puisi Sholawat Wahidiyah + Download - Dalam Pembinaan Pengamalan Sholawat Wahidiyah khususnya pada Kanak-Kanak dan Remaja tidak lepas dari salah satu kegiatan yang tidak asing bagi kita yaitu Puisi Ala Wahidiyah atau puisi yang dibacakan pada waktu Acara Seremonial Mujahadah Wahidiyah yang disponsori bagi Remaja dan Kanak-Kanak Wahidiyah.

Dalam kesempatan ini akan wahidiyah.me berusaha menjadikan Kumpulan Puisi yang dibacakan pada waktu acara Mujahadah Sholawat Wahidiyah yang disponsori kaum Remaja, Mahasiswa dan juga tidak kalah pentingnya bagi Kanak-Kanak Wahidiyah, karena sangatlah perlu maka dalam kesempatan ini wahidiyah.me berusaha mengumpulkan puisi yang sering disampaikan dalam acara Mujahadah Wahidiyah.

Kumpulan Puisi Sholawat Wahidiyah + Download
Kumpulan Puisi Sholawat Wahidiyah + Download
Ada beberapa Puisi yang akan kami sajikan dalam tulisan kali ini diantaranya puisi yang tidak asing bagi para Pengamal Sholawat Wahidiyah sebagaimana berikut :

1. Pusi tentang Sholawat Kesadara
2. Pusi Tentang Keluhan Setan
3. Pusi Tentang Rindu Rosuululloh

Mari kita baca Puisi yang tidak kalah serunya yaitu Puisi tentang Sholawat Kesadaran.

SHOLAWAT  KESADARAN

Duhai baginda Nabi Pemberi Syafaat mahluk, 
Ke pangkuan-Mu sholawat dan salam Alloh semoga di limpahkan, 
Duhai Nur cahaya Makhluk, penunjuk manusia,
Duhai unsur dan jiwa makhluk, bimbinglah Aku, 
Sungguh aku manusia yang zholim selalu dan didiklah diriku ! 
Tiada arti diriku tanpa Engkau yaa sayyidii( Duhai pemimpinku ),
Maka jika engkau hindari aku, (Akibat keterlaluan berlarut-larutku), Pastilah aku menjadi orang yang hancur binasa.

Duhai  pemimpin kami. Duhai utusan Alloh. 
Duhai Ghoutzu-Zaman Kepangkuan-Mu salam Alloh semoga tercurah Bimbing( Didiklah) diriku dengan idzin Alloh,
Dan arahkan pancaran sinar nazhroh-Mu kepadaku yaa sayyidii, radiasi batin yang mewusulkan aku sadar kehadirot  maha luhur Tuhanku.

Duhai baginda nabi pemberi Syafaat  Makhluk
Duhai Baginda nabi kekasih Alloh ! 
Kepangkuan-Mu sholawat dan salam Alloh semoga dilimpahkan.
Jalanku buntu, usahaku tak menentu, 
Buat kesejahteraan negeriku
Cepatlah raih tanganku (Tolonglah aku) yaa sayyidii, 
Dan seluruh umat ini.  

Duhai pemimpin kami , Duhai utusan Alloh.
Ya Tuhan kami yaa Alloh, 
Limpahkanlah sholawat dan salam kepada baginda Nabi Muhammad   pemberi syafaat umat.
Dan kepada keluarga Beliau.
Dan jadikan umat manusia cepat-cepat(lari kembali mengabdikan diri dan sadar) Kepada Robbil ‘Alamaiin.

Yaa Tuhan Kami, ampunilah dosa-dosa kami ,
Permudahlah segala urusan kami ,bukakanlah hati dan jalan kami tunjukilah kami, akrabkan, pereratlah persaudaraan dan persatuan diantara kami,Yaa Tuhan kami,        

Yaa Alloh curahkanlah berkah kepada segala  makhuq yang engkau ciptakan, dan didalam negeri ini, Yaa Alloh dan didalam mujahadah ini, Yaa Yaa Alloh
Dan di dalam mujahadah kubro ini Yaa Alloh  3X, 

Puisi tentang Sholawat Kesadaran bisa di Download Sholawat Kesadaran


Maulaayaa !
Dulu Engkau jadikan aku Pimpinan para malaikat
Lalu derajatku jatuh oleh Adam si tanah Liat
Meski kenyataan itu menimpa diriku
Tapi tak sekali juga anak cucunya menolak perintahku

Lupa mereka akan derajatnya yang tinggi
Sebagai Kholifah ilahy di atas bumi
Tak pernah mereka temukan dirinya sendiri
Bahkan mereka asing akan kebahagiaan
Untuk berani mengatakan penolakan "Tidak"

Mereka serupa binatang buruan
yang mengantarkan diri kepada pemburu
Yang tak kenal belas kasihan
Seraya berkata : "Inilah aku, tangkaplah"

Maulaayaa !
Lindungi aku dari bahaya pasrah total ini
Bebaskan aku, yaa Robbi ........
dari mangsa yang memalukan seperti ini
Engkau ingat akan kepatuhanku dulu
Lalu aku demikian berani berontak 
Malu aku ....................
Bila aku harus lebih hina dari mereka 
Yang tak pernah menolak dari apa yang ku kata

Tekad dan himmah mereka lemah sekali
Mereka lawan yang tak pernah tahan uji
Akan pukulanku walaupun hanya satu kali
Aku memang pribadi yang ampuh dan tangguh
Boneka dari air dan tanah liat ini
Sebaiknya ambil saja kembali
Pribadi setua aku yang penuh pengalaman
Dan kesaktian
Tak patut harus bertanding dengan anak ingusan

Maulaayaa !
Anak cucu adam bagai ranting kering belaka
Apa gunanya ..................
Engkau karuniai aku api dahsyat menyala-nyala
Jangan engau hadapkan aku lawan,
Yang serupa kue agar-agar
Karena aku mampu melebur bukit marmar

Aku letih dengan kemenangan 
Patutlah aku mendapat ganjaran
Beri aku lawan yang tak terpesona olehku 
Tunjukan kepadaku hamba-Mu itu
Aku benar-benar rindu
Orang yang mampu mecekik leherku
Dan yang berani pula mendampratku
"Mingat engkau dari majlisku"
Hingga dihadapannya tidak berharga lagi aku

Maulaayaa !
Adulah aku .............................
Dengan orang yang penuh iman dan kesadaran
Hingga aku dapat mencicipi nikmatnya kekalahan

Kedunglo, 6 Juli 1989 (Mz. Attar)

Pusi tentang Keluhan Setan bisa di Download "Keluhan Setan"


Hadirin hdirot yang kami mulyakan, untuk mengiringi pembacaan puisi pada malam hari ini marilah kita mengadakan tasyafu’ dan istiqhosah kepangkuan beliau rosulillahisolallahualaihi wasalam wa qhautsi hadazaman RA. Dengan adap lahir batin yang sebaik-baik nya

Alfatihah!

Salam cinta bagimu ya rosul,,,,,,,salam rindu kami,,,,,,
Salam segala salam dari kami, hamba yang selalu haus, untuk mengenal engkau ya rosulalallah,,,,
Salam ter indah dari kami yang merindukan kesadaran sebagai sendi dan nafas dalam setyap langkah perjuangan,,,,
Salam tertinggi bagimu dari kami, yang dalam setyap lelap kami rindu ber mimpi berjumpa dengan mu, ya habiballah,,,,,

Duhai baginda yang mulia, disini kami gelisah.
dimana-mana para sesama saling bertengkar
setyap saat, kami saling mendebat berebut benar, saling menyalahkan, enggan memaafkan, menutup diri dari fakta dan kebenaran.
Duhai kekasih allah,,,,kami rindu pada nasihat dan senyum mu, yang arif nan lembut menyejuk kan.

Ya sayyidi yarosulallah,,,,,
Belum juga tercetak kah ahklak mu kepada kami, 
Belum juga tercetak kah sunah mu kepada kami, padahal, kami mengaku umat pembaca solawat.
Ya rosuuulll,,,,,,
Semakin banyak abu jahal dan abu lahap menitis dalam diri, menebarkan kersakan, kenistaan dan kemaksiyatan,
Meniupkan fitnah, menaburkan jejak- jejak yang engkau tinggalkan ya rosulallah,,,,,,

Duhai habiballah,,,,,
Bagaimana kami memerangi kecongkaan dan kebodohan yang menggelombang dalam diri ini 
Bagaiamana kami menghadapi diri yang suka menghakimi, setyap berkelahi, melawana kawan kami sendiri
Duhai kanjeng nabi,,,,,jangalah engkau tinggalkan kami
Ya sayyidii,,,,yarosulallaahhh.

Ya rosulallah,,,,
Kami rindu kelembutan yang merangkul, tapi kami masih suka bersikap kasar dan memukul
Kami rindu kasih sayang yang menebarkan rohmat, tapi justru kebencian kami menebar laknat
Kami rindu dakwah yang mengajak, tapi kami masih suka menghardik dan membentak
Kami rindu sunah yang kona’ah, tapi kami masih suka gaya hidup yang riya’ dan sum’ah

Sholawat dan salam bagimu ya rosull,,,,,
Engkau mengajarkan kamii ber amar ma’ruf nahi mungkar, menegur dengan cara yang ma’ruf, dan tidak dengan cara yang mungkar
Menasehati dengan cara yang baik, dan tidak dengan nafsu yang menjatuhkan ya rosulallah,,,

Engkau di turunkan di antara kami, sangat kasih dan sayang kepada kami
Sangat berat hatimu memikirkan kami, bahkan saat semua nabi dan rosul sebelum mu meggunakan hak nya kepada allah,,,,,untuk mengabulkan satu do’a yang tiada tertolak
Engkau lebih memilih menyimpan nya untuk kami di padang ma;syar kelak.
Kami rinddu,,,kami rindu padamu ya rosul,,,

Ya rosulallah,,,,,
Tiada lelah kami menyakitimu, dengan meremehkan sunah-sunahmu
Tiada jengah kami menorehkan luka di hatimu dengan kemunafikan dan kemungkaran kami
Padahal engkau tebus kebodohan kami dengan darah, air mata dan penderitaan mu.
Engkau panggil-panggil kami dengan sisa-sisa tenaga yang engkau punya.
Saat engkau melepas nafas untuk terahir kali
Ummatiiiii,,,,,ummatiii,,,,ummatiiii,,,,

Tiada terdengar suara panggilan mu ya rosulll, karena telinga kami telah tuli oleh tumpukan kedholiman kami
Tiada terlihat uluran tangan penuh cintamu ya rosul, karena mata kami telah buta oleh dosa dan kemaksiatan kami
Tiada tergerak, hati kami untuk menyambut dan memenuhi seruan mu, karena tangan dan kaki kami terbelenggu oleh imperialis nafsu
Masih pantaskah? Masih pantaskan kami menyebut diri sebagai umat mu,,,,,
Ya sayyidiii ya rosulallahh,,,,,

Mohonkan kami ampunan kepada allah
Syafaatilah kami di yaumul ahir
Hingga allah memberikan rohmat nya kepada kami

Puisi Tentang Rindu Rosuululloh bisa di Download "Rindu Rosuululloh"

Itulah sebagian daripada puisi yang bisa wahidiyah.me temukan dan kumpulkan, semoga dalam kesempatan yang berbeda bisa kita sajikan puisi yang lebih lengkap dan jelas dan bisa dijadikan acuan puisi dalam kegiatan Mujahadah Seremonial dalam Pengamalan Sholawat Wahidiyah.