√ Aliran-Aliran Keorganisasian Dalam Sholawat Wahidiyah

Islam

Aliran-Aliran Keorganisasian Dalam Sholawat Wahidiyah

Ibnu Rusyd
Friday, September 20, 2019

Ad1

Ad2

Golongan-Golongan Keorganisasian Dalam Sholawat Wahidiyah

Aliran-Aliran Wahidiyah - Sepeninggal Muallif Sholawat Wahidiyah KH Abdoel Madjid Ma'roef RA Organisasi Sholawat Wahidiyah mengalami dinamika kesejarahan di lingkungan internal diantaranya adalah munculya dua aliran keorganisasian sholawat wahidiyah selain organisasi Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) yang didirikan oleh Muallif Sholawat Wahidiyah. 

Aliran-Aliran Keorganisasian Dalam Sholawat Wahidiyah
Aliran-Aliran Keorganisasian Dalam Sholawat Wahidiyah
Dua aliran keorganisasian Sholawat Wahidiyah selain penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) yang telah didirikan dan diresmikan oleh Muallif Sholawat Wahidiyah RA KH. Abdoel Madjid Ma'roef yaitu :

1. Pimpinan Umum Perjuangan Wahidiyah (PUPW)
2. Jama'ah Perjuangan Wahidiyah "Miladiyah" (JPWM)


Pertama, Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW)

Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) mrupakan organisasi yang dibentuk oleh Muallif Sholawat Wahidiyah sendiri semasa masih hidup dan Muallif Sholawat Wahidiyah juga memimpin langsung perjuangan dan penyiaran Sholawat Wahidiyah. Dalam Masa tersebut, Penyiar Sholawat Wahidiyah berpusat di Kedunglo Kediri, dan sempat didaftarkan sebagai lembaga kemasyarakatan yang berbadan hukum di Indonesia. 

Aliran-Aliran Keorganisasian Dalam Sholawat Wahidiyah

Dalam kaitan ini, kunci historisnya ada pada wasiat Muallif Sholawat Wahidiyah KH. Abdoel Madjid Ma'roef RA, pada tanggal 7 dan 9 Mei 1986 dan proses pembuatan Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga (PD PRT) serta pendaftaran Penyiar Sholawat Wahidiyah Pusat ke pemerintah untuk memenuhi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Sholawat Wahidiyah atau Wahidiyah pada perkembangannya Pusat organisasi Penyiar Sholawat Wahidyah (PSW) pindah ke Rejoagung Ngoro Jombang Jawa Timur tepatnya di Lingkungan Pesantren Attahdzib. Baca Juga : Organisasi Penyiar Sholawat Wahidiyah

Perpindahan Pusat Organisasi PSW

Perpindahan Pusat organisasi Penyiar Sholawat Wahidiyah terjadi setelah munculnya organisasi baru, yaitu Pimpinan Umum Perjuangan Wahidiyah (PUPW) yang diwadahi oleh Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo (YPWPPK) Kediri.

Papan Nama Penyiar Sholawat Wahidiyah Pusat

Panan Nama Penyiar Sholawat Wahidiyah Pusat
Papan Nama Penyiar Sholawat Wahidiyah Pusat
Kedua, Yayasan Perjuangan Wahidiyah

Yayasan Perjuangan Wahidiyah ini berpusat di Kedunglo Kediri dan dipimpin oleh KH. Agus Abdul Latif, salah seorang putera Muallif Sholawat Wahidiyah KH. Abdoel Madjid Ma'roef RA. organisasi Yayasan Umum Perjuangan Wahidiyah ini muncul dan berkembang dengan semangat baru.

Di dalam Yayasan Perjuangan Wahidiyah terdapat beberapa hal yang secara prinsip berbeda dengan RUH dan otentisitas (Keaslian) ajaran Wahidiyah yang diajarkan oleh Muallif Sholawat Wahidiyah KH. Abdoel Madjid Ma'roef RA. 

Sebagaimana Penyiar Sholawat Wahidiyah, Yayasan Perjuangan Wahidiyah ini juga mempunyai masa pengikut yang tidak sedikit. Hal ini secara sosial dapat dipahami karena adanya dua faktor penting yaitu :
  1. Faktor Genetik (silsilah) tokohnya sebagai Putera Muallif Sholawat Wahidiyah KH. Abdoel Madjid Ma'roef RA.
  2. Faktor teritorial Kedunglo, Kediri, sebagai Pusat organisasinya, tempat kelahiran dan pusat awal pengembangan Sholawat Wahidiyah , serta pesarehan (makam) Muallif Sholawat Wahidiyah RA.

Papan Nama Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo
Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo Kediri
Panan Nama Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo Kediri

Ketiga, Jama'ah Perjuangan Wahidiyah "Miladiyah" (JPWM)

Jama'ah Perjuangan Wahidiyah "Miladiyah" (JPWM) merupakan organisasi yang juga berpusat di Kedunglo, Kediri, dan dipimpin oleh Kiai Abdul Hamid Madjid yang juga merupakan salah seorang putera Muallif Sholawat Wahidiyah KH. Abdoel Madjid Ma'roef RA. 

Organisasi ini muncul dengan ide dasar sebagai penengah antara Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) dan Pimpinan Umum Perjuangan Wahidiyah (PUPW). Bahkan pada masa-masa awal kelahirannya, organisasi Jama'ah Perjuangan Wahidiyah "Miladiyah" (JPWM) ini merelakan diri dijadikan sasaran Kritik untuk menetralisasi keridakhormatan antara Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) dan Pimpinan Umum Perjuangan Wahidiyah (PUPW) sebagiamana dari hasil wawancara dengan Kiai Abdul Hamid Madjid, tokoh sentral Yayasan Miladiyah, di Kedunglo Kediri (hari Rabu, 8 Februari 2006).

Panan Nama Jama'ah Perjuangan Wahidiyah "Miladiyah" (JPWM)
Panan Nama Jama'ah Perjuangan Wahidiyah "Miladiyah" (JPWM)
Papan Nama Panan Nama Jama'ah Perjuangan Wahidiyah "Miladiyah" (JPWM)
Jama'ah Perjuangan Wahidiyah "Miladiyah" ini memiliki masa pengikut sendiri, meskipun jumlahnya tidak sebanyak masa pengikut Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) dan Pimpinan Umum Perjuangan Wahidiyah (PUPW). Adapun Interes masa pengikut Jama'ah Perjuangan Wahidiyah "Miladiyah" (JPWM) dapat dibilang karena faktor-faktor yang sama dengan interes masa pengikut aliran Pimpinan Umum Perjuangan Wahidiyah (PUPW) sebagaimana di atas.

Dinamika historis Sholawat Wahidiyah, sebagai ideologi dan sistem nilai di tengah-tengah masyarakat di Indonesia khususnya, beradapan dengan aspek legalitas hukum sebagia organisasi sosial di Indonesia. Hal ini sejak awal sebetulnya sudah diperhitungkan dan diantisipasi oleh Muallif Sholawat Wahidiyah KH. Abdoel Madjid Ma'roef RA. sebagiamana pendaftaran Penyiar Sholawat Wahidiyah Pusat ke pemerintah untuk memenuhi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Dalam kenyataanya masing-masing aliran cenderung bertahan pada argumentasi normatif ajarannya. Akan tetapi Aliran-Aliran Baik Pimpinan Umum Perjuangan Wahidiyah (PUPW) dan Jama'ah Perjuangan Wahidiyah "Miladiyah" (JPWM) nyatanya berhadapan dengan aspek legalitas hukum.

Hal ini menjadi Problem tersendiri bagi Sholawat Wahidiyah, ketika Aliran-aliran tersebut berkembang dengan sayapnya masing-masing di tengah-tengah masyarakat. Puncak problem legalitas hukum wahidiyah muncul ketika terjadi perbedaan corak ajaran Wahidiyah karena adanya perbedaan aliran Wahidiyah yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itulah Pemerintah mengambil tindakan penyelesaian masalah keorganisasian Wahidiyah berkenaan dengan keabsahan dan legalitas hukumnya.

Itulah sekilas tentang aliran atau Golongan yang ada di Wahidiyah atau Sholawat Wahidiyah yang sudah kita ketahui bersama, adapun aliran atau golongan yang lain selain di atas tadi pada kesempatan yang akan data berusaha kami sampaikan di Wahidiyah.me semoga mawasan kita bisa lebih luas dan bisa melaksanakan Bimbingan Muallif Sholawat Wahidiyah RA. (Mars)