√ Revitalisasi Mujahadah Usbuiyah Kanak-Kanak Bagian Ke Tiga -->

Islam

Revitalisasi Mujahadah Usbuiyah Kanak-Kanak Bagian Ke Tiga

Ibnu Rusyd
Sunday, August 18, 2019

Ad1

Ad2

Revitalisasi Mujahadah Usbuiyah Kanak-Kanak Bagian Ke Tiga 


Revitalisasi Mujahadah Usbuiyah Kanak-Kanak Bagian Ke Tiga - Kanak-Kanak merupakan generasi Emas, Generasi penerus yang pasti, menggantikan Generasi Tua, maka dari itu peran Revitalisasi Mujahadah Usbuiyah Kanak-kanak sangatlah penting sekali, inilah salah satu jalan dalam Pengamalan Sholawat Wahidiyah mencetak generasi mas pada anak-anak lahir dan bathin.

Para tulisan sebelumnya di website Wahidiyah.me kita mengkaji tentang Revitalisasi Mujahadah Usbuiyah Kanak-Kanak  yang didalamnya mengupas tentang Peran dan tanggung jawab pendidikan anak di lingkungan keluarga dan sekolah dan Peran dan Tanggung Jawab Pendidikan Anak di Lingkungan Masyarakat. Baca JugaRevitalisasi Mujahadah Usbuiyah Kanak-Kanak Bagian Ke Dua

kali ini kita akan membahas tentang Pentingnya kerja sama antara keluarga dengan masyarakat dalam mendidik anak.

Revitalisasi Mujahadah Usbuiyah Kanak-Kanak
Revitalisasi Mujahadah Usbuiyah Kanak-Kanak
Pentingnya kerja sama antara keluarga dengan masyarakat dalam mendidik anak

Tidak bisa dianggap remeh peran seorang anak-anak, maka untuk mewujudkan generasi yang handal lahir dan bathin tentunya gak terlepas dari usaha dan peran aktif dari seorang orang tua. maka kerja sama antara keluarga dengan masyarakat dalam mendidik anak sangatlah penting.

Dalam kesempatan kali ini sebagaimana pembahasan tentang Revitalisasi Mujahadah Usbuiyah pada kanak-kanak dari yang pertama sampai yang ke dua. Selanjutanya bahwa Mujahadah usbu’iyah kanak-kanak sebagaimana yang diterangkan di website Wahidiyah.me mencakup 4 faktor yang tidak bisa ditinggalkan salah satunya. Adapun Empat faktor yang tidak bisa ditinggalkan salah satunya tersebut ialah:
  1. Pembina kanak-kanak (imam jamaah) 
  2. Kanak-kanak peserta mujahadah usbu’iyah 
  3. Ortu/wali anak-anak
  4. Materi pembinaan kanak-kanak.

Sebagaimana disebutkan di atas mujahadah usbu’iyah mempunyai tujuan dalam pembinaan kanak-kanak wahidiyah. Tujuan pembinaan kanak-kanak wahidiyah, tidak akan berhasil manakala upaya yang dilakukan imam jamaah tidak mendapatkan dukungan dari ortu atau wali anak-anak binaannya. Sebab kesempatan atau waktu untuk pembinaan anak-anak lebih banyak dilingkungan keluarga dari pada di kelompok mujahadah usbu’iyah anak-anak. Sehubungan dengan itu, maka diperlukan adanya keterbukaan, saling isi mengisi, sinkronisasi, kerjasama antara imam jamaah dengan para ortu/wali anak-anak. Keterbukaan tersebut meliputi:

  1. Tujuan pembinaan kanak-kanak Wahidiyah dalam Mujahadah Usbu’iyah 
  2. Materi yang disampaikan dalam mujahadah Usbu’iyah baik teori ataupun praktik
  3. Metode yang disampaikan atau yang di pakai dalam penyampaian materi
  4. Target pencapaian (waktu dan materi).


Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh imam jamaah 

Dalam prosesnya untuk kelancaran daripada kegiatan Mujahadah Syahriyah sebagai Revitalisasi memerlukan Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh imam jamaah atau pembina para kanak-kanak, diantaranya : 

  1. Imam jamaah perlu mendata para ortu anak binaannya, menyangkut nama dan alamatnya. 
  2. Imam jamaah perlu mendata ortu/wali anak-anak binaannya, apakah sudah pengamal atau belum.

Jika para ortu/wali semua telah menjadi pengamal, maka imam jamaah perlu menyampaikan tugas-tugas yang dilaksanakan dikelompok usbu’iyah kanak-kanak dan tugas-tugas yang dilaksnakan di lingkungan keluarga dalam pembinaan kanak-kanak wahidiyah. Baca JugaCARA PENGAMALAN SHOLAWAT WAHIDIYAH SESUAI BIMBINGAN MUALLIF RA

Misal; dalam waktu tiga bulan anak-anak sudah bisa menjadi imam mujahadah, sikapnya bertambah sopan, rasa empatinya cukup tinggi. Disamping itu perlu juga disampaikan dalil-dalil tentang kewajiban para ortu dalam mendidik anak dan akibat-akibat dari para ortu yang tidak mendidik anak.

Mengingat tugas pembinaan kanak-kanak itu ada pada keluarga (orang tua) dan masyarakat (imam jamaah kelompok usbu’iyah) maka tugas yang telah dilaksanakan oleh imam jamaah yang mengarah pada pencapaian target, perlu dilaporkan kepada orang tua. Demikian juga tugas yang dilakukan orang tua di rumah, perlu disampaikan kepada Imam Jamaah, umpama: pada bulan pertama; apa yang sudah dilaksanakan dan di capai dikelompok usbu’iyah  kemudian bagaimana upaya keluarga untuk bisa menerapkan dan menindaklanjuti kegiatan-kegiatan di kelompok usbu’iyah dengan demikian maka antara imam jamaah dan orang tua perlu meningkatkan diskusi, kordinasi atau musyawaroh guna mencapai target pembinaan yang telah direncanakan begitu seterusnya.

Untuk mengetahui keberhasilan, keterlambatan atau kegagalan dalam mencapai target pembinaan, maka perlu diadakan evaluasi. 

Evaluasi meliputi hal-hal sebagai berikut:

  1. Materi yang direncanakan itu sesuai apa tidak; dengan waktu yang dialokasikan sedikit, maka sudah barang tentu tarjet pencapaian tidak akan berhasil.
  2. Respon anak-anak terhadap materi yang disampaikan; kalau anak-anak kurang atau tidak respon terhadap materi yang disampaikan, tentunya target pencapaian juga sulit direalisasikan. 
  3. Metode yang digunakan  tepat apa tidak, dengan tujuan yang hendak dicapai. Jika kita menghendaki anak-anak bisa menjadi imam mujahadah kemudian metode yang digunakan tanya jawab, maka target tidak akan tercapai (tidak bisa menjadi imam mujahadah). Maka untuk ini, metode yang dipakai adalah metode simulasi dan atau metode dril/latihan.
  4. Keaktifan anak-anak dalam mengikuti mujahadah usbu’iyah; kalau anak sering tidak hadir, maka target tidak akan tercapai. 
  5. Sinkron atau tidaknya pembinaan anak-anak di rumah dan di kelompok usbu’iyah. Dikelompok usbu’iyah di ajarkan agar anak-anak tepat waktu dalam melaksanakan sholat, agar anak-anak sering mujahadah, agar anak-anak suka membantu orang yang membutuhkan. Sedangkan lingkungan keluarga kenyataannya lain dalam melaksanakan sholat di abaikan, kadang orang tua menegur anaknya, agar tidak berlama-lama duduk (mujahadah setelah sholat dan seterusnya). Kondisi yang tidak sejalan antara pembinaan anak-anak dikelompok usbu’iyah dan pembinaan di lingkungan keluarga tersebut dapat menghambat target pencapaian
  6. Pertemanan anak-anak disekolah dan diluar sekolah. Teman bagi seorang anak sangat diperlukan. Dengan mempunyai teman anak-anak bisa luas pergaulannya. Dengan mempunyai teman, wawasan anak-anak lebih luas. Dengan mempunyai teman, anak-anak merasa exis. Dan masih banyak lagi dampak positif pertemanan. Namun, jika teman yang di gaulinya itu akhlak atau karakternya tidak terpuji, maka anak-anak juga terpengaruh dengan akhlak yang tidak terpuji itu. 
  7. Dan masih banyak lagi.
Dari paparan di atas, maka antara imam jamaah (PSW Desa) dan para orang tua itu perlu mencari faktor-faktor penghambat, dari pembinaan tersebut, terutama oleh imam jamaah dan PSW Desa. Setelah menemukan faktor penghambat, maka imam jamaah dan PSW Desa khususnya (jika mungkin dengan orang tua) mengupayakan solusi/jalan keluarnya. 

Langkah langkah selanjutnya yang harus diambil oleh imam jamaah adalah jika kenyataannya para ortu ada yang bukan pengamal, maka imam jamaah perlu menyampaikan materi-materi yang disampaikan di dalam mujahadah usbu’iyah terutama materi yang lebih menitik beratkan pada pembentukan moral/akhlaq/karakter yang bagus serta manfaat-manfaat dari mujahadah usbu’iyah sebagaimana yang telah diuraikan di atas. 

Disamping itu  perlu juga disampaikan beberapa pengalaman positif yang dialami oleh para pengamal wahidiyah; seperti adanya jalan keluar yang mudah di dalam menghadapi kesulitan-kesulitan, dll.

Al Hamdulillah tidak terasa dari uraian di wahidiyah.me tentang Revitalisasi Mujahadah Usbuiyah sudah selesai, semoga bisa memberikan banyak manfaat terutama bagi pribadi penulis umum bagi ummat masyarakat jami' al alamin yang menginginkan generasi yang bisa dihandalkan baik lahir dan bathin.