√ Petunjuk Petugas Acara Mujahadah Wahidiyah bagi Kanak-Kanak

Islam

Petunjuk Petugas Acara Mujahadah Wahidiyah bagi Kanak-Kanak

Ibnu Rusyd
Tuesday, August 20, 2019

Ad1

Ad2

Petunjuk Petugas Acara Mujahadah Wahidiyah bagi Kanak-Kanak

Petunjuk Petugas Acara Mujahadah Wahidiyah bagi Kanak-Kanak - Para Petugas pengisi acara pada umumnya pasti tidak lepas dari persiapan-persiapan, apalagi para petugas acara Mujahadah Wahidiyah tentunya tidak lepas dari persiapan-persiapan yang matang baik persiapan lahir maupun persiapan bathin.

Dalam pertemuan kali ini di Wahidiyah.me ingin berusaha mengupas tentang Petunjuk bagi Petugas Acara dalam Mujahadah Wahidiyah khususnya bagi Kanak-kanak yang memang butuh latihan-latihan yang butuh waktu agak lama tidak bisa langsung jadi, butuh proses untuk bisa dan bisa. Baca JugaPanduan Mujahadah Syahriyah atau Mujahadah Lapanan Kanak-kanak

Petunjuk Petugas Acara Mujahadah Wahidiyah bagi Kanak-Kanak
Petunjuk Petugas Acara Mujahadah Wahidiyah bagi Kanak-Kanak
Karena butuh proses latihan dan latihan dalam kesempatan kali ini wahidiyah.me dalam menjelaskan tentang petunjuk petugas acara Mujahadah Wahidiyah untuk kanak-kanak mulai dari :

  • Petunjuk Bagi Petugas MC atau Protokol, 
  • Petunjuk bagi Pembawa Acara Ayat-Ayat Suci Al Qur'an atau Qori', 
  • Petunjuk Bagi Penterjemah Al-Qur’an
  • Petunjuk Bagi Pemimpin Muqoddimah Sholawat Wahidiyah
  • Petunjuk bagi Imam Tahlil
  • Petunjuk bagi Prakata Panitia
  • Petunjuk bagi Pembaca Puisi
  • Petunjuk Bagi Pemberi Kuliah Wahidiyah

a. Petunjuk Bagi MC atau Protokol
Sudah kita ketahui bahwa seorang Pembawa Acara atau MC adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pembagian waktu, kelangsungan dan kelancaran suatu acara Mujahadah dalam Sholawat Wahidiyah khususnya. Baca JugaPengertian Mujahadah Rubuussanah Penyiar Sholawat Wahidiyah kabupaten atau Kota
Adapun Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh MC atau Pembawa Acara, sebagai berikut :

  1. MC atau Pembawa Acara tidak boleh meninggalkan meja MC, kecuali ada kepentingan yang sangat mendesak dan harus segera kembali. Dianjurkan ada seorang pendamping yang duduk bersama di samping MC.
  2. MC tidak boleh mengakhiri tugasnya sebagai MC sebelum seluruh acara selesai, yaitu acara penutup.
  3. Yang dimaksud acara penutup dengan Nida’, adalah berdiri kearah 4  penjuru. Hal ini dilaksanakan jika situasi memungkinkan. Akan tetapi jika situasi tidak memungkinkan, protokol dapat menutup atau menga-khiri acara dengan tasyafu’ dan istighotsah bersama-sama dengan dilagukan.

b. Petunjuk Bagi Pembaca Al-Qur’an

Untuk Petunjuk bagi Pembaca Ayat-Ayat Al Qur'an hendaknya mengetahui perkara di bawah ini. adapun Hal-hal yang perlu diperhatikan bagi seorang Pembaca Al-qur’an adalah :
  1. Menerapkan adap lahir bati seperti diatas.
  2. Usahakan dalam keadaan tidak batal (suci). 
  3. Setelah dipersilahkan oleh MC atau Pembawa acara, berjalan ke arah podium dengan sopan sambil membawa kitab suci Al-qur’an dengan ke-dua tangan dan ditempelkan di dada
  4. Mengutamakan kefashihan makhroj dari pada lagu.
  5. Mengucapkan salam kemudian diteruskan membaca iftitah ala wahidiyah (di lagukan sesuai dg bimbingan mu’allif) kemudian membaca

فأذا قرئ القرآن فاستمعوا له وأنصتوا لعلكم ترحـــمون

Adapun Surat dan ayat, tergantung pada pembaca Al-qur’an, mana yang lebih dikuasai oleh si Pembaca. Makhroj dan Tajwidnya harus tepat.

c. Petunjuk Bagi Penterjemah Al Qur’an atau Saritilawah

Petunjuk bagi petugas saritilawah tidak kalah pentingnya, maka butuh dipersiapkan dengan baik agar menghasilkan yang maskimal. Adapun perkara yang perlu diketahui bagi seorang petugas Saritilawah atau penterjemah Al-qur’an dalam acara Mujahadah Wahidiyah bagi kanak-kanak adalah sebagai berikut :

  1. Jika terjemahnya dirangkai menjadi satu dengan pembaca Al Qur’an, maka terjemahnya langsung disampaikan sesudah pambacaan ayat suci Al Qur’an dan tidak usah mengucapkan salam, begitu juga pembaca Al Qur’an tidak mengucapkan salam penutup sebelum selesai dibacakan terjemahnya.
  2. Penterjemah hanya boleh menterjemahkan yang dibaca oleh Pembaca Al-qur’an. Adapun Lagu dan irama penterjemah, tidak sama dengan lagu atau irama puisi
  3. Salam penutup bisa bersama / Pembaca Al-qur’an saja.


Contoh bagi Saritilawah atau Penterjemah Al Qur'an :

Tatkala Al-qur’an dikumandangkan, diam dan dengarlah dengan penuh perhatian agar rahmat Alloh dilimpahkan atas kamu sekalian.

Aku berlindung kepada Alloh dari godaan syetan yang terkutuk.

Dengan Nama Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Lalu diteruskan sesuai dengan terjemah Al-qur’an yang dibaca, dan diakhiri dengan ucapan :  

Maha benar Alloh dengan segala firman-Nya

d. Petunjuk Bagi Pemimpin Muqoddimah Sholawat Wahidiyah.

Untuk Petunjuk bagi Pemimpin Muqoddimah Sholawat Wahidiyah atau pembuka Mujahadah dalam Wahidiyah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal-hal untuk petugas pemimpin Muqoddimah Sholawat Wahidiyah yang perlu diperhatikan adalah :

1. Menerapkan adab lahir batin seperti diatas.
2. Penerapan makhroj dan tajwid
3. Lagu Mujahadah sesuai bimbingan Mu’allif
4. Penghayatan

Contoh Petugas Pemimpin Muqoddimah Sholawat Wahidiyah

Contoh Petugas Pemimpin Muqoddimah Sholawat Wahidiyah
Contoh Petugas Pemimpin Muqoddimah Sholawat Wahidiyah

e. Petunjuk bagi Imam Tahlil dalam Acara Mujahadah Wahidiyah bagi Kanak-kanak

Ada beberapa hal yang berlu disiapkan oleh Petugas Imam Tahlil dalam acara Mujahadah Wahidiyah bagi kanak-kanak. Adapun Hal-hal yang perlu diperhatikan bagi Imam Tahlil, adalah:

  1. Adab lahir batin seperti diatas
  2. Adapun tentang Lagu tahlil diseragamkan ala wahidiyah.
  3. Kemudian mengucapkan salam diteruskan iftitah ala Wahidiyah dan pengantar (jika diperlukan),
  4. Bilangan tahlil dapat disederhanakan sesuai dengan situasi dan kondisi.

f. Petunjuk bagi Prakata Panitia dalam Acara Mujahadah Wahidiyah pada Kanak-kanak.

Untuk Petunjuk bagi Prakata panitia atau sambutan panitia yang butuh diperhatikan hampir sama dengan petugas yang lain, oleh sebab itu mari kita ketahui apa hal-hal yang harus disiapkan bagi petugas bagi prakata panitia atau sambutan atas nama panitia. Hal-hal yang perlu diperhatikan bagi Prakata Panitia sebagaimana beirkut:

  1. Menerapkan adap lahir batin seperti diatas
  2. Menyampaikan mohon maaf atas segala kekurangan dalam mempersiapkan acara dan kurang konsekuwennya dalam melaksanakan tugas sebagai pengurus.
  3. Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang memberi bantuan demi suksesnya acara dan kepada seluruh pembina yang telah memberi dorongan / motifasi kepada anak-anak untuk mengikuti acara ini.
  4. Peningkatan pembinaan dan penyiaran kanak-kanak.

g. Petunjuk bagi Pembaca Puisi dalam acara Mujahadah Wahidiyah pada Kanak-Kanak

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi petugas pembawa Puisi dalam acara Mujahadah Wahidiyah, hal yang tidak kalah pentingnya dengan petugas yang lain dalam acara Wahidiyah. Adapun Hal-hal yang perlu diperhatikan bagi Pembaca Puisi adalah :

  1. Menerapkan adap lahir batin seperti diatas.
  2. Puisi Wahidiyah bisa dilakukan oleh satu atau dua anak dan didampingi oleh beberapa orang anak yang berdiri di belakangnya.
  3. Selama pembacaan puisi, para pendampingnya melantunkan tasyafu’ bersama-sama dengan suara sayup-sayup mengikuti irama puisi.
  4. Diusahakan pembacaan Puisi dan Istighosah selesai secara bersamaan. Jika terjadi Istighotsah selesai lebih dulu, supaya istighosah di ulang-ulang  sampai Puisi selesai dibaca.
  5. Salam diucapkan oleh Pembaca Puisi.
  6. Tasyafu’ dan Istighosah, dipimpin oleh pembaca puisi.
  7. Pembacaan Puisi diusahakan dengan suara yang penuh penghayatan dan disertai dengan dzaukiah yang mendalam.dan perlu memperhatikan pengelolaan Fokal seperti dalam mc atau Protokol.

h. Petunjuk Bagi Pemberi Kuliah Wahidiyah

Untuk Petunjuk bagi Pemberi kuliah Wahidiyah atau penceramah setidaknya lebih banyak dari pada petugas-petugas dalam acara Mujahadah Wahidiyah yang awal tadi yang kami jelaskan di Wahidiyah.me. Tentunya semakin banyak hal-hal yang harus disiapkan oleh Da'i atau Penceramah dalam Pemberi Kuliah Wahidiyah. Adapun Hal-hal yang perlu dilakukan bagi seorang pemberi Kuliah Wahidiyah atau Da'i dalam istilah Wahidiyah pada acara Mujahadah Wahidiyah Kanak-kanak adalah :

Sebelum Kuliah Wahidiyah

Para da'i atau penceramah dalam acara Wahidiyah sebelum melaksanakan kuliah kepada kanak-kanak dianjurkan melaksanakan mujahadah khusus, atau mujahadah penyongsongan secara khusus. Inilah salah satu wujud untuk persiapan Bathin kepada yang di ceramahi atau yang diberi kuliah wahidiyah apa lagi kepada Kanak-kanak yang masih suci dari segala macam noda atau Dosa, maka hal ini harus disiapkan yang pertama kali dalam acara mengisi kuliah wahidiyah.

Hatinya senantiasa Berdepe-depe

Pada Da'i khususnya hatinya senantiasa berdepe-depe kepada Alloh Subhanahu Wata'ala wa Rosulihi Shollalohu'alaihi wasallam, wa Ghoutsu Hadaz-zaman Rodliyalloo hu 'anhu. 

Sebagiamana dalam sebuah dawuh yang kurang lebih :

لاَيََكون الفضل الا  للقلــوب المنكسرة المتعرضة للـنـفحات الالـــهية

Artinya : “Pertolongan Alloh tidak akan diberikan melain-kan kepada orang yang hatinya sungguh-sungguh INKISAR (merasa berlarut-larut atau nelongso) merasa sangat lemah, sehingga membutuhkan sekali kepada pertolongan Alloh”

Persiapan Materi bagi pemberi Kuliah Wahidiyah

Tidak hanya persiapan bathin saja, persiapan lahir juga harus disiampak oleh para pemberi Kuliah Wahidiyah atau para Da'i Wahidiyah. Adapun persiapan lahir yaitu para Da'i Wahidiyah untuk :

  • Membuat persiapan-persiapan materi seperlunya, menelaah buku-buku Wahidiyah atau 
  • Mendengarkan kaset-kaset kuliah Wahidiyah dan sebagainya
  • Pilihlah judul atau topik yang sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat yang akan diberi kuliah.

Isi dalam Kuliah Wahidiyah harus pas Sasaran

Untuk Isi kuliah kanak-kanak harus mengena pada sasaran, karena jiwa anak bagaikan mengukir di atas batu. Untuk itu perlu ditanamkan kesadaran tauhid dalam hatinya serta membentuk akhlaqul karimah dalam kehidupan sehari-hari.

Usaha agar Anak Tidak Jemu atau Bosan

Diusahakan para Pemberi Kuliah Wahidiyah agar kanak-kanak tidak merasa jemu atau bosan, dapat diselingi dengan cerita-cerita yang mendidik. Pada saat kanak-kanak konsentrasi mendengarkan cerita, alihkan perhatiannya pada Ajaran Wahidiyah,  kemudian kembali meneruskan cerita.

Mendidik Budi Pekerti yang Baik

Dalam acara Wahidiyah tentunya para Da'i Wahidiyah atau pemberi Kuliah Wahidiyah dalam acara Mujahadah Wahidiyah Kanak-Kanak seharusnya mendidik budi pekerti yang baik. Adapun perkara untuk mendidik budi pekerti para anak-naka diantaranya : 

  • Mendidik supaya menjalankan kewajiban untuk berbakti kepada orang tua, 
  • Menyerukan anak agar rajin belajar, 
  • Mengajak kepada Kanak-kanak untuk suka bermujahadah, 
  • Mengajak anak untuk sholat berjamaah, dan sebagainya.

Tidak Mengungkap Perkara Negatif

Para Da'i Wahidiyah dalam acara Mujahadah Wahidiyah tentunya jangan sampai mengungkapkan kenegatifan/ kedholiman pribadinya, cukup dalam hatinya saja yang diarahkan kepada Alloh Subhanahu Wata'ala wa Rosu-lihi Shollalohu'alaihiwasallam, wa Ghoutsu Haadaz-zaman Rodliyalloohu'anhu. 

Jangan membuat kata-kata humor dan terlalu kaku, seperti orang membaca koran, usahakan sekuat tenaga pembicaraannya dengan menerapkan ajaran Lillah-Billah, Lirrosul-Birrosul, Lilghouts-Bilghouts, serta dalam hati selalu FAFIRRUU ILALLOH.

Jangan mengutarakan Kata-Kata yang bersifat menyindir

Dalam Acara Mujahadah Wahidiyah untuk para pemberi Kuliah Wahidiyah hendaknya jangan sampai mengutarakan kata-kata atau uraian yang bersifat menyindir atau menggunjing, lebih-lebih me-remehkan orang atau pihak lain.

Bila mengunakan Dalil-dalil

Para Da'i Wahidiyah pada waktu mengisi kuliah wahidiyah jika menggunakan dalil-dalil harus dengan : 

  • Suara fasih, 
  • Suara jelas, 
  • Sesuai dengan tajwid, 
  • Sesuai makhroj, 
  • Sesuai nahwu, dan 
  • Juga Sesuai dengan ilmu sorofnya. 

Bila mengunakan Dalil Al- qur’an sebutkan surat dan ayat berapa. Ketika mengunakan Dalil Hadits maka sebutkan rowi atau sanat atau pengambilan dari kitab apa. Dan bila mengunakan Dalil Qoul ‘Ulama, sebutkan siapa dan dalam kitab apa.

Jika redaksi dalil kurang jelas, tambahkan kata-kata “AUKAMAA QOLA” di belakang dalil, atau kata-kata “Kurang Lebih”.

Bila Mulai Tersentuh Hatinya para Peserta

Jika para hadirin mulai terenyuh atau tersentuh hatinya, segera diarahkan dan diajak mujahadah, sekalipun hanya membaca :

AL-FAATIHAH atau 
YAA SAYYIDII YAA ROSULALLOH

Prinsipnya setiap pemberi Kuliah Wahi-diyah harus mengajak hadirin bermujahadah, terutama di akhir kuliah, sekalipun tidak lengkap. 

Melihat Situasi dan Kondisi Acara

Bagi pengisi kuliah Wahidiyah, untuk mujahadahnya melihat situasi dan kondisi.

Mampu menguasai Materi Kuliah Wahidiyah

Dalam memberikan kuliah wahidiyah, seorang pembina diharap mampu meguasai materi-materi yang berkaitan dengan Sholawat Wahidiyah dan Ajaran Wahidiyah.

Kiranya sampai di sini penjelasan kami di wahidiyah.me ini, mudah-mudahan sekalipun masih jauh dari yang kesempurnaan dan banyak kekurangan, mudah-mudahan bermanfa’at terutama sebagai panduan bagi para Pembina Kanak-kanak Wahidiyah dan orang tua. Atas segala perhatian dan dukungan semua pihak disampaikan terima kasih.