√ Pengertian Mujahadah Usbuiyah Pengamal Sholawat Wahidiyah -->

Islam

Pengertian Mujahadah Usbuiyah Pengamal Sholawat Wahidiyah

Ibnu Rusyd
Friday, August 16, 2019

Ad1

Ad2

Mujahadah Usbuiyah Pengamal Sholawat Wahidiyah

Kegiatan dalam Pengamalan Sholawat Wahidiyah yang dilakukan bersama-sama setiap jama'ah atau desa oleh Pengamal wahidiyah disuatu kampung atau Desa yaitu kegiatan Mujahadah Usbuiyah, kegiatan mujahadah Usbuiyah ini dilakukan setiap seminggu sekali.

Kata lain bahwa mujahadah Usbuiyah merupakan mujahadah yang dilaksanakan secara berjama’ah tiap seminggu sekali oleh Pengamal Wahidiyah se desa, kelurahan, atau lingkungan. Mujahadah disini diartikan berdoa bersama dengan sungguh-sunggu untuk mendoakan Ummat masyarakat Jami' Al Alamin untuk cepat sadar kembali kepada Tujuan atau misi visi dari pada manusia diciptakan oleh Alloh Shubhanahu Wa Ta'ala.
Mujahadah Usbuiyah Pengamal Sholawat Wahidiyah
Mujahadah Usbuiyah Pengamal Sholawat Wahidiyah
Penyelenggara Mujahadah Usbuiyah

Dalam kegiatan yang dilakukan oleh para pengamal Sholawat Wahidiyah setiap satu minggu sekali ini untuk Penyelenggara atau penanggungjawabnya adalah Pengurus Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) Desa atau Kelurahan. 

Tentunya untuk memaksimalkan kegiatan Mujahadah Usbu'iyah ini para Pengurus Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) Desa atau Kelurahan harus berusaha sekuat mungkin agar kegiatan yang menjadi tolak ukur bagi pengamalan Sholawat Wahidiyah di Tingkat Desa atau Kelurahan harus diatur sedemian rupa, agar kegiatan Mujahadah Usbuiyah bisa dilaksanakan oleh Pengamal Sholawat Wahidiyah di Desa atau kelurahan baik yang sudah ada pengamalnya maupun belum ada pengamalnya.

Tanggungjawab bagi Para Pengurus PSW Desa sangatlah mulia dan butuh pengorbana waktu, pikiran, dana dan sebagianya. 

Pengurus Penyiar Sholawat Wahidiyah Desa atau Kelurahan yang diberikan wewenang untuk mengatur jalan dan tidaknya diantaranya kegiatan Mujahadah Usbuiyah, dan kegiatan lainnya tidak lepas dari perjuangan yang luar biasa. 

Selajutnya dalam pelaksanaan Mujahadah Usbuiyah Bagi desa, kampung, atau lingkungan yang sudah ada pengamal Wahidiyahnya sekalipun hanya beberapa orang atau keluarga supaya mengadakan Mujahadah Usbu’iyah sendiri. Tidak hanya bergabung dengan desa/kampung lainnya. Baca Juga : Mujahadah Syahriyah Penyiar Sholawat Wahidiyah Kecamatan

Tempat Mujahadah Usbuiyah

Tempat yang istimewa dan sangatlah menjadikan tempat yang dimujahadahi menjadikan tempat yang istimewa, maka kegiatan mujahadah Usbuiyah ini untuk masalah tempat harus diatur dengan baik oleh Pengurus atau Imam Jama'ah disuatu Desa atau Kelurahan untuk kelancaran Acara Mujahadah Usbuyah ini.

Untuk Tempat Mujahadah Usbu’iyah boleh menetap di suatu tempat, akan tetapi lebih dianjurkan berpindah - pindah dari rumah ke rumah. Antara lain seperti sabda Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wa Sallam.

زَيِّنُوْا مَجَالِسَكُمْ بالصَّلاَةِ عَلَيَّ فَإِنَّ صَلاَتَكُمْ عَلَيَّ نُوْرٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
 (رَوَاهُ الدَّيْلَمِيُّ في مُسْنَدِ الْفِرْدَوْسِ عَنِ ابْنِ عُمَرَ)

Hiasilah ruang tempat duduk kamu sekalian dengan bacaan sholawat kepadaku, maka sesungguhnya bacaan sholawat kalian kepadaku itu menjadi cahaya pada hari qiyamat” 

(HR. Dailami dalam Musnadil-Firdaus, dari Ibnu Umar)

Menuju Tempat Mujahadah Usbuiyah

Pada waktu Berangkat menuju tempat Mujahadah Usbu’iyah sayogjanya bersama-sama dengan teman lain. Sehingga saling menyinggahi (Jawa : ngampiri) satu pengamal sama pengamal Sholawat Wahidiayh yang lain. 

Bila Situasi Mengizinkan

Jika situasi mengizinkan supaya diadakan sendiri - sendiri yang diatur oleh Pengurus Penyiar Sholawat Wahidiyah Desa atau Kelurahan, Imam Jama'ah atau Pengamal Sholawat Wahidiyah yang belum terbentuk PSW Desa atau Imam Jama'ahnya dibuat Mujahadah Usbuiyah:
  • Mujahadah Usbuiyah kaum bapak,
  • Mujahadah Usbuiyah kaum ibu,
  • Mujahadah Usbuiyah remaja dan 
  • Mujahadah Usbuiyah kanak-kanak
Jika belum mungkin usahakan seluruh pengamal Wahidiyah desa, sekampung, atau lingkungan, baik kaum bapak, ibu, remaja, dan kanak-kanak mengikuti Mujahadah Usbu’iyah bersama-sama. Baca JugaCARA PENGAMALAN SHOLAWAT WAHIDIYAH SESUAI BIMBINGAN MUALLIF RA

Persiapan Lahir dan Bathin

Persiapan Lahir dan Bathin dalam pelaksanaan Mujahadah Usbuiyah harus dilakukan untuk menunjang jalannya Acara Mujahadah Usbuiyah tersebt. Maka Sebelum pelaksanaan Mujahadah Usbu’iyah supaya diadakan persiapan lahir batin sebaik-baiknya agar pelaksanaannya berjalan lancar dan membuahkan manfaat yang sebesar-besarnya khususnya bagi Masyarakat di Desa/Kelurahan tersebut.

Imam Mujahadah Usbuiyah

Dalam pelaksanaannya Imam dalam Mujahadah Usbu’iyah supaya bergilir dari kalangan : 
  • Pengamal Wahidiyah se-desa, 
  • Pengamal Wahidiyah se-kampung, atau 
  • Pengamal Wahidiyah se-lingkungan, 
Baik Pengamal Wahidiyah 
  • Pengamal Sholawat Wahidiyah Pria
  • Pengamal Sholawat Wahidiyah 
  • Pengamal Sholawat Wahidiyah  dan 
  • Pengamal Sholawat Wahidiyah Kanak-kanak.
Aurod Mujahadah Usbuiyah

Dalam pelaksanaan Mujahadah Usbuiyah untuk Aurod Mujahadahnya harusnya menggunakan bilangan 7– 17 atau mengguna-kan Aurod Mujahadah lain dengan ketentuan disepakati seluruh jama’ah, atau ada ketentuan lain dari Dewan Pimpinan Pusat Penyiar Sholawat Wahidiyah (DPP PSW).

Aurod Mujahadah Usbuiyah bilangan 7-17
Mujahadah Usbuiyah Pengamal Sholawat Wahidiyah
Pelaksanaan Mujahadah Usbuiyah apakah harus menghadap Kiblat

Untuk Mujahadah Usbu’iyah tidak harus menghadap ke arah kiblat tetapi juga tidak dilarang. Lazimnya ber- muwajahah (saling berhadapan), dan Insya Alloh cara seperti ini ada sirri-sirri khusus dan banyak manfaatnya, antara lain bisa terjadi sorot-menyorot bathiniyah antara satu dengan yang lain.

Mujahadah berjamaah yang lazimnya menghadap ke arah qiblat antara lain; 
  • Mujahadah sehabis sholat maktubah/sholat sunnat, atau 
  • Mujahadah yang bertempat di masjid/musholla atau 
  • Mujahadah jika ada suatu kepentingan. 
Adapun mujahadah perorangan (sendirian) lebih utama jika menghadap ke arah qiblat, kecuali situasi tidak mengizinkan.

Pengamal yang hadir Lebih Dulu dalam Mujahadah Usbuiyah

Para pengamal yang sudah hadir lebih dahulu, sambil menunggu kehadiran yang lain supaya langsung “Tasyafu’an” bersama-sama dengan adab yang sebaik-baiknya.

Jika Mujahadah sudah akan dimulai, tasyafu’an diakhiri dengan “Al-Faatihah” (membaca surat Fatihah bersama satu kali) atau membaca “YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOOH” bersama -sama tiga kali, diteruskan dengan bacaan “YAA AYYUHAL GHOUTSU SALAAMULLOOHI” (dilagukan satu kali, kemudian membaca ”AL-FAATIHAH” satu kali. 

Pimpinan Mujahadah Usbuiyah

Selanjutnya Pimpinan atau Imam jama’ah, wakilnya atau yang ditugasi,  segera memberitahukan dan mengajak hadirin hadirot untuk segera memulai mujahadah dan mempersilahkan kepada petugas Imam Mujahadah yang telah ditentukan.

Contoh Pelaksanaan Mujahadah Usbuiyah

Contoh:  “Para hadirin hadirot ! Mujahadah Usbu’iyah ini mari segera kita mulai. Dan mari kita berusaha menerapkan LILLAH-BILLAH, LIRROSUL-BIRROSUL, LILGHOUTS-BILGHOUTS, Kepada yang bertugas sebagai Imam Mujahadah, Bapak / Ibu / sdr………..…. disilahkan".

Urutan acara dalam Mujahadah Usbu’iyah :

Ada beberapa urutan dalam acara Mujahadah Usbuiyah diantaranya : 
  1. Tasyaffu’ dan Istighotsah;
  2. Mujahadah bilangan 7-17;
  3. Dianjurkan mengadakan pembacaan buku-buku Wahidiyah, atau lain-lain sesuai keperluan.
  4. Penutup / nidak.
Pembaca Buku-Buku Wahidiyah

Dalam Mujahadah Usbu'iyah acara Pembaca buku-buku Wahidiyah atau lainnya dalam Mujahadah Usbu’iyah bisa dari lingkungan jama’ah sendiri atau lainnya. 

Ini sekilas tentang mujahadah usbuiyah dalam pengamalan Sholawat Wahidiyah, semoga dalam kesempatan yang berbeda akan kami tulis di website wahidiyah.me tentang Pelaksanaan Mujahadah Usbu’iyah Kanak-Kanak, yang sesuai dengan buku “TUNTUNAN MUJAHADAH UNTUK KANAK-KANAK”.